Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Sains Medisina

Pengaruh Pengadukan Maserasi Terhadap Kadar Flavonoid Total Daun Jeruju (Acanthus ilicifolius L) Hakim, Ali Rakhman; Saputri, Rina; Jannah, Ghina Raudhatul; Syifa, Nur
Sains Medisina Vol 3 No 1 (2024): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i1.360

Abstract

Daun jeruju (Acanthus ilicifolius L) merupakan salah satu tumbuhan yang banyak diteliti karena kandungan senyawa metabolitnya yang bermanfaat untuk kesehatan. Berdasarkan hasil penelitian ekstrak daun jeruju mengandung berbagai senyawa metabolit seperti triterpenoid, saponin, alkaloid, fenolik, flavonoid, dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengadukan pada maserasi terhadap kadar flavonoid total ekstrak etanol daun jeruju. Penelitian ini menggunakan tiga jenis maserasi yaitu maserasi normal, maserasi dengan pengadukan pada jam ke 0-6, dan maserasi dengan pengadukan pada jam 18-24. Pengadukan dengan magnetic stirrer kecepatan 500 rpm. Hasil dari pengujian didapatkan kadar flavonoid total ekstrak etanol daun jeruju yaitu 7.14 ± 0.21 mg QE/g untuk maserasi normal, 5.64 ± 0.17 mg QE/g untuk maserasi pengadukan jam ke 0-6, dan 5.94 ± 0.29 mg QE/g untuk maserasi pengadukan jam ke 18-24. Simpulan dari penelitian ini metode maserasi normal memiliki kadar flavonoid total yang lebih tinggi dari metode maserasi termodifikasi pengadukan.
Evaluasi Mutu Dan Kadar Flavonoid Total Formula Poliherbal Jahe Merah, Jahe Putih, Kayu Manis, Dan Serai Saputri, Rina; Hakim, Ali Rakhman; Syifa, Nur; Faulina, Siti Emi Az-Zahra
Sains Medisina Vol 3 No 4 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i4.708

Abstract

Simplisia herbal seperti serai, kayu manis, jahe putih, dan jahe merah dikenal memiliki kandungan senyawa aktif seperti flavonoid yang bermanfaat bagi kesehatan. Kandungan senyawa aktif ini dapat dipengaruhi oleh proses pengolahan, seperti pengeringan dan lama penyeduhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui susut pengeringan, kadar abu, dan perbandingan kadar flavonoid total pada teh herbal yang diseduh selama 15 dan 30 menit. Metode yang digunakan meliputi penetapan susut pengeringan dengan cara menimbang berat sampel basah dan kering, penetapan kadar abu melalui proses pengabuan, serta analisis kadar flavonoid total menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis dengan quercetin sebagai standar. Hasil menunjukkan bahwa kayu manis memiliki persentase susut pengeringan tertinggi (17%), sedangkan serai memiliki kadar abu tertinggi (7%). Pada uji kadar flavonoid, teh herbal yang diseduh selama 15 menit memiliki kadar flavonoid lebih tinggi (0,793 mg QE/g) dibandingkan penyeduhan selama 30 menit (0,606 mg QE/g). Penurunan kadar flavonoid pada waktu penyeduhan yang lebih lama diduga akibat degradasi senyawa aktif oleh panas. Proses pengolahan seperti pengeringan dan lama penyeduhan berpengaruh terhadap kandungan senyawa aktif dalam simplisia herbal, sehingga perlu diperhatikan agar manfaat herbal tetap optimal.