Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Interlayer Elektroplating Zinc pada Kekuatan Mekanik Friction Stir Spot Welding Aa1100-Ss400 Saputra, Lingga Arti; Sukarno, Nota Ali; Zulaehah, Siti
Semesta Teknika Vol 24, No 2 (2021): NOVEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/st.v24i2.13015

Abstract

Sambungan FSSW dengan material yang berbeda banyak digunakan pada kendaraan. Namun, masalah muncul ketika material tersebut tidak tersambung dengan sempurna. Penggunaan interlayer Zn mampu meningkatkan kemampuan sambungan. Variasi penggunaan dwell time dan diameter shoulder digunakan untuk memperjelas peranan interlayer electroplating Zn. Pengujian tarik geser yang telah dilakukan membuktikan bahwa penggunaan interlayer electroplating Zn memiliki kemampuan sambungan yang lebih baik. Nilai maksimal pengujian tarik geser sebesar 3.8 kN. Nilai maksimal sambungan tanpa interlayer elektroplating Zn 2.5 kN. Pengujian kekerasan menunjukkan nilai yang lebih besar 63 HV dari pada sambungan tanpa menggunakan interlayer elektroplating Zn. 
ANALISIS CONNECTING ROD SEPEDA MOTOR 150 CC MENGGUNAKAN MATERIAL BAJA AISI 1045 Leo Van Gunawan; Muhamad Ghozali; Yusup Nur Rohmat; Sunaryo Sunaryo; Nota Ali Sukarno
Device Vol 13 No 1 (2023): Mei
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FASTIKOM) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/device.v13i1.4404

Abstract

Sepeda motor dengan kapasitas 150 cc sering digunakan untuk balapan di Indonesia. Tekanan tinggi dan berulang yang diterima piston selama kompresi menimbulkan beban fatigue pada connecting rod. Pada beberapa kasus, connecting rod dapat terjadi buckling (bengkok) atau fracture (patah) pada bagian kritisnya akibat tidak kuat menahan beban fatigue dari piston. Untuk mengantisipasi terjadinya buckling dan fracture maka diperlukan pemilihan material yang kuat untuk menahan beban fatigue pada connecting rod. Jenis material yang dapat digunakan untuk perancangan connecting rod adalah Baja AISI 1045. Baja AISI 1045 merupakan jenis baja yang dapat digunakan untuk pembuatan komponen mesin kendaraan seperti roda gigi, poros dan connecting rod. Untuk mengetahui besarnya deformasi dan tegangan maksimum pada connecting rod menggunakan baja AISI 1045 diperlukan simulasi melalui Finite Element Methode (FEM) dengan Solidworks. Hasil analisis simulasi menunjukan tegangan maksimum yang didapatkan sebesar 1,996x101 N/mm2 (MPa). Tegangan maksimum tersebut belum melampaui batas yield strength material Baja AISI 1045. Deformasi maksimum di dapatkan sebesar 1,489x10-2 mm sehingga perubahan bentuk yang terjadi masih sangat kecil. Besarnya Factor of Safety (FoS) didapatkan 26.5 ini menunjukan bahwa perancangan connecting rod menggunakan material Baja AISI 1045 aman untuk digunakan.
ANALISIS SIFAT MEKANIK BAJA ST 60 SETELAH PROSES QUENCHING DENGAN VARIASI WAKTU Nota Ali Sukarno; Abdi Legowo; Abdul Azis; Lingga Arti Saputra; Sunaryo Sunaryo
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol 10 No 3 (2023): September
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v10i3.5440

Abstract

Baja ST 60 termasuk baja karbon sedang yang merupakan bahan yang mudah dibentuk. Baja ini mempunyai kandungan karbon 0,3% - 6%. Penggunaan pada industri permesinan bisa mengakibatkan struktur logam terkena gaya eksternal seperti tegangan gesek yang mengakibatkan perubahan bentuk. Pada penelitian baja ST 60 ini mempunyai tujuan untuk mengetahui sifat kekerasan dari baja ST 60 tersebut. Dalam penelitian ini diawali dengan proses preparasi material menjadi spesimen uji, kemudian dilakukan perlakuan panas (heat treatment) pada suhu yang sudah ditentukan yaitu 850 °C dengan variasi waktu tahan (holding time) 10, 15, 20, 25 dan 30 menit pada tungku pemanas (furnace) dan kemudian di lakukan pendinginan secara cepat (quenching) pada oli SAE 50. Setelah di quenching, spesimen uji tersebut dilakukan pengujian kekerasan. Dari pengujian didapatkan hasil bahwa sifat kekerasan baja ST 60 setelah dilakukan perlakuam panas terjadi peningkatan, yaitu dengan nilai kekerasan maksimum pada holding time 30 menit sebesar 26,50 HRC dan minimum pada holding time 10 menit sebesar 32,20 HRC. Sedangkan sebelum perlakuan panas kekerasnnya 12,48 HRC. Meningkatnya sifat kekerasan ini dikarenakan holding time yang lama akan mempengaruhi butiran karbon yang menyebar ke permukaan baja ST 60.
Pengaruh interlayer Zn terhadap struktur mikro dan sifat mekanik pengelasan GMAW material baja karbon sedang ST37 Budianti, Siska Irma; Saputra, Lingga Arti; Sukarno, Nota Ali; Azis, Abdul; Sampurno, Carolus Borromeus Krishna; Margono, Herlian Seto
Perwira Journal of Science & Engineering Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Perwira Purbalingga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54199/pjse.v5i2.537

Abstract

Proses pengelasan Gas Metal Arc Welding (GMAW) merupakan metode yang banyak digunakan dalam industri pengelasan logam ferro dan non-ferro karena efisiensi waktu, kemudahan pengoperasian, dan biaya yang relatif terjangkau. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi arus pengelasan dan penambahan interlayer seng (Zn) terhadap sifat mekanik hasil pengelasan kampuh V pada baja karbon sedang ST37. Material penelitian berupa dua pelat baja ST37 berukuran 250 × 120 × 6 mm dengan celah kampuh 2 mm, serta lembaran interlayer Zn sepanjang 250 mm. Pengelasan dilakukan menggunakan arus 80 A, 100 A, dan 120 A. Hasil uji tarik menunjukkan bahwa kekuatan tarik tertinggi tanpa interlayer Zn dicapai pada arus 120 A sebesar 418,9 MPa, sedangkan dengan interlayer Zn mencapai 451,1 MPa pada arus yang sama. Pengujian kekerasan pada daerah Base Metal (BM), Heat Affected Zone (HAZ), Weld Metal 1 (WM1), dan Weld Metal 2 (WM2) menunjukkan nilai kekerasan tertinggi sebesar 166 HV pada WM2 tanpa Zn pada arus 120 A. Penambahan interlayer Zn terbukti meningkatkan kekuatan tarik sambungan las pada arus tertinggi, sedangkan kekerasan tertinggi tetap tercapai pada spesimen tanpa interlayer Zn
Effect of Shoot Peening Air Pressure Variations on Hardness and Microstructure of ST-37 Material: Pengaruh Variasi Tekanan Udara Shoot Peening Terhadap Kekerasan dan Struktur Mikro pada Material ST-37 Sukarno, Nota Ali; Samporno, Carolus Borromeus Krishna; Wibowo, Trio Nur
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 18th University Research Colloquium 2023: Bidang Teknik dan Rekayasa
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ST 37 material is a type of material that is easily available on the market at a relatively cheaper cost. However, the mechanical properties need to be improved so that they are better and have a longer life time. By using the shot peening method, it is hoped that changes in the shape of the microstructure will occur and the hardness value will increase. This research is focused on determining changes in microstructure and hardness values that occur as a result of the shot peening process with variations in air pressure of 2, 4, 6, and 8 kg/cm2. Shooting duration is 5 minutes. The diameter of the steel shot is 0.8 mm which has a hardness value of 40-50 HRC and the distance between the nozzle and the specimen surface is 100 mm. The microstructure was analyzed using an optilab microscope with 100 times magnification and photographed using an optilab connected to a computer. Surface hardness testing was tested using a micro Vickers hardness tester using an indentation load of 10 grams for 10 seconds. The research results show that a smoother microstructure layer is formed on the shot peened surface. The hardness test results indicate an increase in hardness proportional to the air pressure in the shot peening treatment method. Changes occurred in the raw material specimen with a hardness value of 187.14 VHN increasing to 194.20 VHN in the specimen with a shot pening air pressure of 2 kg/cm2. The increase in hardness tends to increase in proportion to the increase in shot peening air pressure, but is not very significant. Air pressures of 4, 6, and 8 kg/cm2 have hardness values of 199.41, 201.64, and 204.31 VHN. The data shows that the surface treatment method of shootpeening with varying pressure has had a positive impact in the form of increasing hardness in proportion to the increase in pressure.
PELATIHAN TEKNOLOGI BUDIDAYA AQUAPONIK UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI DAN KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT DESA TARABAN BREBES Nota Ali Sukarno Nota; Afif Hendri Putranto; Siska Irma Budianti; Ferdian Yudha Fariezki; Rifqi Efendi; Putri Olivia Nurman; Slamet Wiarso; Julianto Ibnu Natan
Perwira Journal of Community Development Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Unperba Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54199/yp779a75

Abstract

Aquaponics is one form of urban farming, alongside hydroponics. Aquaponics also serves as a solution for food security and economic improvement for communities with limited land. In this community service program, training on aquaponics cultivation technology on limited land was carried out to improve the economy and food security of the residents of Taraban Village, Paguyangan District, Brebes Regency. Taraban Village was chosen as the location for this community service due to limited land availability, the need for economic improvement, strengthening food security, and the community's familiarity with farming. The aim of this training is to teach how to cultivate plants using the aquaponics system to enhance family income and fulfill food needs with limited land. The methods used in this community service activity include socialization, training, provision of tools, mentoring, and evaluation of plant cultivation using aquaponics technology. The training was attended by 31 participants and was held on August 10, 2025, at the Taraban Village Hall. The results achieved are a series of methods, namely the partners learned about how to cultivate plants, the partners were also able to directly practice plant cultivation using aquaponic technology, the partners could experience food sufficiency, namely plant and animal protein free from chemicals, and it can improve family economy. The types of plants cultivated are mustard greens, water spinach, and bok choy, as well as catfish. As for the participants who have been able to create an aquaponic system, it is 65% of the participants who attended the training.