Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Psychology Science

Pengaruh Work Family Conflict terhadap Komitmen Organisasi pada Dosen Universitas Swasta X di Jakarta Amalia Ikhsani Wijayaputri; Anna Rozana
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v3i1.5155

Abstract

Abstract. Lecturers who are married perform a dual responsibility, that of parents who are responsible for raising their children., then as a lecturer who is obligated to abide with the agency's standards. Organizational commitment goes beyond just lecturers' participation in the organization; it also involves maintaining one's presence within the organization and taking part in the pursuit of its objectives. There is a conflict between the demands of the lecturer's job and the expectations of the lecturer's role in the family, resulting in Work Family Conflict. The purpose of this research is to ascertain the impact of Work Family Conflict on organizational commitment to lecturers, both male and female. This research uses the causality method and is quantitative in nature. The 265 academics who made up the population in this study were all lecturers. The 159 lecturers that were included in the research sample were chosen using Convenience Sampling, a Non Probability Sampling technique. Simple regression is a data analysis approach. The Work Family Conflict Scale, established by Carlson and Kacmar and translated and adapted by Indah Kuntari, is the measurement device used in the Variable Work Family Conflict (2014). The organizational commitment measuring tool makes use of an organizational commitment scale created by Ingarianti that is based on the idea of Mowday, Steers, & Porter (2015). The result of the research is that the lecturers' Work Family Conflict belongs to the high category. The highest dimension is Strain-Based Conflict Family Interference With Work. The level of organizational support for lecturers comes within the low category. Identification is the lowest dimension. The beta value is -0.229, and the significance value is 0.004 < 0.05, implying that the Work Family Conflict data has a negative and substantial impact on organizational commitment to lecturers. Keywords : Work Family Conflict and Organizational Commitment Abstrak. Dosen yang sudah berkeluarga mempunyai peran ganda yaitu sebagai orang tua yang memiliki tugas dan tanggung jawab mengurus anak, lalu sebagai dosen yang harus mengikuti aturan intansi. Komitmen organisasi, tidak hanya sebatas dengan keterlibatan dosen terhadap organisasi, tetapi mempertahankan keberadaannya di dalam organisasi dan turut serta mencapai tujuan organisasi. Adanya konflik yang dirasakan oleh dosen dalam pekerjaan dan tuntutan peran dalam kelurga sehingga dosen mengalami work family conflict. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh work family conflict terhadap komitmen organisasi pada dosen baik perempuan maupun laki-laki. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode kausalitas. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh dosen yang berjumlah 265 dosen. Sampel penelitian berjumlah 159 dosen yang diambil dengan menggunakan non probabilitas sampling, yaitu convenience sampling. Teknik analisis data menggunakan regresi sederhana. Alat ukur yang digunakan pada variable work family conflict yaitu menggunakan work family conflict scale yang dikembangkan oleh Carlson, Kacmar yang di adaptasi dan diterjemahkan oleh Indah Kuntari (2014). Alat ukur komitmen organisasi menggunakan skala komitmen organisasi berdasarkan teori Mowday, Steers, & Porter yang dikembangkan oleh Ingarianti (2015). Hasil penelitian adalah Work Family Conflict pada dosen tergolong pada kategori tinggi. Dimensi tertinggi yaitu Strain-based conflcit family interference with work. Komitmen organisasi pada dosen tergolong pada kategori rendah. Dimensi terendah yaitu Identifikasi. Nilai beta sebesar -0,229 dan nilai signifikansi sebesar 0,004 < 0,05 maka dapat disimpulan bahwa data work family conflict berpengaruh negatif dan signifikan terhadap komitmen organisasi pada dosen. Kata Kunci : Work Family Conflict dan Komitmen Organisasi.
Pengaruh Job Crafting terhadap Work Engagement pada Sales Marketing Nindy Puspita Rachman; Anna Rozana
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v3i2.7415

Abstract

Abstract. Business success can occur with employees who are tied to their work so that employees are able to do their work optimally. One of the factors is work engagement. Work engagement is considered a three-dimensional construction and is defined as a state of mind related to positive and satisfying work characterized by, vigor, dedication, and absorption (Schaufeli & Bakker, 2010). The job demands and job resources model can be a predictor of work engagement. Efforts to balance job The job demands and job resources model can be a predictor of work engagement. Efforts to balance job demands and job resources can use job crafting. Job crafting is the changes that individuals make on their own initiative to balance the demands and resources they earn from their work (Tims et al, 2012). This research aims to influence job crafting on work engagement in sales marketing carvawan. Subiek this research is 27 employees of sales marketing contracts at Bank Danamon. This research uses population techniques. The research method, which is used is quantitative with causality research design using multiple regression. The measuring instruments used are the Job Crafting Scale (ICS) from Tims et al (2012) adapted by Angga Januar et al and Utrecht Work Engagement Scale (UWES) from Schaufeli & Bakker (2002). The results showed that there was a positive influence of job crafting on work engagement of 82.1% (R square - 821) with the most influential job crafting dimension on work engagement was Increasing Structural Job Resources of 30.5%. Abstrak. Keberhasilan bisnis dapat terjadi dengan adanya karyawan yang terikat dengan pekerjaannya sehingga karyawan mampu melakukan pekerjaannya dengan optimal. Salah satu faktornya yaitu work engagement. Work engagement dianggap sebagai konstruksi tiga dimensi dan didefinisikan sebagai keadaan pikiran yang berhubungan dengan pekerjaan yang positif dan memuaskan yang ditandai dengan vigor, dedication, dan absorption (Schaufeli & Bakker, 2010). Model job demands dan job resources dapat menjadi prediktor work engagement. Upaya menyeimbangkan job demands dan job resources dapat menggunakan job crafting. Job crafting yaitu perubahan yang dilakukan individu atas inisiatif mereka sendiri untuk menyeimbangkan tuntutan dan sumber daya yang mereka peroleh dari pekerjaannya (Tims et al, 2012). Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh job crafting terhadap work engagement pada karyawan sales marketing. Subjek penelitian ini adalah 27 karyawan kontrak sales marketing di Bank Danamon. Penelitian ini menggunakan teknik populasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain penelitian kausalitas menggunakan multiple regression. Alat ukur yang digunakan adalah Job Crafting Scale (JCS) dari Tims et al (2012) diadaptasi oleh Angga Januar et al dan Utrecht Work Engagement Scale (UWES) dari Schaufeli & Bakker (2002). Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh positif job crafting terhadap work engagement sebesar 82,1% (R square = .821) dengan dimensi job crafting yang paling berpengaruh terhadap work engagement adalah Increasing Structural Job Resources sebesar 30,5%.
Pengaruh Work-Family Conflict terhadap Turnover Intention pada Medical Representative Rindri Evelin; Anna Rozana
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v3i2.9167

Abstract

This study aims to determine the effect of work-family conflict on turnover intention in medical representatives. Turnover intention is the desire of employees to leave their jobs. Medical representatives who have a family carry out two important roles in life, roles in work and roles in the family. When roles in work and roles in the family are contradictory, this creates a conflict called work-family conflict. This research is a quantitative study with 86 medical representatives in the city of Bandung who are married and have children. Measurements were carried out using the Work-Family Conflict Scale adapted by Indah Soca Kuntari, M.Psi., Psikolog (2015) and the turnover intention measuring tool compiled by Maya Sita Darlina, M.Si. (2012). Data analysis was performed using multiple regression analysis. The results showed that work-family conflict had a significant effect on turnover intention in medical representatives with a percentage of 30.3% (R2 = .303) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh work-family conflict terhadap turnover intention pada medical representative. Turnover intention adalah keinginan dari karyawan untuk meninggalkan pekerjaannya. Medical representative yang telah berkeluarga menjalani dua peran penting dalam kehidupan, yaitu peran dalam pekerjaan dan peran dalam keluarga. Ketika peran dalam pekerjaan dan peran dalam keluarga saling bertentangan, maka memunculkan sebuah konflik yang disebut dengan work-family conflict. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 86 medical representative di Kota Bandung yang telah menikah dan memiliki anak. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan alat ukur Work-Family Conflict Scale yang diadaptasi oleh Indah Soca Kuntari, M.Psi., Psikolog (2015) dan alat ukur turnover intention yang disusun oleh Maya Sita Darlina, M.Si. (2012). Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-family conflict berpengaruh signifikan terhadap turnover intention pada medical representative dengan persentase pengaruh sebesar 30.3% (R2 = .303).
Pengaruh Dukungan Sosial terhadap Work Family Conflict pada Single Mother di Kota Bandung Bianca Clarissa Audy Putri; Anna Rozana
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.9738

Abstract

Abstract. Work family conflict is a conflict between roles in which the role pressures from the work and family domains conflict in several ways Greenhaus and Beutell (1985). Social support is a reciprocal relationship involving at least two people in terms of resources, with the aim of helping the person receiving support (House, 1983). Cohen and Wills (1985) said social support can reduce stress by changing coping patterns by influencing self-perception and individual behavior when solving problems. Factors that can reduce stress in single mothers is social support. The purpose of this study was to determine how much influence social support has on work-family conflict in single mothers. This research is a quantitative research using causality method. The population in this study were single mothers in Bandung, so it used purposive sampling with a total of 105 people. The analysis technique used is multiple linear regression. The measuring instrument used within this research are the work-family conflict scale created by Carlson & Kacmar which has been translated to Indonesian by Kuntari (2014) and the social support measurement developed by Parasuraman based on House (1983) and has been adapted by researchers. The results showed that social support had a significant negative effect on work-family conflict in single mothers in Bandung by 9.8%. The biggest influence is the support of colleagues at 7.82%. Abstrak. Work family conflict merupakan konflik antar peran di mana tekanan peran dari domain pekerjaan dan keluarga saling bertentangan dalam beberapa hal Greenhaus dan Beutell (1985). Dukungan sosial adalah hubungan timbal balik yang melibatkan sekurangnya dua orang dalam hal sumber daya, dengan tujuan membantu orang yang menerima dukungan (House, 1983). Cohen dan Wills (1985) mengatakan dukungan sosial dapat mengurangi stres dengan mengubah pola koping dengan mempengaruhi persepsi diri dan perilaku individu ketika menyelesaikan masalah. Faktor yang dapat mengurangi stres pada single mother adalah dukungan sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dukungan sosial terhadap work family conflict pada single mother. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode kausalitas. Populasi dalam penelitian ini adalah single mother di Kota Bandung sehingga menggunakan purposive sampling dengan jumlah 105 orang. Teknik analisis yang digunakan adalah uji linear berganda. Alat ukur yang digunakan adalah Work-family conflict scale dari Carlson & Kacmar yang diadaptasi oleh Kuntari (2014) dan alat ukur dukungan sosial (1983) yang dikembangkan oleh Parasuraman dan telah diadaptasi oleh peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial berpengaruh negatif signifikan terhadap work family conflict pada single mother di Kota Bandung sebesar 9,8 %. Pengaruh paling besar yaitu dukungan rekan kerja sebesar 7,82%.
Pengaruh Work Life Balance terhadap Komitmen Organisasi pada Petugas Pemadam Kebakaran Ratu Dalfa Fauziah; Anna Rozana
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10037

Abstract

Abstrack. The Rapid development in the industrial world necessitates organizations to have human resources committed to their organization (Rini & Indrawati, 2019). Organizational commitment in the context of the relative strength of identification and involvement in individuals towards a particular organization, can be characterized by three aspects: identification, involvement, and loyalty (Mowday et al. 1982). One of the factors that can influence organizational commitment is work life balance. Work life balance is the effort made by an individual to balance two or more roles they are engaged in (Fisher, 2009). This research aims to examine the extent of the influence of work life balance on organizational commitment among 195 firefighters in the city of Bandung. The measurement tools utilized include the Work Life Balance Scale (WLBS) based on Fisher’s theory (2009) and the Organizational Commitment Scale (OCS) referencing Mowday’s theory (1982). The sampling technique employed is purposive sampling. The method used is the quantitative causality method with regression analysis technique. The results of this study indicate that work life balance has a significant impact on organizational commitment by 53%. Abstrak. Perkembangan yang pesat dalam dunia industri membuat organisasi membutuhkan sumber daya manusia yang berkomitmen terhadap organisasinya (Rini & Indrawati, 2019). Komitmen Organisasi sebagai konteks dalam hal kekuatan yang relatif dari identifikasi dan keterlibatan pada individu terhadap organisasi tertentu yang dapat dicirikan dengan tiga aspek yaitu identifikasi, keterlibatan dan loyalitas (Mowday et al., 1982). Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi komitmen organisasi ialah work life balance. Work life balance yaitu upaya yang dilakukan seseorang untuk menyeimbangkan dua peran atau lebih yang dijalani oleh individu tersebut (Fisher, 2009). Penelitian ini bertujuan untuik melihat seberapa besar pengaruh work life balance terhadap komitmen organisasi pada 195 petugas Pemadam Kebakaran Kota Bandung. Alat ukur yang digunakan yaitu Work Life Balance Scale (WLBS) yang mengacu pada teori Fisher, (2009) dan Organizational Commitment Scale (OCS) yang mengacu pada teori Mowday et al. (1982). Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif kausalitas dengan teknik analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa work life balance berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi sebesar 53%.
Pengaruh Work Family Conflict terhadap Komitmen Organisasi pada Single Mother di Kota Bandung Alya Nur Nisrina Suhendar; Anna Rozana
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i2.12797

Abstract

Abstract. In a globalized organizational world with high levels of competition, it cannot be denied that companies need employees who are qualified and committed to the company (Rini & Indrawati, 2019). Organizational commitment is a behavioral dimension to evaluate the continuity of employee commitment in the organization and the possibility of employees to survive and remain members of the organization. This is seen from three aspects: identification, involvement and loyalty as explained by Mowday et al., 1982. Factors involved which has the potential to influence organizational commitment is work family conflict. Work family conflict is a conflict between roles (interrole conflict) where demands in the work domain and the family domain clash with each other (Greenhaus & Beutell 1985). This research aims to determine the effect of work family conflict on organizational commitment among single mothers in the city of Bandung. This research is a non-experimental research that uses the causality method, involving 100 single mothers in the city of Bandung. Purposive sampling technique was used in this research as a sampling technique. Multiple linear regression was used to analyze the data in this study. The result is an R Square value = 0.287 with a sig value of 0.000 < 0.05. It can be interpreted that work family conflict has an effect of 28.7% on single mother organizational commitment in the city of Bandung. Abstrak. Dalam dunia organisasi yang mengglobal dengan tingginya tingkat persaingan, tidak dapat dipungkiri bahwa perusahaan membutuhkan karyawan yang berkualitas dan berkomitmen terhadap perusahaan (Rini & Indrawati, 2019). Komitmen organisasi merupakan dimensi perilaku untuk mengevaluasi kelangsungan komitmen karyawan dalam organisasi dan kemungkinan karyawan untuk bertahan dan tetap menjadi bagian dari anggota organisasi, hal ini dilihat dari tiga aspek: identifikasi, keterlibatan dan loyalitas seperti yang dijelaskan oleh Mowday et al., 1982. Faktor yang berpotensi memberikan pengaruh kepada komitmen organisasi adalah Work family conflict. Work family conflict merupakan konflik antar peran (interrole conflict) di mana tuntutan pada domain pekerjaan dan domain keluarga saling berbenturan (Greenhaus & Beutell 1985). Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh work family conflict terhadap komitmen organisasi pada single mother di Kota Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental yang menggunakan metode kausalitas, dengan melibatkan 100 single mother di Kota Bandung. Teknik purposive sampling digunakan dalam penelitian ini sebagai teknik untuk pengambilan sampel. Regresi linier berganda digunakan untuk menganalisis data pada penelitian ini. Hasilnya nilai R Square = 0.287 dengan nilai sig 0,000 < 0,05. Dapat diartikan work family conflict berpengaruh sebesar 28,7% terhadap komitmen organisasi single mother di Kota Bandung.
Pengaruh Work Family Conflict terhadap Turnover Intention pada Dosen Wanita di Kota Bandung Radityo Satya Wicaksana; Anna Rozana
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i2.12836

Abstract

Abstract. Female lecturers are faced with various challenges and demands in the workplace.The scope of lecturers' duties in the teaching aspect is quite varied, starting from designing teaching syllabi according to class characteristics and different student characteristics, providing teaching, as well as compiling and evaluating student assignments, these demands are carried out simultaneously with taking care of the family which can cause conflict, especially for female lecturers. who plays a dual role as a mother and career woman. If work-family conflict is not handled, it can lead to turnover intention, namely someone's thoughts about leaving their current job. This research aims to examine the influence of Work Family Conflict on Turnover Intention among female lecturers in the city of Bandung. This research uses a quantitative causality approach with simple linear regression techniques and the subjects in this research were 355 people. The Work Family Conflict Scale measuring tool was compiled by Carlson, Kacmar, & William (2000) and has been adapted into Indonesian by Soca (2018) and the Turnover Intention measuring tool uses the Turnover Intention Scale based on the theory of Mobley, Horner, and Hollingsworth (1978) which consists of three aspects and was modified from the turnover intention scale of Yin-Fah (2010) and has been adapted into Indonesian by Gevia (2020). Apart from that, the coefficient of determination test shows an R-Square value of 0.463, so it can be said that the Work Family Conflict variable has a contribution of 46.3% to Turnover Intention, so it can be concluded that Work Family Conflict has a significant effect on Turnover Intention, the rest is influenced by other variables not examined in this research. Abstrak. Dosen wanita dihadapkan dengan berbagai tantangan dan tuntutan di tempat kerja.Cakupan tugas dosen dalam aspek pengajaran cukup bervariasi, dimulai merancang silabus pengajaran sesuai dengan karakteristik kelas dan karakteristik mahasiswa yang berbeda ,memberikan pengajaran, serta menyusun dan mengevaluasi tugas mahasiswa, tuntutan tersebut dilakukan secara bersamaan dengan mengurus keluarga yang mana dapat menimbulkan konflik terutama pada dosen wanita yang menjalani peran ganda sebagai ibu dan wanita karier. Work-family conflict yang dialami apabila tidak ditangani dapat mengarah ke turnover intention yaitu pemikiran seseorang untuk keluar dari pekerjaannya sekarang. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Work Family Conflict terhadap Turnover Intention pada dosen wanita di kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif kausalitas dengan teknik regresi linier sederhana dan subjek pada penelitian ini berjumlah 355 orang. Alat ukur Work Family Conflict Scale yang disusun oleh Carlson, Kacmar, & William (2000) dan telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia oleh Soca (2018) dan alat ukur Turnover Intention menggunakan dari Skala intensi turnover disusun berdasarkan teori dari Mobley, Horner, dan Hollingsworth (1978) yang terdiri dari tiga aspek dan dimodifikasi dari skala intensi turnover Yin-Fah (2010) dan telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia oleh Gevia (2020). Selain itu pada uji koefisien determinasi menunjukkan nilai R-Square 0,463 sehingga dapat dikatakan bahwa variable Work Family Conflict memiliki kontribusi sebesar 46.3% pada Turnover Intention, sehingga dapat disimpulkan bahwa Work Family Conflict berpengaruh signifikan terhadap Turnover Intention,sisanya dipengaruhi variable lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.