Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Pengembangan Rumah Makan Nasi Bancakan Sebagai Daya Tarik Wisata Kuliner Di Kota Bandung Andari, Rini; Priatini, Woro; Ramdhani, Dani
Gastronomy Tourism Journal Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.772 KB) | DOI: 10.17509/gastur.v1i1.4656

Abstract

Tren peningkatan jumlah pengunjung tiap tahun RM. Nasi Bancakan berpotensi untuk lebih berkembang, namun masalahnya daya tarik wisata rumah makan Nasi Bancakan belum begitu dikenal masyarakat luas karena pengunjung masih didominasi dari kota Bandung dan Jakarta. Dimana berpengaruh dengan persentase peningkatan jumlah pengunjung yang relatif menurun. Hasil penelitian yang dilakukan melalui analisis SWOT, yang menggunakan Matriks EFE, Matriks IFE, Matriks SWOT, dan Matriks IE. Berdasarkan analisis SWOT dihasilkan skor total rata-rata tertimbang IFEsebesar 2,94 artinya posisi internal RM. Nasi Bancakan memiliki posisi yang kuat terhadap kekuatan dan kelemahan yang ada. Dengan skor total rata-rata tertimbang EFE sebesar 2,90 yang menunjukkan bahwa RM. Nasi Bancakan merespon dengan baik terhadap peluang dan ancaman yang ada. Strategi yang cocok diterapkan yakni strategi penetrasi pasar dan strategi pengembangan produk
IMPLEMENTASI METODE DESIGN THINKING PADA PERANCANGAN UI/UX APLIKASI KOPI REMAN BERBASIS MOBILE Ramdhani, Dani; Utami, Lilyani Asri
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 9 No. 3 (2025): JATI Vol. 9 No. 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v9i3.13644

Abstract

Berbagai permasalahan pelayanan di Kopi Reman, seperti penumpukan antrean pada jam istirahat, akses terbatas ke katalog menu, waktu tunggu yang lama, dan ketiadaan sistem pencatatan pesanan yang sistematis, berdampak pada efisiensi operasional serta kenyamanan pelanggan. Kondisi ini menuntut solusi yang inovatif dan berfokus pada kebutuhan pengguna agar pelayanan dapat ditingkatkan secara menyeluruh. Untuk itu, metode Design Thinking diterapkan sebagai pendekatan sistematis dalam merancang antarmuka pengguna (UI) dan pengalaman pengguna (UX) aplikasi mobile Kopi Reman. Melalui tahap Empathize, kebutuhan pengguna dipahami secara mendalam, kemudian pain points dirumuskan menjadi kebutuhan spesifik pada tahap Define. Ide-ide kreatif dihasilkan pada tahap Ideate, diwujudkan dalam prototype pada tahap Prototype, dan diuji pada tahap Test. Hasilnya menunjukkan bahwa aplikasi yang dirancang memiliki tingkat usability sangat baik, dengan nilai rata-rata SUS sebesar 84,25 (kategori Excellent) dan nilai SEQ sebesar 6,0, yang menandakan kemudahan penggunaan. Solusi ini terbukti mampu menjawab permasalahan dengan pendekatan yang intuitif, fungsional, dan relevan dengan kebutuhan pengguna. Dengan demikian, metode Design Thinking menjadi kerangka kerja yang efektif untuk meningkatkan pelayanan dan pengalaman pelanggan di Kopi Reman melalui inovasi digital yang berpusat pada pengguna
PAGELARAN TARI LINTAS SANGGAR DAN PERAN KAMPUNG WISATA DALAM PENGUATAN COMMUNITY-BASED TOURISM DI DESA PANGANDARAN Ramdhani, Dani; Dienaputra, Reiza D; Hermanto, Bambang; Novianti, Evi; Ratnasari, Dewi
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v%vi%i.67698

Abstract

The development of tourism in Pangandaran has largely focused on coastal attractions, while the integration of local cultural potential, particularly traditional dance, into community-based tourism remains limited. This community service activity aims to strengthen the role of local dance performances and tourism village institutions in supporting Community-Based Tourism (CBT) through a collaborative cultural event. The Early-Year Dance Festival 2024 was organized by PT Jasa dan Kepariwisataan Jabar (Perseroda) in collaboration with the Pangandaran Tourism Village and involved seven dance studios across Pangandaran Regency. This study employs a Participatory Action Research (PAR) approach based on CBT principles, emphasizing active community participation in the planning, implementation, and evaluation processes. The results demonstrate significant community involvement through the participation of local art groups, MSMEs, and youth performers. Beyond cultural preservation, the activity fostered inter-studio collaboration and generated a local economic multiplier effect, reflected in increased visitor engagement and local product consumption. This initiative illustrates the sustainable integration of culture and tourism and provides a practical model of regional corporate social responsibility.Pengembangan pariwisata di Pangandaran selama ini masih didominasi oleh wisata bahari, sementara pemanfaatan potensi budaya lokal, khususnya seni tari, dalam kerangka pariwisata berbasis masyarakat belum terintegrasi secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat peran seni tari dan kelembagaan Kampung Wisata dalam mendukung penguatan Community-Based Tourism (CBT) melalui kolaborasi lintas sanggar. Pagelaran Tari Awal Tahun 2024 diselenggarakan oleh PT Jasa dan Kepariwisataan Jabar (Perseroda) bekerja sama dengan Kampung Wisata Pangandaran dengan melibatkan tujuh sanggar tari dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pangandaran. Kegiatan ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan prinsip CBT, yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan partisipasi masyarakat melalui keterlibatan komunitas seni, pelaku UMKM, dan generasi muda. Selain berkontribusi terhadap pelestarian seni tari tradisional, kegiatan ini juga memperkuat jejaring kolaborasi lintas sanggar serta menghasilkan efek ekonomi lokal (multiplier effect) berupa peningkatan kunjungan wisatawan dan aktivitas ekonomi masyarakat. Kegiatan ini menjadi praktik nyata integrasi seni dan pariwisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan serta contoh penerapan tanggung jawab sosial perusahaan di tingkat daerah.