Azmi, Siti Nur
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGGUNAAN MEDIA IT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA SUBTEMA BARANG DAN JASA DI KELAS IV PADA SD NEGERI 12 BANDA ACEH Azmi, Siti Nur; Hajidin., Hajidin; Vitoria, Linda
Elementary Education Research Vol 2, No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v2i3.7745

Abstract

Teknologi mempunyai pengaruh penting terhadap perkembangan dan pertumbuhan masyarakat. Salah satu diantaranya sebagai media pembelajaran. Microsoft Powerpoint merupakan salah satu aplikasi yang dapat digunakan sebagai media IT dalam penyampaian materi pembelajaran guna meningkatkan pemahaman serta hasil pembelajaran. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dalam proses pengambilan data dengan pendekatan kualitatif. Penelitian deskriptif ini menggunakan subjek kepala sekolah dan wali kelas IVa, siswa/i yang terdiri dari 13 orang siswa dan 12orang siswi berjumlah 27 orang.Hasil penelitian menunjukan bahwa Penggunaan media IT mempunyai pengaruh positif dalam peningkatan hasil belajar. ini terlihat dari persen pelajar pada tes pertama sebesar 74.36 atau berkategori cukup, pada tes akhir manjadi 92.32 atau berkategori sangat baik dengan tingkat kesulitan soal yang berbeda dan lebih tinggi. Peningkatan terjadi pada siswa yang sebelumnya berkategori baik menjadi sangat baik sejumlah 12 siswa (63 %), kurang menjadi baik sejumlah 4 siswa (21 %), cukup menjadi sangat baik sejumlah 3 siswa (16 %), cukup menjadi baik tidak ada (0 %), kurang menjadi sangat baik tidak ada (0 %), dan kurang menjadi cukup tidak ada (0 %).
Orientasi Masa Depan Siswa kelas XII MAN ditinjau dari Konsep Diri Azmi, Siti Nur
Seurune : Jurnal Psikologi Unsyiah Vol 7, No 2: Juli 2024
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/s-jpu.v7i2.38412

Abstract

Teenage students are expected to have clear goals regarding their future, showing a strong interest in career, education and social aspects. However, not all students have a definite direction, because they are still confused about planning for the future, especially after finishing school. This study aims to examine the correlations between self-concept and future orientation among class XII students at MAN. The method used is quantitative with a correlational approach. A total of 184 students were randomly selected using the simple random sampling method as research subjects. The instruments used are a future orientation scale and self-concept scale. Data analysis using the Pearson correlation coefficient shows that there is a positive and significant relationship between self-concept and future orientation of class XII students at MAN, with a correlation value of 0.590 which is higher than the table correlation value of 0.145 and a significance value of 0.000 (p 0.05). This indicates that the more positive the students' self-concept, the higher their orientation towards the future, and conversely, the lower the students' self-concept, the lower their focus towards the future.Siswa remaja diharapkan memiliki tujuan yang jelas mengenai masa depan mereka, menunjukkan minat yang kuat dalam hal karir, pendidikan, dan juga aspek sosial. Namun, tidak semua siswa memiliki arah yang pasti, dikarenakan masih bingung dalam merencanakan masa depan, terutama setelah menyelesaikan sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti hubungan antara konsep diri dengan orientasi masa depan di kalangan siswa kelas XII MAN. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sebanyak 184 siswa dipilih secara acak menggunakan metode simple random sampling sebagai subjek penelitian. Instrumen yang digunakan adalah skala orientasi masa depan dan skala konsep diri. Analisis data menggunakan koefisien korelasi pearson menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara konsep diri dan orientasi masa depan siswa kelas XII MAN dengan nilai korelasi sebesar 0.590 yang lebih tinggi dari nilai korelasi tabel sebesar 0.145 dan nilai signifikansi 0.000 (p 0.05). Hal ini menunjukkan bahwa semakin positif konsep diri siswa, semakin tinggi pula orientasi mereka terhadap masa depan, sebaliknya semakin rendah konsep diri siswa, maka semakin rendah juga orientasi mereka terhadap masa depan.
Psychological well-being of single working mothers: The influence of spiritual intelligence and social support Rifayanti, Rina; Suhesty, Aulia; Wahyuni, Ridha; Pramesti, Shinta Aprillia; Wardani, Riska; Azmi, Siti Nur
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 13 No. 2 (2025): August
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jipt.v13i2.37655

Abstract

The number of single mothers who must carry out dual roles as housewives and breadwinners is significant. This single-mother status means that dual roles must be fulfilled. This research aims to determine the influence of spiritual intelligence and social support on psychological well-being among single working mothers. The method used in this research is a quantitative approach with multiple linear regression analysis techniques. The sample in this study consisted of single mothers who worked, either due to divorce or widowhood, with a total of 105 respondents selected using purposive sampling. The research results showed that, simultaneously, spiritual intelligence and social support could influence the psychological well-being of single working mothers by 55.7%. Additionally, both spiritual intelligence and social support individually influence psychological well-being. This research supports the theory that psychological well-being is influenced by internal (spiritual intelligence) and external (social support) factors. These findings can serve as a basis for further research to develop intervention models aimed at improving the psychological well-being of single working mothers.