Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Analisis Tingkat Penalaran Peserta Didik SMP dalam Memecahkan Masalah Soal Evaluasi Berbasis Literasi Numerasi Ika Lasmita sari; Edi Irawan; Aristiawan Aristiawan; Arinta Windiyanti Rokmana
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Tadris IPA IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.888 KB) | DOI: 10.21154/jtii.v1i3.135

Abstract

Kemampuan peserta didik dalam memecahkan masalah tentunya dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya adalah penalaran. Proses observasi yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa kemampuan bernalar peserta didik dalam suatu permasalahan masih rendah. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan tingkat penalaran peserta didik dalam memecahkan masalah pada soal evaluasi berbasis literasi numerasi pada tema kemagnetan kelas IX C di SMPN 5 Ponorogo, berdasarkan tingkat kemampuan peserta didik, yaitu kemampuan tinggi, kemampuan sedang, dan kemampuan rendah. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kuantitatif dengan jenis penelitian Cross Sectional, dan pemilihan sampel menggunakan purposive Sampling. Pengumpulan data yang menggunakan tes kepada populasi dan wawancara kepada 6 sampel. Hasilnya 1) peserta didik dengan kemampuan tinggi dapat memecahkan masalah dengan memenuhi indikator penalaran sistematis. Peserta didik sejumlah 9 orang dengan presentase sebesar 33.3%; 2) peserta didik dengan kemampuan sedang dalam memecahkan masalah, hanya memenuhi indikator mengajukan dugaan dan memeriksa kesahihan argumen. Peserta didik berjumlah 5 orang dengan presentase sebesar 18,5%; 3) peserta didik dengan kemampuan rendah dalam memecahkan masalah hanya mampu memenuhi indikator mengajukan dugaan. Peserta didik berjumlah 13 orang dengan presentase sebesar 48,2%.
Ide Guru IPA dalam Melaksanakan Praktikum di Masa Pandemi Covid-19 Eva Duwi Wahyuningtias; Hanin Niswatul Fauziah; Aldila Candra Kusumaningrum; Arinta Windiyanti Rokmana
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Tadris IPA IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.343 KB) | DOI: 10.21154/jtii.v1i2.164

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ide guru IPA dalam melaksanakan praktikum di masa pandemi covid-19 dan upaya guru IPA dalam melaksanakan praktikum di masa pandemi covid-19 di MTsN 6 Ponorogo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilakukan di MTsN 6 Ponorogo. Ada tiga guru IPA yang menjadi objek penelitian. Instrumen penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa ide guru IPA dalam melaksanakan praktikum IPA di masa pandemi covid-19 yaitu dengan melaksanakan praktikum IPA secara sederhana dengan alat dan bahan yang ada di sekitar rumah peserta didik dan upaya guru IPA dalam melaksanakan praktikum IPA di masa pandemi covid-19 antara lain dengan memberikan penuntun praktikum secara jelas dan mudah dipahami peserta didik, mengadakan sesi waktu bertanya untuk peserta didik agar peserta didik dapat menanyakan hal terkait praktikum yang akan dilakukan, guru IPA memilihkan tema materi yang sesuai dengan kondisi saat ini, praktikum yang dilakukan tidak memberatkan peserta didik.
Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbasis STEM terhadap Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Moh Rizal Mustofa; Syaiful Arif; Atik Karomatus Sholihah; Aristiawan Aristiawan; Arinta Windiyanti Rokmana
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Tadris IPA IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.968 KB) | DOI: 10.21154/jtii.v1i3.165

Abstract

Pemerintah saat ini memiliki cita–cita bisa meningkatkan keahlian siswa untuk menyongsong perkembangan Abad 21 yang menonjolkan kemampuan seperti berpikir kritis, kemampuan berpikir kreatif dan kemampuan komunikasi yang baik dan benar. Dengan demikian perlu peran seorang pendidik yang inovatif untuk merealisasikan cita-cita tersebut sehinga siswa memiliki kemampuan berpikir yang lebih pada dirinya. Sudah banyak sekali sekarang ini penelitian yang berkaitan dengan peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa, tetapi masih belum bisa maksimal untuk semuanya. Hasil data yang diperoleh nilai rata-rata dari kelas kontrol sebesar 55,5 sedangkan untuk kelas eksperimen sebesar 72. Sedangkan dari uji-t yang didapatkan P-Velue sebesar 0,000 maka Ho ditolak. Artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan berpikir kritis siswa dengan model pembelajaran PBL basis STEM dengan siswa menggunakan model pembelajaran ceramah.
Efektivitas Model Learning Cycle 5E Berbasis Literasi Sains terhadap Kemampuan Bertanya Peserta Didik Anggy Ardiya Cahyani; Faninda Novika Pertiwi; Arinta Windiyanti Rokmana; Izza Aliyatul Muna
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Tadris IPA IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.179 KB) | DOI: 10.21154/jtii.v1i2.184

Abstract

Salah satu tantangan abad-21 yaitu menuntut individu mampu berfikir kritis. Untuk membiasakan berfikir kritis salah satunya adalah dengan bertanya. Kemampuan bertanya adalah suatu penyampaian hal-hal yang belum diketahui oleh seseorang dalam bentuk pertanyaan. Kemampuan bertanya mempunyai peran penting dalam kegiatan pembelajaran maupun dalam menghadapi masalah dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang bertanya untuk dapat mengumpulkan informasi yang ingin diketahuinya dan penambah pengetahuan. Kemampuan bertanya peserta didik dapat ditingkatkan dengan merancang model pembelajaran yang mampu membangkitkan minat belajar dan meningkatkan rasa ingin tahu peserta didik. Model pembelajaran yang dipilih dalam penelitian ini adalah Learning Cycle 5E berbasis Literasi Sains untuk kelas eksperimen dan model Learning Cycle 5E sebagai kelas kontrol yang digunakan sebagai pembanding. Penelitian dilaksanakan di SMPN 1 Jetis tahun pelajaran 2020/2021. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, dengan pengumpulan data melalui tes tertulis dan lembarb observasi untuk mengetahui keterlaksanaan kegiatan pembelajaran dengan model Learning Cycle 5E berbasis Literasi Sains. Kemudian data dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan uji statistic dengan uji-t yang sebelumnya telah dilakukan uji prasyarat. Berdasarkan hasil uji t diperoleh nilai P-Value sebesar 0,000 yang berarti kurang dari 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima sehingga terdapat pengaruh model pembelajaran Learning Cycle 5E berbasis Literasi Sains terhadap kemampuan bertanya peserta didik.
Analisis Pemahaman Konsep Hukum Kekekalan Energi Mekanik Mahasiswa Tadris IPA Pada Mata Kuliah Energi Dalam Sistem Kehidupan Windiyanti Rokmana, Arinta
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora (E-ISSN 2745-4584) Vol 5 No 01 (2024): Al-Mikraj, Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v5i01.6242

Abstract

Physics is a branch of science that contains complex explanations regarding the relationships between various natural events which are expressed as facts, theories, concepts, principles and physical laws. Energy is one of essential chapter in physics which contains concepts that need to be understood not memorized. One of the topics discussed in energy material which includes many abstract concepts is the law of conservation of mechanical energy. Studying the law of conservation of mechanical energy, which contains abstract concepts, certainly requires conceptual understanding not just remembering and memorizing. Understanding concepts in physics is very important because it can help develop critical thinking skill, creative thinking skill, and good problem solving skill. The descriptive quantitative method with a test approach was used as a method in this study and the sample is 72 Tadris IPA college students of IAIN Ponorogo in the 3rd semester. The results of the study show that in the category of understanding the concept of the law of conservation of energy in objects moving vertically upwards was classified as moderate, in the category understanding the concept of the law of conservation of energy in objects moving along a certain path was classified as low.
Analisis Persepsi Mahasiswa Terhadap Praktikum Pembuatan Biodiesel Minyak Jelantah Berbasis Low-cost equipment Sayekti, Titah; Rokmana, Arinta Windiyanti
Experiment: Journal of Science Education Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/experiment.v5i2.35420

Abstract

The growing dependence on fossil fuels has triggered environmental concerns, including greenhouse gas emissions and air pollution. Biodiesel production from waste cooking oil offers an environmentally friendly alternative that can be implemented through practical science activities. However, limited laboratory facilities often hinder its application in higher education. This study aims to analyze students’ perceptions of a biodiesel production experiment using low-cost equipment. A mixed-method approach with a sequential explanatory design was employed. Quantitative data were collected through closed-ended questionnaires completed by 63 students from the “Energy in Life Systems” course, complemented by semi-structured interviews with 10 selected participants. The five dimensions assessed included conceptual understanding, ease of use, safety, engagement, and cost-efficiency. Results showed mean scores of 4.46 for conceptual understanding (very good), 4.37 for cost-efficiency (very good), 4.43 for safety (very good), 4.46 for engagement (very good), and 4.06 for ease of use (good). Qualitative findings reinforced that students found the practicum effective, safe, enjoyable, and aligned with real-world applications. In conclusion, the use of low-cost equipment in biodiesel practicum enhances meaningful and contextual science learning, especially in resource-limited educational settings. Therefore, low-cost equipment-based practicum is recommended to be integrated into the science education curriculum, particularly in the context of project-based learning and limited laboratory facilities. Key Words: biodiesel; low-cost equipment; practical learning; student perception; renewable energy
Analisis Pemahaman Konsep Hukum Kekekalan Energi Mekanik Mahasiswa Tadris IPA Pada Mata Kuliah Energi Dalam Sistem Kehidupan Windiyanti Rokmana, Arinta
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol. 5 No. 01 (2024): Al-Mikraj, Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v5i01.6242

Abstract

Physics is a branch of science that contains complex explanations regarding the relationships between various natural events which are expressed as facts, theories, concepts, principles and physical laws. Energy is one of essential chapter in physics which contains concepts that need to be understood not memorized. One of the topics discussed in energy material which includes many abstract concepts is the law of conservation of mechanical energy. Studying the law of conservation of mechanical energy, which contains abstract concepts, certainly requires conceptual understanding not just remembering and memorizing. Understanding concepts in physics is very important because it can help develop critical thinking skill, creative thinking skill, and good problem solving skill. The descriptive quantitative method with a test approach was used as a method in this study and the sample is 72 Tadris IPA college students of IAIN Ponorogo in the 3rd semester. The results of the study show that in the category of understanding the concept of the law of conservation of energy in objects moving vertically upwards was classified as moderate, in the category understanding the concept of the law of conservation of energy in objects moving along a certain path was classified as low.