Claim Missing Document
Check
Articles

BATIK SITUBONDO DI DESA SELOWOGO KECAMATAN BUNGATAN KABUPATEN SITUBONDO Rochman Kifrizyah .; Drs.Agus Sudarmawan, M.Si. .; Ni Nyoman Sri Witari, S.Sn. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 5 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v5i1.4714

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) alat dan bahan apa saja yang digunakan dalam proses pembuatan batik Situbondo, (2) bagaimana proses pembuatan batik Situbondo (3)ragam motif yang dihasilkan batik Situbondo, (4) makna simbolik yang ada pada motif batik Situbondo di Desa Selowogo Kecamatan Bungatan Kabupaten Situbondo. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah pengrajin batik Situbondo di Desa Selowogo Kecamatan Bungatan Kabupaten Situbondo. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, pendokumentasian dan kepustakaan. Penelitian kualitatif ini menggunakan Purposive Sampling yang khusus bertujuan untuk meneliti sampel yang memiliki filosofi motif dan makna simbolik pada motif batik Situbondo di Desa Selowogo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Alat dan bahan yang dipakai untuk membuat batik antara lain: canting, kuas, wajan, kompor, kuas, tong, bak besar, dan bahan yang digunakan ialah kain katun, malam, remazol, napthol, water glass dan soda abu; (2) Proses pembuatan batik tulis, meliputi proses pengetelan mori, mendesain motif di kain, proses pencantingan dalam membuat motif, dan proses pewarnaan, penjemuran, penyucian dengan water glass, dan pelorodan; (3) Ragam motif batik Situbondo di Desa Selowogo Kecamatan Bungatan Kabupaten Situbondo diberi nama motif batik Tale Percing, Kerang Gempel, Lerkeleran, Kerang Bertopeng, Malate Sato’or, Baluran Menunggu, Sonar Bulen, Sonar Are, Jaring Samudra, Gelang Bahari; (4) Makna filosofi dari ragam motif batik Situbondo di Desa Selowogo, Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo , sebagian besar mengajarkan tentang tata/norma kehidupan masyarakat Situbondo yang berada di daerah pesisir timur pulau Jawa yang sebagian besar penduduknya bekerja sebagai nelayan dan petani.Kata Kunci : batik Situbondo, ragam motif, makna filosofi The objectives of this research are to find out: 1) the equipment and materials that needed of making Batik Situbondo, 2) the psocess of making Situbondo batik, 3) the motifs of Batik Situbondo which are produced, 4) implicit meaning of each Batik Situbondo’s motif in Selowogo village, Bungatan district, Situbondo Regency. The design of this research is descriptive qualitative research. The subjects of this research are the craftsmen of Batik Situbondo in Selowogo village, Bungatan district, Situbondo Regency. The instruments that used in this research are observation sheet, interview guide, and documentation .This qualitative reserch use purposive sampling, specifically aimed to philosophy of batik itself and the meaning behind the Situbondo batik’s motif. The result of this research showed that 1) the equipment and materials that needed in making Batik Situbondo are canting, brush, wok, stove, chair, barrel, large container, and the materials needed are cotton, malam, remazol, napthol, water glass, soda ash; 2) The process of making batik includes the process of pengetelan mori, motif on the cloth, process of pencantingan in making the motif, and process of coloration, sunbathing, washing using water glass, and pelorodan; 3) Types of the motif of Batik Situbondo in Selowogo village, Bungatan district, Situbondo Regency, given the name Tale Percing, Kerang Gempel, Lerkeleran, Kerang Bertopeng, Malate Sato’or, BaluranMenunggu, Sonar Bulen, Sonar Are, Jaring Samudra, Gelang bahari; 4) the philosophical meaning of the motif of Batik Situbondo in Selowogo village, Bungatan district, Situbondo Regency is almost related to the the life of Situbondo’s people who live in left littoral of Java islandin which the occupation of almost of the people as fisherman and farmer.keyword : batik Situbondo, motifs, philosophical meaning
Proses Kreatif Pematung Jero Mangku Jinggo I Nyoman Sudiarka .; I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si. .; Drs.Agus Sudarmawan, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 5 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v5i1.4716

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: riwayat berkesenian Jero Mangku Jinggo; (2) sumber inspirasi Jero Mangku Jinggo; (3) perwujudan karya Jero Mangku Jinggo. Subjek dalam penelitian ini adalah pematung Jero Mangku Jinggo. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, purposive sampling, wawancara, cross check, dokumentasi dan kepustakaan. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) riwayat berkesenian Jero Mangku Jinggo dimulai dari pekerjaannya sebagai penjual barang antik. Dari sana dia mendapat tawaran dari temannya untuk membuat belong yang diukir, kemudian membuat patung dari batu cadas hitam. Sehingga Mangku Jinggo semakin asik berkarya menghasilkan banyak patung dengan berbagai figur yang begitu polos, unik, dan mencirikan sebagai seniman alam (autodidak) yang dikenal banyak pecinta seni. (2) sumber inspirasi Jero Mangku Jinggo dalam berkarya berasal dari faktor alam, sosial-budaya yang telah terekan dalam memori pikirannya, dan muncul ketika melihat batu yang memiliki figur mirip seperti yang terbayang dalam pikirannya. Dia tidak membuat patung dengan corak yang diterapkan para pematung pada umumnya, namun tetap konsisten pada corak yang telah dikembangkan, yaitu corak patung yang kecenderungannya meminjam visual patung primitif dan naif. (3) perwujudan karya Jero Mangku Jinggo banyak mengambil objek dari isi alam, yaitu manusia, hewan, tumbuhan, dan tokoh lain seperti Detya, Kala, Celuluk, dan sebagainya. Objek-objek itu diwujudkan pada batu cadas hitam dengan piranti tradisional yang begitu sederhana.Kata Kunci : proses kreatif, pematung, Jero Mangku Jinggo This study attempts to know: (1) the acts of art Jero Mangku Jinggo; (2) a source of inspiration Jero Mangku Jinggo; (3) embodiment of the work of Jero Mangku Jingo. The subject in this research was sculptor Jero Mangku Jinggo. Data collection method used in this research is a method of observation, purposive sampling, interview, cross check, documentation and literature. Data analyzed by using a technique descriptive with a qualitative approach. The results showed that: (1 of the acts of art Jero Mangku Jinggo started from his job as antique dealers, there he got an offer to make dimples carved from his friend, then make a statue of stone andesite. So that Jero Mangku Jinggo increasingly enjoy work produces a lot of the statue with various figure who so innocent, unique and characterizing as artists nature (autodidak). (2) a source of inspiration for Jero Mangku Jinggo in the work derived from natural factors, sociocultural terekan has been in the memory of his mind, and inspired by a visual form material. He was not to imitate pattern applied sculptor in general, but remain consistent with her style, namely pattern that tends to imitate visual a statue of a primitive and naïve. (3) embodiment of the work of Jero Mangku Jinggo many take the object of in the, and there is a tendency thought background different to achieve the objects in the andesit stones with traditional the manually. There is a tendency thought background of the aspects which refers to the efforts the fulfillment of functional, containing highly personal narrative of the imagination, to display and realistic references the forms, references the visual elements of public sculpture to prevail, the tendency of responding to an early form of material.keyword : the creative process, a sculptor, Jero Mangku Jinggo
TEKNIK PEMBUATAN UKIRAN PADMASANA YANG MENGGUNAKAN PASIR MELELA DI DESA KEROBOKAN KABUPATEN BULELENG BALI I Komang Suardana Karang .; Drs.I Ketut Sudita, M.Si .; Drs.Agus Sudarmawan, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 5 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v5i1.4717

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) sejarah ukiran padmasana, (2) alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan ukiran padmasana, (3) teknik pembuatan ukiran padmasana, (4) dan bagaimana bentuk dan motif yang dihasilkan dalam ukiran padmasana di Desa Kerobokan Kabupaten Buleleng Bali. Subjek penelitian adalah Bapak Nyoman Sometirta pemilik UD. Sumber Tirta Merta. Manfaat penelitian ini yaitu untuk (1) penulis, (2) masyarakat luas, (3) dan untuk lembaga Universitas Pendidikan Ganesha. Data penelitian tentang teknik ukiran padmasana dikumpulkan menggunakan instrumen berupa lembar instrumen observasi, instrumen wawancara dan instrumen dokumentasi. Data yang telah dikumpulkan dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif dengan menggunakan analisis domain dan analisis taksonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) sejarah ukiran padmasana menurut Lontar “Dwijendra Tattwa”, palinggih berbentuk Padmasana dikembangkan oleh Danghyang Dwijendra, atau nama (bhiseka) lain beliau. (2) bahan dan alat yang digunakan dalam pembuatan ukiran padmasana meliputi: pasir melela, semen, air, sedangkan alat meliputi: cetakan dari batu bata merah, waterpass, siku-siku, penggaris kayu, meteran, kuas, pangot, centong ukuran sedang, centong ukuran besar.. (3) teknik. Pembuatan ukiran padmasana melalui beberapa tahapan: proses pencarian pasir melela, pengolahan pasir melela, proses penyampuran pasir melela dengan semen, proses penuangan, proses perataan, proses penorehan (pengukiran). (4) bentuk dan motif yang dihasilkan dalam ukiran padmasana di Desa Kerobokan Kabupaten Buleleng Bali meliputi: motif karang gajah, karang goak (manuk), batun timun, dan mas-masan. Sedangkan bentuk yang dihasilkan meliputi: padmasana, patung ganesha, patung dewi saraswati, dan palinggih jero gede. Kata Kunci : padmasana, ukiran,pasir melela The purpose of this Research are (1) The History of “Ukiran Padmasana”, (2) The Material that used on “Ukiran Padmasana”, (3) The techniques of how to build “Ukiran Padmasana”, (4) and How forms and motifs that produces In “Ukiran Padmasana” In Kerobokan Village on Buleleng Regency Province Bali. The subject of this Research is Mr. Nyoman Sometirta as the owner of UD. Sumber Tirta Merta. The benefit of this Research are (1) The writen, (2) The citizens, (3) and also to Ganesha University of Education. The Data of this Research is about the techniques of “Ukiran Padmasana” is collected using the instruments in the Form of sheets of observation Instruments, Interview Instruments, and Documentation Instruments. The data that has been collectedm will be analyzed using Descriptive Kualitatif techniques with Using Domain analyzed and Taksonomi analyzed. The Result of this Research show that (1) The history of “Ukiran Padmasana” according to “Dwijendra Tattwa”, “Palinggih” shaped “Padmasana” is developed by “Danghyang Dwijendra”, and (Bhiseka) Is the another name of Danghyang Dwijendra. (2) The material that used that used to build “Ukiran Padmasana” are: Melela sand, Cement, Water, and the tool are: The mold of Red brick, Wood Ruller, Gauge, Brush, “Pangot”, “Centong ukuran sedang”, “Centong ukuran besar”. (3) “Ukiran Padmasana” through several stages, they are: Process of searching Melela sand, The provessing of Melela sand, Process of the Mixing the Melela sand with cement and also with the water, pouring Process, Loveller process, Carving process, (4) The Form and motif thas Has been product on “Ukiran Padmasana” at Kerobokan Village on Buleleng Regency Province Bali, such as: “Karang Gajah” motif, “Karang Goak (Manuk)”, “Batun Timun”, and some gold wherecs The Form that has been product such as: “Padmasana”, “Ganesha” statue, “Dewi Saraswati” statue, and “Palinggih Jero Gede”. keyword : “Padmasana”, “Ukiran”, Melela sand
KAJIAN VISUAL KERAJINAN JUKUNG-JUKUNGAN DI DESA AMED, KECAMATAN ABANG, KABUPATEN KARANGASEM I Made Rosis Ariwangsa .; I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si. .; Drs.Agus Sudarmawan, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 5 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v5i1.5947

Abstract

Pantai Amed terletak di ujung timur pulau Bali, di Desa Amed ,Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Propinsi Bali. Kehidupan masyarakat di Desa ini sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan. Di pesisir pantai terdapat perajin yang membuat kerajinan jukung-jukungan.Jukung-jukungan tersebut menyerupai bentuk jukung yang sebenarnya dan juga bisa dibongkar pasang, sehingga sangat menarik untuk diteliti. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) keberadaan kerajinan jukung-jukungan, (2) alat dan bahan yang digunakan, (3) proses pembuatan kerajinan jukung-jukungan, (4) wujud kerajinan jukung-jukungan. Objek penelitian adalah kajian visual kerajinan jukung-jukungan di Desa Amed, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangsem. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik (1) observasi, (2) wawancara, (3) pendokumentasian, (4) kajian pustaka. Instrumen penelitian meliputi (1) pedoman observasi, (2) pedoman wawancara, (3) kamera. Analisis data terdiri dari (1) analisi domain dan (2) analisis taksonomi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kajian visual kerajinan jukung-jukungan di Desa Amed terdiri atas (1) bentuk, (2) warna, (3) garis, (4) motif hiasan pada bidak. Kata Kunci : Kajian visual, kerajinan, jukung-jukungan Amed beach is located at the eastern tip of Bali Island, in Amed Village, Abang subdistrict, Karangasem, Bali Province. The majority of the population in the village is predominately fishermen. On the coast, there are artisans who make handicrafts named jukung-jukungan. Jukung-jukungan are similar to the actual boats and also can be assembled, so it is very interesting to be studied. Based on explanation above, this research aims to describe (1) the existence of jukung-jukungan handicraft, (2) the tools and materials that are used, (3) the process of making jukung-jukungan handicraft, (4) the form of jukung-jukungan handicraft. The object of this research is the study of visual of jukung-jukungan craft in Amed village, Abang subdistrict, Karangasem regency. The data collection techniques used in this research are (1) observation, (2) interview, (3) documentation, (4) study of literature. Research instruments include (1) guidelines for observation, (2) interview, (3) camera. Data analysis consisted of (1) the domain analysis and (2) analysis of taxonomy. These results of this study indicate that visual assessment craft of jukung-jukungan in Amed Village consists of (1) shape, (2) the color, (3) line, (4) motif decoration on the pawn. keyword : visual studies, crafts, jukung-jukungan
KERAJINAN BELERANG DI KAWAH IJEN Alimudin .; Drs.Agus Sudarmawan, M.Si. .; Langen Bronto Sutrisno, S.Sn., M.A .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i3.6436

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk, (1) Mengetahui sejarah keberadaan kerajinan yang berbahan belerang di kawah ijen. (2) Mengetahui proses pembuatan kerajinan belerang oleh para penambang belerang di kawah Ijen. (3) Mengetahui hasil kerajinan yang dibuat oleh para penambang yang membuat kerajinan belerang di kawah Ijen. Penelitian ini merupakan Penelelitian yang menggunakan pendekatan deskriptif dengan pendekatan kualitatif.Adapun subjek yang diteliti adalah kerajinan pengrajin belerang dalam memanfaatkan belerang sebagi prodak seni yang dapat dijual. Sedangkan obyek yang akan diteliti oleh peneliti, yaitu kerajinan belerang. Adapun tehnik pengumpulan data yang digunakan peneliti, yaitu (1) tehnik observasi, (2) Tehnik wawancara, (3) tehnik dokumentasi, (4) tehnik kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Sejarah keberadaan kerajinan yang berbahan belerang di kawah Ijen.Penambanganbelerangdiperkirakandimulaisejaktahun1964-1966.KerajinanbelerangadasemenjakkawahIjenramai di kunjungiwisatawan. (2) Proses pembuatan kerajinan belerang oleh para penambang belerang di kawah Ijen merupakan teknik yang biasanya digunkan untuk membuat logam, yaitu teknik cor. (3) Hasil kerajinan yang dibuat oleh para penambang yang membuat kerajinan belerang di kawah Ijen berupa kerajinan dalam bentuk patung dan kriya. Kata Kunci : Belerang, kerajinan, patung, dan kriya This study was conducted to, (1) To Know the history of the existence of handicrafts made of sulfur in Ijen crater. (2) To know the process of making crafts sulfur miners sulfur in Ijen crater. (3) Knowing the crafts made by the miners who make crafts sulfur in Ijen crater. This study is Penelelitian which uses descriptive approach with a qualitative approach. The subjects studied were craft artisans in the use of sulfur as a sulfur prodak art that canfor sale. While the object to be investigated by researchers, namely craft sulfur. The data collection techniques used by researchers, namely (1) observation technique, (2) interview techniques, (3) technical documentation, (4) technical literature. The results showed (1) History of the existence of handicrafts made of sulfur in Ijen crater. Sulfur mining started in from 1964 to 1966 is estimated. Craft sulfur existed since the Ijen crater crowded by tourist visitor. (2) The process of making crafts sulfur by the sulfur miners in the crater of Ijen is a technique that normally use to make the metal, which is a technique cast. (3) The handicrafts made by the miners who made crafts sulfur in Ijen crater become of craft in the form of sculpture and crafts. keyword : Sulfur, craft, sculpture.
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN LUKIS JARI/FINGER PAINTING KELOMPOK B DI TK NEGERI PEMBINA SINGARAJA Galih Efendi .; Dr.Drs.I Ketut Sudita, M.Si .; Drs.Agus Sudarmawan, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i3.6579

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk, (1) Mengetahui alat dan bahan yang dipergunakan dalam pembelajaran lukis jari/finger painting di TK Negeri Pembina Singaraja (2) Mengetahui proses pelaksanaan pembelajaran lukis jari/finger painting di TK Negeri Pembina Singaraja, dan (3) Mengetahui hasil karya lukis jari/finger painting anak–anak di TK Negeri Pembina Singaraja. Penelitian ini merupakan penelelitian survei dengan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian dilakukan melalui wawancara dan penyebaran angket, dilanjutkan dengan observasi dan dokumentasi. Hasil Penelitian yang diperoleh, (1) Alat dan bahan yang digunakan dalam pembelajaran lukis jari/finger painting di TK Negeri Pembina Singaraja antara lain (ember, panci, kompor, sendok, gelas, kain lap, kain celemek, taplak meja plastik), bahan (tepung maizena/tepung kanji, pewarna makanan, sabun cair, minyak goreng, air, tepung beras, dan kertas gambar A4). (2) Proses pembelajaran lukis jari/finger painting dilakukan dengan sistem area, berdampingan dengan pembelajaran lainya, guru menyiapkan media dan perlengkapan pembelajaran, kemudian mendemonstrasikan cara penggunaan media, serta membimbing siswa dalam pembelajaran lukis jari/finger painting, selesai pembelajaran, guru melakukan evaluasi terhadap karya anak-anak dengan portofolio melihat proses dan hasil kerja siswa. (3) Hasil karya lukis jari/finger painting anak-anak kelompok B TK Negeri Pembina Singaraja beraneka ragam, namun dikelompokan pada kedekatan perkembangan anak menurut teori perkembangan kesenirupaan anak Victor Lowenfield, dan diperoleh hasil sebagian besar karya anak cenderung mengacu pada tingkat perkembangan masa coreng-moreng, dan masa pra-bagan, tema karya yang terlihat cenderung mengacu pada bentuk taman bunga, pemandangan, hewan, sampai manusia. Kata Kunci : Pembelajaran, lukis jari/finger painting, alat dan bahan, hasil karya. This study aims to (1) To know the tools and materials that used to learning finger painting in kindergarten Negeri Pembina Singaraja (2) To know the proces of learning finger painting in kindergarten Negeri Pembina Singaraja, and (3) to know the result of finger painting children in kindergarten Negeri Pembina Singaraja. This study to survey examination with qualitative descriptive approach, the research conducted through interviews and questionnaire, continued with observation and documentation. Results obtained, (1) Tools and materials that used in learning finger painting in kindergarten Negeri Pembina Singaraja, among others (buckets, pans, stove, spoon, glass, cloth, fabric aprons, plastic tablecloths), materials (cornstarch/flour, food coloring, liquid soap, cooking oil, water, rice flour, and drawing paper A4). (2) The learning process of finger painting done with the system area, accompany to the orther learning, teachers prepare media and equipment for learning, then demonstrate how to use the media, as well as guiding students in the learning finger painting, after finished learning, teacher evaluation the work of children to see the portfolio process and the work of students. (3) The work of finger painting children in group B kindergarten Negeri Pembina Singaraja are variation and different, but grouped in similary to a child's development according to the theory of development child’art Victor Lowenfield, and the results largely the work of children tended to refer to the level of future development streaks - mottle, and pre-charts, the theme of works that looks likely refers to the shape of the flower garden, landscape, animals, to humans.keyword : Learning, finger painting, tools and materials, masterpiece.
KERAJINAN MINIATUR BARONG KET(KEKET) DI BANJAR PUAYA, DESA BATUAN, KECAMATAN SUKAWATI, KABUPATEN GIANYAR Made Sudiksa .; Drs.Agus Sudarmawan, M.Si. .; Drs.Mursal .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i3.6580

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alat dan bahan, proses pembuatan,bentuk dan hiasan/ornamen kerajinan miniatur barong ket dan sistem pewarisan Usaha I Wayan Pica di Banjar Puaya, Desa Batuan Sukawati, Gianyar. Jenis penelitian menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah I Wayan Pica, Objek penelitian adalah kerajinan miniatur barong ket. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan, kemudian di analisis menggunakan analisis domain dan analisis taksonomi. Hasil penelitian menunjukkan alat dan bahan yang digunakan sangat beragam dan menjadi salah satu pendukung terciptanya produk kerajinan miniatur barong ket. Proses pembuatan kerajinan miniatur barong ket melalui tahapan pembuatan tapel, pembuatan hiasan/ornamen, pembuatan pemampang, pembuatan kerangka ikut/ekor dan perakitan. Bentuk miniatur barong ket merupakan salinan model yang lebih kecil dari ukuran barong ket sebenarnya. Ornamen/hiasan yang terdapat berupa: badong, sekar taji, kampid dara, kuer, dore, tatak guak, angkeb jit, angkeb kapit dara, gelat, udeng, guak ikut, karang guak, kekendoan, karang gajah, ikut/ekor, bunga dan pajeng. Sistem pewarisan usaha kerajinan I Wayan Pica merupakan usaha turun-temurun dari orang tuanya. Dalam proses pembelajaran, keterampilan mengukir didapatkan dari ayahnya, dalam mengembangkan usahanya ia belajar dari orang-orang dilingkunganya. Kata Kunci : Kerajinan, Miniatur, Barong Ket The aim of this research is to identifity tools and material, the prosesses to make it, and also it’s ornament of barong ket miniature, and interesting system of I Wayan Pica in Banjar Puaya, Batuan Sukawati village, Gianyar of enterpreneur, the kind of research is qualitative descriptive research. The object of this research is I Wayan Pica, meanwhile. The object of this research is barong ket miniature. Data were collected by observation, interview, documentation, literature, adn followed by domain and taxonomy analysis. The results of this research were stewed all sort of the tools and materials that med and it become one support of barong ket miniature as a handicraft. The process of making barong ket miniature, through several prosesses, there were making tapel, making ornament, making pemampang, making frame, and assembling. The form of barong ket miniature was the copy of real barong ket in the small size. The ornament used were badong, sekar taji, kapid dara, kuer, dore, tatak guak, angkeb jit, angkeb kapit dara, gelat, udeng, guak ikut, karang guak, kekendoan, karang gajah, ikut, sekar and pajeng. Interity system of I Wayan Pica handicraft was from a long time ago as inhantance from his parents. In the learning process the measuring skill, was came up from his father while developing the industry, he also learned from the others. keyword : handicraft, miniature, barong ket
Analisis Gambar Montase Karya Kelas VI MI Pemban Ajie Desa Pejanggik Kecamatan Praya Tengah Lombok Indrianti Amilda Pratami .; Drs.Agus Sudarmawan, M.Si. .; I Gusti Made Budiarta, S.Pd., M.Pd .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i1.8553

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) elemen gambar montase kelas VI di MI Pemban Ajie Desa Pejanggik Kecamatan Praya Tengah Lombok, (2) proses pembuatan gambar montase kelas VI di MI Pemban Ajie Desa Pejanggik Kecamatan Praya Tengah Lombok, (3) Mendeskripsikan tema gambar montase kelas VI di MI Pemban Ajie Desa Pejanggik Kecamatan Praya Tengah Lombok. Penelitian ini menggunakan metode (1) observasi (2) wawancara (3) dokumentasi (4) fokus grup diskusi (FGD) dan (5) kepustakaan. Jenis penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) elemen gambar montase anak ditunjukkan oleh foto-foto jurnalistik sebagai media karya seni yang telah menunjukkan atau memvisualkan unsur-unsur garis, bidang, warna, bentuk dalam perwujutannya. anak menyertakan goresan-goresan dan warna pada gambar montase; (2) proses gambar montase anak dari menggunting, menempel dan merespon tempelannya. Dengan menambahkan berbagai garis, warna, teks, bentuk alam (tumbuhan), hewan, bentuk-bentuk awan, matahari, jalanan. Teknik penempelan ada yang digunting ditempel secara utuh sesuai dengan foto jurnalistik yang ada, tetapi ada yang obyek manusianya digunting-gunting sehingga bagian tubuh manusia bisa ditukar-tukar antara badan yang satu dengan yang lain; (3) tema gambar montase karya anak-anak menurut kurikulum SD 2013 pada buku siswa dan guru terdapat 9 tema diantaranya selamatkan mahluk hidup, persatuan dalam perbedaan, tokoh dan penemuan, globalisasi, menuju masyarakat sehat, kepemimpinan, bumiku, menjelajah angkasa luar. Kata Kunci : analisis, gambar, montase This study aimed to determine (1) the image element montage class VI in MI Devel Ajie Village Pejanggik District of Praya Central Lombok, (2) the process of making a picture montage of class VI in MI Devel Ajie Village Pejanggik District of Praya Central Lombok, (3) describing the theme of the picture montage class VI in MI Ajie Rural Devel Pejanggik Praya District of Central Lombok. This study useed (1) Observation, (2) interviews, (3) documentation, (4) focus group discussion (FGD), and (5) literature. This type of study used descriptive qualitative method. The results of this study were; (1) the child element montage images shown by the photographs of journalism as a media artwork that has been demonstrated or visualize the elements of line, shape, color, embodiment form, children include scratches and color in the picture montage; (2) the children's picture montage of cutting, sticking and its respond by adding a variety of lines, colors, textures, shapes of nature (plants), animals, shapes of clouds, the sun, the streets. Mechanical attachment was cutting out taped in full accordance with existing photojournalism, but there is a human object-scissors cut also. So that the human body can be exchanged between the agencies with each other; (3) theme image montage works of the children of the elementary school curriculum in 2013 in a book of students and teachers, there were 9 themes including the save sentient beings, unity in diversity, character and discovery, globalization towards a healthy society, leadership, my earth, exploring outer space.keyword : analysis, picture, montage
Transformasi Rupa Bali Pada Gerbang Utama Gereja Kristen Pniel Blimbingsari, Jembrana-Bali I Made Edy Suastawa .; Drs. Gede Eka Harsana Koriawan, M.Erg .; Drs.Agus Sudarmawan, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i1.8571

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) gambaran bangunan gerbang utama Gereja Kristen Pniel Blimbingsari, Jembrana-Bali, (2) gambaran hasil transformasi rupa bali pada gerbang utama Gereja Kristen Pniel Blimbingsari, Jembrana-Bali. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif (qualitative). Subyek penelitian adalah gerbang utama gereja dan obyeknya adalah transformasi rupa Bali. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Dengan menggunakan instrumen berupa check list, kamera dan buku sumber. Hasil penelitian ini menunjukan (1) gerbang utama gereja Kristen Pniel Blimbingsari merupakan produk tranformasi budaya antara Hindu-Bali dan budaya Kristen karena mengadopsi arsitektur tradisional Bali yaitu menggunakan pedoman konsep kori agung pada pura di Bali. (2) yang merupakan hasil transformasi rupa Bali meliputi Salib pada puncak gerbang utama, ornamen burung merpati, ornamen GKPB Pniel, ornamen domba, patung malaikat penjaga, pintu pada gerbang utama, tiga tingkatan pada gerbang utama dan ragam hias kebun anggur. Yang meski sudah mengalami penggubahan dengan cerita-cerita ajaran Kristen tetapi tetap memakai pola dasar dan penempatan yang sama dengan konsep kori agung pura. Dimaksudkan untuk menghormati budaya setempat dan kehadiranya dapat diresapi dan diterima oleh umat Bali secara utuh, namun tidak lupa sebagai sarana menyampaikan nilai-nilai agama Kristen pada umatnya.Kata Kunci : , rupa Bali, gerbang utama GKPB Pniel Blimbingsari This study aimed to describe (1) an overview of the building's main gate of Blimbingsari Peniel Church, Jembrana, Bali, (2) the description of the results of Bali’s transformation in the main gate of Blimbingsari Peniel Church, Jembrana, Bali. This research used descriptive qualitative research. Subjects were the main gate of the church and its object is about the transformation of Balinese form. The techniques that had been used to collecting data was observation, interviews, documentation and literature. By using the instrument in the form of check list, a camera and book sources. These results was indicate (1) the main gate of Blimbingsari Peniel church is a product of the transformation between Hindu-Balinese culture and Christian culture since adopting traditional Balinese architecture which used the concept guidelines Kori Agung temples in Bali. (2) which is the result of the transformation Balinese form include the Cross at the end of the main gate, pigeon’s ornamental, ornamental of GKPB Pniel, sheep ornaments, statues of guardian angels, the door at the main gate, three levels at the main gate and decorative vineyard. Although experiencing composed with the Christian’s stories but still used patterns and placement of the same basic concept Kori Agung temple. Intended to respect the local culture and its presence can be infused and accepted by the people of Bali as a whole, but do not forget as a means to extend the values of Christianity on his people.keyword : transformation, Balinese form, main gate GKPB Pniel Blimbingsari
PEWARNA ALAMI KAIN TENUN DESA SERAYA TIMUR, KARANGASEM I Kadek Susila Priangga .; Drs.Agus Sudarmawan, M.Si. .; Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i1.8592

Abstract

Desa Seraya Timur terletak di ujung timur pulau Bali, berlokasi di ujung timur Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem. Sampai sekarang penggunaan bahan alami sebagai pewarna benang kain tenun dan pembudidayaan tanaman penghasil warna membuat peneliti tertarik untuk meneliti lebih lanjut. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui tentang (1) alat dan bahan yang digunakan untuk pewarna alami kain tenun Desa Seraya Timur, Karangasem, (2) Proses pewarnaan kain tenun Desa Seraya Timur, Karangasem. Objek penelitian adalah pewarna alami kain tenun Desa Seraya Timur, Karangasem. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik (1) observasi, (2) wawancara, dan (3) pendokumentasian dan (4) kepustakaan, untuk mendapatkan data yang diperlukan. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1)Alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan warna alami menggunakan alat sederhana yang masih tradisional dan bahan utama penghasil warna alami berasal dari tumbuhan tarum, pinang, mengkudu, delima, sidawayah dan secang dan juga menggunakan bahan lain seperti karat (2) Proses pembuatan pewarna alami kain tenun Desa Seraya Timur, Karangasem menggunakan dua cara yaitu melalui proses ekstraksi dan fermentasi.Kata Kunci : kain tenun, pewarna alami. East Seraya Village located at the eastern most of Bali island, at the eastern most of Karangasem District, Karangasem Regency. Until now, the using of natural materials for coloring the woven cloth and the cultivating of natural color materials plants makes researcher intersted for studying if futher. This research is a qualitative descriptive which aims for (1) the tools and materials used to coloring the woven cloth East Seraya Village, Karangasem Regency, (2) The process of coloring the woven cloth in East Seraya Village, Karangasem Regency.Object of this research is the natural material color of woven cloth in East Seraya Village, Karangasem Regency. The technique used in this research is (1) observation, (2) interviews, and (3) documentation and (4) literature, to obtain the necessary datas. The results of this research is (1) the tools and materials used in process of making a natural color materials are still simple and traditional. And the main natural color are produced from tarum plant (indigofera tinctoria), palm, noni, pomegrade, sidawayah (woodfordia floribunda salibs), secang (caelapinia sappan), and also use other natural color such as iron stain. (2) the process of natural color making for coloring the woven cloth in East Seraya Village, Karangasem Regency, used two technique such as , extraction process and fermentation process.keyword : woven cloth, natural color.
Co-Authors ., Amalia Ika Safitri ., Babat Nufus T s ., Dewa Agung Mandala Utama ., Fitri Ayu Nurjannatin ., I B SHINDU PRASETYA ., I Gede Dwitra N. Artista ., I Gede Yogi Saputra ., I Kadek Budiana ., I Kadek Susila Priangga ., I Ketut Dedi Susiawan ., I Made Edy Suastawa ., I Putu Agus Santika Putra ., I Wayan Sudiarta, S.Pd., M.Si. ., Indrianti Amilda Pratami ., Kadek Edy Satriawan ., Ketut Widiastra ., Lailatul Choiriyah ., Made Wijana ., Nurur Rahman ., Ririn Gusmawarni ., Salma Putri Nur r Alimudin . Alimudin ., Alimudin Amalia Ika Safitri . Arry Komang Gede Bhaskara . Babat Nufus T s . Dewa Agung Mandala Utama . Dewi, Ni Wayan Erica Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn. . Drs.Jajang S,M.Sn . Drs.Mursal . Fira Sartika Putri Fitri Ayu Nurjannatin . Galih Efendi . Galih Efendi ., Galih Efendi Gede Eka Harsana Koriawan Gede Nuarsana . I B SHINDU PRASETYA . I Gede Antara . I Gede Astra Wesnawa I Gede Dwitra N. Artista . I Gede Suardika I Gede Yogi Saputra . I Gusti Made Budiarta I Gusti Made Budiarta I Kadek Budiana . I Kadek Susila Priangga . I Ketut Dedi Susiawan . I Ketut Sudita I Ketut Supir I Komang Suardana Karang . I Made Edy Suastawa . I Made Rosis Ariwangsa . I Made Rosis Ariwangsa ., I Made Rosis Ariwangsa I Made Sudiksa I Nyoman Rediasa, S.Sn., M.Si . I Nyoman Sudiarka . I Putu Agus Santika Putra . I Wayan Sudiarta Ida Bagus Made Pandit Parastu . Indrianti Amilda Pratami . Ismail, Shafinar Janu Budi Utama, Putu Tri Kadek Edy Satriawan . Ketut Widiastra . Lailatul Choiriyah . Langen Bronto Sutrisno Luh Suartini . M.Si ., I Nyoman Rediasa, S.Sn., M.Si Made Sudiksa ., Made Sudiksa Made Wijana Muhammad Farhan Nugraha Nabilatul Warda Ni Luh Gede Erni Sulindawati Ni Nyoman Sri Witari Ni Putu Indri Kusumasari . Ni Wayan Erica Dewi Norman Efendi . Nurur Rahman . Pande Made Ari Sugitha . Perianto, Perianto Putri, Fira Sartika Putri, Yuliana Khairi Putu Eka Juniarta . Putu Indra Christiawan Rai Sujanem Rediasa, I Nyoman Ririn Gusmawarni . Rochman Kifrizyah . Salma Putri Nur r . Sari, Desi Nurul Komala Sudiarsana, I Gusti Ngurah Alit UNDIKSHA . Yeni Yuanda Putri . yudiantara, kadek mega Yulia Nurul Fatih