Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KOMPARASI BIOPLASTIK KULIT LABU KUNING-KITOSAN DENGAN PLASTICIZER DARI BERBAGAI VARIASI SUMBER GLISEROL Sofia, Aya; Prasetya, Agung Tri; Kusumastuti, Ella
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v6i2.13822

Abstract

Bioplastik berbahan dasar pati dibuat untuk mengurangi limbah plastik. Penggunaan kulit labu kuning (Curcubita sp) sebagai sumber pati dapat mengurangi pencemaran limbah domestik. Kitosan mampu meningkatkan sifat mekanik bioplastik dan gliserol hasil samping biodiesel sebagai plasticizernya. Penelitian ini membandingkan sifat mekanik, gugus fungsi dengan Fourier Transform Infrared (FT-IR), daya serap air dan biodegradabilitas dari bioplastik dengan penambahan gliserol murni (15%) dan gliserol minyak jelantah (15, 30, dan 60% b/b pati). Komposisi terbaik pada bioplastik kulit labu kuning-kitosan-gliserol minyak jelantah 15% dengan kuat tarik 1,73 MPa, elongasi 11,14%, elastisitas 0,15 MPa, daya serap air sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), yakni 21,5% suhu 25 dan 69,09% pada suhu 100 , tetapi persen degradabilitasnya rendah (30,76% dalam 10 hari). Apabila dibandingkan dengan bioplastik-gliserol murni 15% sifat mekaniknya hampir sama (kuat tarik 1,95 MPa, elongasi 12,66%, dan elastisitas 0,18 MPa), tetapi bioplastik-gliserol murni daya serap airnya tinggi (383% pada suhu 25 dan 727,73% suhu 100 ), dan degradabilitasnya mendekati SNI (52,82% dalam 10 hari).
STRATEGI PEMASARAN PADA USAHA HOME INDUSTRY DALAM PERSPEKTIF ETIKA BISNIS ISLAM (Studi Kasus Pada Usaha Home Industry Shaqila Cake di Kabupaten Ketapang) Jumiarti, Jumiarti; Amalia, Sisi; Sofia, Aya
JURNAL MUAMALAT INDONESIA - JMI Vol 5, No 1 (2025): Jurnal Muamalat Indonesia
Publisher : FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jmi.v5i1.89436

Abstract

Dalam dunia bisnis, tentu saja kita tidak akan terlepas dari sebuah proses pemasaran yang bertujuan untuk meningkatkan penjualan dan pendapatan. Saat ini dunia bisnis sedang mengalami perkembangan yang pesat dan persaingan antar perusahaan yang semakin ketat. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui kekuatan, kelemaham, peluang, ancaman pada usaha home industry Shaqila Cake. (2) Mengetahui bagaimana strategi pemasaran pada usaha home industry Shaqila Cake dalam perspektif etika bisnis Islam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan menggunakan instrumen penelitian berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan metode analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor kekuatan (strenghts), kelemahan (weakness), peluang (opportunities), dan ancaman (threats). Berdasarkan hasil analisis SWOT, strategi pemasaran yang dapat dilakukan usaha Shaqila Cake adalah dengan menerapkan strategi SO (Strenghts-Opportunities) yang berarti strategi agresif, yaitu strategi yang memanfaatkan kekuatan internal yang dimiliki perusahaan untuk mengejar peluang yang ada sebanyak mungkin. Strategi yang dapat dilakukan dengan berupa: Mempertahankan cita rasa produk, memperluas pangsa pasar dan memberikan pelayanan yang berkualitas. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang digunakan pada usaha Shaqila Cake sudah sesuai dengan prinsip-prinsip etika bisnis dalam Islam, yang menekankan pada prinsip kejujuran, keadilan, serta tanggung jawab dan bermanfaat bagi semua pihak.
Syok Kardiogenik Savitri, Yuri; Sofia, Aya
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 4 No. 1 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Februari 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v4i1.19657

Abstract

Syok merupakan suatu keadaan patofisiologi dinamik yang terjadi bila oksigen delivery ke mitokondria sel diseluruh tubuh manusia tidak mampu memenuhi kebutuhan oxygen consumption. Sebagai respon terhadap pasokan oksigen yang tidak cukup ini, metabolisme energi sel terbatas, selanjutnya dapat timbul kerusakan irreversible pada organ vital. Pada Tingkat multiseluler, tidak semua jaringan adan organ secara klinis terganggu akibat kurangnya oksigen pada saat syok. Alfred Blalock membagi jenis syok menjadi 4 antara lain syok hipovolemik, syok kardiogenik, syok septik, syok neurogenik. Diseluruh dunia terdapat 6-20 juta kematian akibat syok tiap tahun, meskipun penyebabnya berbeda tiap-tiap negara. Diagnosis adanya syok harus didasarkan pada data-data baik klinis maupun laboratorium yang jelas, yang merupakan akibat dari kurangnya perfusi jaringan. Syok bersifat progresif dan terus memburuk jika tidak segera ditangani. Syok mempengaruhi kerja organ-organ vital dan penanganannya memerlukan pemahaman tentang patofisiologi syok. Penatalaksanaan syok dilakukan seperti pada penderita trauma umumnya yaitu primary survey ABCDE. Tatalaksana bertujuan untuk memperbaiki gangguan fisiologis dan menghilangkan faktor penyebab.
Development of Science Literacy Corner in WiSe Reading Community:  Bringing Science to Everyone Fibriana, Fidia; Amelia, Rizki Nor; Hadiyanti, Lutfia Nur; Febriyanto, Hendra; Naufal, M Ahganiya; Tirtasari, Ni Luh; Sofia, Aya; Hadi, Surtini
Jurnal Abdimas Vol. 28 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/bk37j323

Abstract

The Wiji Semi (WiSe) Reading Community, in collaboration with Universitas Negeri Semarang, initiated a Science Literacy Corner (Pojok Literasi Sains) to enhance the scientific literacy of its volunteers to broaden the knowledge of how science to WiSe visitors, especially children. This initiative aimed to improve volunteers' abilities in explaining scientific phenomena, evaluating and designing scientific explorations, and interpreting data scientifically. The program included online lectures, mentoring sessions, and hands-on practicums. Pretest and posttest evaluations indicated notable improvements in the volunteers' skills, particularly in explaining scientific phenomena (73% to 79%) and interpreting data scientifically (82% to 86%) while maintaining a high level of competence in evaluating and designing scientific exploration (83%). Overall, the program effectively empowered volunteers to better communicate scientific concepts, thus fostering a greater understanding and engagement with science within the community.