Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Description of The Incident of Hypotension in Elderly Receiving Spinal Anesthesia at Cilacap Regional Hospital Nurjanah, Dilla Ainun; Setyawati, Martyarini Budi; Sukmaningtyas, Wilis
Viva Medika Vol 16 No 4 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v16i4.1211

Abstract

Spinal anesthesia is a type of regional anesthesia performed by injecting local anesthetic drugs into the subarachnoid space which can cause hypotension with an incidence of 16% - 33%. Hypotension is a drop in systolic blood pressure below 90mmHg. Risk factors that can increase the incidence of hypotension in spinal anesthesia include age. In young adults, hypotension is usually less severe than the elderly with the same high spinal anesthesia. The purpose of this study was to determine the picture of hypotension events in the elderly who received spinal anesthesia techniques at the Central Surgical Installation of Cilacap Hospital. The design of this study is quantitative descriptive with sampling using convenience sampling techniques. The study was conducted in June 2023. The sample of this study was elderly >60 years old totaling 52 respondents. The results of this study showed the incidence of hypotension as many as 38 respondents (67.3%) and not hypotension 17 respondents (32.7%). This study shows that the elderly are one of the factors in the incidence of post-spinal anesthesia hypotension.
Hubungan Usia dan Durasi Operasi Dengan Waktu Pulih Sadar Pada Pasien Pasca General Anestesi Di Recovery Room Meilani, Krisma Nia; Setyawati, Martyarini Budi; Sebayang, Septian Mixrova; Wibowo, Tophan Heri
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i4.19162

Abstract

Pulih sadar dari anestesi umum adalah ketika pemberian obat dihentikan setelah pembedahan dan tubuh mengalami pemulihan dengan hantaran neuromuskular, refleks protektif jalan napas serta kesadaran telah kembali. Menurut studi prospektif terhadap 18.000 pasien di ruang pemulihan, 24% mengalami masalah anestesi dan yang paling sering terjadi adalah pulih sadar terlambat. Mengetahui korelasi antara usia dan waktu pulih sadar serta durasi operasi dan waktu pulih sadar pada pasien yang menjalani aestesi umuma dalah tujuan dari penelitian ini. Sedangkan metode pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian korelasional menggunakan cross sectional. Hasil korelasi menggunakan uji spearman rank untuk variabel usia dan waktu pulih sadar menunjukkan terdapatnya hubungan dengan p value (0,002) dengan koefisien korelasi (0,386) dan hasil korelasi untuk variabel durasi operasi dengan waktu pulih sadar juga menunjukkan terdapatnya hubungan dengan p value (0,004) dengan koefisien korelasi (0,357).
Gambaran Kejadian Mual Dan Muntah Pasca Operasi Dengan Anestesi Umum Di Rumah Sakit Islam Banjarnegara Anisa, Anisa; Susanto, Amin; Setyawati, Martyarini Budi
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 7 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anestesi umum merupakan teknik anestesi yang paling umum digunakan dibandingkan teknik anestesi lainnya. 70-80% kasus pembedahan memerlukan anestesi umum. Anestesi umum mempunyai beberapa efek samping pada pasien, selama 24 jam pertama setelah anestesi, yaitu mual dan muntah. Mual dan muntah pasca operasi merupakan penyebab paling umum ketidaknyamanan pasien setelah anestesi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kejadian mual dan muntah pasca operasi dengan anestesi umum di Rumah Sakit Islam Banjarnegara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, penelitian observasional deskriptif dengan desain cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 80 responden. Pengambilan sampel dengan convenience sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berusia 17-25 tahun sebanyak 28 (35,0%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 46 (57,5%), tidak mempunyai riwayat merokok sebanyak 53 (66,3%), tidak memiliki riwayat mabuk perjalanan sebanyak 47 (58,8%), tidak menggunakan opioid pasca operasi sebanyak 74 (92,5%), durasi cepat (<60 menit) sebanyak 40 (50,0%), GA Imbang sebanyak 49 ( 61,3%), bedah umum sebanyak 45 (56,3%). Berdasarkan kejadian mual dan muntah pasca operasi terbanyak pada usia 17-25 tahun sebanyak 20 (25%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 28 (35%), tidak memiliki riwayat merokok sebanyak 30 (37,6%). ), mempunyai riwayat mabuk perjalanan sebanyak 25 (31,3%), tidak menggunakan opioid sebanyak 31 (38,7%), durasi sedang (1-2 jam) sebanyak 26 (32,5%), GA seimbang sebanyak sebanyak 32 (40%), bedah umum sebanyak 15 (18,8%).
Gambaran Tingkat Kepuasan terhadap Pelayanan Pasien yang Menjalani Operasi Sectio Caesarea Dengan Menggunakan Metode ERACS Waraiya, Heni Safitri; Novitasari, Dwi; Setyawati, Martyarini Budi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026): Maret : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v6i1.9473

Abstract

Cesarean section is one of the most frequently performed surgical procedures, with an incidence that continues to increase every year. The risk of complications and longer hospitalization remains a challenge in its management. One effort to improve service quality and patient satisfaction is the implementation of the Enhanced Recovery After Surgery (ERACS) method. This study aims to describe the level of patient satisfaction with services using the ERACS method in patients undergoing cesarean section. This research is a descriptive quantitative study with a cross-sectional approach. The sample consisted of 70 patients who underwent cesarean section with the ERACS method at Dr. Soedirman General Hospital Kebumen, selected using purposive sampling. The research instrument was a questionnaire based on five satisfaction dimensions of SERVQUAL. The results showed that most respondents were satisfied (57.1%) and very satisfied (40%). The conclusion of this study is that the ERACS method contributes positively to increasing patient satisfaction, particularly in terms of comfort, recovery speed, and service information provided.