Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Penerapan Konsep Arsitektur Mozaik Pada Desain Islamic Center Di Kabupaten Wakatobi Saleh, Rahmat; Sahabuddin, Wasilah; Ramadhani, Suci Qadriana
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 6 No. 2 (2024): December
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/timpalaja.v6i2a4

Abstract

Abstrak_ Islamic Center adalahpsebuah lembaga atau fasilitas yang dikelola oleh umat Islam untuk menyediakan berbagai layanan dan kegiatan keagamaan, pendidikan, dan sosial bagi komunitas Muslim di suatu daerah atau kota. Islamic Center seringkali menjadi pusat kegiatan keagamaan, seperti shalat berjamaah, pengajian, kajian kitab suci, dan pelatihan agama. Islamic center perlu dibangun didaerah Wakatobi terutama di Kecamatan Tomia yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Kehadiran Islamic Center dapat menjadi wadah untuk melakukan kegiatan- kegiatan keagamaan, pendidikan ataupun kegiatan sosial agama islam. Arsitektur yang diterapkan pada bangunan nantinya adalah Arsitektur Mozaik. Arsitektur Mozaik memberikan kekayaan warna dan desain geometris yang kompleks, dapat menciptakan suatu atmosfer yang penuh keindahan dan keagungan, sejalan dengan nilai-nilai estetika dalam seni Islam. Selain itu, mozaik juga dapat menjadi medium untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan dan budaya, seperti kaligrafi Arab atau simbol-simbol Islam yang khas. Arsitektur mozaik yang diterapkan pada bangunan lebih ditekankan pada bagian tampak bangunan terutama pada eksterior yang merupakan point of view dari bangunan mozaik. Fasad bangunan dibentuk penyusunan material Concrete block yang memiliki bentuk dasar potongan-potongan berupa pixel yang kemudian disusun membentuk sebuah kaligrafi dari kalimat syahadat. Kata kunci: Mozaik; Islamic Center; Kabupaten Wakatobi Abstract_ An Islamic Center is an institution or facility managed by Muslims to provide various religious, educational and social services and activities for the Muslim community in an area or city. Islamic Centers are often centers for religious activities, such as congregational prayers, recitations, holy book studies, and religious training. An Islamic center needs to be built in the Wakatobi area, especially in Tomia District, where the majority of the population is Muslim. The presence of an Islamic Center can be a forum for carrying out Islamic religious, educational or social activities. The architecture applied to the building will be Mosaic Architecture. Mosaic architecture provides rich colors and complex geometric designs, which can create an atmosphere full of beauty and grandeur, in line with the aesthetic values of Islamic art. Apart from that, mosaics can also be a medium for conveying religious and cultural messages, such as Arabic calligraphy or typical Islamic symbols. Mosaic architecture applied to buildings places more emphasis on the visible part of the building, especially on the exterior which is the point of view of the mosaic building. The facade of the building is made of concrete block material which has the basic shape of pieces in the form of pixels which are then arranged to form a calligraphy of the creed. Keyword: Mozaic; Islamic Ceter; Wakatobi District
Metamorfosa Perahu Sandeq Sebagai Amriadi, Amriadi; Syukur, Syamzan; Sahabuddin, Wasilah
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 1 No 01 (2024): Transformasi Nilai-Nilai Islam dalam Era Digital: Harmoni Tradisi dan Wahyu
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perahu Sandeq adalah transportasi tradisonal masyarakat yang ada di Mandar khususnya yang bermukim di wilayah pesisir, dengan struktur dan bentuknya yang khas. Perahu Sandeq diperkirakan masuk di Mandar sudah ribuan tahun lalu dengan warisan bangsa Austronesia. Kontribusi perahu Sandeq bagi masyarakat di Mandar mempermudah orang-orang Mandar dalam aktivitas penangkapan ikan, transportasi dan kepariwisataan sebagai minat khusus karena perahu Sandeq hanya ada di Mandar. Kedua Adapun model perubahan perahu Sandeq atau perkembangan bentuk perahu Sandeq diantaranya adalah olang mesa, Pakur kemudian Sandeq yang selanjutnya hasil penelitian ini melihat perkembangan perahu tersebut diatas lebih kepada fungsionalnya. Proses pembuatan perahu Sandeq memiliki serangkaian konstruksi yang dimulai dengan lambung Sandeq sampai dengan pemasangan sobal. Aktivitas syiar Islam dengan transportasi perahu Sandeq telah digunakan para ulama dalam melakukan dakwah Islam di abad ke-19 hingga abad ke-20. Implikasi dari penelitian ini, yaitu dapat dijadikan sebagai khazanah sejarah lokal yang memuat eksistensi Perahu Sandeq dalam perananya mendukung syiar Islam di Mandar. Selanjutnya dengan adanya penelitian ini semakin memperkokoh identitas orang-orang Mandar sebagai rumpun masyarakat yang piawai, kreatif, dan pelaut ulung. Dengan hasil cipta rasa dan karsa menjadikan perahu Sandeq sebagai warisan budaya untuk selalu dijaga serta dapat menjadi rujukan para penulis.