Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Learning strategy for senior high school chemistry based on starter experiment approach for improving students’ participation and achievement in learning Subagia, I Wayan; Wiratma, I Gusti Lanang
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 52, No 3 (2019): OCTOBER 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.04 KB) | DOI: 10.23887/jpp.v52i3.22918

Abstract

This paper aimed at describing and explaining chemistry learning strategy for senior high school students based on starter experiment. This learning strategy was developed through research and development (R&D) accommodated from Borg and Gall. The learning strategy consists of three main parts, namely: learning theory, social situation, and syntax. The learning theory used for developing this learning strategy are behavioristics, cognitive constructivist, and social constructivist learning theories. The social situation explains the role of teachers, students, and schools in the implementation of learning strategy: teachers play a role as learning manager, students play a role as active learners, and schools play a role as learning facilities provider. The syntax consists of three main steps, namely observation, concept formulation, and concept application. The observation step consists observation of macroscopic phenomena of matter, writing of observation results, and formulation of questions conducted individually by students. These activities are followed by the discussion of observation results, questions formulation, and question answers conducted by students in groups. The concept formulation and application are also conducted by students in groups based on the task given by the teacher. Therefore, it can be mentioned that this learning strategy involved individual dan group learning of students focused on student centre learning activities. It is believed that this learning strategy can be used to enhance students’ participation and achievement in learning.
Penilaian Kompetemsi Kepala Sekolah dan Guru dalam Bekerja di Sekolah Subagia, I Wayan; Wiratma, I Gusti Lanang
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 45, No 3 (2012): Oktober, 2012
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.925 KB) | DOI: 10.23887/jppundiksha.v45i3.1838

Abstract

Penelitian ini merupakan studi kasus yang bertujuan untuk mengungkapkan secara mendalam penilaian kompetensi kepala sekolah dan guru dalam bekerja di sekolah. Penelitian ini dilakukan di sekolah menengah (SMA dan SMK) di kota Singaraja Kabupaten Buleleng dengan teknik penilaian silang. Informan yang dilibatkan dalam penelitian ini sebanyak 16 orang terdiri atas empat orang kepala sekolah dan 12 orang guru. Seluruh data dikumpulkan melalui wawancara dan dianalisis secara interpretatif dengan teknik triangulasi sumber informasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penilaian kompetensi kepala sekolah dan guru dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu penilaian keprofesionalan dan kepribadian. Cara yang digunakan untuk menilai kompetensi kepala sekolah dan guru adalah dengan cara observasi secara terus menerus, baik kinerja maupun hasil kerjanya. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpukan bahwa penilaian kompetensi kepala sekolah dan guru di sekolah dilakukan sesuai dengan tindakan atau aktivitas yang dilakukan selama bekerja. Kata-kata Kunci: penilaian kompetensi, kompetensi kepala sekolah, kompetensi guru.
RELASI KEKUASAAN DALAM PEMBELAJARAN KIMIA PADA SMA RINTISAN SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL DI BALI Wiratma, I Gusti Lanag
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 48, No 1-3 (2015): April, 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.67 KB) | DOI: 10.23887/jppundiksha.v48i1-3.6913

Abstract

Abstract: Power Relation in Chemistry Instruction at Pilot Project of International Senior High School in Bali. This study aimed at explaining the relation between the power and meanings behind the phenomenon occurred in the chemistry instruction in pilot project of international senior high school (RSBI) in Bali. The study employed a qualitative method in particular phenomenological approach. The data were collected by using observation, interview, and document study. The instruments used were observation sheet, interview guideline, and check list. Subsequently, the collected data were analysed in a descriptive interpretative approach. The results show that the chemistry instruction has not yet conducted optimally due to lack of laboratory practices. This is resulted from the presence of hegemonic structure among the authority from the top to lower level and ultimately exert the power to students. As the consequence, the students do not obtain maximum learning experience as required by the curriculum and most likely they experience the unbalance of intelligence development as it was prioritized on cognitive rather than affective and psychomotor. This situation was worsened by the political imaging set up by the authorities to maintain their status quo that leads to co-modification culture in education. Keywords: co-modification, education, laboratory, RSBI Abstrak: Relasi Kekuasaan dalam Pembelajaran Kimia pada SMA Rintisan Bertaraf Internasio-nal di Bali. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan relasi kekuasaan dan makna di balik fenomena yang terjadi pada pembelajaran kimia SMA Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) di Provinsi Bali. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan pendekatan fenomenologis. Cara pengambilan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan studi dokumen. Instrumen yang di-gunakan adalah pedoman observasi, pedoman wawancara, dan daftar chek (check list). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis diskriptif interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pem-belajaran kimia belum dilakukan secara optimal karena sangat minim melakukan pembelajaran praktik di laboratorium. Hal ini disebabkan karena adanya hegemoni terstruktur yakni dari penguasa yang lebih tinggi ke penguasa yang lebih rendah, sampai pada siswa. Siswa tidak memeroleh pengalaman belajar yang maksimal seperti yang tertera di dalam kurikulum. Perkembangan kecerdasan siswa tidak se-imbang, lebih mengutamakan ranah kognitif dari pada afektif dan psikomotor. Kondisi ini tercipta kare-na adanya kepentingan politik pencitraan untuk mempertahankan status quo yang cenderung mengarah pada budaya komodifikasi pendidikan. Kata-kata Kunci: komodifikasi, laboratorium, pendidikan, RSBI
Evaluasi Penerapan Model Siklus Belajar Berbasis Tri Pramana Pada Pembelajaran Kimia di SMA Subagia, I Wayan; Wiratma, I Gusti Lanang
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 42, No 2 Jul (2009)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.471 KB) | DOI: 10.23887/jppundiksha.v42i2 Jul.1740

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kualitas penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa dalam mengimplementasikan Model Siklus Belajar Berbasis Tri Pramana pada pembelajaran kimia di SMA. Penelitian ini melibatkan tujuh Skripsi mahasiswa yang dievaluasi berdasarkan lima aspek penelitian, yaitu (1) jenis model siklus belajar yang diterapkan, (2) hubungan tujuan pembelajaran dengan model siklus belajar, (3) ketepatan metode penelitian yang digunakan, (4) hasil-hasil penelitian yang dicapai, dan (5) kekuatan dan kelemahan penerapan model siklus belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pemilihan model siklus belajar yang digunakan sudah sesuai dengan karakteristik materi pelajaran, karakteristik siswa, dan karakteristik lingkungan tempat pembelajaran; (2) pemilihan model siklus belajar yang digunakan sudah sesuai dengan tujuan pembelajaran yang dideskripsikan dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar; (3) metode penelitian yang digunakan dalam setiap penelitian sudah sesuai dengan tujuan penelitian dan desain penelitian; (4) hasil-hasil yang dicapai menunjukkan bahwa penerapan model siklus belajar mampu meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa; dan (5) kekuatan dari penerapan model siklus belajar ini adalah mampu memfasilitasi terwujudnya pembelajaran yang berpusat pada siswa, namun peningkatan penguasaan siswa terhadap materi pelajaran tidak ditemukan pada setiap penelitian.Kata kunci : siklus belajar, pembelajaran, kimia.
Penilaian Kemampuan Individu Melaksanakan Tupoksi dalam Organisasi Masyarakat Tradisional Bali Ditinjau dari Konsep ”Tri Kaya Parisudha” Subagia, I Wayan; Wiratma, I Gusti Lanang
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 42, No 3 Okt (2009)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.568 KB) | DOI: 10.23887/jppundiksha.v42i3 Okt.1760

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk megidentifikasi dan mendeskripsikan indikator-indikator penilaian kemampuan individu melaksanakan tupoksi dalam organisasi masyarakat tradisional. Dalam penelitian ini dilibatkan lima pimpinan organisasi masyarakat tradisional yang terdiri atas seorang pedanda, dua orang kelian desa adat, satu orang kelian dadia, dan satu orang kelian sekeha gong yang tersebar di Kabupaten Karangasem dan Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Dalam penelitian ini, semua data dikumpulkan dengan menggunakan metode wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sejumlah indikator penilaian kemampuan individu dalam melaksanakan tupoksi dapat dikelompokkan dalam tiga ranah kemampuan berdasarkan konsep ”Tri Kaya Parisuda” sebagai berikut. Pertama, ranah berpikir (manacika) dengan indikator: pe-ngetahuan relevan dengan tugas-tugas, keterampilan yang dimiliki, kemauan/kesediaan bertugas, dan perhatian terhadap tugas (kepedulian). Kedua, ranah berbicara (wacika) dengan indikator kemampuan berkomunikasi, baik secara lisan maupun tertulis, yang dimiliki. Ketiga, ranah berbuat (kayika) dengan indikator: disiplin kerja, komitmen kerja, pengalaman kerja, dan kinerja yang dimiliki.Kata kunci: penilaian kemampuan, masyarakat tradisional Bali, dan Tri Kaya Parisudha.
Evaluasi Penerapan Model Siklus Belajar Berbasis Tri Pramana Pada Pembelajaran Kimia di SMA I Wayan Subagia; I Gusti Lanang Wiratma
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 42 No 2 (2009)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.471 KB) | DOI: 10.23887/jppundiksha.v42i2 Jul.1740

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kualitas penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa dalam mengimplementasikan Model Siklus Belajar Berbasis Tri Pramana pada pembelajaran kimia di SMA. Penelitian ini melibatkan tujuh Skripsi mahasiswa yang dievaluasi berdasarkan lima aspek penelitian, yaitu (1) jenis model siklus belajar yang diterapkan, (2) hubungan tujuan pembelajaran dengan model siklus belajar, (3) ketepatan metode penelitian yang digunakan, (4) hasil-hasil penelitian yang dicapai, dan (5) kekuatan dan kelemahan penerapan model siklus belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pemilihan model siklus belajar yang digunakan sudah sesuai dengan karakteristik materi pelajaran, karakteristik siswa, dan karakteristik lingkungan tempat pembelajaran; (2) pemilihan model siklus belajar yang digunakan sudah sesuai dengan tujuan pembelajaran yang dideskripsikan dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar; (3) metode penelitian yang digunakan dalam setiap penelitian sudah sesuai dengan tujuan penelitian dan desain penelitian; (4) hasil-hasil yang dicapai menunjukkan bahwa penerapan model siklus belajar mampu meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa; dan (5) kekuatan dari penerapan model siklus belajar ini adalah mampu memfasilitasi terwujudnya pembelajaran yang berpusat pada siswa, namun peningkatan penguasaan siswa terhadap materi pelajaran tidak ditemukan pada setiap penelitian.Kata kunci : siklus belajar, pembelajaran, kimia.
Penilaian Kemampuan Individu Melaksanakan Tupoksi dalam Organisasi Masyarakat Tradisional Bali Ditinjau dari Konsep ”Tri Kaya Parisudha” I Wayan Subagia; I Gusti Lanang Wiratma
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 42 No 3 (2009)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.568 KB) | DOI: 10.23887/jppundiksha.v42i3 Okt.1760

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk megidentifikasi dan mendeskripsikan indikator-indikator penilaian kemampuan individu melaksanakan tupoksi dalam organisasi masyarakat tradisional. Dalam penelitian ini dilibatkan lima pimpinan organisasi masyarakat tradisional yang terdiri atas seorang pedanda, dua orang kelian desa adat, satu orang kelian dadia, dan satu orang kelian sekeha gong yang tersebar di Kabupaten Karangasem dan Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Dalam penelitian ini, semua data dikumpulkan dengan menggunakan metode wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sejumlah indikator penilaian kemampuan individu dalam melaksanakan tupoksi dapat dikelompokkan dalam tiga ranah kemampuan berdasarkan konsep ”Tri Kaya Parisuda” sebagai berikut. Pertama, ranah berpikir (manacika) dengan indikator: pe-ngetahuan relevan dengan tugas-tugas, keterampilan yang dimiliki, kemauan/kesediaan bertugas, dan perhatian terhadap tugas (kepedulian). Kedua, ranah berbicara (wacika) dengan indikator kemampuan berkomunikasi, baik secara lisan maupun tertulis, yang dimiliki. Ketiga, ranah berbuat (kayika) dengan indikator: disiplin kerja, komitmen kerja, pengalaman kerja, dan kinerja yang dimiliki.Kata kunci: penilaian kemampuan, masyarakat tradisional Bali, dan Tri Kaya Parisudha.
Penilaian Kompetemsi Kepala Sekolah dan Guru dalam Bekerja di Sekolah I Wayan Subagia; I Gusti Lanang Wiratma
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 45 No 3 (2012): Oktober, 2012
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.925 KB) | DOI: 10.23887/jppundiksha.v45i3.1838

Abstract

Penelitian ini merupakan studi kasus yang bertujuan untuk mengungkapkan secara mendalam penilaian kompetensi kepala sekolah dan guru dalam bekerja di sekolah. Penelitian ini dilakukan di sekolah menengah (SMA dan SMK) di kota Singaraja Kabupaten Buleleng dengan teknik penilaian silang. Informan yang dilibatkan dalam penelitian ini sebanyak 16 orang terdiri atas empat orang kepala sekolah dan 12 orang guru. Seluruh data dikumpulkan melalui wawancara dan dianalisis secara interpretatif dengan teknik triangulasi sumber informasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penilaian kompetensi kepala sekolah dan guru dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu penilaian keprofesionalan dan kepribadian. Cara yang digunakan untuk menilai kompetensi kepala sekolah dan guru adalah dengan cara observasi secara terus menerus, baik kinerja maupun hasil kerjanya. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpukan bahwa penilaian kompetensi kepala sekolah dan guru di sekolah dilakukan sesuai dengan tindakan atau aktivitas yang dilakukan selama bekerja. Kata-kata Kunci: penilaian kompetensi, kompetensi kepala sekolah, kompetensi guru.
RELASI KEKUASAAN DALAM PEMBELAJARAN KIMIA PADA SMA RINTISAN SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL DI BALI I Gusti Lanag Wiratma
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 48 No 1-3 (2015): April, 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.67 KB) | DOI: 10.23887/jppundiksha.v48i1-3.6913

Abstract

Abstract: Power Relation in Chemistry Instruction at Pilot Project of International Senior High School in Bali. This study aimed at explaining the relation between the power and meanings behind the phenomenon occurred in the chemistry instruction in pilot project of international senior high school (RSBI) in Bali. The study employed a qualitative method in particular phenomenological approach. The data were collected by using observation, interview, and document study. The instruments used were observation sheet, interview guideline, and check list. Subsequently, the collected data were analysed in a descriptive interpretative approach. The results show that the chemistry instruction has not yet conducted optimally due to lack of laboratory practices. This is resulted from the presence of hegemonic structure among the authority from the top to lower level and ultimately exert the power to students. As the consequence, the students do not obtain maximum learning experience as required by the curriculum and most likely they experience the unbalance of intelligence development as it was prioritized on cognitive rather than affective and psychomotor. This situation was worsened by the political imaging set up by the authorities to maintain their status quo that leads to co-modification culture in education. Keywords: co-modification, education, laboratory, RSBI Abstrak: Relasi Kekuasaan dalam Pembelajaran Kimia pada SMA Rintisan Bertaraf Internasio-nal di Bali. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan relasi kekuasaan dan makna di balik fenomena yang terjadi pada pembelajaran kimia SMA Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) di Provinsi Bali. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan pendekatan fenomenologis. Cara pengambilan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan studi dokumen. Instrumen yang di-gunakan adalah pedoman observasi, pedoman wawancara, dan daftar chek (check list). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis diskriptif interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pem-belajaran kimia belum dilakukan secara optimal karena sangat minim melakukan pembelajaran praktik di laboratorium. Hal ini disebabkan karena adanya hegemoni terstruktur yakni dari penguasa yang lebih tinggi ke penguasa yang lebih rendah, sampai pada siswa. Siswa tidak memeroleh pengalaman belajar yang maksimal seperti yang tertera di dalam kurikulum. Perkembangan kecerdasan siswa tidak se-imbang, lebih mengutamakan ranah kognitif dari pada afektif dan psikomotor. Kondisi ini tercipta kare-na adanya kepentingan politik pencitraan untuk mempertahankan status quo yang cenderung mengarah pada budaya komodifikasi pendidikan. Kata-kata Kunci: komodifikasi, laboratorium, pendidikan, RSBI
Learning strategy for senior high school chemistry based on starter experiment approach for improving students’ participation and achievement in learning I Wayan Subagia; I Gusti Lanang Wiratma
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 52 No 3 (2019): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.04 KB) | DOI: 10.23887/jpp.v52i3.22918

Abstract

This paper aimed at describing and explaining chemistry learning strategy for senior high school students based on starter experiment. This learning strategy was developed through research and development (R&D) accommodated from Borg and Gall. The learning strategy consists of three main parts, namely: learning theory, social situation, and syntax. The learning theory used for developing this learning strategy are behavioristics, cognitive constructivist, and social constructivist learning theories. The social situation explains the role of teachers, students, and schools in the implementation of learning strategy: teachers play a role as learning manager, students play a role as active learners, and schools play a role as learning facilities provider. The syntax consists of three main steps, namely observation, concept formulation, and concept application. The observation step consists observation of macroscopic phenomena of matter, writing of observation results, and formulation of questions conducted individually by students. These activities are followed by the discussion of observation results, questions formulation, and question answers conducted by students in groups. The concept formulation and application are also conducted by students in groups based on the task given by the teacher. Therefore, it can be mentioned that this learning strategy involved individual dan group learning of students focused on student centre learning activities. It is believed that this learning strategy can be used to enhance students’ participation and achievement in learning.