Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Pada Produksi, Pemasaran, dan MSDM Pada UMKM Gula Aren Asli Silangjana Putu Juni Saputra; Kadek Priya Hermawan; Komang Trisna Sari Dewi; Made Dwi Ferayani
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI) Vol. 2 No. 3 (2022): Desember : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpkmi.v2i3.615

Abstract

Desa Silangjana merupakan salah satu desa yang terletak pada dataran tinggi di wilayah Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Mayoritas masyarakat di Desa Silangjana bekerja sebagai penyadap nira aren yang di olah menjadi gula aren secara tradisional. Selain memiliki rasa manis yang khas Gula Aren Asli Silangjana juga memiliki fungsi bagi masyarakat Siangjana, mulai dari olahan kuliner, teman minum kopi, bahkan untuk berbagai ritual keagamaan. Banyak masyarakat di daerah silangjana menginginkan Gula Aren Asli Silangjana sebagai bahan pelengkap sehari-hari. Berkaitan dengan proses produksi yang masih tradisional membuat masyarakat pengerajin gula aren kurang maksimal dalam proses produksi. Produksinya yang masih tradisional membuat waktu produksinya relative lama. Dalam proses pemasaranya masyarakat desa Silangjana masih menjual hanya di pasar setempat. Pengerajin Gula Aren Asli Silangjana yang terkenal di desa Silangjana adalah UMKM milik ibu Kadek Sujati yang sudah memproduksi gula sejak tahun 1999. UMKM milik ibu Kadek Sujati ini masih mengabungkan uang produksi dengan uang sehari-hari sehingga belum diketahui secara pasti berapa penghasilan yang di peroleh dari produksi gula aren. Beranjak dari hal itu, perlu adanya upaya pendampingan bagi masyarakat, terutama yang tergabung dalam UMKM milik ibu Kadek Sujati tersebut agar mampu mengelola prduksi dengan maksimal, memahami strategi pemasaran, dan mengelola rancangan keuangan yang baik. Pendampingan yang diberikan berupa bimbingan aspek pemasaran, produksi, melakukan pendampingan pembuatan laporan keuangan, sekaligus membuat produk baru hasil pengembangan, dan pengenalan produk dengan guide lokal untuk menambah jangkauan pemasaran produk dengan harapan produk Gula Aren Asli Silangjana dikenal di masyarakat luas
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS, KUALITAS PRODUK DAN ERGONOMI KERJA KELOMPOK PEREMPUAN PENGRAJIN INGKE Putu Dian Prima Kusuma Dewi; Ni Made Karlina Sumiari Tangkas; Made Dwi Ferayani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26654

Abstract

Abstrak: Permasalahan pada proses produksi akibat minimnya terapan teknologi tepat guna (IPTEKS) di Bini Sejahtera (Kelompok Perempuan Pengrajin Ingke Desa Depeha) dalam pengolahan hasil kerajinan ingka. Metode yang digunakan dalam pendampingan terhadap kelompok ini yaitu PALS (Participatory Action Learning System) melalui tahap (a) penyadaran (awareness), (b) pengkapasitasan (capaciting), dan pendampingan/pelembagaan (scaffolding/institunalization). Program PKM ini melibatkan mitra pengrajin ingka yang berjumlah 33 orang. Hasil yang telah dicapai yaitu terjadi peningkatan softskill atau hardskill mitra dari sebelumnya hanya 50% mencapai 100% setelah program dalam pengelolaan produk ingka, pemasaran, peningkatan nilai ekonomis melalui pendapatan kelompok mencapai lebih dari 25%, serta penurunan keluhan kesehatan yaitu sakit pinggang melalui ergonomic kerja yang baik.Abstract: Problems in the production process are due to the lack of application of appropriate technology (IPTEKS) in Bini Sejahtera (Group of Women's Ingke Craftsmen in Depeha Village) in processing ingka craft products. Processing is still traditional, with conventional work tools: household tools, partial processing, and lack of professionalism, making craftsmen unable to expand and escalate large-scale production turnover, thus having a significant impact on the accuracy of order timing, packaging, delivery, and cash transactions. The method used in assisting this group is PALS (Participatory Action Learning System) through stages (a) awareness, (b) capacity building, and mentoring/institutionalization (scaffolding/institutionalization). This PKM program involves ingka craftsmen partners. Totalling 33 people. The results that have been achieved are a 100% increase in soft skills or hard skills of partners in managing ingka products, as well as marketing, increasing economic value through group income reaching more than 25%, as well as reducing health complaints, namely back pain through good work ergonomics.