Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Correlation of offspring thyroid function and maternal iodine status in iodine deficient-coastal area Ekawanti, Ardiana; As’ad, Suryani; Natsir, Rosdiana; Umar, Husaini; Irawati, Deasy; Kadriyan, Hamsu; Zubaidi, Fitriannisa Faradina; Ayunda, Rahmah Dara
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 13, No 3: September 2024
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v13i3.23794

Abstract

Thyroid hormone is vital for children's growth and metabolism, relying on sufficient iodine levels for synthesis. Maternal intake determines iodine supply to fetuses and children under two years old. This study aimed to correlate offspring thyroid function with maternal iodine status in coastal areas. A cohort study was conducted, involving pregnant coastal residents. Maternal urinary iodine levels were measured via the ammonium persulfate method, while offspring thyroid stimulating hormones (TSHs) and free thyroxine hormone (fT4) levels were assessed using electro-chemiluminescence immunoassay (ECLIA). Iodine intake was determined through a semiquantitative food frequency questionnaire (FFQ). The correlation between offspring thyroid function and maternal iodine status was analyzed using Pearson’s correlation test. Differences in TSHs and fT4 levels among iodine status groups were examined using the One way-ANOVA test. Maternal iodine status was insufficient with a median urinary iodine of 125 μg/L, resulting in a 60.8% prevalence of iodine insufficiency. Iodine intake (62.20±43.45 μg/day) fell short of recommended levels (RDA). Offspring TSH was 2.29±1.07 μIU/mL, fT4 was 1.26±0.14 ng/dL. TSH and fT4 concentrations showed no significant inter-group differences (p=0.852, p=0.075). Offspring thyroid function did not correlate with maternal iodine status (TSHs: p=0.314; fT4: p=0.258). Offspring thyroid function did not correlate to maternal iodine status in a population of iodine-insufficient and mercury-contaminated coastal areas.
Rasio Platelet Limfosit (PLR) sebagai Penanda Risiko Gangguan Fungsi Kognitif pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Wulaa, Nurwapina Langga; Muis, Abdul; Maricar, Nadra; Masadah, Rina; Sompa, Andi Weri; Umar, Husaini
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v8i1.1213

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ratio platelet limfosit (PLR) dengan fungsi kognitif pada pasien DMT2. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah penderita DMT2 yang datang ke Poli Rawat Jalan RSWS dan RS Jejaring Pendidikan yang telah didiagnosis DMT2 oleh dokter spesialis penyakit dalam sesuai kriteria PERKENI 2015. Adapun besar sampel penelitian ditetapkan sebanyak 41 pasien. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Variabel Independen (Rasio platelet limfosit), Variabel Dependen (Gangguan kognitif), Variabel Antara (Proses inflamasi kronik), Variabel Perancu (Usia, jenis kelamin, Pendidikan, lama onset DMT2, komorbiditas), Variabel Kontrol (Stroke, Alzheimer, dementia lewy’s body, epilepsy). Analisis data yaitu analisis bivariat menggunakan uji Pearson atau Rank Spearman untuk menilai koefisien R, dan analisis multivariate menggunakan analisis regresi linier berganda. Data diolah melalui program SPSS. Hasil penelitian yaitu korelasi negatif antara nilai PLR dengan fungsi kognitif pada pasien DMT2. Semakin tinggi nilai PLR maka akan fungsi kognitif semakin rendah. Kemudian, Pada tingkat domain fungsi kognitif terdapat korelasi negatif antara nilai PLR dengan domain fungsi eksekutif, visuospasial, dan memori pada pasien DMT2. Adapun nilai cut-off pada nilai PLR untuk mendiagnosis gangguan kognitif adalah 186,1 dengan sensitivity: 57.58% dan specificity: 87,50%. Kesimpulan yaitu PLR dapat menjadi penanda risiko terjadinya gangguan fungsi kognitif pada pasien DMT2. Peningkatan nilai PLR dapat dikaitkan dengan penurunan fungsi kognitif pada pasien DMT2, terutama pada domain fungsi eksekutif, visuospasial, dan memori.