Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) BERBASIS LITERASI SAINS SISWA PADA MATERI REDOKS SMAN 3 LAPANDEWA Fandri, Fandri; Maysara, Maysara; Marhadi, Muhammad Ali
Jurnal Pendidikan Kimia FKIP Universitas Halu Oleo Vol 6, No 2 (2021): Edisi Agustus
Publisher : Jurusan Pendidikan Kimia Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1844.063 KB) | DOI: 10.36709/jpkim.v6i2.16067

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan LKS untuk mengetahui kemampuan literasi sains ditinjau dari kelayakan teoritis (kriteria isi, kebahasaan, penyajian dan kegrafikan) serta kesesuaian dengan kemampuan literasi sains dan kelayakan empiris (hasil kemampuan literasi sains dan lembar angket respon siswa). Jenis penelitian ini menggunakan metode pengembangan 4D yang hanya sampai pada tahap uji coba terbatas. Instrumen yang digunakan yaitu lembar telaah dan lembar validasi, lembar tes kemampuan literasi sains, dan lembar angket respon siswa. LKS ini diujicobakan kepada 25 orang siswa SMAN 3 Lapandewa. Hasil validasi dari LKS berbasis literasi sains ditinjau dari kriteria isi memperoleh persentase sebesar 100% dengan kategori sangat layak, kebahasaaan memperoleh persentase sebesar 93% dengan kategori sangat layak, penyajian memperoleh persentase sebesar 93% dengan kategori sangat layak, dan kegrafikan memperoleh persentase sebesar 94% dengan kategori sangat layak. Kemampuan literasi sains siswa meningkat dari rata-rata hasil tes awal sebesar 42,I2 dengan kategori tidak tuntas menjadi 86,40 dengan kategori tuntas serta lembar angket respon siswa dengan rata-rata persentase 77,80% dengan kategori layak.
PELATIHAN PASCAPANEN TALAS (Colocasia esculenta) MENJADI TEPUNG GLUTEN-FREE: PEMBERDAYAAN PKK DESA LALONONA, KABUPATEN KONAWE Maretik, Maretik; Yanti, Yanti; Kharisma, Gaby Nanda; Mehora, Sutrisnawati; Ernawati, Ernawati; Astuti, Widia; Rifqi, Rifqi; Fandri, Fandri; Maulia, Tri Putri
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 11 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i11.3140

Abstract

Lalonona Village is a village in Amonggedo District, Konawe Regency, Southeast Sulawesi Province. One of the sectors that is a source of life for the community to meet their daily needs is the agricultural sector, one of which is taro. The main problem for the community is that they find it difficult to handle taro if it is not sold out in the market, so the remaining taro is just stored until it becomes moldy and rots. The purpose of this PKM activity is to improve the knowledge and skills of partners in post-harvest processing of taro and packaging as well as offline or online marketing training. The activity was carried out through five stages: the preparation stage, the socialization stage, the training stage, the mentoring stage and evaluation. The results obtained prove that there is an increase in partner knowledge after the PKM activity. This is according to the results of the community post-test after participating in the PKM activity, community knowledge and skills increased by 100%. At the level of community empowerment in the production sector, the pre-test results were 10-20% and in the post-test increased by 100%, and at the level of community empowerment in the marketing sector, the pre-test results were 20% and in the post-test increased by 100%. Following the Community Service Program (PKM) implementation, it was clear that all activities were carried out according to plan and successfully enhanced the knowledge and skills of the partners. The Lalonona Village Family Welfare Movement (PKK) group was very enthusiastic in participating and directly involved in the entire series of PKM activities. The results of the PKM implementation revealed an increase in community knowledge and skills regarding post-harvest processing of taro into gluten-free taro flour.
PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT PESISIR MELALUI EDUKASI DAN AKSI BERSIH PANTAI DI PANTAI KAYU ANGIN, DESA LIKU Maretik, Maretik; Ernawati, Ernawati; Kaliu, Sutriani; Tendrita, Miswandi; Saparuddin, Saparuddin; Erfina, Erfina; Alonemarera, A.S.; Yanti, Yanti; Felixia, Felixia; Fandri, Fandri; Rifqi, Rifqi
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i1.3428

Abstract

Banyaknya sampah yang berserakan di pesisir Pantai Kayu Angin berasal dari pengujung ataupun masyarakat itu sendiri, sehingga menjadi sesuatu yang mengkhawatirkan, karena sampah plastik sulit terurai dan dapat menyebabkan lingkungan tercemar. Program ini merupakan rangkaian dari kegiatan Biologi Camp 2025 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa program Studi pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sembilanbelas November Kolaka. Tujuan diadakannya kegiatan pengabdian ini ialah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Liku dalam melestarikan pesisir pantai melalui bakti sosial di Pantai Kayu Angin. Kegiatan dilaksanakan di Pantai Kayu Angin, Desa Liku, Kabupaten Kolaka melalui edukasi, seperti sosialisasi dan bakti sosial berupa aksi bersih pantai. Pendekatan partisipatif digunakan, yaitu dengan melibatkan masyarakat secara aktif melalui tiga tahapan utama, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasilnya, pesisir pantai bersih dari sampah-sampah yang berserakan. Masyarakat penuh antusias membersihkan sampah-sampah yang berserakan di pesisir pantai. Sampah yang banyak ditemukan pada saat kegiatan bersih-bersih di pesisir Pantai Kayu Angin merupakan jenis sampah abiotik, seperti plastik, kemasan minuman maupun makanan ringan. Sampah-sampah tersebut berasal dari pengunjung dan masyarakat sekitar. Pelaksana dan peserta berkerja sama dan berhasil mengumpulkan sebanyak 10 kantong dengan lebar 60 cm dan tinggi 100 cm, sehingga pesisir pantai terlihat bersih dan indah dibandingkan sebelum kegiatan dilakukan. Beberapa masyarakat menyampaikan keinginan untuk melanjutkan kegiatan serupa secara rutin. Hal tersebut mengindikasikan bahwa kegiatan edukatif dan partisipatif memiliki potensi sebagai pendekatan awal dalam menumbukan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan pesisir.