S.Pd. I G A Lokita P Utami .
Unknown Affiliation

Published : 28 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

A STUDY ON THE STUDENTS' WRITING ERRORS IN CLASS VIII H AT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) NEGERI 1 SUKASADA ., Made Mesy Dwimantari; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra,Dip.,App.; ., I G A Lokita P Utami, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3334

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tipe dan sumber kesalahan menulis pada siswa dan meningkatkan kompetensi menulis siswa melalui Pendekatan Proses. Penelitian ini dirancang dalam bentuk analisis deskriptif dan penelitian berbasis tindakan. Subyek penelitian adalah siswa kelas VIII H, SMP N 1 Sukasada tahun ajaran 2013/2014 sebanyak 30 siswa. Data dikumpulkan melalui pemunculan data, rancangan pembelajaran, tes tertulis, lembar observasi, dan kuesioner. Ada dua jenis data yang dikumpulkan, yaitu pertama, statistik deskriptif dan analisis kesalahan, kedua yaitu kuantitatif dan kualitatif data. Hasil dari analisis pertama menunjukkan bahwa ada empat jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam menulis teks bahasa Inggris, yaitu omission error, addition error, misformation error, dan misordering error. Analisis data kedua menunjukkan bahwa kompetensi menulis siswa meningkat seiring dengan penerapan pendekatan proses. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan persentase siswa yang lulus passing grade kompetensi menulis dari pra-observasi, siklus 1, dan siklus 2. Selain itu, peningkatan juga terlihat dari persentase siswa dalam setiap teks dan tujuh indikator kompetensi menulis. Peningkatan tersebut juga bisa dilihat dari hasil kuesioner yang menunjukkan bahwa siswa memberikan respon positif terhadap penerapan pendekatan proses. Dengan demikian, disarankan kepada guru untuk menggunakan pendekatan proses dalam pengajaran menulis, dimana pendekatan proses dapat memfasilitasi siswa untuk menulis sebuah paragraf yang baik di SMP Negeri 1 SukasadaKata Kunci : Analisis Kesalahan, Kompetensi Menulis, Pendekatan Proses The study aimed at analyzing types and sources of the students’ writing errors and improving students’ writing competency through Process Approach. The study was designed in the form of descriptive analysis and action-based research. The subjects of the study were 30 students in class VIII H of SMP N 1 Sukasada in the academic year 2013/2014. The data were collected through data elicitation, teaching scenario, writing tests, observation checklist, and questionnaire. There were two kinds of gathered data, first, descriptive statistics and error analysis data, second, qualitative and quantitative data. The result of the first analysis shows there are four types of errors committed by the students in writing English texts. They are omission errors, addition errors, misformation errors, and misordering errors. The second data analysis shows that the students’ writing competency improved along with the implementation of process approach. It could be seen from the improvement of percentage of students who had passed the passing grade of writing competency from pre-observation, cycle 1, to cycle 2. Moreover, the improvement involved the students’ percentage in each text and seven indicators of writing competency. The improvement also could be seen from the result of questionnaires in which it indicated that the students gave positive response toward the application of process approach. Thus, it is suggested to teachers to use the process approach in teaching writing since the approach could facilitate the students to write a good paragraph in SMP Negeri 1 Sukasadakeyword : Errors Analysis, Writing Competency, Process Approach
An Analysis on Communication Strategy Used by Front Office Staff In Puri Saron Baruna Hotel ., Luh Putu Widianingsih; ., Drs. Asril Marjohan,MA; ., I G A Lokita P Utami, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3354

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi berkomunikasi yang digunakan oleh staf front office, tipe dari strategi berkomunikasi yang paling sering digunakan oleh staf ketika berkomunikasi dengan tamu, dan alasan dalam penggunaan strategi tersebut. Data dikumpulkan melakui observasi langsung dan wawancara. Alat perekam, catatan, dan lembar pengamatan juga digunakan dalam pengumpulan data. Data tersebut kemudian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil dari penelitian ini yaitu; (1) Tipe-tipe dari strategi berkomunikasi yang digunakan oleh staf front office adalah message abandonment, topic avoidance, language switch, approximation, word coinage, circumlocution, appeals for assistance, stealing atau time-gaining strategies, non linguistic signals, dan literal translation. (2) Strategi stealing atau time gaining merupakan strategi yang digunakan paling sering oleh staf. (3) Ada beberapa alasan yang menyebabkan para staf menggunakan strategi tersebut seperti untuk memperlancar komunikasi dengan tamu walaupun staf memiliki keterbatasan dalam penguasaan bahasa tertentu, untuk memberikan penekanan terhadap ujaran dari staf, untuk membantu staf dalam menjelaskan sesuatu kepada tamu, dan menghindari kesalahan dalam memberikan informasi.Kata Kunci : staf front office, strategi berkomunikasi The purposes of this study were to investigate the types of communication strategy used by front office staff, the types of communication strategy used most frequently, and the reasons of the staff in using those types of communication strategies. The data was collected through doing direct observation and interview. Besides, mobile recorder, field note, and observational sheet were also used in gaining the data. The data was analysed both qualitatively and quantitatively. The result of this study are: (1) there are ten types of communication strategies utilized by the staff in communicating with the guests, they are message abandonment, topic avoidance, language switch, approximation, word coinage, circumlocution, appeals for assistance, stealing or time-gaining strategies, non linguistic signals, and literal translation. (2) Stealing or time gaining strategy is found as the most frequent strategy used by the staff. (3) There are some factors that cause the staff to apply those strategies such as to make the conversation keep running although the staff have lack of language ability, to give emphasize on staff’s utterances so that the guest understand what the staff said, to help the staff explain something easier to the guests, and to avoid mistakes while giving information to the guests. keyword : communication strategy, front office staff
THE DEVELOPMENT OF LINEAR INSTRUCTIONAL MULTIMEDIA OF CLASSROOM MANAGEMENT AND LEADING SMALL GROUP DISCUSSION SKILLS FOR MICROTEACHING CLASS IN ENGLISH EDUCATION DEPARTMENT UNDIKSHA ., Putu Reuni Yuliana; ., I G A Lokita P Utami, S.Pd.; ., Ni LP. Eka Sulistia Dewi, S.Pd. M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3373

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan multimedia pembelajaran linear untuk keterampilan mengelola kelas dan keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil di kelas microteaching di jurusan Pendidikan Bahas Inggris UNDIKSHA. Desain penelitian dan pengembangan (R&D) oleh Dick and Carey diadaptasi dalam penelitian ini. Langkah yang dilakukan adalah analisis kebutuhan, analisis pembelajaran, analisis siswa dan lingkungannya, merumuskan tujuan khusus, mengembangkan instrument penilaian, mengembangkan strategi pembelajaran, mengembangkan materi pembelajaran, melakukan penilaian formatif, dan revisi produk. Hasil multimedia pembelajaran memperlihatkan bahwa multimedia yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UNDIKSHA adalah multimedia pembelajaran yang isi pada simulasi mengenai pembelajaran bahasa Inggris, menggunakan bahasa Inggris sebagai ahasa penghantar, and tingkatan siswa pada simulasi adalah tingkat SMA. Lalu kualifikasi multimedia pembelajaran linear yang dihasilkan adalah “sangat baik” dengan presentase keseluruhan 87.00% untuk multimedia pembelajaran keterampilan mengelola kelas dan 87.03% untuk keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil. Kata Kunci : Penelitian dan pengembangan, multimedia pembelajaran linear, keterampilan mengelola kelas, keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil. This research is an Education Research and Development which aimed at developing linear instructional multimedia of classroom management skill and leading small group discussion skill for microteaching class in English Education Department UNDIKSHA. To develop the instructional multimedia, the Research and Development (R&D) design by Dick & Carey was adapted. The steps done in developing the product were started with identifying instructional goals, conducting instructional analysis, analyzing learners and contexts, writing performance objectives, developing assessment instruments, developing instructional strategy, developing instructional materials, conducting formative evaluation, and the last revising product. Moreover, the result showed that the linear instructional multimedia which is suitable for the English Education Department UNDIKSHA students’ needs is an instructional multimedia by which the content in the illustration/simulation of the skill components is about English language learning, the level of the students (setting) in the simulation is senior high school level, and the instructional language used is English. Then, the linear instructional multimedia has very good qualification with whole percentage (F/N) of 87.00% for classroom management skill and 87.03% for leading small group discussion skill linear instructional multimedia.keyword : research and development, linear instructional multimedia, classroom management skill, small group discussion skill
THE DEVELOPMENT OF LINEAR MULTIMEDIA IN TEACHING OPENING-CLOSING SKILL AND GIVING REINFORCEMENT SKILL IN MICROTEACHING CLASS AT ENGLISH EDUCATION DEPARTMENT ., Putu Chintya Dewi; ., I G A Lokita P Utami, S.Pd.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3375

Abstract

Desain penelitian dari abstrak ini bertujuan untuk meneliti dan mengembangkan multimedia linear dalam mengajarkan keterampilan membuka-menutup pelajaran dan keterampilan memberikan penguatan. Penelitian ini terdiri dari beberapa tahap; a) penelitian dan pengumpulan data, b) perencanaan, c) pembuatan prototipe d) penilaian awal produk, dan e) peningkatan produk. Instrument daripada penelitian ini adalah kuisioner penilaian ahli dan kuisioner penilaian pengguna. Semua data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil dari penelitian ini berupa multimedia linear yakni dalam bentuk video dimana Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran dan bahasa pengantar dalam video dan menggunakan murid SMP sebagai model murid di simulasi. Isi daripada video microteaching dikembangkan berdasarkan analisis kebutuhan dari mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Lebih lanjut, multimedia linear dalam mengajar keterampilan membuka-menutup pelajaran dan keterampilan memberikan penguatan ini dikembangkan dengan mempertimbangkan indicator keberhasilan oleh Tegeh and Kirna (2010). Berdasarkan hasil dari penilaian ahli dan pengguna, kualitas linear multimedia ini sangat bagus.Kata Kunci : Keterampilan Membuka-Menutup Pelajaran, Keterampilan Memberikan Penguatan, Keterampilan Microteaching, Multimedia Linear, Video This resreach and development research design was aimed at studying and developing linear multimedia in teaching opening-closing skill and giving reinforcement skill. This research consisted of six phases: a) research and data collection, b) planning, c) creating product d) product testing, e) evaluating result of product testing, and f) upgrading product. The instrument of this research was expert judgment form and user form. All data were both analyzed descriptively and quantitatively. The result of this research was a linear multimedia which is video that contains English as subject material in teaching the microteaching skills, use English as the language instruction and use Junior High School students as the model in the simulation. The content of the microteaching video was developed based on the need analysis of English Education Department Students. Furthermore, linear multimedia in teaching opening-closing skill and giving reinforcement skill was developed by considering the indicator of success from Tegeh (2010). Based on the result of experts’ judgment and users, the quality of linear multimedia was excellent. keyword : Giving Reinforcement Skill, Linear multimedia, Microteaching Skill, Video, Opening-Closing skill
AN ANALYSIS OF CLASSROOM INTERACTION IN AN ENGLISH CLASS: THE CASE AT ELEVENTH GRADE OF AN IMMERSION CLASS IN SMA NEGERI BALI MANDARA ., Ni Putu Rika Amanda Putri; ., Drs. Asril Marjohan,MA; ., I G A Lokita P Utami, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3377

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kategori interaksi kelas pada kelas immersi dengan menggunakan Foreign Language Interaction (FLINT) system. FLINT system dibagi menjadi 22 kategori, yaitu: (1) Deals with Feeling, (2) Praise or Encouraging, (2a) Jokes, (3) Uses Ideas of Students, (3a) Repeats Student Response Verbatim, and (4) Asks Questions (5) Gives information, (5a) Corrects without Rejection, (6) Gives Directions, (6a) Direction Pattern Drills, (7) Criticizes Student Behaviour, and (7a) Criticizes Student Response (8) Student Response Specific, (8a) Student Response Choral, (9) Student Response Open-Ended or Student-Initiated, (10) Silence, (10a) Silence AV, (11) Confusion Work-Oriented, (11a) Confusion Non Work-Oriented, (12) Laughter, (13) Uses of the Native Language, and (14) Nonverbal. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI IPA I SMA Negeri Bali Mandara yang terdiri dari dua puluh dua siswa. Penelitian ini dirancang dengan menngunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Terdapat lima instrument yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, peneliti, kamera video, catatan lapangan, panduan wawancara dan daftar kategori.Data dikumpulkan dengan cara merekam interaksi kelas di kelas XI IPA I sebanyak empat kali. Kemudian, data ditranskrip dan dikategorikan berdasarkan FLINT system. Hasil analisis data menunjukan bahwa semua kategori interaksi kelas berdasarkan FLINT system terjadi di kelas. Jumlah interaksi yang dihasilkan oleh siswa 53.57 % sedangkan interkasi guru sebanyak 46.42%. Ini berarti bahwa interaksi guru dan siswa cukup seimbang dan siswa telah diberikan kesempatan terbaik untuk berpartisipasi di kelas.Kata Kunci : Kata kunci: Interaksi kelas, Foreign Language Interaction (FLINT) system, kelas immersi Abstract This study was aimed at finding the classroom interaction categories in an immersion class by using Foreign Language Interaction (FLINT) system. FLINT system is divided into 22 categories, namely: (1) Deals with Feeling, (2) Praise or Encouraging, (2a) Jokes, (3) Uses Ideas of Students, (3a) Repeats Student Response Verbatim, and (4) Asks Questions (5) Gives information, (5a) Corrects without Rejection, (6) Gives Directions, (6a) Direction Pattern Drills, (7) Criticizes Student Behaviour, and (7a) Criticizes Student Response (8) Student Response Specific, (8a) Student Response Choral, (9) Student Response Open-Ended or Student-Initiated, (10) Silence, (10a) Silence AV, (11) Confusion Work-Oriented, (11a) Confusion Non Work-Oriented, (12) Laughter, (13) Uses of the Native Language, and(14) Nonverbal. This study was conducted in XI Science I class of SMA Negeri Bali Mandara which consists of twenty two students. This study was designed by using descriptive qualitative approach. There were five instruments used in this study namely the researcher, video camera, observation sheet, interview guide and checklist. The data was collected by recording the classroom interaction in XI Science I class for four times. After that, the records were transcribed and categorized based on the FLINT system. The result of the data analysis shows that all categories of classroom interaction based on FLINT system occurred in classroom. The total interaction produced by the students was 53.57 % while the teacher produced 46.42%. It means that the interaction between teacher and students is quite balance and students are given best possible opportunity to participate in classroom. keyword : Keywords: Classroom interaction, Foreign Language Interaction (FLINT) system, Immersion class
DEVELOPING MULTIMEDIA OF MICROTEACHING USING VARIATION IN TEACHING SKILL AND TEACHING SMALL GROUP AND INDIVIDUAL SKILL IN ENGLISH EDUCATION DEPARTMENT OF UNDIKSHA ., Ni Kadek Debi Kurniati; ., I G A Lokita P Utami, S.Pd.; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3488

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan multimedia pembelajaran microteaching untuk mata kuliah microteaching di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UNDIKSHA. Terdapat dua ketermapilan mengajar yang dikembangkan menjadi multimedia pembelajaran, yaitu keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan dan keterampilan menggunakan variasi dalam mengajar. Metode penelitian yang digunakan adalah model penelitian dan pengembangan Borg dan Gall, yang terdiri dari 5 langkah penelitian yaitu (1) penelitian dan pengumpulan data awal, (2) perencanaan, (3) pembuatan produk awal, (4) uji coba awal, dan (5) perbaikan produk awal. Produk multimedia di validasi oleh seorang ahli isi, seorang ahli desain pembelajaran, seorang ahli media pembelajaran, seorang guru dalam uji coba perorangan, dan dua puluh lima siswa dalam uji coba kelompok kecil. Instrumen pengumpulan data adalah angket. Teknik untuk mengolah data adalah deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari komentar, saran, atau mauskan dari ahli, uji coba perorangan, dan uji coba kelompok kecil. Sementara, data kuantitatif diperoleh dari skor yang deberikan pada angket. Hasi penelitian menunjukan bahwa kualitas multimedia keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan dan keterampilan menggunakan variasi dalam mengajar ditinjau dari aspek; (1) isi adalah baik dan sangat baik dengan persentase 84% dan 90 %. (2) media pembelajaran adalah baik untuk kedua multimedia keterampilan mengajar dengan presentase 81% dan 80%, (3) desain pembelajaran adalah baik untuk kedua multimedia keterampilan mengajar dengan presentase 83% dan 81%, (4) tes perorangan adalah sangat baik untuk kedua multimedia keterampilan mengajar dengan presentase 997% dan 98%, and (5) tes kelompok kecil adalah baik untuk kedua multimedia keterampilan mengajar dengan presentase 88.52% dan 88.12%. Hasil validasi tersebut menunjukan bahwa multimedia yang dikembangkan tidak perlu direvisi. Berdasarkan hasil validasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa multimedia microteaching dapat digunakan dalam proses belajar mengajar sebagai multimedia pembelajaran.Kata Kunci : multimedia pembelajaran, keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan, keterampilan menggunakan variasi dalam mengajar, validasi. This development research was aimed at producing instructional multimedia of microteaching for microteaching course in English Education Department of UNDIKSHA. There were two skills of teaching being developed as instructional multimedia, those are teaching small group and individual skill and using variation in teaching skill. The research method of this study was research and development Borg and Gall Model which consisted of five steps, namely: (1) research and data collection, (2) planning, (3) making the initial product, (4) preliminary testing, and (5) upgrading the product. The product of the multimedia were validated by a content expert, an instructional design expert, an instructional media expert, a teacher in individual test, and twenty five students in small group test. The instrument used for collecting the data was questionnaire. The techniques of data analysis were descriptive qualitative and descriptive quantitative. Qualitative data were gained from comments, suggestions, or feedback given by experts, individual testing, and small group testing, while quantitative data were gained through the score given on the questionnaires. The result of the study showed that the validity of the multimedia of both teaching small group and individual skill and using variation in teaching skill in terms of; (1) content aspect were good and very good, with 84% and 90%, (2) instructional media aspect were good for both of the multimedia with 81% and 80%, (3) instructional design aspect were good for both of the multimedia with 83% and 81%, (4) individual testing aspect were very good for both of the multimedia with 997% and 98%, and (5) small group testing aspect were good for both of the multimedia with 88.52% and 88.12%. The result of the validation indicates that the multimedia does not need to be upgraded. Based on the result of the validation, it can be concluded that this multimedia of microteaching can be used in the process of teaching and learning as an instructional multimedia.keyword : instructional multimedia, teaching small group and individual skill, using variation in teaching skill, microteaching.
PRAGMATIC COMPETENCY OF THE ELEVENTH GRADE STUDENTS IN SPEAKING AT SMA N 1 AMLAPURA ., Ni Luh Putu Meriyanti; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra,Dip.,App.; ., I G A Lokita P Utami, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3928

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis tindak tutur, dan gaya berbicara serta kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas XI di SMA N 1 Amlapura. Penelitian ini dirancang dengan cara kualitatif, dengan merekrut 30 siswa SMA N 1 Amlapura. Tindak tutur dan gaya berbicara diperoleh dengan menggunakan simulasi ujaran. Ucapan direkam, ditulis dan diproses secara kualitatif. Data dianalisis dengan mengelompokkan, mendeskripsikan, menjelaskan, dan menyimpulkan. Temuan ini menunjukkan sebagai berikut; pertama, ada empat tindak tutur yang paling umum digunakan dalam mengerjakan tugas, yaitu constantives, directives, commisives dan acknowledgement. Constantive adalah jenis tindak tutur yang paling dominan yang digunakan oleh siswa kelas XI di SMA N 1 Amlapura dengan persentase 93%, Frekuensi directives adalah 7 dengan persentase 3%. Acknowledgement menunjukkan frekuensi 6 dengan persentase 2,5%, dan yang terakhir adalah commisives dengan frekuensi 4 dan dengan persentase 1,7%. Kedua, dari segi gaya berbicara, ada perbedaan yang jelas dari frekuensi dan persentase antara bahasa standar dan bahasa non-standar yang digunakan oleh siswa kelas XI di SMA N 1 Amlapura. Frekuensi penggunaan bahasa standar adalah 230 dengan persentase 95,8%. Frekuensi penggunaan bahasa non-standar adalah 10 dengan persentase 4,2%. Ketiga, jenis kesalahan gramatikal merupakan jenis keslahan yang paling dominan yang dilakukan oleh siswa kelas XI SMA N 1 Amlapura dengan frekuensi 10 dari total 240 ucapan. Sementara itu, tidak ada jenis kesalahan lain yang ditemukan dalam jenis tindak tutur lainnya. Kata Kunci : kompetensi pragmatik, deskriptif kualitatif, tindak tutur, jenis kesalahan. This study analyzed the speech act types, and style as well as the errors committed by the eleventh grade students at SMA N 1 Amlapura. This study was designed with qualitative manner, by recruiting 30 students of SMA N 1 Amlapura. The speech acts and styles were elicited by using simulated utterances. The utterances were recorded, transcribed and processed qualitatively. The data were analyzed by categorizing, describing, explaining, and concluding. The finding showed the following; firstly, there were four speech acts most commonly used in excuting the tasks, namely constantives, directives, commisives and acknowledgement. Constantive was the most dominant type of speech act that exist among the eleventh grade students at SMA N 1 Amlapura with the percentage 93%, The frequency of directives was 7 with the percentage 3%. The acknowledgement showed the frequency 6 with the percentage 2.5%, and the last was commisives with the frequency 4 and with the percentage 1.7%. Secondly, in terms of speech style, there was clear distinction of the frequency and the percentage between the standard language and non-standard language used by the eleventh grade students at SMA N 1 Amlapura. The frequency of the use of standard language was 230 with the percentage 95.8%. The frequency of the use of non-standard language was 10 with the percentage 4.2%. The last, grammatical types of errors was the most dominant types of error committed by the eleventh grade students of SMA N 1 Amlapura with the frequency 10 from the total 240 speeches. Meanwhile, there weren’t any other types of errors found in other locutionary acts.keyword : pragmatic competency, descriptive qualitative, speech acts, types of errors
THE USE OF SPEECH ACTS AMONG PROSPECTIVE FRONT OFFICE STUDENTS OF SMK PARIWISATA DWI TUNGGAL TABANAN ., Ni Nyoman Sri Wahyu Puspitasari; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra,Dip.,App.; ., I G A Lokita P Utami, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.4405

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini terfokus pada analisis tindak tutur lokusi, jenis-jenis gaya bahasa yang berhubungan dengan kesopanan diantara siswa calon resepsionis SMK Pariwisata Dwi Tunggal Tabanan, dan kesalahan-kesalahan gaya bahasa yang berhubungan dengan tindak tutur lokusi dengan tugas-tugas serorang resepsionis. Ini merupakan penelitian kualitatif. Tehnik yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei. Data dari penelitian ini dikumpulkan dengan menugaskan setiap siswa untuk mengucapkan tugas-tugas dari seorang resepsionis. Data dari penelitian ini diolah secara deskriptif dengan berfokus pada tindak tutur lokusi, tingkat kesopanan, dan kesalahan yang ditemukan di setiap tugas. Penemuan yang pertama menunjukkan bahwa ada empat tindak tutur lokusi yang sering digunakan oleh calon resepsionis SMK Pariwisata Dwi Tunggal Tabanan. Penemuan yang kedua menunjukkan bahwa tindak tutur lokusi lebih banyak di ekspresikan secara sopan (98.5%) daripada tidak sopan(1.5%). Penemuan ketiga menunjukkan bahwa kesalahan yang dilakukan oleh siswa sering terjadi pada penyambutan tamu dan pencatatan identitas tamu. Saran diberikan kepada guru SMK Pariwisata Dwi Tunggal Tabanan untuk menggunakan tindak tutur lokusi secara variatif. Kata Kunci : tindak tutur lokusi, gaya bahasa, siswa calon resepsionis AABSTRACT This research focused on the types of locutionary acts, speech styles in terms of politeness used by the prospective front officers of SMK Pariwisata Dwi Tunggal Tabanan, and the errors committed in their speech styles in terms of the appropriateness of locutionary acts and their respondent task. This research was a qualitative research. It was an observational study using a survey technique. The data were collected by assigning each student to express each of front office tasks verbally. Data were analyzed descriptively in terms of locutionary acts categories, level of politeness, and types of errors of each front office task. The first finding shows; there are four locutionary acts more frequently used by prospective front officers of SMK Pariwisata Dwi Tunggal Tabanan when they were assigning each of front office tasks. The second finding shows; the locutionary acts were expressed more in polite style (98.5%) than impolite style (1.5%). The third finding shows; the frequent of errors committed were in the appropriateness of locutionary acts and their corresponding tasks. Errors were mostly found in welcoming guest and recording guest identity. The suggestion was given to the teacher of SMK Pariwisata Dwi Tunggal Tabanan to vary the used of five locutionary acts appropriately and properly. keyword : locutionary acts, speech styles, prospective front office students