Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Pengaruh proses quenching dengan variasi media pendingin terhadap sifat mekanik dan struktur mikro baja AISI 1045 Nota, Nota Ali Sukarno; Azis, Abdul; Budianti, Siska Irma; Sampurno, Carolus Borromeus Krishna
Perwira Journal of Science & Engineering Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Perwira Purbalingga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54199/pjse.v5i1.493

Abstract

Baja sangat memiliki peranan yang penting dalam dunia industri, sifat mekanik yang dimiliki material ini cukup mampu untuk berbagai penggunaan lapangan dalam berbagai aplikasi. Baja AISI 1045 dilakukan perlakuan panas dengan variasi media pendingin air mineral dan oli SAE 20W-50, waktu penahanan 45 menit. Bagaimana pengaruh perlakuan panas terhadap sifat mekanik dan struktur mikro pada baja AISI 1045 yang di quenching pada media air dan oli. Hasil dari nilai kekerasan rata-rata pada media air adalah 89,35 HRC dan 49,90 HRC pada media oli, dari sebelum perlakuan panas yaitu 12,32 HRC. Struktur mikro didapatkan fasa martensit lebih mendominasi dari pada fasa perlit dan ferit. Hal ini dikarenakan perlakuan panas yang merubah fasa ferit dan perlit menjadi martensit. Pada pendingin air kekerasannya lebih keras dibandingkan pendingin oli, dikarenakan nilai densitas yang semakin tinggi akan mempengaruhi laju pendinginan yang cepat dan berpengaruh pada nilai kekerasan yang baik, sedangkan nilai dari viskositas yang tinggi menjadikan laju pendinginan menjadi lambat sehingga berpengaruh juga pada nilai kekerasan dari baja AISI 1045 tersebut.
Pengaruh interlayer Zn terhadap struktur mikro dan sifat mekanik pengelasan GMAW material baja karbon sedang ST37 Budianti, Siska Irma; Saputra, Lingga Arti; Sukarno, Nota Ali; Azis, Abdul; Sampurno, Carolus Borromeus Krishna; Margono, Herlian Seto
Perwira Journal of Science & Engineering Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Perwira Purbalingga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54199/pjse.v5i2.537

Abstract

Proses pengelasan Gas Metal Arc Welding (GMAW) merupakan metode yang banyak digunakan dalam industri pengelasan logam ferro dan non-ferro karena efisiensi waktu, kemudahan pengoperasian, dan biaya yang relatif terjangkau. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi arus pengelasan dan penambahan interlayer seng (Zn) terhadap sifat mekanik hasil pengelasan kampuh V pada baja karbon sedang ST37. Material penelitian berupa dua pelat baja ST37 berukuran 250 × 120 × 6 mm dengan celah kampuh 2 mm, serta lembaran interlayer Zn sepanjang 250 mm. Pengelasan dilakukan menggunakan arus 80 A, 100 A, dan 120 A. Hasil uji tarik menunjukkan bahwa kekuatan tarik tertinggi tanpa interlayer Zn dicapai pada arus 120 A sebesar 418,9 MPa, sedangkan dengan interlayer Zn mencapai 451,1 MPa pada arus yang sama. Pengujian kekerasan pada daerah Base Metal (BM), Heat Affected Zone (HAZ), Weld Metal 1 (WM1), dan Weld Metal 2 (WM2) menunjukkan nilai kekerasan tertinggi sebesar 166 HV pada WM2 tanpa Zn pada arus 120 A. Penambahan interlayer Zn terbukti meningkatkan kekuatan tarik sambungan las pada arus tertinggi, sedangkan kekerasan tertinggi tetap tercapai pada spesimen tanpa interlayer Zn
Pengaruh Interlayer Partikel Zn dengan Diameter Shoulder terhadap Struktur Mikro dan Sifat Mekanik Pengelasan Sambungan Friction Stir Spot Welding Alumunium AA1100 Budianti, Siska Irma; Saputra, Lingga Arti; Ito, Yonathan
Sains Data Jurnal Studi Matematika dan Teknologi Vol 2, No 2: July-December 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/sainsdata.v2i2.56

Abstract

The purpose of this study is the effect of shoulder diameter with the addition of Zn particle interlayer on FSSW welding joints. The materials used are two aluminum plates with dimensions of 125 x 40 x 2 mm. The design of the FSSW welding specimen is in accordance with JIS G 3136. The results of the tensile test without Zn with the highest value at the tool diameter with a 14 mm pin of 29.8 MPa and the lowest value at the tool diameter with a 12 mm pin of 21 MPa. The tensile test results with Zn with the highest value at the tool diameter with a pin of 14 mm of 24.3 MPa and the lowest value at the tool diameter with a pin of 12 mm of 17.7 MPa. The specimen without Zn 61 HV is the area with the highest hardness value and the lowest hardness value without Zn 43 HV. While the specimen with 62 HV is the area with the highest hardness value and the lowest hardness value with Zn 42 HV.
SOSIALISASI DAN EDUKASI KEAMANAN DATA PRIBADI DI ERA DIGITAL PADA IKATAN GURU TK MASYTHOH KECAMATAN SOKARAJA Nasiroh, Siti; Sitanini, Ayu; Budianti, Siska Irma; Maharani, Adelia Putri; Safitri, Puji Wahyu
Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG) Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG), November 2025
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jag.v8i2.1498

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat memberikan kemudahan dalam mengelola informasi, namun juga membawa risiko serius terkait kebocoran dan penyalahgunaan data pribadi. Guru, sebagai pendidik generasi muda, harus memahami pentingnya melindungi data pribadi—baik milik mereka sendiri maupun milik siswa mereka. Kegiatan layanan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan kesadaran akan perlindungan data pribadi di kalangan anggota Asosiasi Guru Taman Kanak-Kanak Masythoh di Kabupaten Banyumas, Kecamatan Sokaraja. Metode yang diterapkan meliputi sesi sosialisasi, workshop interaktif, distribusi modul pembelajaran digital, dan penyediaan panduan praktis tentang penggunaan teknologi yang aman. Sebanyak 50 guru mengikuti program ini. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman guru tentang ancaman digital, dengan skor pengetahuan rata-rata naik dari 47% (pra-tes) menjadi 83% (pasca-tes). Selain itu, 86% peserta berhasil menunjukkan penerapan praktik digital yang aman, seperti penggunaan kata sandi yang kuat, mengaktifkan otentikasi dua faktor, dan mengelola data siswa dengan aman. Program ini tidak hanya meningkatkan kompetensi guru dalam keamanan digital tetapi juga menumbuhkan budaya kesadaran perlindungan data di lembaga pendidikan anak usia dini. Dampak keseluruhan adalah terciptanya ekosistem pembelajaran digital yang lebih aman dan pemberdayaan guru sebagai agen literasi data di komunitas mereka.
PELATIHAN TEKNOLOGI BUDIDAYA AQUAPONIK UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI DAN KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT DESA TARABAN BREBES Nota Ali Sukarno Nota; Afif Hendri Putranto; Siska Irma Budianti; Ferdian Yudha Fariezki; Rifqi Efendi; Putri Olivia Nurman; Slamet Wiarso; Julianto Ibnu Natan
Perwira Journal of Community Development Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Unperba Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54199/yp779a75

Abstract

Aquaponics is one form of urban farming, alongside hydroponics. Aquaponics also serves as a solution for food security and economic improvement for communities with limited land. In this community service program, training on aquaponics cultivation technology on limited land was carried out to improve the economy and food security of the residents of Taraban Village, Paguyangan District, Brebes Regency. Taraban Village was chosen as the location for this community service due to limited land availability, the need for economic improvement, strengthening food security, and the community's familiarity with farming. The aim of this training is to teach how to cultivate plants using the aquaponics system to enhance family income and fulfill food needs with limited land. The methods used in this community service activity include socialization, training, provision of tools, mentoring, and evaluation of plant cultivation using aquaponics technology. The training was attended by 31 participants and was held on August 10, 2025, at the Taraban Village Hall. The results achieved are a series of methods, namely the partners learned about how to cultivate plants, the partners were also able to directly practice plant cultivation using aquaponic technology, the partners could experience food sufficiency, namely plant and animal protein free from chemicals, and it can improve family economy. The types of plants cultivated are mustard greens, water spinach, and bok choy, as well as catfish. As for the participants who have been able to create an aquaponic system, it is 65% of the participants who attended the training.
PENINGKATAN PENDAPATAN DAN KEMANDIRIAN EKONOMI IBU RUMAH TANGGA MELALUI BISNIS YOGHURT Ayu Sitanini; Afif Hendri Putranto; Victor Bintang Panunggul; Niken Arimurti; Siska Irma Budianti
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 4 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v6i4.3132

Abstract

Processing milk into yogurt provides an opportunity for food diversification that can be developed into a value-added home-based microenterprise. However, the development of this opportunity is often constrained by limited production skills and inadequate understanding of basic business feasibility among community members. This community service program aimed to strengthen the technical skills of women in yogurt production while introducing basic economic literacy to support household-based entrepreneurship. The program involved 15 women from RT 03 RW 10, Bancarkembar Village, North Purwokerto District, Banyumas Regency, Indonesia, and was implemented using a Participatory Rural Appraisal (PRA) approach through community engagement, hands-on training (learning by doing), and participatory evaluation. Participants practiced yogurt processing based on food hygiene principles and conducted a simple business feasibility simulation covering initial investment, production costs, selling price, projected profit, and Break Even Point (BEP). The program was characterized by active participant involvement and improved understanding of yogurt fermentation techniques and its potential as a household-based business opportunity. Based on the simulation conducted during the training, yogurt production was estimated to generate a monthly net profit of IDR 6,918,337 with an investment payback period of approximately 25 days. The integration of food processing training and business feasibility analysis represents the main contribution of this program by combining technical competency development with economic literacy to support the growth of sustainable home-based food microenterprises. ABSTRAKPengolahan susu menjadi yoghurt menawarkan peluang diversifikasi pangan yang dapat dikembangkan sebagai usaha rumah tangga bernilai tambah. Namun, pemanfaatan peluang tersebut masih menghadapi kendala berupa keterbatasan keterampilan produksi dan rendahnya pemahaman masyarakat mengenai aspek kelayakan usaha. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas ibu rumah tangga dalam memproduksi yoghurt sekaligus memperkenalkan analisis ekonomi sederhana sebagai dasar pengembangan usaha pangan olahan. Program dilaksanakan dengan melibatkan 15 ibu rumah tangga di RT 03 RW 10 Kelurahan Bancarkembar, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas melalui pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang mencakup sosialisasi, praktik langsung (learning by doing), dan evaluasi partisipatif. Peserta mempraktikkan proses pembuatan yoghurt berdasarkan prinsip higiene pangan serta mengikuti simulasi kelayakan usaha yang meliputi investasi awal, biaya produksi, harga jual, laba, dan Break Even Point (BEP). Hasil kegiatan menunjukkan keterlibatan aktif peserta selama pelatihan serta peningkatan pemahaman mengenai teknik fermentasi dan peluang pengembangan yoghurt sebagai usaha rumah tangga. Berdasarkan simulasi kelayakan usaha, produksi yoghurt diperkirakan menghasilkan laba bersih sebesar Rp6.918.337 per bulan dengan periode pengembalian investasi sekitar 25 hari. Integrasi pelatihan teknologi pengolahan pangan dan literasi ekonomi menjadi kontribusi utama kegiatan ini dalam mendukung pengembangan UMKM berbasis pangan olahan di tingkat rumah tangga.
Pelatihan SolidWorks untuk Penguatan Kompetensi Desain 3D Mahasiswa Teknik Mesin Carolus Borromeus Krishna Sampurno; Siska Irma Budianti; Almas Rifqi Darmawan; Melia Dwi Renovriska; Siti Nasiroh; Ayu Sitanini; Abdul Aziz; Titi Safitri Maharani; Muhammad Reza Setiawan; Nota Ali Sukarno
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i2.9023

Abstract

Pelatihan penggunaan perangkat lunak SolidWorks bagi mahasiswa Teknik Mesin merupakan upaya strategis dalam meningkatkan kompetensi gambar teknik serta literasi teknologi yang dibutuhkan di dunia industri modern. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan selama dua hari di Universitas Perwira Purbalingga dengan melibatkan 20 mahasiswa yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara aktif. Pelatihan dirancang melalui tahapan pengenalan konsep dasar desain teknik, praktik pembuatan sketsa dua dimensi, pemodelan tiga dimensi, perakitan komponen (assembly), hingga penyusunan gambar kerja sebagai acuan manufaktur. Metode demonstrasi dan praktik langsung digunakan untuk memperkuat pemahaman peserta terhadap fitur-fitur SolidWorks sekaligus meningkatkan kemampuan mereka dalam mengaplikasikan perangkat lunak tersebut secara mandiri. Evaluasi dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test pada empat indikator kompetensi, yaitu penguasaan toolbar SolidWorks, Sketch 2D, Part Modeling, serta Assembly & Drawing. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata kompetensi peserta dari 50% pada pre-test menjadi 86,25% pada post-test atau meningkat sebesar 72,5%. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek Assembly & Drawing sebesar 44 poin. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelatihan SolidWorks efektif dalam meningkatkan keterampilan pemodelan 3D dan kesiapan mahasiswa menghadapi kebutuhan industri berbasis teknologi.
Operasi dan Pemeliharaan Pemutus Tenaga (PMT) menggunakan Media Gas SF6 di Gardu Induk 150 Kv Purbalingga Carolus Borromeus Krishna Sampurno; Siska Irma Budianti; Nota Ali Sukarno; Abdul Azis; Aldean Obiyasi
Fuse-teknik Elektro Vol 6 No 1 (2026): Fuse-teknik Elektro
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SF6 gas-insulated circuit breakers play an important role in power transmission systems by interrupting and connecting electrical current during both normal and fault conditions. This study aims to analyze the operation and maintenance of SF6 circuit breakers at the 150 kV Purbalingga Substation and evaluate their compliance with the operational standards of PT PLN (Persero). The research methods included field observation, interviews with substation operators, documentation study, and literature review. The results indicate that the SF6 gas pressure remained within the normal operating range of 0.55–0.65 MPa, the mechanical operating system functioned properly, and no significant gas leakage was detected. Maintenance activities were carried out periodically through daily, weekly, monthly, and annual inspections in accordance with PLN’s standard operating procedures. In addition, circuit breaker operations, both remotely through SCADA and manually by operators, were performed according to established switching procedures. The implementation of disciplined preventive maintenance enabled the SF6 circuit breakers at the 150 kV Purbalingga Substation to support the reliability and continuity of electrical power transmission effectively.  
Pengaruh proses quenching dengan variasi media pendingin terhadap sifat mekanik dan struktur mikro baja AISI 1045 Nota Ali Sukarno Nota; Abdul Azis; Siska Irma Budianti; Carolus Borromeus Krishna Sampurno
Perwira Journal of Science & Engineering Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Perwira Purbalingga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54199/pjse.v5i1.493

Abstract

Baja sangat memiliki peranan yang penting dalam dunia industri, sifat mekanik yang dimiliki material ini cukup mampu untuk berbagai penggunaan lapangan dalam berbagai aplikasi. Baja AISI 1045 dilakukan perlakuan panas dengan variasi media pendingin air mineral dan oli SAE 20W-50, waktu penahanan 45 menit. Bagaimana pengaruh perlakuan panas terhadap sifat mekanik dan struktur mikro pada baja AISI 1045 yang di quenching pada media air dan oli. Hasil dari nilai kekerasan rata-rata pada media air adalah 89,35 HRC dan 49,90 HRC pada media oli, dari sebelum perlakuan panas yaitu 12,32 HRC. Struktur mikro didapatkan fasa martensit lebih mendominasi dari pada fasa perlit dan ferit. Hal ini dikarenakan perlakuan panas yang merubah fasa ferit dan perlit menjadi martensit. Pada pendingin air kekerasannya lebih keras dibandingkan pendingin oli, dikarenakan nilai densitas yang semakin tinggi akan mempengaruhi laju pendinginan yang cepat dan berpengaruh pada nilai kekerasan yang baik, sedangkan nilai dari viskositas yang tinggi menjadikan laju pendinginan menjadi lambat sehingga berpengaruh juga pada nilai kekerasan dari baja AISI 1045 tersebut.
Pengaruh interlayer Zn terhadap struktur mikro dan sifat mekanik pengelasan GMAW material baja karbon sedang ST37 Siska Irma Budianti; Lingga Arti Saputra; Nota Ali Sukarno; Abdul Azis; Carolus Borromeus Krishna Sampurno; Herlian Seto Margono
Perwira Journal of Science & Engineering Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Perwira Purbalingga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54199/pjse.v5i2.537

Abstract

Proses pengelasan Gas Metal Arc Welding (GMAW) merupakan metode yang banyak digunakan dalam industri pengelasan logam ferro dan non-ferro karena efisiensi waktu, kemudahan pengoperasian, dan biaya yang relatif terjangkau. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi arus pengelasan dan penambahan interlayer seng (Zn) terhadap sifat mekanik hasil pengelasan kampuh V pada baja karbon sedang ST37. Material penelitian berupa dua pelat baja ST37 berukuran 250 × 120 × 6 mm dengan celah kampuh 2 mm, serta lembaran interlayer Zn sepanjang 250 mm. Pengelasan dilakukan menggunakan arus 80 A, 100 A, dan 120 A. Hasil uji tarik menunjukkan bahwa kekuatan tarik tertinggi tanpa interlayer Zn dicapai pada arus 120 A sebesar 418,9 MPa, sedangkan dengan interlayer Zn mencapai 451,1 MPa pada arus yang sama. Pengujian kekerasan pada daerah Base Metal (BM), Heat Affected Zone (HAZ), Weld Metal 1 (WM1), dan Weld Metal 2 (WM2) menunjukkan nilai kekerasan tertinggi sebesar 166 HV pada WM2 tanpa Zn pada arus 120 A. Penambahan interlayer Zn terbukti meningkatkan kekuatan tarik sambungan las pada arus tertinggi, sedangkan kekerasan tertinggi tetap tercapai pada spesimen tanpa interlayer Zn