Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELELAHAN KERJA (BURNOUT) PERAWAT DI RSUD 45 KUNINGAN JAWA BARAT Muhammad Lutfi; Aditiya Puspanegara; Anggi Ulfah Mawaddah
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 12 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v12i2.332

Abstract

Pada saat ini masalah kesehatan telah menjadi kebutuhan bagi semua golongan masyarakat, karena semakin meningkatnya taraf hidup masyarakat sekarang, maka semakin meningkat pula tuntutan akan kualitas pelayanan kesehatan. Pekerjaan seorang perawat yang memiliki intensitas tinggi dan begitu kompleksnya tuntutan pekerjaan dan tanggung jawab seorang perawat menyebabkan profesi keperawatan rentan mengalami kelelahan kerja (Burnout). maka dari itu peneliti bermaksud untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kelelahan kerja (Burnout) perawat di RSUD 45 Kuningan. Jenis Penelitian ini adalah analitik korelasional dengan pendekatan metode Cross Sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 83 orang. Pengambilan sampel yang digunakan yaitu dengan teknik Purposive Sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Penelitian ini menggunakan uji Rank-Spearman. Berdasarkan hasil analisis uji bivariat, diketahui bahwa terdapat 3 variabel independen yang berpengaruh dengan kelelahan kerja (Burnout) Pada perawat di RSUD 45 Kuningan yaitu masa kerja (p= 0,002 r = -0,339), Sikap Kerja (p= 0,000 r = 0,635) dan kesejahteraan psikologis (p= 0,000 r = 0,881), serta tidak ada pengaruh antara pendidikan dengan kelelahan kerja (Burnout) perawat (p= 0,835 r = -0,023). Perawat di RSUD 45 Kuningan yang tidak merasakan kelelahan sebanyak 36 orang (43,4%), sedangkan sebanyak 27 orang (32%) merasakan cukup lelah, yang merasa lelah sebanyak 17 orang (20,5%) dan yang merasa sangat lelah sebanyak 3 orang (3,6%). Bagi pihak RSUD 45 Kuningan diharapkan dapat memfasilitasi perawat dalam melaksanakan pelatihan mengenai faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kelelahan kerja (Burnout), sehingga diharapkan perawat mampu mencegah dan mengendalikan kejadian kelelahan kerja (Burnout) yang dialaminya.
PENGARUH PELATIHAN KADER KESEHATAN JIWA TERHADAP SELF EFFICACY, PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN KADER DALAM MENDETEKSI DINI ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA DI MASYARAKAT: LITTERATUR REVIEW Anggi Ulfah Mawaddah; Khrisna Wisnusakti
Journal of Health Research Science Vol. 2 No. 01 (2022): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jhrs.v2i1.471

Abstract

Peran masyarakat dalam menanggulangi masalah gangguan jiwa akan dapat terbangun ketika masyarakat memahami tentang peran dan tanggungjawabnya dalam menangani  gangguan jiwa di masyarakat. Keterlibatan masyarakat sekitar dapat melalui kader kesehatan jiwa yang merupakan perpanjangan tangan petugas Puskesmas di masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pelatihan kader kesehatan jiwa terhadap self efficacy, pengetahuan dan keterampilan kader dalam mendeteksi dini orang dengan gangguan jiwa di masyarakat. Jenis penelitian yang dipakai pada penelitian ini adalah penelitian ilmiah Literature review dengan menggunakan database akademik yang digunakan dalam penelusuran ini adalah Google Scholar, PubMED, Research Gate dan Science Direct. Setelah di lakukan screening artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi didapatkan 5 artikel, yang didalamnya terdapat pengaruh pelatihan kader terhadap self efficacy, pengetahuan dan keterampilan kader dalam deteksi dini gangguan jiwa. Permasalahan kesehatan jiwa memerlukan partisipasi aktif dari berbagai pihak termasuk kader kesehatan jiwa. Berbagai upaya penanganan masalah kesehatan jiwa yang dilakukan meliputi pencegahan primer, sekunder dan tersier. Salah satu pencegahan sekunder kesehatan jiwa yaitu dengan memberikan pelatihan kepada kader jiwa. Pelatihan yang diberikan kepada kader kesehatan jiwa dilakukan agar dapat menambah pengetahuan, self efficacy dan keterampilan deteksi dini kader kesehatan jiwa di masyarakat.
UPAYA PENINGKATAN PERAN KADER MELALUI PENYEGARAN KADER KESEHATAN JIWA DI CIMAHI SELATAN Indah Kurniawati; Anggi Ulfah Mawaddah; Yonathan Kristian Yuan Putra; Khrisna Wisnu Sakti; Rahmi Imelisa; Herry Prasetyaningrum
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.16629

Abstract

Masalah kesehatan jiwa pada masyarakat tidak dapat dipandang sebelah mata, karena banyak masalah-masalah gangguan jiwa yang terjadi tidak terdeteksi secara dini, sehingga tidak dapat dilakukan penanganan secara cepat. Oleh karena itu, perlu dilakukan pencegahan dan dikendalikan salah satunya melalui upaya promotive dan preventif. Kader kesehatan jiwa memiliki peranan yang sangat penting dimasyarakat yaitu  deteksi dini, menggerakkan masyarakat, melakukan kunjungan rumah, melakukan rujukan, dan dokumentasi. Dengan adanya kader kesehatan jiwa, diharapkan masyarakat akan lebih terpapar mengenai kesehatan jiwa yang nantinya akan mempermudah proses penemuan kasus baru di masyarakat sehingga dapat dilakukan penanganan lebih cepat oleh tenaga kesehatan. Oleh karena itu, penting dilakukan kegiatan penyegaran kader kesehatan jiwa dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan kader dalam mengelola dan menjalankan tugas fungsinya melakukan penyampaian informasi dan pendidikan kesehatan secara langsung kepada masyarakat. Metode kegiatan ini dengan melakukan Pendidikan kesehatan kepada 31 kader kesehatan yang dilakukan secara langsung di aula Puskesmas. Hasil penyegaran kader didapatkan peningkatan pengetahuan kader kesehatan sebesar 40% sebelum dan setelah dilakukan kegiatan, sehingga kegiatan penyegaran kader kesehatan jiwa sangat penting dilakukan secara berkala untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kader dalam upaya meningkatkan kesehatan jiwa masyarakat.
PENGARUH PELATIHAN KADER KESEHATAN JIWA TERHADAP SELF EFFICACY, PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN KADER DALAM MENDETEKSI DINI ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA DI MASYARAKAT: LITTERATUR REVIEW Anggi Ulfah Mawaddah; Khrisna Wisnusakti
Journal of Health Research Science Vol. 2 No. 01 (2022): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jhrs.v2i1.471

Abstract

Peran masyarakat dalam menanggulangi masalah gangguan jiwa akan dapat terbangun ketika masyarakat memahami tentang peran dan tanggungjawabnya dalam menangani  gangguan jiwa di masyarakat. Keterlibatan masyarakat sekitar dapat melalui kader kesehatan jiwa yang merupakan perpanjangan tangan petugas Puskesmas di masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pelatihan kader kesehatan jiwa terhadap self efficacy, pengetahuan dan keterampilan kader dalam mendeteksi dini orang dengan gangguan jiwa di masyarakat. Jenis penelitian yang dipakai pada penelitian ini adalah penelitian ilmiah Literature review dengan menggunakan database akademik yang digunakan dalam penelusuran ini adalah Google Scholar, PubMED, Research Gate dan Science Direct. Setelah di lakukan screening artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi didapatkan 5 artikel, yang didalamnya terdapat pengaruh pelatihan kader terhadap self efficacy, pengetahuan dan keterampilan kader dalam deteksi dini gangguan jiwa. Permasalahan kesehatan jiwa memerlukan partisipasi aktif dari berbagai pihak termasuk kader kesehatan jiwa. Berbagai upaya penanganan masalah kesehatan jiwa yang dilakukan meliputi pencegahan primer, sekunder dan tersier. Salah satu pencegahan sekunder kesehatan jiwa yaitu dengan memberikan pelatihan kepada kader jiwa. Pelatihan yang diberikan kepada kader kesehatan jiwa dilakukan agar dapat menambah pengetahuan, self efficacy dan keterampilan deteksi dini kader kesehatan jiwa di masyarakat.
Artikel Hubungan antara Dukungan Keluarga dan Peran Kader Kesehatan Jiwa dengan Kemandirian Activity of Daily Living Orang dengan Gangguan Jiwa Mawaddah, Anggi Ulfah; Pawirowiyono, Akemat; Imelisa, Rahmi
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 4 (2024): Jurnal Keperawatan: Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v16i4.1691

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dan peran kader kesehatan jiwa dengan kemandirian activity of daily living orang dengan gangguan jiwa di Kecamatan Darma Kuningan. Metode yang digunakan adalah survey analitik dengan rancangan cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara dukungan keluarga dan peran kader kesehatan jiwa terhadap kemandirian activity of daily living orang dengan gangguan jiwa di Kecamatan Darma Kuningan dengan hasil ρ value 0.001 pada dukungan keluarga dan ρ value 0.005 pada peran kader kesehatan jiwa.
Faktor yang berhubungan dengan kejadian dini karies gigi pada anak di Kabupaten Kuningan Saprudin, Nanang; Romdona, Reza; Mawaddah, Anggi Ulfah
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 3 No 2 (2023): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jnpe.v3i2.682

Abstract

Latar belakang: Karies gigi diduga dipengaruhi beberapa faktor yang perlu dilakukan penelitian lanjutan. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui faktor mana saja yang berhubungan dengan karies gigi pada anak.Metode: Penelitian menggunakan jenis penelitian analitik dengan desain penelitian cross sectional. Populasinya adalah balita dengan sampel sebanyak 40 responden. Tekhnik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuisioner yang sudah dilakukan uji validitas. Data diuji menggunakan analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan uji bivariat menggunakan uji chi square.Hasil: ada hubungan antara kebiasaan makan makanan karsiogenik (p=0,005), ada hubungan perilaku minum susu formula (p=0,000), tidak ada hubungan antara jenis kelamin (p=0,675) dan tingkat ekonomi orang tua (p=0,991) dengan kejadian karies gigi pada anak. Kesimpulan: faktor kebiasaan makan makanan kariogenik dan perilaku minum susu formula berhubungan dengan kejadian karies gigi. Sedangkan faktor tingkat ekonomi orangtua dan jenis kelamin tidak ada hubungan. Disarankan bagi orangtua untuk selektif dalam memberikan jenis makanan yang aman bagi pertumbuhan gigi anak.
Spiritual building dan sex education untuk mencegah pergaulan bebas pada remaja Aini, Khusnul; Wulan, Nur; Rohim, Abdal; Mawaddah, Anggi Ulfah
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan Vol. 4 No. 02 (2025): Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jppk.v4i02.1591

Abstract

Latar Belakang: Sex education merupakan upaya memberikan pemahaman kepada anak-anak sesuai dengan usianya mengenai fungsi alat reproduksi dan berkaitan dengan alat kelamin. Beberapa masalah yang biasanya juga ditanyakan oleh remaja seperti kehawatiran tentang masa transisi dari anak-anak ke dewasa yaitu pubertas, terinfeksi penyakit menular (IMS), HIV/AIDS, kehamilan, alat kontrasepsi dan berbagai mitos atau kesalahpahaman yang terlanjur menyebar luas di masyarakat. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi remaja tentang pendidikan seksual remaja sebagai bentuk upaya meminimalisisr terjadinya perilaku seksual pra nikah pada remaja.Metode: Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini menggunakan Partisipatori Action Research (PAR) yang menghasilkan pemahaman dan kesadaran tentang pendidikan seskualitas dan pengembangan spiritual pada usia remaja. Hasil: Hasil pengabdian menunjukkan bahwa setelah mendapatkan sex   education dan spiritual building, siswa memiliki pemahaman yang baik tentang  pentingnya sex education untuk mencegah perilaku bebas pada remaja.Kesimpulan: Spiritual Building dan sex education dapat meningkatkan pemahaman remaja terhadap perilaku yang aman dan sehat dalam pergaulan dan dapat mencegah pergaulan bebas  diantara mereka.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK DENGAN TINGKAT STRES PADA MAHASISWA TINGKAT 1 PRODI S1 KEPERAWATAN DI STIKES KUNINGAN Wulan, Nur; Mawaddah, Anggi Ulfah; Mulyati, Shilvany Aulya
National Nursing Conference Vol. 1 No. 2 (2023): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/nnc.v1i2.863

Abstract

Tingkat stres merupakan salah satu masalah yang dihadapi oleh mahasiswa tingkat 1. Prevalensi stres yang dialami mahasiswa tingkat 1 sebesar 45,8% sampai 71,6%, dapat terjadi akibat transisi dari Sekolah Menengah Atas ke Perguruan Tinggi yang membutuhkan penyesuian diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik; jenis kelamin, tempat tinggal dan asal jurusan pendidikan dengan kejadian tingkat stres pada mahasiswa tingkat 1 Prodi S1 Keperawatan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan metode cross sectional. Jumlah sampel 60 responden dengan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisis Bivariat menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian didapatkan gambaran jenis kelamin perempuan 62%, tempat tinggal di kosan 43,3%, asal jurusan pendidikan IPA 48,3%, dan tingkat stress sedang 53,4%. Berdasarkan analisis bivariat antara hubungan jenis kelamin, tempat tinggal, dan asal jurusan pendidikan dengan tingkat stres pada mahasiswa tingkat 1 prodi S1 Keperawatan didapatkan p value (p=0,001, p=0,000, p=0,506). Terdapat hubungan antara jenis kelamin dan tempat tinggal dengan tingkat stres pada mahasiswa tingkat 1 prodi S1 Keperawatan dan tidak terdapat hubungan antara asal jurusan pendidikan dengan tingkat stres pada mahasiswa tingkat 1 prodi S1 Keperawatan. Diharapkan adanya mekanisme koping dalam menangani setiap permasalahan yang ada dan diharapkan mampu menerapkan adaptasi lingkungan sekitar dengan baik agar dapat mengurangi stres.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT STRES DENGAN PERILAKU VERBAL ABUSE IBU RUMAH TANGGA DI DESA MEKARSARI KECAMATAN WALED KABUPATEN CIREBON TAHUN 2023 Mawaddah, Anggi Ulfah; Rohim, Abdal; Azriliyani, Raeisya
National Nursing Conference Vol. 1 No. 2 (2023): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/nnc.v1i2.872

Abstract

Banyaknya tuntutan dan peran yang dibebankan pada ibu rumah tangga menyebabkan ibu rumah tangga rentan akan stress. Stress yang dialami ibu rumah tangga dapat mempengaruhi perilakunya dan rentan melakukan kekerasan terhadap anak. Salah satunya kekerasan melalui perkataan atau kekerasan verbal. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara tingkat stress dengan perilaku verbal abuse ibu rumah tangga di desa Mekarsari Kecamatan Waled kabupaten Cirebon. Metode: Jenis penelitian ini analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini 444 ibu rumah tangga yang mempunyai anak dengan jumlah sampel sebanyak 82 orang didapat menggunakan Teknik propotionated stratified random sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner. Uji ststistik menggunakan chi square. Hasil: analisis univariat diperoleh variabel tingkat stress sebagian besar memiliki stress normal (36,6%), variabel verbal abuse sebagian besar memiliki perilaku verbal abuse sebanyak (54,9%). Hasil uji chi square menunjukan ada hubungan antara tingkat stress dengan perilaku verbal abuse ibu rumah tangga diperoleh nilai p value 0,000 < 0,05. Simpulan: terdapat hubungan antara tingkat stress dengan perilaku verbal abuse ibu rumah tangga di desa Mekarsari kecamatan Waled Kabupaten Cirebon Tahun 2023. Disarankan kepada ibu rumah tangga agar mampu memanajemen stress yang baik agar berpotensi rendah melakukan perilaku verbal abuse.
Efektifitas terapi thought stopping terhadap nomophobia dan kualitas tidur pada usia remaja Mawaddah, Anggi Ulfah; Aini, Khusnul; Pratama, Azis Muhammad
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/6sbavf95

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan smartphone yang berlebihan dapat menyebabkan ketergantungan yang dikenal sebagai nomophobia, yang berdampak negatif pada kualitas tidur remaja. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah ini adalah terapi thought stopping. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efektivitas terapi thought stopping terhadap penurunan tingkat nomophobia dan peningkatan kualitas tidur pada remaja di Desa Kertaungaran, Kecamatan Sindang Agung, Kabupaten Kuningan tahun 2025.Metode: Design quasi-experiment dengan one-group pretest-posttest design. Sampel penelitian menggunakan purposive sampling sebanyak 30 remaja. Instrumen penelitian menggunakan Nomophobia Questionnaire (NMP-Q) dan kuesioner Kualitas Tidur (KKT). Analisis data dilakukan dengan uji T-Test.Hasil Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada tingkat nomophobia dan kualitas tidur sebelum dan sesudah terapi thought stopping, dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Rata-rata skor nomophobia menurun dari 54,27 menjadi 43,27, sedangkan skor kualitas tidur membaik dari 18,90 menjadi 11,50.Kesimpulan: Pemberian terapi thought stopping berpengaruh terhadap penurunan tingkat nomophobia dan peningkatan kualitas tidur pada remaja di Desa Kertaungaran. Diharapkan remaja dapat menggunakan terapi thought stopping sebagai strategi dalam mengatasi nomophobia dan meningkatkan kualitas tidur.