Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGARUH VARIASI WAKTU SHOT PEENING TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN KEKERASAN PERMUKAAN PADA MATERIAL IMPLAN AISI 304 Trio Nur Wibowo; Priyo Tri Iswanto; Bambang Hari Priyambodo; Nur Amin
ROTOR 2016: ROTOR Special Edition
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.608 KB)

Abstract

AISI 304 stainless steel is a type of implant material with a relatively low cost. However, its mechanical properties need to be improved so it can compensate the AISI 316L and titanium alloy materials. Fatigue characteristic is also one of the important criteria that must be evaluated in order to achieve overall service performance when the material is under dynamic loads. The hardness surface and the nano-structures formation can delay the propagation of fatigue crack initiation and can reduce the corrosion rate. This study is conducted to determine the changes in microstructure and hardness of AISI 304 for shot peening process. The surface treatment by shot peening process is performed by setting the variation of the shooting time of 0, 5, 10, 20, 30 and 40 minutes at a shooting pressure of 7 bar using the Steel Shot diameter of 0.6 mm with a hardness of 40-50 HRC. The distance between the nozzle and the specimen surface is set at 100 mm. The microstructure is analyzed by optical microscope with a magnification of 100 times and photographed using optilab, which is connected to a computer. Surface hardness is tested using a Micro Vickers with indentation load of 10 grams for 10 seconds. The results show that refined microstructure layer is formed in the shot peening surface and the hardness is also increased gradually as well as shot peening time of 0, 5, 10, 20, 30 and 40 minutes. This also increase the hardness number of 241, 404, 418, 437, 481 and 496 VHN. To sum up, the shot peening can be used to refine the grain and to increase the hardness. Keywords: AISI 304, shot peening, microstructure, Vickers hardness
Optimasi Parameter Gravitasi Shot Peening Terhadap Kekasaran, Kekerasan dan Struktur Mikro ST 45 dengan Metode Taguchi Trio Nur Wibowo; Hartono Hartono; Bambang Sugiantoro
Infotekmesin Vol 12 No 1 (2021): Infotekmesin: Januari 2021
Publisher : P3M Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/infotekmesin.v12i1.519

Abstract

Shot peening is a surface treatment method at low temperature by shooting steel balls that are continuously adjusted for pressure and speed until plastic deformation is produced. The optimal parameter of the shot peening process was tested with the taguchi distribution. The factors and levels used are processing time, shooting distance and air pressure used in the shot peening process. Observations were made by looking at changes in surface roughness, thickness reduction, hardness levels, wear and changes in the microstructure of ST 45 steel material. The greatest hardness of 240.39 HVN was obtained at 10 minutes, a distance of 10 cm and a pressure of 9 kg / cm². The results of the surface wear test with the smallest value of 0.00039 mm³ / kg.m were obtained at 5 minutes, a distance of 10 cm and a pressure of 7 kg / cm². The results of the microstructure test showed that the change in the grain size of the microstructure of the material became flatter and smaller, the gravity shot peening method improved the mechanical properties of the ST 45 material.
Analisis Pengaruh Variasi Jenis dan Persentase Katalis pada Proses Pack Carburizing Baja ST 42 terhadap Nilai Kekerasan dan Struktur Mikro Trio Nur Wibowo; Yuliyanti Dian Pratiwi
Creative Research in Engineering Vol 2, No 1 (2022): Creative Research in Engineering (CERIE)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/cerie.v2i1.14067

Abstract

Komponen seperti pada roda gigi yang dalam pengoperasian mesin saling bergesekan dan menekan secara terus menerus akan menyebabkan keausan dan terjadinya retakan atau patahnya gigi-gigi pada roda. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka dibutuhkan kekerasan di permukaan yang tinggi namun tetap ulet pada bagian inti. Proses pack carburizing adalah salah satu metode untuk meningkatkan kekerasan permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dan perbandingan perbandingan katalis pada proses pack carburizing baja ST 42 terhadap kekerasan dan struktur mikro. Katalis yang digunakan dalam penelitian ini adalah barium carbonat, kalsium karbonat dan natrium karbonat. Proporsi katalis yang digunakan adalah 15%, 25% dan 35% dari media berat karburasi.Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen, dimana kotak sementasi yang berisikan material baja ST 42 dan media carburizing ditambah dengan furnace pada temperatur 950 °C dengan waktu tersingkir 2 jam yang selanjutnya pendinginan dengan media pendingin udara. pengujian yang digunakan uji kekerasan menampilkan vickers dan uji struktur mikro menggunakan mikroskop optik. Data penelitian menunjukkan bahwa, nilai kekerasan tertinggi terdapat pada variasi katalis jenis kalsium karbonat persentase 15% dengan nilai rata-rata kekerasan sebesar 975,3 HVN atau mengalami peningkatan 480% dari bahan baku. Sedangkan nilai rata-rata terendah terdapat pada variasi katalis jenis natrium karbonat dengan persentase 35% sebesar 570,2 HVN atau hanya mengalami peningkatan 239% dari bahan baku.Hasil pengujian struktur mikro pada baja ST 42 sebelum dilakukan proses karburasi menunjukkan struktur yang terbentuk didominasi fasa ferlit dan sedikit perlit. Secara umum dapat dikatakan bahwa proses pack carburizing dengan variasi jenis dan penyajian yang berpengaruh terhadap nilai kekerasan dan struktur mikro yang didapatkan, di mana pemilihan dan penyajian yang tepat dapat meningkatkan nilai kekerasan secara signifikan tetapi digunakan pada jenis dan persentase yang tepat. dapat menyebabkan nilai kekerasan yang dihasilkan tidak maksimal.
Analisis Pengaruh Variasi Jenis Dan Persentase Katalis Pada Proses Pack Carburizing Baja ST 42 Terhadap Nilai Kekerasan Dan Struktur Mikro Trio Nur Wibowo; Yuliyanti Dian Pratiwi
Creative Research in Engineering Vol 2, No 1 (2022): Creative Research in Engineering (CERIE)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/cerie.v2i1.14024

Abstract

Komponen mesin seperti pada roda gigi yang dalam pengoperasiannya saling bergesekan dan menekan secara terus menerus akan menyebabkan keausan dan terjadinya retakan atau patahnya gigi-gigi pada roda gigi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka dibutuhkan kekerasan permukaan yang tinggi namun tetap ulet pada bagian inti. Proses pack carburizing adalah salah satu metode untuk meningkatkan kekerasan permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari perbedaan jenis dan persentase katalis pada proses pack carburizing baja ST 42 terhadap nilai kekerasan dan struktur mikro. Katalis yang digunakan dalam penelitian ini adalah barium carbonat, kalsium carbonat dan natrium carbonat.Sedangkan persentase yang digunakan adalah 15%, 25% dan 35% dari berat media carburizing. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen, dimana kotak sementasi yang berisikan material baja ST 42 dan media carburizing dipanaskan dengan furnace pada temperatur 950°C dengan waktu penahanan 2 jam yang selanjutnya diquenching dengan media pendingin air. Pengujian yang digunakan uji kekerasan berskala vickers dan uji struktur mikro. Berdasarkan hasil pengujian kekerasan vickers didapatkan nilai kekerasan tertinggi terdapat pada variasi katalis jenis kalsium carbonat persentase 15% dengan nilai rata-rata kekerasan sebesar 975,3 HVN atau mengalami peningkatan 480% dari raw material. Sedangkan nilai rata-rata kekerasan terendah terdapat pada variasi katalis jenis natrium carbonat dengan persentase 35% sebesar 570,2 HVN atau hanya mengalami peningkatan 239% dari raw material. Hasil pengujian struktur mikro pada baja ST 42 sebelum dilakukan proses carburizing menunjukkan struktur yang terbentuk didominasi fasa ferlit dan sedikit perlit. Secara umum dapat disimpulkan bahwa proses pack carburizing dengan variasi jenis dan persentase katalis berpengaruh terhadap nilai kekerasan dan struktur mikro yang didapatkan, dimana pemilihan jenis dan persentase katalis yang tepat dapat meningkatkan nilai kekerasan secara signifikan akan tetapi jika digunakan pada jenis dan persentase katalis yang tidak tepat dapat menyebabkan nilai kekerasan yang dihasilkan menjadi tidak maksimal. Keywords:ST 42, katalis, pack carburizing, HVN,
Pengaruh Variasi Colling pada Pengelasan GMAW Terhadap Uji Tarik dan Uji Kekerasan pada Baja ST 60 Warso; Trio Nur Wibowo; Yuliyanti Dian Pratiwi
Accurate: Journal of Mechanical Engineering and Science Vol. 2 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/accurate.v2i1.578

Abstract

The technology of the manufacturing industry is developing rapidly, where the rapid development of this technology cannot be separated from the welding field. In the welding process, thermal heat is used until the material melts, the heat change will also cause changes in the structure, stress and also deformation of the material. This is because the more carbon elements are captured, the more martyred structures are formed. This causes an increase in the value of hardness and tensile strength values in the material. The purpose of this study was to determine the effect of the temperature of the cooling medium oil, salt water, water. dromus, and free air in GMAW welding on the tensile test of ST 60 steel. To determine the effect of cooling temperature medium of Oil, Salt Water, Dromus Water, and Free Air on GMAW welding toward the tensile test and hardness test of ST 60 steel. Several means used for testing are calculating the tensile stress Mpa and HVN hardness. This research method used the experimental method. The GMAW welding process variations of coolant were used, such as oil, salt water, dromus water, and free air with a time of 25 minutes and electic current of 100 A. The type of seam used was a V type with angle of 30o. The tests carried out were tensile and hardness test. The highest average value of the tensile stress from the the salt water coolant specimen was 490.23 Mpa. The highest average value of the tensile strain from free air specimens was 35.45 Mpa. The average value of HVN hardness from Oil specimens was 208.3 HVN, salt water was 231.0 HVN, Dromus water was 215.5 HVN, and free air was 228.0 HVN. From the average value of HVN hardness, the highest value observed was the salt water specimen with 231.0 HVN.
Rancang Bangun Mesin Pengupas Biji Kopi Basah dengan Material Baja Astm A.36 muhammad muryanto; Eqwar Saputra; Trio Nur Wibowo
Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto) Vol 24, No 2 (2023): Techno Volume 24 NO.2 Oktober 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/techno.v24i2.19293

Abstract

Kopi merupakan minuman terlaris di kalangan komunitas teratas dan merupakan minuman yang banyak di gemari kalangan orang,baik remaja maupun orang dewasa. Perkebunan kopi idealnya ditanam di daerah pegunungan dengan ketinggian antara 900-1.500 mdpl, namun tidak menutup kemungkinan beberapa jenis kopi dapat tumbuh dengan baik dibawah ketinggian 900 mdpl. Biji buah kopi terdiri dari kulit ari, endosperm dan embrio, dari tiga unsur yang ada pada biji kopi maka dalam perancangan mesin yaitu memisahkan antara kulit endosperm dengan kulit ari atau di sebut kulit basah. Perancangan mesin pengupas kulit kopi basah, dengan metode simulasi menggunakan software solidwork sebagai langakah awal mendisain dan eksperimen merubah sistem pengelolahan pengupasan kulit kopi dari metode manual sampai bergerak menggunakan alat penggerak. Sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar. Perancangan pengupasan kulit kopi dengan mesin penggerak dinamo motor listrik 1 phase spesifikasi ukuran 2HP/1.5KW, kecepatan 1420 rpm, kekuatan arus 220 volt, daya listrik 180 watt Nilai gaya pengupas 144,207 N. mammpu menghasilkan mesin pengupas kopi dengan kapastas produksi sebesar 38,4 kg/jam dengan tingkat keberhasilan rata-rata sebesar 66,86%. Perancangan dengan material baja ASTM A.36 dengan sisi sambungan menggunakan las dan baut, mata potong menggunakan plat alumanium , transmisi dengan menggunakan rantai dan v-belt dan untuk pemisah antara biji dan kulit adalah plat datar yang di bentuk
Pengaruh Variasi Waktu Shot Peening pada Material ST 37 Terhadap Kekerasan Permukaan dan Struktur Mikro Trio Nur Wibowo; Hartono Hartono; Warso Warso
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 2 (2019): Tantangan Implementasi Hasil Riset Perguruan Tinggi untuk Industrialisasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Material ST 37 merupakan jenis material yang mudah didapat dipasaran dengan biaya yang relatif lebih murah. Namun, sifat mekaniknya perlu ditinggkatkan sehingga lebih baik dan mememiliki life time yang lebih lama. Dengan menggunakan metode shot peening maka diharapkan terjadi perubahan bentuk struktur mikro dan nilai kekerasan menjadi lebih meningkat. Penelitian ini difokuskan untuk mengetahui perubahan struktur mikro dan nilai kekerasan yang terjadi akibat proses shot peening dengan durasi penembakan 0, 5, 10, 20, 30, dan 40 menit. Tekanan udara pada proses shot peening sebesar 7 bar. Diameter steel shot 0,8 mm yang memiliki nilai kekerasan 40-50 HRC dan jarak nozzle dengan permukaan spesimen sejauh 100 mm. Struktur mikro dianalisadengan mikroskop optilab dengan pembesaran 200 kali dan difoto menggunakan optilab yang terhubung dengan komputer. Pengujian kekerasan permukaan diuji dengan menggukanan alat uji kekerasan  micro Vickers dengan menggunakan  beban indentasi sebesar 10 gram selama 10 detik. Dari hasil  penelitian menunjukan terbentuknya lapisan  struktur mikro yang lebih halus pada  permukaan yang di shot peening. Hasil pengujian kekerasan  mengindikasikan terjadinya penigkatan kekerasan sebanding  dengan durasi shot peening yang dilakukan. Perubahan  signifikan terjadi pada spesimen raw material dengan nilai kekerasan sebesar 187,14 VHN meningkat drastis menjadi 215,02 VHN pada spesimen dengan durasi shot pening 5 menit. Peningkatankekerasan cenderung menurun sebanding dengan peningkatan durasi shot peening, namun tidak begitu signifikan. Durasi 10, 20, 30, dan 40 menit memiliki nilai kekerasan sebesar 202,80, 180,43, 181,2,dan 180,01VHN.Kata kunci: ST 37, shot peening, struktur mikro, vickers hardness
Penerapan Teknologi Tepat Guna pada Perajin Tepung Bumbu Serbaguna di Desa Pagedangan Bojongsari Purbalingga Arif Johar Taufiq; Muchammad Agung Miftahuddin; Trio Nur Wibowo
Jurnal Pengabdian Teknik dan Sains (JPTS) Vol 3, No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jpts.v3i02.18721

Abstract

Berkah Jaya merupakan salah satu Industri Skala Rumah Tangga yang memproduksi tepung bumbu serbaguna. Daerah pemasaran meliputi Purbalingga, Banjarnegara, Pemalang dan Banyumas. Kapasitas produksi dalam sehari rata-rata menghabiskan bahan tepung 125 kg. Saat ini pembuatan tepung bumbu masih dikerjakan secara manual dengan tenaga manusia dan alat sederhan seperti ember, centong mengaduk, saringan, timbangan dan chiler packing. Masalah yang dihadapi oleh mitra adalah kemampuan produksi belum memenuhi permintaan pasar dan kualitas campuran kurang homogen. Proses waktu yang lama dan membutuhkan banyak tenaga kerja jika dikerjakan secara manual. Hal ini merupakan permasalahan yang secara tidak langsung mempengaruhi efisiensi produksi. Penerapan teknologi tepat guna pengaturan kecepatan motor modifikasi elektro mekanik untuk proses pengadukan bahan baku diharapkan akan memberikan solusi bagi permasalahan ini. Dari hasil implementasi ibM UMKM, produksi tepung lebih homogen tercampur, kuantitas produksi bertamah, efisiensi produksi bertambah dan pendapatan pertambah.
Penerapan Teknologi Tepat Guna pada Produksi Sambal Kemasan di UMKM “Sambal Piknik” Arif Johar Taufiq; Trio Nur Wibowo; Hermin Endratno
Jurnal Pengabdian Teknik dan Sains (JPTS) Vol 4, No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jpts.v4i2.23237

Abstract

ABSTRAKPengusaha kecil menengah merupakan salah satu penggerak perekonomian yang handal terbukti pada saat pandemi Covid-19. Sambal Piknik merupakan salah satu UMKM terdampak pandemi Covid-19 yang masih bertahan memproduksi sambal kemasan. Permasalahan mitra pengabdian dalam hal ini yaitu proses produksi sambal dibutuhkan tenaga karyawan khusus untuk mengaduk sambal di wajan di atas kompor secara terus menerus paling tidak dibutuhkan waktu 3 jam untuk bahan-bahan 3 kg agar hasil akhir sambal menjadi tanak dan awet. Program pengabdian ini dilaksanakan dengan metode pencarian data permasalahan mitra, mencarikan solusi bagi mitra, merealisasikan solusi dengan merancang alat pengaduk sambal secara otomatis, uji coba dan perbaikan jika ada kekurangan. Pada waktu aplikasi alat telah dapat bekerja dengan baik dapat mengaduk sambal secara otomatis, karyawan hanya perlu mengatur kecepatan putar motor pengaduk sambal, sambil dapat mengerjakan pekerjaan lain misalnya mempersiapkan bahan sambal, pengemasan atau lainnya. Berdasarkan hasil uji coba alat dapat menghemat tenaga, produksi sambal menjadi lebih cepat, hasil sambal lebih tanak homogen lembut dan awet.ABSTRACT            Small and medium entrepreneurs have been demonstrated to play a pivotal role in driving economic growth, particularly amidst the challenges posed by the Covid-19 pandemic. Sambal Piknik, an UMKM, has persevered in the production of packaged chili sauce despite the adverse effects of the pandemic. However, service partners are facing a significant challenge in the labor-intensive nature of the chili production process, which demands continuous stirring for a minimum of 3 hours to achieve the desired quality. As a resolution, a service program has been initiated to identify partner challenges, formulate solutions, and develop automatic chili stirrers. Once deployed, these automated stirrers have the potential to alleviate manual labor, enabling employees to redirect their focus toward essential tasks such as ingredient preparation and packaging. Trials have evidenced that the tool not only conserves energy but also expedites chili sauce production, yielding a more uniform, velvety, and enduring product. This innovative approach not only streamlines the production process but also contributes to the sustainability and growth of the MSME sector during these challenging times.
Analisis Penggunaan Knalpot Racing Slip-On Dan Knalpot Racing Full System Terhadap Performa Mesin Pada Motor 150 CC Wibowo, Trio Nur; Prabowo, Nugrah Rekto; Purwanto, Dwi
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 6 (2023): Prosiding Seminar Nasional Teknik (SENATEK) 2023
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v6i.872

Abstract

One way to improve the performance of an engine without dismantling the original engine is to modify the exhaust pipe, which is commonly called the exhaust. Here we use 4 types of exhaust, namely factory standard exhaust, slip-on exhaust (standard header-modified muffler), slip-on (modified header-standard muffler), and full system exhaust that we take from the market. This study aims to test the performance of the motor which consists of torque, power, and exhaust emissions (CO and HC levels) from the four types of exhausts, using a dynamometer to determine torque and power, an emission gas analyzer to determine the level of exhaust emissions (CO and HC). Our experimental results show the data, the results are still below the standards set by the Indonesian government. The greatest torque of 15.02 N.m at 7500 rpm and the greatest power of 18.36 hp is achieved by a full-system modified exhaust compared to the standard exhaust with the highest torque of 14.62 N.m at 7000 rpm and the highest power of 16.67 hp at 9500 rpm. The best exhaust emission levels are achieved by standard exhaust with the largest CO content of 0.62% at 10000 rpm and the largest HC content of 107 ppm at 10000 rpm compared to full system exhaust with the largest CO content of 1.79% at 10000 rpm and 201 ppm HC levels at 10000 rpm, in other words the standard exhaust is still more environmentally friendly than the full system exhaust.