Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Metode Proyek dan Praktik Langsung Terhadap Kemampuan Sains Anak Usia 5-6 Tahun di TK Buah Hati Kab. Gowa Asrita, Asrita; Marzuki, Kartini; Amal, Azizah Amal; Zainuddin, M. Said
Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo Vol 6, No 1 (2024): Vol 6 No 1, Juni 2024
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jbkb.v6i1.5306

Abstract

This research is a quasi-experimental research which aims to determine the effect of the project method and direct practice on the science abilities of children aged 5-6 years at the Buah Hati Gowa Kindergarten. The independent variables in this research are project methods and direct practice, while the dependent variable is science ability. The population in this study were all students in group B Kindergarten Buah Hati District. Gowa, while the sample is group B1 as a project method experimental class with 15 students and group B2 as a direct practice method experimental class with 15 students. Data collection techniques, namely tests, observation and documentation. Meanwhile, the data analysis technique, namely descriptive statistics and infreential statistical analysis techniques with the normality test, uses the one-sample Shapiro-Wilk test with the help of SPSS 23.0 for Windows with a significance level of 0.05. The research results showed that there was an influence of the project method and direct practice on the science abilities of children aged 5-6 years in the Buah Hati Kindergarten, District. Gowa with an average score in the category of developing very well and developing according to expectations
Students’ Critical Thinking Skills in Group Discussion: The Case Study of Fifth Grade Students in Sukma Bangsa Bireuen Elementary School Asrita, Asrita; Nurhilza, Nurhilza
Sukma: Jurnal Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Yayasan Sukma Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (24.839 KB) | DOI: 10.32533/02103.2018

Abstract

This study is concerned with group discussion as one of the teaching methods can identify the emergence of students’ critical thinking skills in fifth grade students of Sukma Bangsa School. The purpose of this study was classified fourteen critical thinking concepts (practice, action, management, appreciation, awareness, care, evaluation, understanding, analysis, appraisal, interpretation, being, reflection, reviewing) which emerged in the learning process using group discussion. The study showed that eleven critical thinking concepts (practice, action, management, appreciation, awareness, care, evaluation, understanding, analysis, appraisal, interpretation) could be found in fifth grade students, while three of them  are missing (being, reflection, reviewing). It could be concluded that the students’ ability to think critically was developed after getting experiences in learning by using group discussion. However, an important factor in fostering students’ critical thinking skills was teachers’ involvement. Thus, teachers need to fully participate to stimulate students to express their critical thinking skills in the learning process.[Artikel ini membahas tentang diskusi group sebagai salah satu metode mengajar dapat mengindentifikasi terbentuknya kemampuan siswa dalam berpikir kritis terutama siswa kelas 5 di Sekolah Sukma Bangsa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengklasifikasi 14 konsep berpikir kritis (praktik, aksi, manajemen, appresiasi, awareness, peduli, evaluasi, pemahaman, analisa, appraisal, interpretasi, being, refleksi, dan mereview) dapat muncul dalam proses pembelajaran dengan menggunakan diskusi group. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuh konsep berpikir kritis (praktik, aksi, managemen, appresiasi, awareness, peduli, evaluasi, pemahaman, analisis, appraisal dan interpretasi) telah ditemukan pada siswa kelas 5, sementara tiga lainnya tidak (being, refleksi dan review). Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan siswa untuk berpikir kritis telah terbentuk setelah melalui proses pembelajaran dengan menggunakan diskusi group. Meskipun fakor terpenting untuk memunculkan kemampuan siswa berpikir kritis adalah keterlibatan seorang guru. Maka guru-guru perlu berperan aktif menstimulasi siswa untuk mengeluarkan kemampuan berpikir kritisnya dalam proses pembelajaran.]
Pendampingan Penulisan Karya Tulis Ilmiah Pada Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Buton Acoci, Acoci; Suardin, Suardin; Bayu Lestari; Risky Mullah Muhammad; Asrita, Asrita
SAFARI :Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): Januari : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/safari.v3i1.352

Abstract

Kegiatan pengabdian ini berdasarkan pengetahuan mahasiswa tentang struktur karya tulis ilmiah yang merupakan hal yang lumrah jika dipelajari, tugas menulis seringkali dianggap berat. Sehingga, mahasiswa siap menghadapi peluang dan kesulitan di masa depan, kemampuan menulis harus diperkuat dengan keterampilan menulis. Pengabdian ini bertujuan untuk membekali mahasiswa PGSD Muhammadiyah Buton dengan pengetahuan yang baik dalam melalui karya tulis ilmiah. Menulis karya tulis ilmiah merupakan praktik yang dapat dilakukan secara individu maupun kelompok. Pengabdian ini dilaksanakan dengan metode presentasi, sesi tanya jawab, diskusi kelompok, dan latihan menulis struktur karya tulis ilmiah. Hasil kegiatan pendampingan mahasiswa menunjukan bahwa peserta mencapai pada kotegori tinggi sebanyak 20 orang atau 83,34%, kategori sedang sebanyak 3 orang atau 12,5%, sedangkan kategori rendah sebanyak 1 orang atau 4,16% sehingga disimpulkan bahwa struktur karya tulis ilmiah dengan baik. mahasiswa dapat merencanakan dan menyusun karya ilmiah dengan benar sehingga mahasiswa dapat menyesuaikan pembuatan karya tulis ilmiah dengan baik.
Students’ Critical Thinking Skills in Group Discussion: The Case Study of Fifth Grade Students in Sukma Bangsa Bireuen Elementary School Asrita, Asrita; Nurhilza, Nurhilza
SUKMA: Jurnal Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Yayasan Sukma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32533/02103.2018

Abstract

This study is concerned with group discussion as one of the teaching methods can identify the emergence of students’ critical thinking skills in fifth grade students of Sukma Bangsa School. The purpose of this study was classified fourteen critical thinking concepts (practice, action, management, appreciation, awareness, care, evaluation, understanding, analysis, appraisal, interpretation, being, reflection, reviewing) which emerged in the learning process using group discussion. The study showed that eleven critical thinking concepts (practice, action, management, appreciation, awareness, care, evaluation, understanding, analysis, appraisal, interpretation) could be found in fifth grade students, while three of them  are missing (being, reflection, reviewing). It could be concluded that the students’ ability to think critically was developed after getting experiences in learning by using group discussion. However, an important factor in fostering students’ critical thinking skills was teachers’ involvement. Thus, teachers need to fully participate to stimulate students to express their critical thinking skills in the learning process.[Artikel ini membahas tentang diskusi group sebagai salah satu metode mengajar dapat mengindentifikasi terbentuknya kemampuan siswa dalam berpikir kritis terutama siswa kelas 5 di Sekolah Sukma Bangsa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengklasifikasi 14 konsep berpikir kritis (praktik, aksi, manajemen, appresiasi, awareness, peduli, evaluasi, pemahaman, analisa, appraisal, interpretasi, being, refleksi, dan mereview) dapat muncul dalam proses pembelajaran dengan menggunakan diskusi group. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuh konsep berpikir kritis (praktik, aksi, managemen, appresiasi, awareness, peduli, evaluasi, pemahaman, analisis, appraisal dan interpretasi) telah ditemukan pada siswa kelas 5, sementara tiga lainnya tidak (being, refleksi dan review). Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan siswa untuk berpikir kritis telah terbentuk setelah melalui proses pembelajaran dengan menggunakan diskusi group. Meskipun fakor terpenting untuk memunculkan kemampuan siswa berpikir kritis adalah keterlibatan seorang guru. Maka guru-guru perlu berperan aktif menstimulasi siswa untuk mengeluarkan kemampuan berpikir kritisnya dalam proses pembelajaran.]