Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

DAMPAK PEMAHAMAN FINANCIAL LITERACY, FINANCIAL AXIENTY, DAN LIFE STYLE TERHADAP KEUANGAN PERSONAL DIKALANGAN GEN Z KABUPATEN BULELENG Ferayani, Made Dwi; Putu Suarningsih
Jurnal Daya Saing Vol. 11 No. 3 (2025): Transformasi Manajemen, Kepemimpinan, dan Pemasaran Digital di Era Ekonomi Mod
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35446/dayasaing.v11i3.2607

Abstract

Abstrak : Perubahan dalam ekonomi digital dan pola hidup kosumtif dikalangan gen Z mengahdirkan tantangan baru dalam pengelolaan keuangan personal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak pemahaman financial literacy, financial anxiety, dan life style terhadap keuangan personal di kalangan gen Z Kabupaten Buleleng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 100 responden gen Z yang sudah bekerja atau menjalankan usaha sendiri. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi berganda, uji asumsi klasik, analisis uji koefisiensi determinasi, dan uji T-test (Parsial). Hasil penelitian menunjukan bahwa Financial literacy memberikan dampak yanng positif dan signifikan terhadap keuangan personal yang berarti semakin tinggi pemahaman seseorang tentang keuangan semakin baik pengelolaan keuangannya, Financial anxiety berpengaruh negatif namun tidak signifikan yang menunjukan bahwa rasa cemas mengenai keuangan secara tidak langsung memengaruhi perilaku financial gen Z di Buleleng, dan Life style berpengaruh postif dan signifikan terhadap keuangan personal hal ini menunjukan bahwa semakin tinggi pemahaman keuangan dan gaya hidup yang terarah semakin baik kondisi keuangan individu. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan diperoleh hasil bahwa financial literacy, fianncial anxiety dan life style berpengaruh terhadap keuangan personal pada gen Z di Kabupaten Buleleng dengan nialai Adjusted R-Square sebesar 0,499 atau 49,9%. Pembuktian hipotesis dilakukan dengan perbandingan antara t tabel dengan t hitung pada setiap model regresi. Kata kunci: Financial literacy, Financial anxiety, Life style, Keuangan Personal, Gen Z, Kabupaten Buleleng
PENGKAPASITASAN KELOMPOK WANITA TANI DESA PENYARINGAN MELALUI PRODUK USAHA KELOR, PEMASARAN DAN KESEHATAN KESELAMATAN KERJA Suarmini, Kadek Ayu; Tangkas, Ni Made Karlina Sumiari; Ferayani, Made Dwi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34753

Abstract

Abstrak: Masalah: Kelor dikenal sebagai bahan pendamping makanan yang dapat mencegah stunting pada bayi. Berdasarkan SSGI 2023, Kabupaten Jembrana merupakan kabupaten tertinggi Balita Stunting di Provinsi Bali dengan prevalensi 14,3%. Permasalahan yang ditemukan terkait upaya produksi kelompok wanita tani (KWT) dimana kurangnya alat dan teknologi yang dapat membantu produksi, rendahnya manajemen dan tata kelola produksi, serta belum dilaksanakan kesehatan keselamatan kerja saat proses produksi. Tujuan: Peningkatan kapasitas KWT dalam K3, pendampingan dan transfer teknologi terkait pengemasan, pemasaran, dan pengurusan ijin produk berupa P-IRT. Metode dilakukan dalam 3 tahapan pelaksanaan mulai dari pra kegiatan, pelaksanaan dan evaluasi. Mitra sasaran kegiatan ini KWT Bali Palma Jagadhita. Evaluasi dilakukan pada aspek ketercapaian luaran dan target, peningkatan pendapatan masyarakat, serta tanggapan masyarakat, mempertimbangkan kriteria mutu dengan menggunakan wawancara, observasi dan angket. Hasil dicapai yakni terdapat peningkatan pengetahuan, keterampilan dan pendapatan dari sebelum dilakukan kegiatan dilihat dari nilai mean dari 81,4 meningkat menjadi 90 dan omzet meningkat 25%.Abstract: Problem: Moringa is known as a food supplement that can prevent stunting in infants. Based on SSGI 2023, Jembrana Regency is the highest district for Toddler Stunting in Bali Province with a prevalence of 14.3%. The problems found are related to the production efforts of women's farmer groups (KWT) where the lack of tools and technology that can assist production, poor management and production governance, and occupational health and safety have not been implemented during the production process. Objective: Increasing the capacity of KWT in K3, mentoring and technology transfer related to packaging, marketing, and processing of product permits in the form of P-IRT. The method is carried out in 3 stages of implementation starting from pre-activity, implementation and evaluation. The target partner of this activity is KWT Bali Palma Jagadhita. Evaluation is carried out on aspects of achieving outputs and targets, increasing community income, and community responses, considering quality criteria using interviews, observations and questionnaires. The results achieved are an increase in knowledge, skills and income from before the activity was carried out as seen from the mean value from 81.4 increasing to 90 and turnover increasing by 25%.
Pemberdayaan Masyarakat Pada Produksi, Pemasaran, dan MSDM Pada UMKM Gula Aren Asli Silangjana Putu Juni Saputra; Kadek Priya Hermawan; Komang Trisna Sari Dewi; Made Dwi Ferayani
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI) Vol. 2 No. 3 (2022): Desember : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpkmi.v2i3.615

Abstract

Desa Silangjana merupakan salah satu desa yang terletak pada dataran tinggi di wilayah Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Mayoritas masyarakat di Desa Silangjana bekerja sebagai penyadap nira aren yang di olah menjadi gula aren secara tradisional. Selain memiliki rasa manis yang khas Gula Aren Asli Silangjana juga memiliki fungsi bagi masyarakat Siangjana, mulai dari olahan kuliner, teman minum kopi, bahkan untuk berbagai ritual keagamaan. Banyak masyarakat di daerah silangjana menginginkan Gula Aren Asli Silangjana sebagai bahan pelengkap sehari-hari. Berkaitan dengan proses produksi yang masih tradisional membuat masyarakat pengerajin gula aren kurang maksimal dalam proses produksi. Produksinya yang masih tradisional membuat waktu produksinya relative lama. Dalam proses pemasaranya masyarakat desa Silangjana masih menjual hanya di pasar setempat. Pengerajin Gula Aren Asli Silangjana yang terkenal di desa Silangjana adalah UMKM milik ibu Kadek Sujati yang sudah memproduksi gula sejak tahun 1999. UMKM milik ibu Kadek Sujati ini masih mengabungkan uang produksi dengan uang sehari-hari sehingga belum diketahui secara pasti berapa penghasilan yang di peroleh dari produksi gula aren. Beranjak dari hal itu, perlu adanya upaya pendampingan bagi masyarakat, terutama yang tergabung dalam UMKM milik ibu Kadek Sujati tersebut agar mampu mengelola prduksi dengan maksimal, memahami strategi pemasaran, dan mengelola rancangan keuangan yang baik. Pendampingan yang diberikan berupa bimbingan aspek pemasaran, produksi, melakukan pendampingan pembuatan laporan keuangan, sekaligus membuat produk baru hasil pengembangan, dan pengenalan produk dengan guide lokal untuk menambah jangkauan pemasaran produk dengan harapan produk Gula Aren Asli Silangjana dikenal di masyarakat luas