Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Penerapan Media Pembelajaran Interaktif Belajar Desain Grafis berbasis Motion Graphic Untuk Kelas X SMK Diponegoro Banyuputih Teguh Setiadi; Febriyanti Darnis; Wiwid Wahyudi; Sigit Wijayanto
Community : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2023): November : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi - Studi Ekonomi Modern

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/community.v3i3.379

Abstract

Proses belajar mengajar ada pula guru yang mengajarkan hanya dengan menggunakan media presentasi, namun hal ini membuat siswa cepat bosan. Siswa kesulitan untuk menangkap maksud dari penjelasan guru. Terlebih jika mata pelajaran yang mengandung praktikum tersebut diajarkan pada jam siang atau sore hari ketika siswa sudah mulai merasa lelah. mata pelajaran Desain Grafis Kelas X Smk Diponegoro Banyuputih yang beralamat Jalan Lapangan 9A, Desa Banyuputih, Kec. Banyuputih, Kab. Batang. Dalam penyampai masih menggunakan metode ceramah menjadikan praktek yang mempersulit pemahaman siswa digantikan dengan yang mudah dipahami seperti pembelajaran interaktif yang dapat mempermudah dalam proses belajar mengajar. Hal tersebut dilakukan agar siswa mampu menyerap materi dengan cepat dan tidak jenuh dengan kegiatan belajar mengajar di kelas. Di dalam media pembelajaran interaktif ini juga terdapat video tutorial yang berisi materi pertemuan dan juga latihan agar dapat mengevaluasi hasil belajar siswa dengan mengembangkan metode Motion Graphic yang digunakan dalam pembelaran lebih intektif karena terdapat animasi yang ada di dalam media tersebut
Pelatihan Penerapan Penggunaan Aplikasi Canva dan Akuntansi untuk Usaha Kecil bagi Siswa Kejar Paket C di PKBM Sejati Kudus Wiwid Wahyudi; Vivi Kumalasari; Eni Endaryati; Kurniawan, Andreas Heri; Irdha Yunianto; Agus Priyadi
Community : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2023): November : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi - Studi Ekonomi Modern

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/community.v3i3.451

Abstract

Pelatihan di PKBM SEJATI KUDUS untuk para siswa Kejar Paket C perlu dilakukan karena berdasarkan pengamatan sebelumnya, bahwa para siswa Kejar Paket C belum mengenal sama sekali tentang penggunaan aplikasi Canva maupun memahami cara menyusun laporan keuangan sederhana untuk usaha kecil. Dalam kegiatan operasional sehari-hari, penggunaan aplikasi Canva mendukung proses desain grafis (poster, brosur, dll). Penggunaan aplikasi Canva diharapkan dapat membantu para siswa Kejar Paket C untuk membuat desain yang mereka butuhkan sehingga setelah lulus mereka dapat membuka lapangan usaha sendiri dan memperoleh penghasilan. Hal ini didasarkan pada hasil prasurvey yang telah dilaksanakan oleh Tim PPM Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas STEKOM Semarang di PKBM SEJATI KUDUS. Program PPM ini juga merupakan tanggapan akan kebutuhan para siswa Kejar Paket C, yang sejak lama merasakan bahwa mereka belum cukup lancar untuk menggunakan program-program komputer dan memahami siklus akuntansi tersebut. Kegiatan berlangsung di PKBM SEJATI KUDUS yang berada di Jl. Pasuruhan Kidul II, Pasuruhan Kidul, Kec. Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah 59349 pada tanggal 10, 11, dan 18 November 2023. Pola pelaksanaan program pelatihan bidang Aplikasi Canva dan Akuntansi bagi para siswa Kejar Paket C PKBM SEJATI KUDUS, dilakukan dengan cara klasikal. Pelatihan ini diikuti oleh siswa Kejar Paket C PKBM SEJATI KUDUS yang berjumlah sekitar 15 orang. Berdasarkan pelatihan yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa siswa Kejar Paket C PKBM SEJATI KUDUS dapat memahami penggunaan Aplikasi Canva yang baik dan benar dalam kegiatan desain grafis. Selain itu siswa Kejar Paket C PKBM SEJATI KUDUS dapat memahami penggunaan Akuntansi untuk menyusun laporan keuangan secara sederhana bagi usaha kecil.
AI-Generated Narratives and Infographic Synthesis for Visualizing Climate Temperature Anomalies Yayah Durrotun Nihayah, Azed; Priyadi, Agus; Yunianto, Irdha; Fitro Nur Hakim; Wiwid Wahyudi; Nafeeza, Nafeeza
Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol 10 No 1 (2026): February 2026
Publisher : Ikatan Ahli Informatika Indonesia (IAII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29207/resti.v10i1.7060

Abstract

Communicating long-term climate trends to non-specialist audiences remains a persistent challenge, despite the availability of well-validated global temperature datasets. While existing climate visualizations and reports provide accurate information, they often rely on expert-driven interpretations or static representations that limit accessibility and scalability. This study presents a proof-of-concept system that integrates analytical processing, rule-based narrative generation, and infographic synthesis to transform structured climate data into coherent public-facing communication artifacts. The proposed framework uses the NASA GISTEMP v4 dataset, covering annual global temperature anomalies from 1880 to 2024. It applies linear trend estimation and deterministic anomaly highlighting to extract salient temporal patterns. These analytical outputs are then translated into traceable natural language summaries and integrated with visual encodings within a single reproducible pipeline. The results confirm a persistent long-term warming trend, with several recent years exceeding high-anomaly thresholds, and demonstrate that analytical values, narrative descriptions, and visual emphasis can be generated consistently from a shared data source. Rather than introducing new climate indicators or predictive models, this study’s contribution lies in system-level integration: coupling data analysis, narrative synthesis, and visual composition into a unified, communication-oriented workflow. The framework is explicitly positioned as a proof of concept and does not claim causal attribution or empirical validation of user impact. Nonetheless, it demonstrates how transparent automation can reduce reliance on expert mediation while preserving scientific fidelity, supporting scalable climate communication systems.