S.Pd. I G A Lokita P Utami .
Unknown Affiliation

Published : 28 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

THE DEVELOPMENT OF LINEAR INSTRUCTIONAL MULTIMEDIA IN QUESTIONING SKILL AND EXPLAINING SKILL FOR MICROTEACHING CLASS IN ENGLISH EDUCATION DEPARTMENT UNDIKSHA ., Pande Putu Resita Wulan; ., I G A Lokita P Utami, S.Pd.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3317

Abstract

Kajian penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah multimedia pembelajaran linear yang membahas tentang keterampilan bertanya dan menjelaskan untuk kelas pengajaran mikro di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UNDIKSHA dan menganalisis kualitas prototype yang dikembangkan. Penelitian ini menerapkan 5 langkah dalam penelitian dan pengembangan yang diadaptasi dari Gall, Gall dan Borg (2003) oleh Sutopo (2009), antara lain: 1) penelitian dan pengumpulan data, 2) perencanaan, 3) pembuatan prototype, 4) uji prototype pertama, dan 5) perbaikan prototype. Instrumen yang digunakan untuk menggali data adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), naskah pengajaran, dan kuisioner untuk ahli dan pengguna produk yang telah divalidasi. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan, ditemukan bahwa multimedia pembelajaran yang dikembangkan berupa multimedia linear dalam bentuk video presentasi. Hasil kuantitatif analisis menyatakan kualitas video untuk keterampilan bertanya sebesar 82% sementara hasil untuk video keterampilan menjelaskan sebesar 88%. Angka-angka tersebut dikategorikan sebagai hasil yang sangat baik yang mana tidak diperlukannya revisi. Namun terdapat banyak komentar dan saran dalam analisis kualitatif dimana banyak kekurangan dalam bagian isi dan media. Maka dari itu, proses perbaikan dilakukan berdasarkan komentar dan saran yang diberikan oleh ahli dan pengguna. Walaupun terdapat beberapa revisi untuk prototype tersebut, multimedia pembelajaran ini dianggap sebagai video yang baik untuk digunakan daam kelas pengajaran mikro.Kata Kunci : multimedia pembelajaran, multimedia linear, keterampilan bertanya, keterampilan menjelaskan, video pembelajaran mikro. This research and development study was aimed at developing a linear instructional multimedia of questioning skill and explaining skill for microteaching class in English Education Department UNDIKSHA and analyze the quality of prototype have been developed. This study employed 5 steps in multimedia development which was adapted from Gall, Gall and Borg (2003) by Sutopo (2009), namely: 1) research and data collection, 2) planning, 3) creating prototype, 4) preliminary prototype testing and 5) upgrading prototype. The instrument used was lesson plan, validated teaching scenario and validated questionnaire for expert judges and users of the product. The data was analyzed through quantitative and qualitative analysis. In accordance to the need analysis, this study resulted in type of instructional multimedia to be developed which is linear multimedia in form of video presentation. Based on the quantitative analysis, the quality of microteaching video is 82% for questioning skill video and 88% for explaining skill. Those numbers are categorized as very good product where it does not need any revision. Indeed, qualitative analysis gained some suggestions and comments from the experts where there are some weaknesses in the area of content and media. Therefore, the upgrading process was decided to be done as the experts and users commented and suggested. Though there were some revisions for the prototype, the instructional multimedia was considered as a good video to be used in microteaching class. keyword : instructional multimedia, linear multimedia, questioning skill, explaining skill, microteaching video.
THE DEVELOPMENT OF LINEAR INSTRUCTIONAL MULTIMEDIA OF CLASSROOM MANAGEMENT AND LEADING SMALL GROUP DISCUSSION SKILLS FOR MICROTEACHING CLASS IN ENGLISH EDUCATION DEPARTMENT UNDIKSHA ., Putu Reuni Yuliana; ., I G A Lokita P Utami, S.Pd.; ., Ni LP. Eka Sulistia Dewi, S.Pd. M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan multimedia pembelajaran linear untuk keterampilan mengelola kelas dan keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil di kelas microteaching di jurusan Pendidikan Bahas Inggris UNDIKSHA. Desain penelitian dan pengembangan (R&D) oleh Dick and Carey diadaptasi dalam penelitian ini. Langkah yang dilakukan adalah analisis kebutuhan, analisis pembelajaran, analisis siswa dan lingkungannya, merumuskan tujuan khusus, mengembangkan instrument penilaian, mengembangkan strategi pembelajaran, mengembangkan materi pembelajaran, melakukan penilaian formatif, dan revisi produk. Hasil multimedia pembelajaran memperlihatkan bahwa multimedia yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UNDIKSHA adalah multimedia pembelajaran yang isi pada simulasi mengenai pembelajaran bahasa Inggris, menggunakan bahasa Inggris sebagai ahasa penghantar, and tingkatan siswa pada simulasi adalah tingkat SMA. Lalu kualifikasi multimedia pembelajaran linear yang dihasilkan adalah “sangat baik” dengan presentase keseluruhan 87.00% untuk multimedia pembelajaran keterampilan mengelola kelas dan 87.03% untuk keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil. Kata Kunci : Penelitian dan pengembangan, multimedia pembelajaran linear, keterampilan mengelola kelas, keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil. This research is an Education Research and Development which aimed at developing linear instructional multimedia of classroom management skill and leading small group discussion skill for microteaching class in English Education Department UNDIKSHA. To develop the instructional multimedia, the Research and Development (R&D) design by Dick & Carey was adapted. The steps done in developing the product were started with identifying instructional goals, conducting instructional analysis, analyzing learners and contexts, writing performance objectives, developing assessment instruments, developing instructional strategy, developing instructional materials, conducting formative evaluation, and the last revising product. Moreover, the result showed that the linear instructional multimedia which is suitable for the English Education Department UNDIKSHA students’ needs is an instructional multimedia by which the content in the illustration/simulation of the skill components is about English language learning, the level of the students (setting) in the simulation is senior high school level, and the instructional language used is English. Then, the linear instructional multimedia has very good qualification with whole percentage (F/N) of 87.00% for classroom management skill and 87.03% for leading small group discussion skill linear instructional multimedia.keyword : research and development, linear instructional multimedia, classroom management skill, small group discussion skill
A STUDY ON REINFORCEMENT TOWARD STUDENTS SHOWING GOOD CHARACTER AT NORTH BALI BILINGUAL SCHOOL ., I Made Suta Wijana Giri; ., Drs. Asril Marjohan,MA; ., I G A Lokita P Utami, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3109

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada penguatan yang digunakan oleh guru untuk mendorong karakter yang baik dari siswa. Penelitian ini dilakukan di North Bali Bilingual School. Berdasarkan temuan dari hasil pengamatan di North Bali Bilingual School ditemukan bahwa di sana menggunakan penguatan positif dan konsekuensi dalam mengembangkan karakter yang baik dari siswa. Para guru di North Bali Bilingual School banyak menggunakan penguatan positif berupa penguatan verbal dan non verbal. Penguatan verbal yang biasanya diberikan oleh guru di North Bali Bilingual School adalah dalam bentuk kata-kata seperti pekerjaan yang baik, bagus, dan menakjubkan. Penguatan non verbal yang diberikan oleh guru dalam bentuk chip, stiker, lima belas menit waktu tambahan untuk waktu perpustakaan, lima belas menit waktu tambahan untuk ruang kreativitas, lima belas menit waktu tambahan untuk beristirahat, super bonus waktu ekstra tiga puluh menit untuk melakukan apa yang mereka inginkan (ruang kreativitas, waktu perpustakaan, waktu istirahat), sertifikat, dan dalam bentuk gerakan tubuh seperti tersenyum, menjabat tangan, dan menyentuh bahu siswa. Di North Bali Bilingual School guru tidak menggunakan penguatan negatif. Para guru di North Bali Bilingual School menggunakan konsekuensi. Pandangan guru terhadap penggunaan penguatan untuk meningkatkan karakter siswa di North Bali Bilingual School yaitu seluruh guru sepakat bahwa penggunaan penguatan dalam mengembangkan karakter siswa sangatlah efektif. Para guru mengatakan bahwa ketika mereka diberikan penguatan para siswa terlihat senang. Pemberian reward jika siswa menunjukkan perilaku yang baik siswa akan membuat siswa mau untuk mengulangi perilaku tersebut.Kata Kunci : Penguatan, karakter This study focused on reinforcement that was used by the teachers to encourage good character of students. This research was conducted at North Bali Bilingual School. Based on the finding from the observation at North Bali Bilingual School it was found that positive reinforcement and consequence were used in developing the good characters. The teachers at North Bali Bilingual School mostly used positive reinforcement in the form of verbal and non verbal reinforcement. The verbal reinforcement which was usually given by the teacher at North Bali Bilingual School was in the form of words such as good job, nice, and amazing. Non verbal reinforcements given by the teachers were in the form of chip, sticker, fifteen minutes extra time for library time, fifteen minutes extra time for creativity room, fifteen minutes extra time for take a rest, super bonus extra time thirty minutes to do what they want (creativity room, library time, rest time), certificate, and in the form of body movement such as smile, shakes hand, and touches the students’ shoulder. The teachers at North Bali Bilingual School used consequence. The teachers view about the Implementation of character building by using reinforcement at North Bali Bilingual School was the entire teachers agreed that using reinforcement in developing the students’ characters is effective. The teachers said that when they reinforced the students, such as by giving reward if the students showed good behavior, the students would keep doing that behavior. keyword : Reinforcement, character
An Analysis on Communication Strategy Used by Front Office Staff In Puri Saron Baruna Hotel ., Luh Putu Widianingsih; ., Drs. Asril Marjohan,MA; ., I G A Lokita P Utami, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi berkomunikasi yang digunakan oleh staf front office, tipe dari strategi berkomunikasi yang paling sering digunakan oleh staf ketika berkomunikasi dengan tamu, dan alasan dalam penggunaan strategi tersebut. Data dikumpulkan melakui observasi langsung dan wawancara. Alat perekam, catatan, dan lembar pengamatan juga digunakan dalam pengumpulan data. Data tersebut kemudian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil dari penelitian ini yaitu; (1) Tipe-tipe dari strategi berkomunikasi yang digunakan oleh staf front office adalah message abandonment, topic avoidance, language switch, approximation, word coinage, circumlocution, appeals for assistance, stealing atau time-gaining strategies, non linguistic signals, dan literal translation. (2) Strategi stealing atau time gaining merupakan strategi yang digunakan paling sering oleh staf. (3) Ada beberapa alasan yang menyebabkan para staf menggunakan strategi tersebut seperti untuk memperlancar komunikasi dengan tamu walaupun staf memiliki keterbatasan dalam penguasaan bahasa tertentu, untuk memberikan penekanan terhadap ujaran dari staf, untuk membantu staf dalam menjelaskan sesuatu kepada tamu, dan menghindari kesalahan dalam memberikan informasi.Kata Kunci : staf front office, strategi berkomunikasi The purposes of this study were to investigate the types of communication strategy used by front office staff, the types of communication strategy used most frequently, and the reasons of the staff in using those types of communication strategies. The data was collected through doing direct observation and interview. Besides, mobile recorder, field note, and observational sheet were also used in gaining the data. The data was analysed both qualitatively and quantitatively. The result of this study are: (1) there are ten types of communication strategies utilized by the staff in communicating with the guests, they are message abandonment, topic avoidance, language switch, approximation, word coinage, circumlocution, appeals for assistance, stealing or time-gaining strategies, non linguistic signals, and literal translation. (2) Stealing or time gaining strategy is found as the most frequent strategy used by the staff. (3) There are some factors that cause the staff to apply those strategies such as to make the conversation keep running although the staff have lack of language ability, to give emphasize on staff’s utterances so that the guest understand what the staff said, to help the staff explain something easier to the guests, and to avoid mistakes while giving information to the guests. keyword : communication strategy, front office staff
THE EFFECT OF DRAW A STORY TECHNIQUE UPON THE COMPETENCY IN WRITING DESCRIPTIVE PARAGRAPHS OF GRADE EIGHT STUDENTS OF SMP NEGERI 1 PUPUAN IN THE ACADEMIC YEAR OF 2013/2014 ., I Gede Prasetyo Wibisana; ., Drs.Gede Batan,MA; ., I G A Lokita P Utami, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.2528

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui apakah penggunaan teknik draw a story memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kompetensi siswa dalam menulis paragraf deskriptif dibandingkan siswa yang diajar menggunakan teknik konvensional. Dalam penelitian ini, Hipotesis Nol digunakan. Karena penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Populasi pada penelitian ini adalah 279 siswa kelas delapan SMP Negeri 1 Pupuan. Teknik pengambilan sampel adalah dengan teknik kluster untuk menentukan kelompok experimen dan kelompok kontrolnya. Desain penelitian ini adalah post-tes dan kelompok kontrol. Dimana hasil dari perlakuan dapat ditentukan melalui post-tes setelah perlakuan untuk melihat pengaruhnya pada kelompok eksperimen yang diajar menggunakan teknik draw a story dan kelompok kontrol yang diaajar dengan menggunakan teknik konvensional. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa rerata dari kelompok eksperimen adalah 92.87 dan rerata nilai pada kelompok kontrol adalah 86.2. Melalui nilai standar deviasi, dapat dilihat melalui tabel menunkukkan bahwa kelompok experimen memperoleh skor lebih tinggi dibanding kelompok kontrol. Standar deviasinya adakah 4.7 sedangkan pada kelompok kontrol hanya 3.3. Dilihat dari rerata dan standar deviasi, dapat dinyatakan bahwa siswa pada kelompok eksperimen menghasilkan kompetensi yang lebih baik. Disamping itu, melalui tes hipotesis dapat dikatakan bahwa hipotesis-Null ditolak dalam penelitian ini. Dapat dilihat bahwa hasil t-test adalah tobs 6.292 lebih tinggi dari nilai tcv at 2.58 pada level 0.01. Penolakan terhadap hipotesis ini menandakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan terhadap kompetensi siswa dalam menulis paragraf deskriptif antara siswa yang diajar menggunakan teknik draw a story dengan siswa yang diajar menggunakan teknik konvensional. Kata Kunci : kompetensi menulis, teknik draw a story, paragraf deskriptif This study was conducted to find out whether there was significant difference of students’ competency in writing descriptive paragraph between students who were taught by using draw a story technique and those who were taught by using conventional teaching technique. In this study, the Null Hypothesis was used. Since this study was experimental group. The population was the eighth grade students in SMP N 1 Pupuan which was consisted of 279 students. Cluster random sampling was used to choose the experimental group and control group. The design of this study was a Posttest-Only Control Group Design. The result of the treatment was identified through post-test which was given at the end of the treatment to see the significant difference between the experimental groups who had been treated using draw a story technique and the control group who had been treated using the conventional teaching technique. The findings of the study showed that the mean score for experimental group was 92.87 and the mean score for the control group was 86.2. In term of standard deviation, it could be seen from the table that the experimental group had higher score than the control group. The standard deviation for experimental group was 4.7 and the control group was 3.3. Seen from the mean score and the standard deviation, it can be concluded that the students of the experimental received better competency. Besides, from the hypothesis testing, it can be said that the Null Hypothesis (Ho) used in this study was rejected. It can be seen brom the result of t-test in which tobs 6.292 was higher than the value of tcv at 2.58 at level significance 0.01. The rejection of null hypothesis means that there was a significant difference on students’ competency in writing descriptive paragraph between eighth grade students of SMP N 1 Pupuan who were taught by using draw a story technique and those who were taught by using conventional teaching technique.keyword : writing competency, draw a story technique, descriptive paragraph
A STUDY ON REINFORCEMENT TOWARD STUDENTS SHOWING GOOD CHARACTER AT NORTH BALI BILINGUAL SCHOOL ., I Made Suta Wijana Giri; ., Drs. Asril Marjohan,MA; ., I G A Lokita P Utami, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3109

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada penguatan yang digunakan oleh guru untuk mendorong karakter yang baik dari siswa. Penelitian ini dilakukan di North Bali Bilingual School. Berdasarkan temuan dari hasil pengamatan di North Bali Bilingual School ditemukan bahwa di sana menggunakan penguatan positif dan konsekuensi dalam mengembangkan karakter yang baik dari siswa. Para guru di North Bali Bilingual School banyak menggunakan penguatan positif berupa penguatan verbal dan non verbal. Penguatan verbal yang biasanya diberikan oleh guru di North Bali Bilingual School adalah dalam bentuk kata-kata seperti pekerjaan yang baik, bagus, dan menakjubkan. Penguatan non verbal yang diberikan oleh guru dalam bentuk chip, stiker, lima belas menit waktu tambahan untuk waktu perpustakaan, lima belas menit waktu tambahan untuk ruang kreativitas, lima belas menit waktu tambahan untuk beristirahat, super bonus waktu ekstra tiga puluh menit untuk melakukan apa yang mereka inginkan (ruang kreativitas, waktu perpustakaan, waktu istirahat), sertifikat, dan dalam bentuk gerakan tubuh seperti tersenyum, menjabat tangan, dan menyentuh bahu siswa. Di North Bali Bilingual School guru tidak menggunakan penguatan negatif. Para guru di North Bali Bilingual School menggunakan konsekuensi. Pandangan guru terhadap penggunaan penguatan untuk meningkatkan karakter siswa di North Bali Bilingual School yaitu seluruh guru sepakat bahwa penggunaan penguatan dalam mengembangkan karakter siswa sangatlah efektif. Para guru mengatakan bahwa ketika mereka diberikan penguatan para siswa terlihat senang. Pemberian reward jika siswa menunjukkan perilaku yang baik siswa akan membuat siswa mau untuk mengulangi perilaku tersebut.Kata Kunci : Penguatan, karakter This study focused on reinforcement that was used by the teachers to encourage good character of students. This research was conducted at North Bali Bilingual School. Based on the finding from the observation at North Bali Bilingual School it was found that positive reinforcement and consequence were used in developing the good characters. The teachers at North Bali Bilingual School mostly used positive reinforcement in the form of verbal and non verbal reinforcement. The verbal reinforcement which was usually given by the teacher at North Bali Bilingual School was in the form of words such as good job, nice, and amazing. Non verbal reinforcements given by the teachers were in the form of chip, sticker, fifteen minutes extra time for library time, fifteen minutes extra time for creativity room, fifteen minutes extra time for take a rest, super bonus extra time thirty minutes to do what they want (creativity room, library time, rest time), certificate, and in the form of body movement such as smile, shakes hand, and touches the students’ shoulder. The teachers at North Bali Bilingual School used consequence. The teachers view about the Implementation of character building by using reinforcement at North Bali Bilingual School was the entire teachers agreed that using reinforcement in developing the students’ characters is effective. The teachers said that when they reinforced the students, such as by giving reward if the students showed good behavior, the students would keep doing that behavior. keyword : Reinforcement, character
THE IMPLEMENTATION OF COMMUNICATIVE APPROACH COMBINED WITH INTENSIVE REHEARSAL IN READING ON THE EIGHTH GRADE AT SMP KATOLIK SANTO PAULUS SINGARAJA ., I Wayan Adi Eka Sunu; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra,Dip.,App.; ., I G A Lokita P Utami, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3261

Abstract

Berdasarkan data yang ditemukan pada observasi awal, menyatakan bahwa kelas VIIIB di SMP Katolik Santo Paulus Singaraja memiliki kompetensi membaca yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengubah strategi membaca siswa, meningkatkan kompetensi membaca siswa dan untuk menyebutkan hambatan yang ditemukan dalam penerapan Pendekatan Komunikatif dikombinasikan dengan penugasan secara intensif. Penelitian ini dirancang dalam bentuk penelitian tindakan kelas. Penelitian dilakukan dalam dua siklus. Subyek penelitian yaitu 20 siswa yang terdiri dari 8 laki-laki dan 12 perempuan. Data dikumpulkan melalui evaluasi, observasi dan kuesioner. Setelah diberi tindakan dari siklus I ke siklus II, perubahan strategi siswa dalam membaca yaitu, para siswa mampu membaca teks dengan menggarisbawahi bagian penting dalam teks, memberi cek, nomor atau simbol, mencatat informasi spesifik setiap paragraf, menghubungkan informasi spesifik ke informasi lain pada paragraf lain. Hasil kompetensi membaca siswa meningkat sejalan dengan pemberian latihan secara intensif. Persentase peningkatan hasil belajar siswa yang telah lulus pada observasi awal berjumlah 4 siswa (20%), pada siklus I berjumlah 11 siswa (55%), sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 17 siswa (85%). Kendala-kendala yang ditemui dalam pelaksanaan strategi ini antara lain, para siswa tidak terbiasa dengan strategi yng digunakan peneliti, keadaan kelas yang diluar kendali, beberapa siswa yang tidak berpartisipasi dalam kegiatan dikelas. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan Pendekatan Komunikatif dikombinasikan dengan penugasan secara intensif dapat mengubah strategi membaca siswa, meningkatkan kompetensi membaca siswa kelas VIIIB di SMP Katolik Santo Paulus Singaraja dan hambatan-hambatan yang ditemukan selama penelitian.Kata Kunci : Kompetensi membaca, Pendekatan komunikatif, Penugasan secara intensif The findings of pre-observation indicated that student class VIIIB of SMP Katolik Santo Paulus Singaraja had low reading competency. The present study was intended to change the students’ reading strategy, to improve students reading competency and to find the obstacles conducting the implementation of Communicative Approach combined with Intensive Rehearsal. The study was designed in the form of classroom action research. It was conducted in two cycles. The subjects of study were 20 students consisting of 8 males and 12 females. The data were collected through reading evaluation, observation checklist and questionnaires. After given the treatment from cycle I to Cycle II, students’ strategy in reading changed, they read the text by underlining the important part in the text, gave check, number or symbol, noted the specific information each paragraph and connected the specific information to specific information each paragraph. The data of students reading competency improved along with the implementation of intensive rehearsal. The percentage of students who had passed the passing score of reading in pre-observation were 4 students (20%), in cycle I were 11 students (55%), meanwhile in cycle II were improved into 17 students (85%). The obstacles were, the students were unfamiliar with the strategy, class become noise, some students inactive in classroom. It could be concluded that the implementation of Communicative Approach combined with Intensive Rehearsal could change the students’ reading strategy and improve reading competency of students class VIIIB SMP Katolik Santo Paulus Singaraja. However, some obstacles found during the implementation of this strategy.keyword : Communicative approach, Intensive rehearsal, Reading competency
THE IMPLEMENTATION OF COMMUNICATIVE APPROACH COMBINED WITH INTENSIVE REHEARSAL IN READING ON THE EIGHTH GRADE AT SMP KATOLIK SANTO PAULUS SINGARAJA ., I Wayan Adi Eka Sunu; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra,Dip.,App.; ., I G A Lokita P Utami, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3262

Abstract

Berdasarkan data yang ditemukan pada observasi awal, menyatakan bahwa kelas VIIIB di SMP Katolik Santo Paulus Singaraja memiliki kompetensi membaca yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengubah strategi membaca siswa, meningkatkan kompetensi membaca siswa dan untuk menyebutkan hambatan yang ditemukan dalam penerapan Pendekatan Komunikatif dikombinasikan dengan penugasan secara intensif. Penelitian ini dirancang dalam bentuk penelitian tindakan kelas. Penelitian dilakukan dalam dua siklus. Subyek penelitian yaitu 20 siswa yang terdiri dari 8 laki-laki dan 12 perempuan. Data dikumpulkan melalui evaluasi, observasi dan kuesioner. Setelah diberi tindakan dari siklus I ke siklus II, perubahan strategi siswa dalam membaca yaitu, para siswa mampu membaca teks dengan menggarisbawahi bagian penting dalam teks, memberi cek, nomor atau simbol, mencatat informasi spesifik setiap paragraf, menghubungkan informasi spesifik ke informasi lain pada paragraf lain. Hasil kompetensi membaca siswa meningkat sejalan dengan pemberian latihan secara intensif. Persentase peningkatan hasil belajar siswa yang telah lulus pada observasi awal berjumlah 4 siswa (20%), pada siklus I berjumlah 11 siswa (55%), sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 17 siswa (85%). Kendala-kendala yang ditemui dalam pelaksanaan strategi ini antara lain, para siswa tidak terbiasa dengan strategi yng digunakan peneliti, keadaan kelas yang diluar kendali, beberapa siswa yang tidak berpartisipasi dalam kegiatan dikelas. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan Pendekatan Komunikatif dikombinasikan dengan penugasan secara intensif dapat mengubah strategi membaca siswa, meningkatkan kompetensi membaca siswa kelas VIIIB di SMP Katolik Santo Paulus Singaraja dan hambatan-hambatan yang ditemukan selama penelitian.Kata Kunci : Kompetensi membaca, Pendekatan komunikatif, Penugasan secara intensif The findings of pre-observation indicated that student class VIIIB of SMP Katolik Santo Paulus Singaraja had low reading competency. The present study was intended to change the students’ reading strategy, to improve students reading competency and to find the obstacles conducting the implementation of Communicative Approach combined with Intensive Rehearsal. The study was designed in the form of classroom action research. It was conducted in two cycles. The subjects of study were 20 students consisting of 8 males and 12 females. The data were collected through reading evaluation, observation checklist and questionnaires. After given the treatment from cycle I to Cycle II, students’ strategy in reading changed, they read the text by underlining the important part in the text, gave check, number or symbol, noted the specific information each paragraph and connected the specific information to specific information each paragraph. The data of students reading competency improved along with the implementation of intensive rehearsal. The percentage of students who had passed the passing score of reading in pre-observation were 4 students (20%), in cycle I were 11 students (55%), meanwhile in cycle II were improved into 17 students (85%). The obstacles were, the students were unfamiliar with the strategy, class become noise, some students inactive in classroom. It could be concluded that the implementation of Communicative Approach combined with Intensive Rehearsal could change the students’ reading strategy and improve reading competency of students class VIIIB SMP Katolik Santo Paulus Singaraja. However, some obstacles found during the implementation of this strategy.keyword : Communicative approach, Intensive rehearsal, Reading competency
THE DEVELOPMENT OF LINEAR INSTRUCTIONAL MULTIMEDIA IN QUESTIONING SKILL AND EXPLAINING SKILL FOR MICROTEACHING CLASS IN ENGLISH EDUCATION DEPARTMENT UNDIKSHA ., Pande Putu Resita Wulan; ., I G A Lokita P Utami, S.Pd.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3317

Abstract

Kajian penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah multimedia pembelajaran linear yang membahas tentang keterampilan bertanya dan menjelaskan untuk kelas pengajaran mikro di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UNDIKSHA dan menganalisis kualitas prototype yang dikembangkan. Penelitian ini menerapkan 5 langkah dalam penelitian dan pengembangan yang diadaptasi dari Gall, Gall dan Borg (2003) oleh Sutopo (2009), antara lain: 1) penelitian dan pengumpulan data, 2) perencanaan, 3) pembuatan prototype, 4) uji prototype pertama, dan 5) perbaikan prototype. Instrumen yang digunakan untuk menggali data adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), naskah pengajaran, dan kuisioner untuk ahli dan pengguna produk yang telah divalidasi. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan, ditemukan bahwa multimedia pembelajaran yang dikembangkan berupa multimedia linear dalam bentuk video presentasi. Hasil kuantitatif analisis menyatakan kualitas video untuk keterampilan bertanya sebesar 82% sementara hasil untuk video keterampilan menjelaskan sebesar 88%. Angka-angka tersebut dikategorikan sebagai hasil yang sangat baik yang mana tidak diperlukannya revisi. Namun terdapat banyak komentar dan saran dalam analisis kualitatif dimana banyak kekurangan dalam bagian isi dan media. Maka dari itu, proses perbaikan dilakukan berdasarkan komentar dan saran yang diberikan oleh ahli dan pengguna. Walaupun terdapat beberapa revisi untuk prototype tersebut, multimedia pembelajaran ini dianggap sebagai video yang baik untuk digunakan daam kelas pengajaran mikro.Kata Kunci : multimedia pembelajaran, multimedia linear, keterampilan bertanya, keterampilan menjelaskan, video pembelajaran mikro. This research and development study was aimed at developing a linear instructional multimedia of questioning skill and explaining skill for microteaching class in English Education Department UNDIKSHA and analyze the quality of prototype have been developed. This study employed 5 steps in multimedia development which was adapted from Gall, Gall and Borg (2003) by Sutopo (2009), namely: 1) research and data collection, 2) planning, 3) creating prototype, 4) preliminary prototype testing and 5) upgrading prototype. The instrument used was lesson plan, validated teaching scenario and validated questionnaire for expert judges and users of the product. The data was analyzed through quantitative and qualitative analysis. In accordance to the need analysis, this study resulted in type of instructional multimedia to be developed which is linear multimedia in form of video presentation. Based on the quantitative analysis, the quality of microteaching video is 82% for questioning skill video and 88% for explaining skill. Those numbers are categorized as very good product where it does not need any revision. Indeed, qualitative analysis gained some suggestions and comments from the experts where there are some weaknesses in the area of content and media. Therefore, the upgrading process was decided to be done as the experts and users commented and suggested. Though there were some revisions for the prototype, the instructional multimedia was considered as a good video to be used in microteaching class. keyword : instructional multimedia, linear multimedia, questioning skill, explaining skill, microteaching video.
THE EFFECT OF DIARY WRITING TECHNIQUE TOWARD THE STUDENTS’ WRITING COMPETENCY ., I Made Ekki Pramana Supardi; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., I G A Lokita P Utami, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3321

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah implementasi teknik diary writing mempunyai efek yang signifikan terhadap kompetensi menulis siswa. Penelitian ini berjenis experimental yang menggunakan Posttest Only Control Group Design. Dalam penelitian ini, populasinya adalah seluruh siswa kelas VIII di SMP LAB UNDIKSHA Singaraja, Buleleng-Bali pada tahun akademik 2013/2014. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII-3 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-4 sebagai kelas kontrol yang ditentukan melalui Random Sampling Technique. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah hasil dari posttest menulis yang dilaksanakan setelah perlakuanselesai dilakukan.Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif diperoleh hasil bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen adalah 84,19 dan nilai rata-rata kelas kontrol adalah 76,11. Ini mengindikasikan bahwa kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol dalam menulis karena memperoleh nilai rata-rata yang lebih tinggi. Sementara, hasil dari analisis statistik inferensial menunjukkan bahwa nilai to adalah 2,247, yang lebih tinggi daripada nilai tcv pada 2,00 (level signifikansi 5%). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa implementasi teknik diary writing mempunyai efek yang signifikan terhadap kompetensi menulis siswa. Kata Kunci : diary writing, kemampuan menulis siswa This study aimed to investigate whether the implementation of diary writing technique had significant effect toward the students’ writing competency. This study was an experimental research which used Posttest Only Control Group Design. In this study, the population was all the grade VIII students at SMP LAB UNDIKSHA Singaraja in the academic year 2013/2014. The samples of this study were class VIII-3 as the experimental group and class VIII-4 as the control group which were determined by using Random Sampling Technique. The data of this study were obtained from the result of writing posttest conducted after the treatments were finished. Based on the result of descriptive statistic analysis, it showed that the mean score of Experimental group was 84.19 and the mean score of control group was 76.11. This indicated that the experimental group performed better than the control group due to the higher mean score. Meanwhile, the result of inferential statistic analysis through independent sample t-test showed that the value of to was 2.247, which was higher than the value of tcv at 2.00 (significance level 5%). Thus, it can be concluded that the implementation of diary writing technique had the significant effect toward the students’ writing competency.keyword : diary writing, writing competency