Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

SEBARAN LOGAM BERAT NIKEL (Ni) DALAM AIR DI PERAIRAN KECAMATAN MOLAWE KABUPATEN KONAWE UTARA Adidharma, Mohammad Afdhal; Emiyarti, .; Pratikino, A. Ginong
Jurnal Sapa Laut Vol 6, No 4: November 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i4.21851

Abstract

Provinsi Sulawesi Tenggara dengan potensi cadangan Nikel sebesar 97,4 miliar ton, menjadikan Nikel sebagai komoditas utama pertambangannya. Potensi yang besar ini menjadi penyebab tingginya aktifitas eksploitasi tambang nikel di Sulawesi Tenggara, khususnya di Kecamatan Molawe Kabupaten Konawe Utara. Sistem penambangan terbuka yang masih marak digunakan, menyebabkan material padat yang membawa unsur logam berat dari daratan masuk ke perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar logam berat nikel pada air di Perairan Kecamatan Molawe. Pengambilan data dilakukan pada Bulan Maret 2020 di Desa Tapuemea dan Desa Tapunggaya, Kecamatan Molawe. Sampel air dianalisis di UPTD Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Tenggara menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Hasil yang diperoleh kadar nikel pada air di perairan Kecamatan Molawe berkisar antara 0,003 hingga 0,017 mg/l, dan hasil tersebut masih dibawah ambang batas baku mutu KMNLH No. 51 Tahun 2004.Kata kunci: Nikel, Air, Molawe.
Removal of heavy metals from motorcycle washing wastewater using a zeolite-embedded sheet Takarina, Noverita Dian; Ambarsari, Hanies; Pramudyawardhani, Sekar Arum; Rahmawati, Maria Fatima Niken Kris; Johan, Erni; Matsue, Naoto; Adidharma, Mohammad Afdhal
Makara Journal of Science Vol. 29, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increased use of motorcycles for transportation has heightened environmental challenges related to their washing, particularly the discharge of untreated wastewater containing heavy metals, such as copper (Cu) and lead (Pb), into drainage systems. This study explored the effectiveness of zeolite-embedded sheets (ZESs) in the removal of these pollutants from motorcycle washing wastewater. ZESs were prepared through treatment of nonwoven sheets with Linder Type A (LTA Zeolite) powder and heat treatment, washing, and drying. Characterization was performed via scanning electron microscopy with energy-dispersive X-ray spectroscopy, and Fourier transform infrared spectroscopy. Over a 60 min adsorption period, the ZES achieved removal efficiencies of 40% for Cu after 30 min and 70% for Pb after 60 min. The results confirm that ZESs are a promising adsorbent for heavy-metal remediation and particularly effective for lead removal in motorcycle washing wastewater.
Sebaran dan Kontaminasi Logam Berat Nikel (Ni) pada Sedimen di Pesisir Desa Tapuemea dan Tapunggaya, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara Adidharma, Mohammad Afdhal; Takarina, Noverita Dian; Supriatna, Supriatna; Emiyarti, Emiyarti; Pratikino, A. Ginong
Jurnal Kelautan Nasional Vol 18, No 3 (2023): DESEMBER
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jkn.v18i3.13234

Abstract

Besarnya potensi Nikel di Sulawesi Tenggara berefek pada tingginya aktifitas eksploitasi tambang nikel di wilayah ini, khususnya di Desa Tapuemea dan Tapunggaya, Kecamatan Molawe Kabupaten Konawe Utara. Metode penambangan terbuka (Opet-pit mining) yang digunakan di wilayah ini, menyebabkan masuknya material padat yang membawa unsur logam berat dari daratan ke perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi, sebaran dan tingkat kontaminasi logam berat nikel dalam sedimen di Perairan Desa Tapuemea dan Tapunggaya. Pengambilan data dilakukan pada Bulan Maret 2020 di pesisir Desa Tapuemea dan Desa Tapunggaya, Kecamatan Molawe. Sampel sedimen dianalisis menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi logam berat nikel dalam sedimen berkisar antara 3,922 hingga 34,08 mgkg-1, dan hasil tersebut dikategorikan cukup tercemar menurut US EPA-2004. Konsentrasi Ni tertinggi berada di dekat area pertambangan dan jetty aktif untuk kegiatan bongkar muat material tambang, dan kemudian konsentrasinya menurun secara linear ke arah timur hingga mencapai konsentrasi terendah di muara sungai. Hasil penilaian tingkat pencemaran indeks geoakumulasi (Igeo) dan faktor kontaminasi (CF) menunjukkan bahwa sampel sedimen berada dalam kisaran tercemar sedang dan tercemar sedang hingga berat.
The impact of nickel mining on vegetation cover in a small island: a case study in Manuran Island, Raja Ampat, Indonesia Adidharma, Mohammad Afdhal; Mu’min Z, Nurul; Santrio, Adam; Idris, Andi Azwar Anas; Fatmi, Anggun Rahmi Diah; Awaluddin, Awaluddin; Pindasari, Nanang; Ermawati, Elly; Padyawan, Andhy Rahmat; Sirniawan, Sirniawan
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 13 No. 1 (2026)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2026.131.9211

Abstract

The exploitation of small islands (area less than 2000 km²) for mining activities can negatively impact vegetation conditions, as observed on Manuran Island in West Papua Province. This study aimed to assess the environmental impact of mining on Manuran Island by analyzing spatial and temporal changes in vegetation indices using the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) method to classify land cover using Landsat 7 ETM satellite imagery and Landsat 8 OLI imagery. The NDVI classification grouped four land cover types: non-vegetation, open soil, sparse vegetation, and moderate vegetation. The analysis revealed a significant increase in non-vegetation land cover from 2002 to 2015, indicating a direct impact from mining activities. However, between 2015 and 2025, the area classified as non-vegetation tended to decrease gradually. Conversely, open soil and sparse vegetation experienced a notable decline from 2002 to 2015, followed by a minor decrease in the subsequent period. In contrast, moderate vegetation steadily increased from 2002 to 2025, suggesting a recovery process in the vegetation. To accelerate the environmental and vegetation recovery process, several revegetation strategies, including reclamation, selection of native and pioneer species, and soil improvement techniques, are recommended. The findings of this study suggest that the reduction in mining activity intensity on Manuran Island has contributed positively to ecosystem recovery and that direct interventions are needed to accelerate environmental recovery.
Meningkatkan Keterlibatan Mahasiswa dan Kompetensi Bisnis Properti melalui Pembelajaran Berbasis Proyek di Perguruan Tinggi Awaluddin, Awaluddin; Azwar Anas Idris, Andi; Pindasari, Nanang; Ermawati, Elly; Kumalasari, Vita; Afdhal Adiharma, Mohammad; Santrio, Adam; Rahmi Diah Fatmi, Anggun; Mu’min Z., Nurul; Sirniawan, Sirniawan
Jurnal Ilmu Manajemen Sosial Humaniora (JIMSH) Vol. 8 No. 2 (2026): August, Jurnal Ilmu Manajemen Sosial Humaniora (JIMSH)
Publisher : LP3M, Universitas Muhammadiyah Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51454/jimsh.v8i2.1354

Abstract

This classroom action research examines the effectiveness of implementing Project-Based Learning (PjBL) to enhance student engagement and competencies in the Property Business course. The research subjects consisted of 28 sixth-semester students of the Entrepreneurship Study Program at ITBM Kolaka in the 2024/2025 academic year. The study was conducted in two cycles, each comprising planning, implementation, observation, and reflection stages. Research instruments included student engagement observation sheets, project report assessment rubrics, and learning process documentation. The results revealed a significant improvement in student engagement, with active participation increasing from 78% in the first cycle to 88% in the second cycle. Analysis of specific project components showed quality improvements in location analysis by 25.8%, cost estimation and Return on Investment (ROI) capabilities by 35.6%, and project report structure by 18.1%. These findings were reinforced by statistical analysis using paired sample t-test, indicating a significant increase in the average score from 3.22 to 4.03 (t(27) = 8.167, p < 0.001). The implementation of PjBL proved effective not only in enhancing conceptual understanding but also in developing analytical, financial, and professional communication skills essential in the property business world.
Struktur Komunitas dan Tutupan Kanopi Mangrove di Teluk Staring Bagian Barat Laut, Sulawesi Tenggara Simeon Felix Simamora; Muhammad Ramli; Asmadin Asmadin; Mohammad Afdhal Adidharma
Journal of Marine Research Vol 15, No 3 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i3.58486

Abstract

Ekosistem mangrove berperan penting secara ekologis dalam menjaga stabilitas daerah pesisir, penyedia habitat, pelindung garis pantai, dan penopang keanekaragaman hayati. Tekanan terhadap ekosistem mangrove di pesisir Teluk Staring menunjukkan perlu adanya informasi dasar mengenai kondisi ekosistem mangrove sebagai landasan ilmiah bagi pengelolaan mangrove berkelanjutan di wilayah ini.Studi ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas dan tutupan kanopi mangrove di bagian barat laut Teluk Staring, Sulawesi Tenggara. Survei lapangan dilakukan di tiga stasiun menggunakan petak vegetasi 10×10 m untuk menilai struktur komunitas mangrove, sedangkan tutupan kanopi diukur menggunakan metode hemispherical photography dan dianalisis dengan perangkat lunak ImageJ. Struktur komunitas dievaluasi menggunakan kerapatan, frekuensi, dominasi, dan Indeks Nilai Penting (INP), sedangkan tutupan kanopi diklasifikasikan menurut Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Indonesia No. 201 Tahun 2004. Sebanyak lima spesies mangrove sejati teridentifikasi . Kerapatan pohon secara berkisar antara 3635-4552 individu/ha, yang menunjukkan tegakan mangrove yang sangat padat. Rhizophora apiculata menunjukkan kepadatan dan frekuensi tertinggi, sedangkan Avicennia lanata menunjukkan dominasi dan INP tertinggi di Stasiun A dan C, yang mengindikasikan kontribusi ekologisnya yang substansial meskipun bukan spesies yang paling melimpah. Rata-rata tutupan kanopi adalah 73,918%, berkisar antara 69,963% hingga 76,707%, yang sesuai dengan kondisi kanopi sedang hingga sangat padat. Tutupan kanopi yang tinggi dan tegakan mangrove yang padat menunjukkan bahwa ekosistem mangrove di bagian barat laut Teluk Staring masih dalam kondisi ekologis yang baik. Temuan ini memberikan informasi dasar untuk konservasi mangrove dan pengelolaan ekosistem pesisir berkelanjutan di Sulawesi Tenggara.