Claim Missing Document
Check
Articles

KERAJINAN BONGGOL BAMBU I KADEK SUDANCO DI BANJAR SRIBATU, DESA PENGLUMBARAN, KECAMATAN SUSUT, BANGLI. I Putu Agus Santika Putra .; Drs.Agus Sudarmawan, M.Si. .; Drs. Gede Eka Harsana Koriawan, M.Erg .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i1.8736

Abstract

KERAJINAN BONGGOL BAMBU I KADEK SUDANCO DI BANJAR SRIBATU, DESA PENGLUMBARAN, KECAMATAN SUSUT, BANGLI. oleh I Putu Agus Santika Putra, NIM 1112031009 Jurusan Pendidikan Seni Rupa ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data tentang: (1) alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan seni kerajinan bonggol bambu I Kadek Sudanco di Banjar Sribatu, Desa Panglumbaran, Kecamatan Susut, Bangli. (2) proses pembuatan seni kerajinan bonggol bambu I Kadek Sudanco di Banjar Sribatu, Desa Panglumbaran, Kecamatan Susut, Bangli. (3) jenis-jenis hasil kerajinan yang dibuat I Kadek Sudanco di Banjar Sribatu, Desa Panglumbaran, Kecamatan Susut, Bangli. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah I Kadek Sudanco dengan objek kerajinan bonggol bambu. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik (1) observasi, (2) wawancara,(3) dokumentasi, dan (4) kepustakaan. Instrumen yang digunakan adalah (1) instrumen observasi, instrumen wawancara, instrumen dokumentasi dan instrumen kepustakaan. Analisis data yang digunakan adalah (1) analisis domain dan (2) analisis taksonomi. Hasil penelitian ini adalah: (1) alat yang digunakan dalam pembuatan seni kerajinan bonggol bambu, antara lain: kepe, palu, pahat, blakas, gergaji, mesin bor, grinda, gergaji mesin dan mesin kompresor. Bahan yang digunakan antara lain: bonggol bambu, cham, lem G, lem kayu fuma dan tali (2) Proses pembuatan seni kerajinan bonggol bambu I Kadek Sudanco diawali dengan proses pemerolehan bahan, pemilihan bahan, proses pembentukan, konstruksi dan proses finishing (3) Jenis-jenis produk yang dihasilkan I Kadek Sudanco di Banjar Sribatu, Desa Penglumbaran, Kecamatan Susut, Bangli dapat dikelompokkan berdasarkan wujud/bentuk (figuratif dan non figuratif), berdasarkan ukuran bahan bonggol bambu (bonggol bambu berukuran kecil, bonggol bambu berukuran sedang dan bonggol bambu berukuran besar), berdasarkan matra (dwi matra dan tri matra) dan berdasarkan penggunaan kontruksi. Kata Kunci : bonggol bambu, seni kerajinan, seni rupa CRAFT BONGGOL BAMBOO I KADEK SUDANCO DI BANJAR SRIBATU, DESA PENGLUMBARAN, KECAMATAN SUSUT, BANGLI. by I Putu Agus Santika Putra, NIM 1112031009 Jurusan Pendidikan Seni Rupa ABSTRACT This research aims to obtain data about: (1) the tools and materials used in the making a craft of bonggol bamboo by I Kadek Sudanco in Panglumbaran Sribatu village, Susut, Bangli. (2) The crafting process of bonggol bamboo by I Kadek Sudanco in Panglumbaran Sribatu village, Susut, Bangli.. (3) The types of handicrafts by I Kadek Sudanco in Panglumbaran Sribatu village, Susut, Bangli. This research is a descriptive research with qualitative approach. The subject of this research is I Kadek Sudanco’s handicraft, and the object are bonggol bamboo’s handycraft. Data Collection in this research done with the technique (1) observations, (2) interviews,(3) documentations, and (4) literatures. The instrument that used is (1) observation instruments, interview instruments, documentation instruments and bibliographical instruments. Analysis of the data used is (1) domain analysis and (2) taxonomy analysis. The results of this research are: (1) the tools used in the making craft of bonggol bamboo, among others: kepe, hammer, sculpture, blakas, saws, drill, grinding machine, chainsaw and compressor. The material used among others: bongol bamboo, cham, G glue , Fuma wood glue and ropes. (2) The crafting process of bonggol bamboo by I Kadek Sudanco begin with material acquisition, material selection, forming, construction and finishing. (3) the products that are produced by I Kadek Sudanco in Panglumbaran Sribatu village, Susut, Bangli can be grouped based on the extant/forms (figurative and non-figurative), based on the bonggol bamboo size ( small, medium, and large), based on matra (dwi matra and tri matra) and based on the construction spend. keyword : bonggol bamboo, crafts, art
ANALISIS GAMBAR EKSPRESI BEBAS KARYA SISWA KELAS VII DALAM KEGIATAN MENGGAMBAR BEBAS DI SMP N 1 TAMPAKSIRING I Gede Dwitra N. Artista .; I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si. .; Drs.Agus Sudarmawan, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i1.8737

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan tema gambar ekspresi bebas hasil karya siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Tampaksiring dalam kegiatan menggambar dan (2) Mendeskripsikan elemen gambar ekspresi bebas hasil karya siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Tampaksiring dalam kegiatan menggambar. Penelitian ini menggunakan teknik cluster sampling pada saat kegiatan menggambar dengan cara mengajak anak menggambar bebas secara berkelompok sesuai kelasnya masing-masing. Sementara itu gambar-gambar hasil karya siswa akan dipilih secara acak dan dianalisis lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tema gambar dari masing-masing siswa, sangat beragam. Setiap tema yang ditampilkan siswa dalam hasil karyanya menunjukkan adanya indikasi kecenderungan pengaruh lingkungan siswa. Faktor-faktor seperti lingkungan tempat tinggal serta pekerjaan orang tua memberi pengaruh kuat bagi siswa dalam pemilihan tema gambar mereka. Seperti pula yang dipaparkan pada tahapan Pseudo Naturalistic Stage. (2) Berdasarkan hasil observasi terhadap gambar-gambar hasil karya siswa tersebut dapat dilihat bahwa objek yang ditampilkan pada bidang gambar siswa secara keseluruhan sangatlah beragam mulai dari pepohonan, persawahan, sungai, binatang, tokoh kartoon, sarana kebudayaan, serta karikatur. Sebagian besar garis yang dihasilkan siswa sangat tegas. Pewarnaan keseluruhan karya siswa menggunakan pensil warna dengan teknik arsiran. Penggunaan ruang yang dilakukan siswa, hampir sebagian besar tampak memenuhi bidang gambar. Kata Kunci : gambar ekspresi, pseudo Naturalistic Stage, wujud karya seni This study was aimed to (1) describe the theme of the image students in drawing free art expression at VII grade of SMP Negeri 1 Tampaksiring and (2) describe the image element students in drawing free art expression at VII grade of SMP Negeri 1 Tampaksiring. This study used cluster-sampling technique when drawing as a means to invite children to draw freely in groups within a class. While the images of students’ art will be further randomly selected and analyzed. The results showed that (1) the theme of the image of each student is very diverse. Each theme showed the students in their work, indicated a tendency to students ‘environmental influences. Environmental factors such as residence and parents’ profession strongly influenced the choice of theme for students in their image as also described in stages Pseudo Naturalistic Stage. (2) Based on the observation of images of students' art, it could be seen that the object shown in the image area students are extremely diverse in range, begin from trees, rice fields, rivers, animals, different cartoon characters, cultural facilities, as well as caricatures. Most of the result line students were very firm. Overall student work using colored pencils with shading techniques. The use of the student space, almost the majority seemed to fill the picture area. keyword : image expression, pseudo Naturalistic Stage, form of art
ANALISIS GAMBAR IMAJINATIF ANAK PADA KELOMPOK B DI TAMAN KANAK-KANAK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL SINGARAJA BULELENG BALI Fitri Ayu Nurjannatin .; Drs.Agus Sudarmawan, M.Si. .; I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i1.8738

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui bentuk visual gambar imajinatif karya anak kelompok B di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Bustanul Athfal Singaraja Buleleng Bali, (2) mengetahui tema gambar imajinatif karya anak kelompok B di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Bustanul Athfal Singaraja Buleleng Bali, (3) menafsirkan atau menganalisis ulang hasil bentuk dan tema gambar imajinatif karya anak kelompok B di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Bustanul Athfal Singaraja Buleleng Bali dikaji melalui teori Viktor Lowenfelt / W. Lambert Brittain dan kurikulum TK Aisyiah Bustanul Athfal. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data ialah observasi, wawancara, kepustakaan, dokumentasi, diskusi FGD (focus group discussion) dan life history. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) bentuk visual ditinjau dari gambar imajinatif melalui pendekatan inspiratif dan permisif hasil dari visualisasi inkblot (tetesan tinta) dan teknik lipat serta dikaji dari teori Viktor Lowenfelt / W. Lambert Brittain pada masa prabagan dari garis, warna dan bidang/ruang/komposisi. (2) tema gambar imajinatif anak dikaji dari kurikulum TK Aisyiah Bustanul Athfal terdiri dari (a) Lingkunganku, (b) Tanah Airku, dan (c) Ruang Angkasa. (3) menafsirkan atau menganalisis ulang hasil bentuk dan tema gambar imajinatif dikaji dari teori Oho Garha terdiri dari (a) gambar tipe visual, (b) gambar tipe haptik, dan (c) gambar tipe campuran. Kata Kunci : Gambar Imajinatif, Seni Rupa Anak, dan Tetesan Tinta This research aims to (1) know shape the visual image imaginative creation of children group B in Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal Singaraja Buleleng Bali, (2) know the theme of the picture the imaginative creation of children group B in Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal Buleleng Singaraja Bali, (3) interpret or analyze the results of the shape and theme pictures imaginative creation of children group B in Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal Buleleng Singaraja Bali studied through theory Viktor Lowenfelt / W. Lambert Brittain and curriculum Taman Kanak-kanak Aisyiah Bustanul . Type a descriptive qualitative research. Data collection technique is observation, interview, literature, documentation, discussion FGD (focus group discussion) and life-history. The results showed that (1) the shape of visual images in terms of inspiring and imaginative approach permissive result of visualization inkblot (ink droplets) and folding technique and studied from theory Viktor Lowenfelt / W. Lambert Brittain during prabagan terms of line, color and field or space or composition. (2) theme imaginative images of children studied from curriculum Taman Kanak-kanak Aisyiah Bustanul Athfal consisting of (a) My environment, (b) My fatherland, and (c) Outer space. (3) interpret or analyze the results of shapes and themes imaginative picture studied through theory Oho Garha including: (a) the type of visual image, (b) the type of haptic image, and (c) mixed-type image.keyword : image imaginative, visual art for play group, inkblot
PROSES KREATIF MOHAMMAD UBAITUL QOMAR, SENIMAN KALIGRAFI TABANAN Nurur Rahman .; Drs.Jajang S,M.Sn .; Drs.Agus Sudarmawan, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i1.8740

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) biografi Mohammad Ubaitul Qomar, seniman kaligrafi Tabanan; (2) dari mana datangnya sumber gagasan dan konsep seni kaligrafi Mohammad Ubaitul Qomar; dan (3) bagaimana perwujudan konsep dan perwujudan gagasan kaligrafi Muhammad Ubaitul Qamar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, pendokumentasian, dan life history. Sasaran dalam penelitian ini adalah Mohammad Ubaitul Qomar. Data dianalisis menggunakan open coding, axial coding, dan selective coding. Hasil temuan dari penelitian ini yaitu (1) Mohammad Ubaitul Qomar terlahir 21 tahun silam, tepatnya pada tanggal 14 Juni 1994 di Desa Pupuan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan. Sejak di bangku sekolah dasar Ubai sudah mengenal kaligrafi kemudian mendalami kaligrafi di Sukabumi, Jawa Barat, tepatnya di LEMKA (Lembaga Kaligrafi Alquran). Beberapa kali ikut MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran) dan memperoleh beberapa penghargaan dalam bidang kaligrafi Arab; (2) konsep dalam penggubahan kaligrafinya banyak datang dari lingkungan sekitar baik itu dari sumber daya manusia maupun dari sumber daya alam. Ide juga berasal dari pemesan yang mengajukan gagasannya kepada Ubai untuk direalisasikan atau negosiasi dan kesepakatan diantara kedua belah pihak. Konsep yang digunakan yaitu bentuk-bentuk geometris, alam, arsitektur (bentuk bangunan), abstraksi, luar angkasa, dan mushaf Alquran; (3) Alat dan bahan yang digunakan adalah pensil, penghapus, spidol, penggaris, gunting, cutter, jangka, pena, kuas, ember, alas, kertas, triplek dinding, kanvas, tinta, cat, dan pigmen. Tahapan dalam proses penggubahan kaligrafinya yaitu proses sketsa, pembuatan mal, pengaplikasian mal, pewarnaan pola dasar, pemberian motif hias, penulisan ayat, dan finishing. Jenis khat yang digunakan adalah khat naskhi, tsulutsi, farisi, diwani, diwani jali, riq’ih, dan kufi. Jenis iluminasi yang digunakan adalah motif arabes, motif bunga dan ranting, motif tali dan rantai, serta motif geometris. Jenis kaligrafi yang digubah adalah kaligrafi naskah, hiasan mushaf, dekorasi, dan kontemporer.Kata Kunci : proses kreatif, seniman, kaligrafi arab This study aimed to describe (1) the biography of Mohammad Ubaitul Qomar, Tabanan calligraphy artists; (2) where the ideas and the art concept of calligraphy of Mohamad Ubatul Qomar come from, and (3) how the embodiment of the concept and idea calligraphy of Muhammad Qamar Ubaitul are. This research is a qualitative descriptive study. The data were obtained by doing observation, interview, documentation, and life history. The target of this research is Mohammad Ubaitul Qomar. The data were analyzed by using open coding, axial coding, and selective coding. The findings of this study are (1) Mohammad Ubaitul Qomar who was born 21 years ago, precisely on June 14, 1994 in Pupuan village, the district of Pupuan, Tabanan. Ubai has been familiar with calligraphy since studied in elementary school, then he studied calligraphy in Sukabumi, West Java, precisely in LEMKA (Qur'an Calligraphy Institute). He had participated in MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran) for several time and earned several awards in the field of Arabic calligraphy; (2) the concepts in the composition of calligraphic come a lot from the surrounding environment both from human resources and natural resources. The idea also comes from subscribers who proposed the idea to Ubai to be realized or negotiated and also the agreement between the two parties. The concept used are the geometric forms, nature, architecture (houses), abstraction, aerospace, and Qur'an Manuscripts; (3) Tools and materials used are pencils, erasers, markers, rulers, scissors, cutter, compass, pens, brushes, buckets, mats, paper, plywood walls, canvas, ink, paint and pigment. The stages in the process of composing calligraphic are the processes of sketching, mal manufacturing, mal application, archetype staining, giving decorative motif, writing verse, and finishing. The types khat used are khat naskhi, tsulutsi, farisi, diwani, diwani jali, riq'ih, and kufi. Meanwhile, the types of illumination used are arabes motifs, florals and twigs, rope and chain motifs and geometric motifs. Thus, Types of calligraphy composed are calligraphy script, ornate Manuscripts, décor, and contemporary.keyword : creative process, the artist, arabic alligraphy
KARYA SENI DARI BAHAN LOGAM BEKAS DI ALAN AND DINAH ART SERIRIT, SINGARAJA I Gede Yogi Saputra .; I Nyoman Rediasa, S.Sn., M.Si .; Drs.Agus Sudarmawan, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 7 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v7i1.9623

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan karya seni dari bahan logam bekas di Alan and Dinah Art Seririt, Singaraja; (2) proses pembuatan karya seni dari bahan logam bekas di Alan and Dinah Art Seririt, Singaraja; (3) jenis-jenis produk yang dihasilkan dari karya seni dari bahan logam bekas di Alan and Dinah Art Seririt, Singaraja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Alan and Dinah Art sedangkan objek penelitian ini adalah karya seni yang dihasilkan dari logam bekas. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara dengan menggunakan analisis domain, taksonomi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) alat yang digunakan meliputi tang, palu, mesin gerinda, besi tabung, meja las, pacal, gunting tuas, nampan kayu, las listrik, mal, obeng,dan kuas. Adapun bahan yang digunakan adalah logam bekas berupa drum, tabung Freon, rantai motor, laher, bulatan besi, gir, besi beton, kaleng bekas dan besi hollow. (2) proses pembuatan karya seni dari bahan logam bekas adalah pembuatan desain, pemilihan bahan, proses pembuatan sket atau mal, proses pemotongan bahan, proses pembentukan bahan, proses perakitan bahan, dan proses finishing. (3) jenis-jenis produk yang dihasilkan meliputi karya seni yang berbentuk kucing, anjing, ayam, kuda, keledai, burung, babi, kelinci, tikus, ikan, kerbau, kambing, orang-orangan sawah, cermin, jam, tempat surat, papan nama, robot anjing, huruf dan angka, kursi, robot, meja, lampu hias, tikus meneropong, tikus memancing, dan kelinci sedang bermain golf. Kata Kunci : Karya Seni Berbahan Logam Bekas The aims of this study is to know: (1) the tools and materials that is used to made the artwork made from secondhand of metal at Alan and Dinah Art Seririt, Singaraja; (2) the process of making the artwork made by secondhand of metal at Alan and Dinah Art Seririt, Singaraja; (3) the kinds of product that are produced at Alan and Dinah Art Seririt, Singaraja. This study was descriptive study with qualitative approach. The subject of this study was Alan and Dinah Art Seririt, Singaraja and the object was the artwork produced. The data of the study were collected through observation, interview, domain analysis, taxonomy analysis, and documents analysis. The result of the study showed that (1) the tools that is used namely plier, hammer, grinding machine, iron tubes, welding table, pacal, scissors lever, wooden tray, welding electric, mal, screwdriver, and brush. As for the material that is used is a metal in the form of drums, Freon tube, motorcycle chain, bearing, metal sphere, gear, concrete metal, tin and hollow metal. (2) the process of making the artwork made from secondhand of metal namely making the design, choosing the materials, making a sketch or mal, cutting the materials which has been sketched, forming the materials, assembling the materials, and last finishing. (3) the kinds of products that is produce namely the artwork in the form of cat, dog, hen, horse, donkey, bird, pig, rabbit, rat, fish, buffalo, scarecrow, mirror, clock, pigeonhole, nameplate/signboard, robot of dog, font and number, chair, robot, table, decorated lamp, telescoped mouse, fishing rat, and golfed rabbit. keyword : Art Works Which is Made Of Scrap Metal
BATIK SASAMBO DI DESA REMBITAN, PUJUT, LOMBOK TENGAH Amalia Ika Safitri .; Drs.Agus Sudarmawan, M.Si. .; Dr.Drs.I Ketut Sudita, M.Si .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 7 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v7i1.11399

Abstract

Batik Sasambo adalah batik khas provinsi NTB. Nama Sasambo diambil dari tiga etnis yang mendiami provinsi NTB yaitu Sasak di Lombok, Samawa di Sumbawa, dan Mbojo di Bima. Motif batik Sasambo berkaitan dengan budaya lokal khas NTB. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan (1) sejarah keberadaan batik Sasambo di Desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah, (2) motif batik sasambo di Desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah, (3) makna yang terdapat dalam batik sasambo di Desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah. Rancangan penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan samplenya adalah pengrajin batik Sasambo di Desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah dengan teknik (1) observasi untuk mengamati langsung keberadaan dan motif batik Sasambo, (2) wawancara untuk menggali informasi mengenai sejarah keberadaan, motif batik dan makna motif batik Sasambo, (3) dokumentasi untuk pengambilan gambar macam motif batik Sasambo dan juga hal-hal yang dianggap penting. Hasil penelitian ini adalah (1) Sejarah batik Sasambo berakar dari batik Jawa yang sudah berkembang sebelumnya di Lombok. (2) motif batik Sasambo terdiri dari motif pokok, motif pelengkap, motif isen-isen dan motif pinggiran. (3) makna yang terdapat dalam batik Sasambo sebagian besar ditunjukkan atau digambarkan nilai-nilai dan harapan-harapan masyarakat NTB terkait dengan kehidupan diantaranya berisi nilai-nilai persatuan, kerukunan, kemakmuran, keamanan dari bencana, sumber rejeki, perdamaian dan perlindungan. Saran untuk penelitian ini diharapkan meneliti batik Sasambo di Desa lain dari segi alat dan bahan serta proses pembuatan batik Sasambo, karena masih banyak hal yang belum bisa dikaji pada penelitian ini, dan perlu diadakan penelitian lebih lanjut. Kata Kunci : Lombok, batik, motif hias Sasambo batik is batik design provincial West Nusa Tenggara. Sasambo name is taken from the three ethnic inhabiting provincial West Nusa Tenggara namely Sasak in Lombok , Samawa in Sumbawa , and Mbojo in Bima. A batik sasambo pertaining to local culture typical West Nusa Tenggara. This research aimed to describe (1) the history about the existence of Sasambo batik at Rembitan village, Pujut, Central Lombok, (2) the motif of Sasambo batik at Rembitan village, Pujut, Central Lombok, and (3) the meaning conveyed in Sasambo batik at Rembitan village, Pujut, Central Lombok. Draft this research using qualitative sample descriptive with whom are craftsman batik Sasambo in the Rembitan village, Pujut , Central Lombok to technique ( 1 ) observation to observe live presence and a batik sasambo, ( 2 ) interview to obtain information on the history of existence , a batik and meaning a batik sasambo, ( 3 ) documentation for simulcast kinds of a batik sasambo and also things that are considered important. The result of the research showed that (1) the history of Sasambo batik sourced from Javanese batik improved earlier in lombok, (2) The motifs of Sasambo batik consisted of some main motifs, complementary motifs, isen-isen motifs, and marginal motifs, (3) the meaning conveyed in Sasambo batiks at Rembitan village, Pujut, Central Lombok mostly showed and described the values and wishes of the citizens in West Nusa Tenggara relating to life, such as the value of unity, harmony, prosperity, safety from disaster, fortune resource, peace, and security. This was in accordance with the characteristics of agrarian and coastal community who were communal to live their cultural life. keyword : Lombok, batik, decorative Motifs
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEKNIK LEMMILL PADA EKSTRAKURIKULER KALIGRAFI DI MIN SINGARAJA Babat Nufus T s .; Drs.Jajang S,M.Sn .; Drs.Agus Sudarmawan, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 7 No. 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v7i3.11449

Abstract

Penelitian ini penelitian deskritif kualitatif, bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran ekstrakurikuler kaligrafi di MIN Singaraja. Data dikumpulkan menggunakan teknik pendokumentasian untuk memperoleh hasil yang akan di deskripsikan, teknik wawancara untuk mendapatkan data tentang pendapat guru terkait dengan proses pembelajaran Teknik Lemmill pada ekstrakurikuler kaligrafi di MIN Singaraja. Hasil penelitian tentang pelaksaanaan ekstrakurikuler kaligrafi di MIN Singaraja disusun dalam pola kegiatan sebagai berikut: 1). (a) peneliti menyiapkan alat dan bahan yang akan diberikan kepada guru pembina, sebagai bahan tugas pembelajaran teknik lemmill (b) guru menyiapkan kelas (c) mencatat atau mengisi daftar hadir anak-anak yang mengikuti pembelajaran kaligrafi teknik lemmill sekaligus pemberian media berupa tripleks dan contoh kaligrafi, (d) guru menjelaskan langkah-langkah pembuatan dan pengenalan contoh kaligrafi yang menggunakan teknik lemmill, (f) pembelajaran pemembuatan sket kaligrafi, (g) membuat adonan, menyiapkan bahan pewarna, dan menyiapkan adonan jadi kedalam plastik piping bag atas bimbingan dan pengawasan guru pembiming (h) membuat kaligrafi teknik lemmill, (i) pembersihan alat-alat, (j) efaluasi yang dilakukan oleh guru. Melalui proses tersebut akan tercipta sebuah pembelajaran skill dan inovasi kepada anak-anak. 2). Dari data hasil wawancara dengan pengajar didapatkan pernyataan bahwa pembelajaran ekstrakurikuler kaligrafi berbasis teknik lemmill ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kedepannya dan diharapkan siswa akan lebih berkreatifitas lebih lagi dan bagi guru pembina sebagai bahan acuan serta sebagai alternative dalam melakukan proses belajar mengajar khususnya seni kaligrafi, dan mendapatkan inovasi baru dalam berkarya, selain itu pada proses pembelajaran anak-anak yang mengikuti pembelajran teknik lemmill ini sangat berantusias dalam mengikuti pembelajaran dikarenakan dalam pelaksanaanya lebih kepada bermain sambil belajar. Kata Kunci : pelaksanaan pembelajaran, kaligrafi teknik lemmill This research is descriptive qualitative research, aimed to describe the implementation of extracurricular learning of calligraphy in MIN Singaraja. Data collected using documentation techniques to obtain the results to be described, interview techniques to obtain data about teacher opinions related to the process of learning Lemmill Technique on extracurricular calligraphy in MIN Singaraja. Results of research on the implementation of extracurricular calligraphy in MIN Singaraja are arranged in the following activity patterns: 1). (A) the researcher prepares the tools and materials that will be given to the teacher of the builder, as the material for the teaching of lemmill technique (b) the teacher prepares the class (c) records or fills the attendance list of children who follow the calligraphy learning of lemmill technique as well as the giving of plywood and (D) the teacher explains the steps of making and introducing examples of calligraphy using lemmill techniques, (f) learning of calligraphy sketches, (g) making dough, preparing dyes, and preparing the dough into plastic piping bag for guidance and Tutor teacher supervision (h) make calligraphy lemmill techniques, (i) cleaning tools, (j) the teacher's evaluations. Through the process will create a learning skill and innovation to children. 2). From the data of interviews with teachers, it was found that the extracurricular apocalypse learning based on lemmill technique is very beneficial for the future children and it is expected that the students will be more creative and more for the guidance teacher as reference material and as an alternative in doing the teaching learning process especially the art of calligraphy, And get a new innovation in the work, in addition to the learning process of children who follow learning lemmill technique is very enthusiastic in following the learning because in the implementation more to play while learning. keyword : learning implementation, calligraphy of lemmill technique
PEMBUATAN PEWARNA ALAMI UNTUK ALTERNATIF PEWARNA BERBASIS AIR I Ketut Dedi Susiawan .; Drs.Agus Sudarmawan, M.Si. .; I Nyoman Rediasa, S.Sn., M.Si .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 7 No. 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v7i3.11483

Abstract

Pembuatan pewarna alami untuk alternatif pewarna berbasis air merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui (1) bahan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami untuk alternatif pewarna berbasis air (2) alat yang digunakan dalam pembuatan pewarna alami untuk alternatif pewarna berbasis air (3) proses pembuatan pewarna alami untuk alternatif pewarna berbasis air (4) warna yang dihasilkan dari pewarna alami untuk altenatif pewarna berbasis air pada media kertas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, pembuatan pewarna alami, dan uji pewarna alami pada media kertas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) bahan alami yang digunakan adalah warna merah dari kembang kertas, warna biru dari bunga telang, warna kuning dari kunyit, warna hijau dari daun suji dan daun katuk, warna cokelat dari buah tinta dan biji kluwak, warna hitam dari arang (2) alat dan bahan yang digunakan adalah cobek dan ulekan, mangkok, saringan, pisau (3) proses pembuatan pewarna alami dengan proses ekstraksi melalui dua tahap yaitu penghalusan bahan dan penyaringan (4) hasil pewarna alami yang diterapkan pada media kertas yaitu bunga kertas menghasilkan warna merah muda, bunga telang menghasilkan warna biru muda, kunyit menghasilkan warna kuning oranye sampai kuning kecokelatan, daun suji menghasikan warna hijau muda, daun katuk menghasilkan warna hijau cerah sampai hijau tua, biji kluwak menghasilkan warna coklat tua, buah tinta menghasilkan warna cokelat tua, arang menghasilkan warna hitam pekat. Kata Kunci : pewarna alami, alternatif pewarna berbasis air The made of natural dyes for alternative dyes on water-based was a research experiment, which aimed at knowing (1) material of nature that could be used as a natural dye to alternative of a water-based, (2) the tool used in the manufacture of natural dyes for alternative of a water-based, (3) the process of making natural dyes for alternative of a water-based, and (4) the color produced from natural dyes for alternatives of a water-based on the media. The research was a descriptive qualitative research. The accumulations data were done by using observation, the creation of a natural dye, and a natural dye on the media. This research result indicated that (1) natural materials used were the red colors of the development of the paper, the blue color of Telang, the yellow color of turmeric, green color from the leaves of Suji. and leaf of Katuk, the brown color of the ink and seeds of Kluwak, black from charcoal, (2) the tools and materials used were mortar and see "ulekan", bowl, sieve, (3) the process of making natural dyes with extraction process through two stages, namely, refining materials and the screening and (4) the results of a natural dye were applied to the media of Bougenvilleproduced the color of pink, Telang produced a navy blue, turmeric produced orange yellow to amber, Suji leaf produced color of green, leaf of Katuk produced green light to dark green vegetables, seeds of Kluwak produced a dark brown color, fruit of ink produced the color of dark brown, charcoal produced the color black.keyword : natural dyes, alternative color.
SISTEM PENURUNAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PRASI I GUSTI BAGUS SUDIASTA DARI DESA BUNGKULAN BULELENG Dewa Agung Mandala Utama .; Drs.Agus Sudarmawan, M.Si. .; Dr. Drs. I Ketut Supir, M.Hum. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 7 No. 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v7i3.13381

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) proses penurunan pengetahuan prasi I Gusti Bagus Sudiasta dan (2) proses penurunan keterampilan prasi I Gusti Bagus Sudiasta. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu I Gusti Bagus Sudiasta dari Desa Bungkulan Buleleng. Objek penelitian ini yaitu penurunan pengetahuan dan keterampilan prasi yang diturunkan kepada Nengah Sukadana, Ketut Suastawa dan Ayu Puspa Dewi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa proses penurunan pengetahuan dan keterampilan oleh I Gusti Bagus Sudiasta menerapkan pendidikan non formal dengan cara pendekatan individual menggunakan sistem aprentisip/cantrik dan pewarisan. Sistem aprentisip/cantrik dilaksanakan di Gedong Kirtya dan sistem pewarisan terlaksana di rumah I Gusti Bagus Sudiasta kepada anaknya, yaitu I Gusti Bagus Kusuma Mahendra dan Gusti Ayu Sri Wedayani. Proses penurunan pengetahuan prasi dimulai dari proses pemahaman bentuk atribut sesuai karakteristik dari masing-masing tokoh wayang dan pengetahuan tentang tema, ide/gagasan yang digunakan sebagai panduan membuat narasi pewayangan. Proses penurunan keterampilan prasi diawali dari (1) proses pembuatan media toreh dengan daun rontal, (2) proses pengolahan buah kemiri sebagai bahan pewarna, dan (3) proses membuat prasi.Kata Kunci : keterampilan prasi, pengetahuan prasi, proses ABSTRACT This study aimed at describing (1) the process of prasi knowledge decrease, I Gusti Bagus Sudiasta and (2) the process of prasi skill decrease, I Gusti Bagus Sudiasta. The design of this study was descriptive qualitative. The subject of this study was I Gusti Bagus Sudiasta who is from Bungkulan Village, Buleleng. The objects of this study were prasi knowledge and skill decrease which have been generated to Nengah Sukadana, Ketut Suastawa, and Ayu Puspa Dewi. The methods of data collection were observation, interview, and documentation. The result of this study represents the process of knowledge and skill decrease by I Gusti Bagus Sudiasta implements non formal education with individual approach using aprentisip/cantrik system and inheritance conducted in I Gusti Bagus Sudiasta’s house to his children, I Gusti Bagus Kusuma Mahendra and Gusti Ayu Sri Wedayani. The process of prasi knowledge decrease is started from the process of comprehending the attribute form based on characteristic of each character in puppet and comprehension about theme and idea used as the guidance in order to make puppet narration. The process of prasi skill decrease is started from (1) the process of creating media, toreh, with rontal leaves, (2) the process of processing candlenut as dye substance, and (3) the process of creating prasi.keyword : prasi skill, prasi knowledge, process
PROSES PENGAJARAN GLASS CARVING DI SMK N 1 SUKASADA Made Wijana .; Drs.Agus Sudarmawan, M.Si. .; I Gusti Made Budiarta, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 8 No. 3 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v8i3.13388

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui bagaimana perencanaan pengajaran Glass Carving di SMK Negeri 1 Sukasada (2) mengetahui bagaimana proses pengajaran Glass Carving di SMK Negeri 1 Sukasada, (3) Apa saja jenis dan motif Galss Carving karya siswa SMK Negeri 1 Sukasada. Dalam penelitian ini, dapat dikumpulkan dengan menggunakan metode penelitian jenis deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan tahap- tahap; (1) Rancangan penelitian,(2) jenis penelitian,(3) lokasi penelitian,(4) Subjek Penelitian, (5) Instrumen Penelitian meliputi observasi, wawancara, dokumnetasi dan kepustakaan, (6) Pengumpulan Data yaitu: teknik observasi, teknik wawancara, teknik dokumentasi dan teknik kepustakaan,(7) Metode Analisis Data meliputi analisis domain, analisis taksonomi, (8) Menyusun Hasil Penelitian. Penelitian ini menghasilkan temuan, yakni : (1) mengetahui perencanaan pengajaran Glass Carving di SMK Negeri 1 Sukasada, yaitu administrasi mengajar yang paling utama yaitu silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), absensi siswa, media pembelajaran, sumber belajar baik berupa buku yang terkait dengan materi ajar Glass Carving, internet, dan jurnal, serta format penilaian siswa dalam menilai hasil kerja siswa dalam proses pembelajaran. (2) mengetahui proses pengajaran Glass Carving di SMK Negeri 1 Sukasada, yaitu Dalam proses pengajaran Glass Carving di SMK Negeri 1 Sukasada dapat dibagi menjadi tiga tahapan yaitu tahap kegiatan awal dalam pembelajaran yang kegiatannya meliputi : meliputi pelaksanaan apersepsi, motivasi, penyampaian tujuan pembelajaran. Kegiatan inti pembelajaran terdiri atas Proses Pembuatan Glass Carving dan Sand Blasting meliputi : Pengenalan Alat dan Bahan serta fungsinya; proses pembuatan Glass Carving dan Sand Blasting; tahap pinising/pewarnaan. Kegiatan terakhir dalam proses pengajaran ialah tahap penutupan pembelajaran .(3) mengetahui apa saja jenis dan motif Galss Carving karya siswa SMK Negeri 1 Sukasada adalah motif yang dipilih ialah motif flora yang kebanyakan merupakan bunga-bunga seperti bunga angrek, mawar, kamboja, dan bunga-bunga lain yang dianggap memiliki nilai keindahan. Kata Kunci : Pengajaran, Glass Carving, Sand Blasting. This study aims to (1) know how the planning of Glass Carving teaching at SMK Negeri 1 Sukasada (2) know how the teaching process of Glass Carving in SMK Negeri 1 Sukasada, (3) What are the types and motives of Galss Carving by students of SMK Negeri 1 Sukasada. In this study, it can be collected using descriptive research method with qualitative approach with stages; (1) Research design, (2) research type, (3) research location, (4) Research subject, (5) Research Instrument include observation, interview, documentation and bibliography, (6) Data collection that is: observation technique, , documentation techniques and literature techniques, (7) Data Analysis Methods include domain analysis, taxonomic analysis, (8) Prepare Research Results. This research resulted the findings: (1) knowing Glass Carving teaching planning at SMK Negeri 1 Sukasada, that is the most important teaching administration syllabus, learning implementation plan (RPP), student attendance, learning media, learning resource either in the form of related book with Glass Carving teaching materials, the internet, and journals, as well as student assessment formats in assessing student work in the learning process. (2) to know the teaching process of Glass Carving at SMK Negeri 1 Sukasada, that is In the process of teaching Glass Carving at SMK Negeri 1 Sukasada can be divided into three stages: the first activity phase in learning activities covering the implementation of apperception, motivation, delivery of learning objectives. The core learning activities consist of the Glass Carving and Sand Blasting Processes include: Introduction to Tools and Materials and their functions; the process of making Glass Carving and Sand Blasting; stage pinising / staining. The last activity in the teaching process is the closing stages of learning (3) knowing what kind of Galss Carving motifs and works by students of SMK Negeri 1 Sukasada is the motive chosen is the floral motif mostly of flowers like angrek, rose, frangipani and flower - other flowers that are considered to have a beauty value.keyword : Teaching, Glass Carving, Sand Blasting.
Co-Authors ., Amalia Ika Safitri ., Babat Nufus T s ., Dewa Agung Mandala Utama ., Fitri Ayu Nurjannatin ., I B SHINDU PRASETYA ., I Gede Dwitra N. Artista ., I Gede Yogi Saputra ., I Kadek Budiana ., I Kadek Susila Priangga ., I Ketut Dedi Susiawan ., I Made Edy Suastawa ., I Putu Agus Santika Putra ., I Wayan Sudiarta, S.Pd., M.Si. ., Indrianti Amilda Pratami ., Kadek Edy Satriawan ., Ketut Widiastra ., Lailatul Choiriyah ., Made Wijana ., Nurur Rahman ., Ririn Gusmawarni ., Salma Putri Nur r Alimudin . Alimudin ., Alimudin Amalia Ika Safitri . Arry Komang Gede Bhaskara . Babat Nufus T s . Dewa Agung Mandala Utama . Dewi, Ni Wayan Erica Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn. . Drs.Jajang S,M.Sn . Drs.Mursal . Fira Sartika Putri Fitri Ayu Nurjannatin . Galih Efendi . Galih Efendi ., Galih Efendi Gede Eka Harsana Koriawan Gede Nuarsana . I B SHINDU PRASETYA . I Gede Antara . I Gede Astra Wesnawa I Gede Dwitra N. Artista . I Gede Suardika I Gede Yogi Saputra . I Gusti Made Budiarta I Gusti Made Budiarta I Kadek Budiana . I Kadek Susila Priangga . I Ketut Dedi Susiawan . I Ketut Sudita I Ketut Supir I Komang Suardana Karang . I Made Edy Suastawa . I Made Rosis Ariwangsa . I Made Rosis Ariwangsa ., I Made Rosis Ariwangsa I Nyoman Rediasa, S.Sn., M.Si . I Nyoman Sudiarka . I Putu Agus Santika Putra . I Wayan Sudiarta Ida Bagus Made Pandit Parastu . Indrianti Amilda Pratami . Janu Budi Utama, Putu Tri Kadek Edy Satriawan . Ketut Widiastra . Lailatul Choiriyah . Langen Bronto Sutrisno Luh Suartini . M.Si ., I Nyoman Rediasa, S.Sn., M.Si Made Sudiksa . Made Sudiksa ., Made Sudiksa Made Wijana Muhammad Farhan Nugraha Nabilatul Warda Ni Luh Gede Erni Sulindawati Ni Nyoman Sri Witari Ni Putu Indri Kusumasari . Ni Wayan Erica Dewi Norman Efendi . Nurur Rahman . Pande Made Ari Sugitha . Perianto, Perianto Putri, Yuliana Khairi Putu Eka Juniarta . Putu Indra Christiawan Rai Sujanem Rediasa, I Nyoman Ririn Gusmawarni . Rochman Kifrizyah . Salma Putri Nur r . Sari, Desi Nurul Komala Sudiarsana, I Gusti Ngurah Alit UNDIKSHA . Yeni Yuanda Putri . yudiantara, kadek mega Yulia Nurul Fatih