Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Optimalisasi penerapan dan pengelolaan manajemen berbasis sekolah: literatur review Ade Andriyan; Nono Hery Yoenanto
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 10, No 1 (2022): April
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jamp.v10i1.45011

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengulas tentang konsep pelaksanaan manajemen berbasis sekolah (MBS), apa saja kendala atau tantangan yang menghambat pelaksanaannya, serta strategi apa saja yang dapat digunakan dalam mengoptimalkan menerapkan MBS. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (literature review) yang datanya diperoleh dengan meninjau beberapa situs database yakni Google Scholar, Research Gate, Science Direct, dan ERIC. Hasil penelitian menunjukkan MBS merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam upaya mereformasi sistem pendidikan guna mewujudkan pelaksanaan pendidikan yang efektif melalui penyelenggaraan pendidikan yang mandiri. Tantangan atau kendala yang menghambat pelaksanaan MBS umumnya berkaitan dengan manajemen kurikulum dan pembelajaran, manajemen peserta didik, manajemen pendidik dan tenaga kependidikan, manajemen sarana dan prasarana, manajemen pembiayaan, manajemen hubungan masyarakat, hingga manajemen budaya dan lingkungan sekolah. Strategi yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan penerapan MBS di antaranya melalui pengembangan instrumen evaluasi MBS, meningkatkan peran serta pemerintah kabupaten/kota, memberdayakan komite sekolah, dan memaksimalkan kompetensi dan kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan.
Pendidikan inklusi: Tantangan dan strategi implementasinya Ade Andriyan; Wiwin Hendriani; Pramesti Pradna Paramita
Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan Vol 5, No 2 (2023): November
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jptp.v5i2.25076

Abstract

Kebijakan pendidikan inklusi dirumuskan berdasarkan prinsip kesetaraan agar anak berkebutuhan khusus dapat mengakses pendidikan sebagaimana anak normal lainnya di sekolah reguler. Penelitian ini bertujuan untuk mengulas hambatan atau tantangan yang dihadapi dalam penyelenggaraan pendidikan inklusi di sekolah serta menjabarkan strategi yang dapat diaplikasikan untuk mengoptimalkan penyelenggaraan pendidikan inklusi. Metode penelitian ini menggunakan scoping literature review. Data diperoleh dengan meninjau beberapa situs database yakni Google Scholar, Research Gate, Science Direct, dan ERIC. Hasil dan kesimpulan penelitian menunjukkan tantangan atau hambatan yang dihadapi dalam penyelenggaraan pendidikan inklusi meliputi minimnya sarana penunjang pendidikan inklusi, terbatasnya pemahaman dan kompetensi yang dimiliki oleh para guru di sekolah inklusi, sistem kurikulum yang belum mengakomodasi kebutuhan ABK, stigma negatif dari masyarakat, manajemen dan sumber daya sekolah yang kurang memadai, dan lain sebagainya. Sementara itu, strategi yang dapat diterapkan untuk mengatasi hambatan implementasi pendidikan inklusi di sekolah antara lain dengan meningkatkan kualitas in-service training (INSET) kepada guru, menyediakan kurikulum inklusi, menyelenggarakan program awareness, school-based professional development programmes, family support, kontekstualisasi proses pembelajaran, keterlibatan pemerintah dalam penyediaan layanan dan fasilitas umum yang ramah bagi ABK, hingga kerjasama dan kolaborasi dengan stakeholders baik secara regional, nasional, maupun internasional. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan khususnya psikologi pendidikan dengan menjabarkan apa saja kendala yang masih menjadi permasalahan dalam implementasi pendidikan inklusi di tingkat sekolah. Selain itu, berbagai strategi yang telah diuraikan dapat memperkuat konsep dan temuan dari penelitian sebelumnya, serta digunakan sebagai referensi atau bahan pertimbangan dalam membuat langkah intervensi yang tepat sesuai dengan karakteristik permasalahan yang dihadapi.
Value Identification of Under-age Marriage among Sasak People: A Literature Review Andriyan, Ade; Suryanto, Suryanto; Herdiana, Ike
Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial Vol 30, No 1 (2021): : JPIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial): June 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpis.v30i1.32469

Abstract

This study aims to describe the further concept of under-age marriage among the Sasak people. This is important considering that early marriage is a social phenomenon that still occurs in many parts of Indonesia, including on the Lombok island, Indonesia. This high rate of marriage occurs in both urban and rural areas with a variety of social, economic and cultural backgrounds. This study uses a qualitative approach with literature study methods. The data collection technique was carried out by reviewing the official website of Google Scholar, Research Gate, Science Direct, and trusted online media sites. The results of this study indicate that early marriage is marriage under the proper age and not physically and mentally ready to carry out marriage. Early marriages occur due to the encouragement of various factors including social, economic, educational and cultural factors. The impact of early marriage, among others, causes children to drop out of school, instability in building a family, the occurrence of domestic violence (KDRT), and women's subordination which is then summarized based on the economic, social, health and psychological impacts both in the short and long term.
Pendidikan inklusi: Tantangan dan strategi implementasinya Andriyan, Ade; Hendriani, Wiwin; Paramita, Pramesti Pradna
Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2023): November
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jptp.v5i2.25076

Abstract

Kebijakan pendidikan inklusi dirumuskan berdasarkan prinsip kesetaraan agar anak berkebutuhan khusus dapat mengakses pendidikan sebagaimana anak normal lainnya di sekolah reguler. Penelitian ini bertujuan untuk mengulas hambatan atau tantangan yang dihadapi dalam penyelenggaraan pendidikan inklusi di sekolah serta menjabarkan strategi yang dapat diaplikasikan untuk mengoptimalkan penyelenggaraan pendidikan inklusi. Metode penelitian ini menggunakan scoping literature review. Data diperoleh dengan meninjau beberapa situs database yakni Google Scholar, Research Gate, Science Direct, dan ERIC. Hasil dan kesimpulan penelitian menunjukkan tantangan atau hambatan yang dihadapi dalam penyelenggaraan pendidikan inklusi meliputi minimnya sarana penunjang pendidikan inklusi, terbatasnya pemahaman dan kompetensi yang dimiliki oleh para guru di sekolah inklusi, sistem kurikulum yang belum mengakomodasi kebutuhan ABK, stigma negatif dari masyarakat, manajemen dan sumber daya sekolah yang kurang memadai, dan lain sebagainya. Sementara itu, strategi yang dapat diterapkan untuk mengatasi hambatan implementasi pendidikan inklusi di sekolah antara lain dengan meningkatkan kualitas in-service training (INSET) kepada guru, menyediakan kurikulum inklusi, menyelenggarakan program awareness, school-based professional development programmes, family support, kontekstualisasi proses pembelajaran, keterlibatan pemerintah dalam penyediaan layanan dan fasilitas umum yang ramah bagi ABK, hingga kerjasama dan kolaborasi dengan stakeholders baik secara regional, nasional, maupun internasional. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan khususnya psikologi pendidikan dengan menjabarkan apa saja kendala yang masih menjadi permasalahan dalam implementasi pendidikan inklusi di tingkat sekolah. Selain itu, berbagai strategi yang telah diuraikan dapat memperkuat konsep dan temuan dari penelitian sebelumnya, serta digunakan sebagai referensi atau bahan pertimbangan dalam membuat langkah intervensi yang tepat sesuai dengan karakteristik permasalahan yang dihadapi.
The Effectiveness of Field Learning Based on Megapodius reinwardt Ecotourism in Improving the Critical Thinking Skills of Biology Education Students Yamin, M.; Jufri, A Wahab; Gunawan, Gunawan; Andriyan, Ade
Jurnal Pijar MIPA Vol. 21 No. 2 (2026)
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpm.v21i2.11760

Abstract

The development of critical thinking skills is a strategic agenda in biology education, particularly in preparing prospective teachers capable of integrating scientific analysis with real ecological contexts. However, learning that remains oriented towards classrooms and limited laboratories has not fully strengthened students' evaluative and argumentative abilities. Field learning based on M. reinwardt ecotourism offers a contextual approach that places students in authentic observation and analysis situations. This study aims to test the effectiveness of ecotourism-based field learning in improving the critical thinking skills (CTS) of Biology Education students. The study used a quasi-experimental pretest–posttest control-group design. The experimental group implemented the Ecotourism-Based Field learning Model (EBFL) by studying the ecology and conservation of M. reinwardt in the Gunung Tunak and Kerandangan Nature Tourism Parks, while the control group followed a conventional laboratory practicum. The research instrument was a CTS test validated by experts, and the model's effectiveness was analysed using N-Gain and the Mann–Whitney test. The results showed a significant difference in CTS improvement between the experimental and control groups, as well as a substantive influence of field learning on higher-level cognitive achievement. These findings strengthen the development of an ecotourism-based contextual science learning model as a pedagogical innovation in the education of prospective biology teachers.