Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Perlindungan dan Pemberdayaan Hukum Terhadap Ekonomi Kreatif Sektor Pariwisata di Kabupaten Bangkalan -, Siswanto; Jusmadi, Rhido
Inicio Legis Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo Madura Vol 4, No 2 (2023): November
Publisher : Fakultas Hukum Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/il.v4i2.18943

Abstract

Ekonomi kreatif Kabupaten Bangkalan memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan, terutama ekonomi kreatif sektor pariwisata. Namun ada beberapa masalah terkait dengan perlindungan dan pemberdayaan hukum, seperti pelaku ekonomi kreatif tidak memiliki izin usaha, produk yang dimiliki belum memiliki sertifikasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI), adanya premanisme di kawasan ekonomi kreatif sektor pariwisata. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris. Adapun pendekatan yang digunakan adalah studi lapangan ( field study), dengan analisis data yang digunakan adalah metode dekriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlindungan dan pemberdayaan hukum terhadap ekonomi kreatif sektor pariwisata di Kabupaten Bangkalan berpedoman pada Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2019 Tentang Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro. Namun dalam implementasinya Peraturan tersebut belum secara penuh memberikan perlindungan dan pemberdayaan ekonomi kreatif di Kabupaten Bangkalan. Selain itu Pemerintah Kabupaten Bangkalan telah melakukan upaya perlindungan dan pemberdayaan hukum bagi ekonomi kreatif sektor pariwisata dengan mendorong pelaku usaha memiliki Nomor Induk berusaha (NIB), membantu mendaftarkan HKI, bantuan permodalan, pendampingan usaha, mendorong pelaku usaha masuk e-Katalog Lokal maupun Nasional,
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DIABETES MELLITUS DI KELURAHAN GUMPANG KECAMATAN KARTOSURO KABUPATEN SUKOHARJO TAHUN 2012 -, Siswanto; -, Sugiyarto
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 1 No. 1 (2015): Vol. 1. No. 1 Januari 2015
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Organisasi dunia (WHO) mencatat jumlah penderita Diabetes Mellitus didunia tahun 2010 mencapai lebih dari 230juta jiwa. Jumlah diperkirakan akan terus meningkatkan menjadi 350juta pada tahun 2025. Peningkatan pravelensi Diabetes Mellitus dan obesitas, diseluruh dunia menjadiakan suatu endemic terbesar yang pernah dialami manusia (Depkes,2008). Berdasarkan informasi di RSUD Kabupaten Sukoharjo dibagian instalasi rawat inap menunjukan prevalansi penderita Diabetes Mellitus sebanyak 567 orang (60%) dan mengalami komplikasi ulkus kemungkinan bias dilakukan amputasi bila kondisinya tidak terkontrol(Wahyuni,2009). Berdasarkan survey pada warga Gumpang dari beberapa warga yang peneliti wawancara terdapat penderita Diabetes Mellitus sebanyak 50 orang. Pada wawancara warga yang lain, mereka kurang mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi Diabetes Mellitus karena kurangnya informasi dan pengetahuaan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan desain yang digunakan untuk penelitian ini adalah cross sectional yaitu penelitian yang dilakukan satu kali pengamatan saja. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober-Desember 2012. Pengambilan data pada minggu ke tiga bulan Oktober. Penelitian ini dilakukan di Gumpang, Kartosuro, Kabupaten Sukoharjo dengan alasan karena tempat tinggal mudah dijangkau, dan keluarga umumnya menderita Diabetes Mellitus serta jumlah sampel yang mencukupi sehingga memudahkan peneliti dalam melakukan penelitian. Populasi pada peneltian ini adalah seluruh penderita yang bertempat tinggal di Gumpang, Kartosuro, Kabupaten Sukoharjo, sebanyak 50 orang. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Diabetes Mellitus di Gumpang, Kartosuro, Kabupaten Sukoharjo tahun 2012  yaitu : Faktor Ekonomi yang sangat mempengaruhi pendapatan responden perbulan Rp 500.000-Rp 1.000.000 sebesar 60%Faktor Usia yang sangat mempengaruhi responden pada usia 46-50 tahun sebesar 70%.Faktor Pendidikan yang sangat mempengaruhi responden pada pendidikan terakhir SMA sebesar 60% .Faktor Pengetahuan yang sangat memepengaruhi responden pada tingkat pengetahuan cukup sebesar 56%.   Kata Kunci : Diabetes Melitus, Faktor
GAMBARAN PENGETAHUAN PADA PENDERITA PENYAKIT GOUT/ASAM URAT DI DESA MOJOPURO KECAMATAN MOJOGEDANG KABUPATEN SRAGEN TAHUN 2014 -, Siswanto
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 2 No. 1 (2015): Vol. 2. No. 1 Juli 2015
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Penyakit Gout/Asam urat merupakan salah satu dari beberapa penyakit yang  sangat  membahayakan.  Karena,  penyakit  Asam  urat  tidak  berkaitan  langsung dengan  penyakit  dalam  sehingga  cenderung  dipandang  sangat  kecil  bahayanya.  Tetapi, kalau  kita  tahu,  ternyata  penyakit  ini  tidak  demikian  adanya.  Penyakit  Asam  urat  juga mempunyai  kaitan  yang sangat  erat  dengan ginjal, sebab pada intinya, ginjal  merupakan suatu  organ  yang  menjadi  pembuangan  asam  urat  yang  berlebih.  Ketika  ginjal  tidak mempunyai  kekuatan  untuk  membuang  asam  urat  yang  berlebih  ini,  maka  hal  ini biasanya dilatarbelakangi dengan adanya asam urat Penyakit asam urat sebenarnya mempunyai efek negatif yang timbal balik. Penyakit asam urat  bisa  merusak  ginjal,  sedangkan  ginjal  yang  kurang  sehat  juga  mempunyai  efek negatif  yaitu  dapat  menyebabkan  terjadinya  penumpukan–penumpukan  asam  urat. Bahkan, ketika salah satu diantranya keduanya terjadi, maka diduga terjadi gagal ginjal. Itukah beberapa fakta medis yang harus kita ketahui, sebab memang penyakit Gout/Asam urat ini pada  dasarnya  tidak  seperti  yang  kita  duga.  Asam  urat  merupakan  salah  satu  penyakit  tingkat serius.  Kita  harus  mengetahui  lebih  jauh  lagi  tentang  penyakit  ini  sehingga  kita  bisa  memahami dan mengatasi jika penyakit ini tengah menyerang kita Metode  Penelitian : Penelitian  yang  digunakan  adalah  dengan  desain  penelitian  deskriptif. Metode pengumpulan  sampel  menggunakan  teknik total  sampling. Yang  menjadi  sampel  dalam penelitian  ini  adalah  responden  yang  sesuai  dengan  kriteria  inklusi.  Cara  pengumpulan  data dengan  menggunakan  kuesioner,  setelah  data  terkumpul  data  ditabulasi  dengan  menggunakan skala  ordinal  dengan  diberi  skor,  jika  benar=1,  dan  salah  =  0.  Kemudian  hasil  prosentase diinterprestasikan menggunakan kriteria kualitas yaitu Baik skor  yang diperoleh 76-100%. Cukup bila skor  yang diperoleh 55-75%, dan kurang  bila skor  yang diperoleh <  55% dari jawaban  yang benar.Hasil : Sesuai fakta data disimpulkan bahwa responden berpengetahuan kurang sebanyak 15 orang (60%), pengetahuan cukup sebanyak 5 orang (20%) dan yang pengetahuan baik sebanyak 5 orang (20%).Kesimpulan  : Hal  sesuai  kondisi di  Desa Mojopuro  Kecamatan Sumber  Lawang  Kabupaten Sragen,  yang  rata-rata  responden  pengetahuannya  kurang  karena  dipengaruhi  oleh  pendidikan yang  hanya  sampai  SD  dan  tidak  begitu  diperhatikan  informasi  yang  diperoleh  dari  petugas kesehatan.
PENDIDIKAN SEBAGAI PARADIGMA PEMBEBASAN (Telaah Filsafat Pendidikan Paulo Freire) -, Siswanto
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 2 No 2 (2007)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.151 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v2i2.220

Abstract

Substansi pemikiran pendidikan Freire terletak pada pandangannya tentang manusia dan dunianya yang kemudian ditransformasikan ke dalam dunia pendidikan. Model pendidikan yang ditawarkannya adalah model pendidikan yang membebaskan. Pembebasan bermakna transformasi atas sebuah sistem realitas yang saling terkait dan kompleks, serta reformasi beberapa individu untuk mereduksi konsekuensi-konsekuensi negatif dari perilakunya. Langkah awal yang paling menentukan dalam upaya pendidikan pembebasannya adalah proses penyadaran yang inherent dan merupakan proses inti atau hakikat dalam keseluruhan proses pendidikan itu sendiri. Untuk mewujudkan hal tersebut, kebiasaan pendidikan deskriptif diharapkan digeser ke arah pendidikan dialogik-transformatif, agar pendidikan tidak dirasakan sebagai pendidikan yang membelenggu. Pendidikan diharapkan dapat menghasilkan perubahan terdiri siswa baik perubahan dalam kualitas berfikir, kualitas pribadi, kualitas sosial, kualitas kemandiriannya dan kualitas kemasyarakatannya.
KEBANGKITAN MADRASAH DI DUNIA ISLAM (Kajian Sosio-Historis tentang Madrasah Nizhamiyah) -, Siswanto
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3 No 1 (2008)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.4 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v3i1.231

Abstract

Dengan menggunakan pendekatan sosio-historis, tulisan ini akan mencoba menelusuri kelahiran madrasah yang terfokus pada Nizhamiyah dalam perkembangan pendidikan Islam yang dilatari oleh multi motivasi, seperti motivasi agama (baca: madzhab), ekonomi, dan motivasi politik. Dengan dewan gurunya yang bermadzhab Syafi'i, Madrasah Nizhamiyah dipandang sebagai perwujudan kejayaan gerakan teologisdogmatik yang bergandengan dengan madzhab Sunni untuk mengimbangi dominasi dan perkembangan paham Mu’tazilah dan posisi Hambali, serta dominasi Syi’ah. Sehingga trade mark mata kajian yang ditempuh bercorak pemahaman Asy’ariyyah dan fiqh oriented. Ranah "intelektualisme" hilang dalam proses pendidikan madrasah ini. Namun demikian, Nizhamiyah tetap dipahami sebagai lembaga terpenting dan menjadi model (prototype) dalam sejarah pendidikan Islam, yakni sebagai lembaga pendidikan Islam yang pertama sekali didirikan di dunia Islam Timur di mana bangunan dan orientasi lembaga pendidikan ini menjadi a function of state dalam skala luas.
PROGRAM SERTIFIKASI GURU (Antara Tuntutan Kesejahteraan dan Kualitas) -, Siswanto
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2008)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.249 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v3i2.238

Abstract

Guru adalah profesi yang memegang peran sentral dalam menentukan generasi penerus bangsa. Guru dituntut memiliki keterampilan yang memungkinkan untuk mengorganisasikan materi serta mengelolanya dalam pembelajaran dan pembentukan kompetensi siswa. Profesi guru harus dipersiapkan untuk mengenal ilmu pengetahuan yang luas agar memiliki kemampuan dan kompetensi. Kompetensi guru bersifat kompleks dan merupakan kesatuan yang utuh yang menggambarkan pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan melalui tindakan dalam melaksanakan tugas-tugas sebagai pendidik. Sertifikasi guru yang dilaksanakan pemerintah merupakan upaya peningkatan mutu guru yang dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan guru. Muara akhir yang diharapkan adalah meningkatkan mutu pembelajaran dan mutu pendidikan di Indonesia secara berkelanjutan. Bentuk peningkatan kesejahteraan adalah upaya pemberian insentif tunjangan profesi guru sebesar satu kali gaji pokok setiap bulan bagi guru yang memiliki sertifikat pendidik.
REKONSTRUKSI PENDIDIKAN ISLAM (Menimbang Pemikiran Muhammad Abduh) -, Siswanto
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2009)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.138 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v4i1.241

Abstract

As modernist theologian, Abduh states that science and Islam are not contradiction; religion and scientific thought collaborate in diffrerent level. It provides new ideas in two crucial points; first of all, it generally emphasis on the role of logic in Islam. Secondly, it restates the basic ideas of Islam as opening for growing new ideas and seeking modern knowledge. Therefore, reconstruction is focused on to establish education system producing educated persons who possess both vigorous religion beliefs or become modern islamic scholars and functional education including universal education for all people, either male or female.
PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS NILAI-NILAI RELIGIUS -, Siswanto
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8 No 1 (2013)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.146 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v8i1.385

Abstract

Pengelolaan pendidikan yang terlalu berlebihan dalam memberipenekanan pada dimensi kognitif dan mengabaikan dimensi-dimensi lainternyata telah melahirkan manusia dengan kepribadian pecah (splitpersonality). Lulusan pada saat ini cenderung bersikap sekuler,materialistik, rasionalistik, hedonistik, dan kurang terbina mentalspiritualnya dan kurang memiliki kecerdasan emosional. Berdasarkan haltersebut, pendidikan karakter sangat tepat dicanangkan pada semua linidan jenjang pendidikan. Pendidikan karakter diproyeksikan sebagai core(inti) dari pendidikan nasional, yakni membentuk manusia yang beriman,bertakwa, dan berakhlak mulia. Untuk itu, pendidikan karakter dapatdilaksanakan melalui empat strategi, yaitu: pertama, strategi inklusif dapatdilakukan oleh guru mata pelajaran apapun ke dalam penyusunan silabusdan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP); kedua, strategi budayasekolah; ketiga, strategi eksplorasi diri (self explorer); dan keempat, strategipenilaian teman sejawat (peer group evaluation).
Pengurangan Limbah dengan Penerapan Metode Just in Time di PT. Uwe Molino Luwuk -, siswanto
Journal of Industrial System Engineering and Management Vol. 3 No. 2 (2024): Journal of Industrial System Engineering and Management (Edisi December)
Publisher : PT. SAFARI AMALIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56882/jisem.v3i2.42

Abstract

The manufacturing industry is one of the important sectors in the Indonesian economy. PT. Uwe Molino Luwuk is one of the manufacturing companies that offers bottled drinking water (AMDK) products. This company still has several problems related to waste in its production process. This situation is also reflected in the loss of time during the production process. This waste can cause great losses for the company. This study aims to optimize production to reduce waste can be done by applying the Just In Time (JIT) method through the Value Stream Mapping (VSM) data analysis technique. The results of the study showed that the dominant waste in the top order was waiting. Developing improvements from the current to the future state, the lead time value of the material on the production floor was faster, in the VSM before 510 minutes while the lead time of the VSM after was 310 minutes. So there is a reduction in time of around 60.7%.