Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENDIDIKAN, GLOBALISASI, DAN AKHLAK Miftahuddin Miftahuddin
Jurnal Cakrawala Pendidikan Vol 2, No 2 (2008): Cakrawala Pendidikan, Juni 2008, Th. XXVII, No. 2
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1415.047 KB) | DOI: 10.21831/cp.v2i2.8512

Abstract

Globali ation has started. People all over the worlddepend on each other in allaspects, such as cultural, economic,and political aspects. In the cultural aspect, inparticular, the cultural boundaries have blurred. This era is a challenge for the fieldof education. For that reason, this article tries to emphasi e the importance of moralvalues as the main concern in the educational process. To preparehuman beingswho possess moral values in the globali ation era, educational institutions still playimportant roles although they are not the ones. All segments in society, mainlyfamilies,must prepare human sources with moral integrity. In reality, educationalinstitutions have double roles; on the one hand, theymust prepare learners withgood personality, and on the other, they must prepare learners to be competitive inthe dynamics ofthe global world s challenge
KONSEP PROFIL GURU DAN SISWA (MENGENAL PEMIKIRAN AL-ZARNUJI DALAM TA'LIM AL MUTA'ALLIM DAN RELEVANSINYA) Miftahuddin Miftahuddin
Jurnal Cakrawala Pendidikan No 2 (2006): Cakrawala Pendidikan, Juni 2006, Th. XXV, No.2
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5286.224 KB) | DOI: 10.21831/cp.v1i2.8518

Abstract

This article attempts toreveal the necessitu of Al-Zarnuji's views in Ta'li, Al-Muta'allim to be actualized into a meyodology of education. The revelation is based on the observation that some concepts in Ta'lim Al-Muta'aliim appear to remain tmelessly relevant to be adopted as educational principles by educators and students a like in the achievements of educational goals.
TANTANGAN DEMOKRASI DI INDONESIA: TINJAUAN PRAKTIK KEBERAGAMAAN ISLAM “GARIS KERAS” Miftahuddin Miftahuddin
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 8, No 1 (2016): Mozaik
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.383 KB) | DOI: 10.21831/moz.v8i1.10766

Abstract

ABSTRAK Cita-cita yang ingin dicapai negara Indonesia adalah mewujudkan masyarakatnya secara keseluruhan berpegang teguh kepada nilai-nilai Pancasila. Dapat diyakini apabila Pancasila ini telah diamalkan dengan benar menandakan demokrasi yang ideal dan sebenarnya telah tercapai di Indonesia. Termasuk umat Islam sebagai bagaian dari masyarakat Indonesia yang terbesar juga harus mengamalkan Pancasila. Bahkan, Pancasila sendiri adalah produk dari sebagian para tokoh umat Islam yang ingin menjadikan bangsa ini berdiri. Hanya saja dalam perjalanannya ada sebagaian umat Islam yang mempermasalahkan Pancasila. Padahal dikatahui bahwa Islam dan Pancasila adalah berjalan seiring dan sejalan. Untuk itu, artikel ini mencoba untuk melihat praktik keberagamaan dan sosial kelompok Islam “garis keras” yang diasumsikan tidak sejalan dengan cita-cita Pancasila. Dari kajian yang dilakukan beberapa sarjana bahwa memang ada kelompok-kelompok umat Islaam di Indonesia yang paraktik keberagamaan dan sosial mereka jauh menyimpang dari tujuan nilai-nilai pancasila. Gerakan-gerakan Islam “garis keras” seringkali menjalankan aksinya dengan melanggar aturan main demokrasi. Tidak hanya itu, tetapi dapat disaksikan bahwa konsepsi pemikiran dari kalangan mereka juga menentang nilai-nilai demokrasi itu sendiri sebagai sebuah aturan main yang telah disepakati bersama. Sikap kelompok Islam “garis keras” biasanya anti terhadap semua sistem Barat, khususnya demokrasi dan hak-hak asasi manusia. Akan tetapi, anehnya mereka menikmati berbagai hasil teknologi Barat. Di mata mereka, demokrasi dan hak-hak asasi manusia adalah produk Barat sehingga harus dilawan karena merusak Islam. Mereka ingin menciptakan sebuah dunia cita-cita berdasarkan tafsiran mereka yang monolitik terhadap Al-Qur’an dan sejarah Nabi. Jika hal ini yang dipegangi, dengan sendirinya Pancasila bukanlah cita-cita mereka. Oleh karena itu, sikap mereka harus disadarkan atau diperangi.
PERAN GERWANI DALAM TRI KOMANDO RAKYAT (TRIKORA) 1961-1963 Dimas Dwi Kurnia; Miftahuddin Miftahuddin
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.647 KB) | DOI: 10.21831/moz.v10i2.32463

Abstract

Kemunculan Trikora berkaitan erat dengan permasalahan Irian Barat. Sebagai jawaban atas tidak kunjung selesainya masalah Irian Barat, pada tahun 1961 Soekarno mengumumkan Tri Komando Rakyat (Trikora) di Yogyakarta. Sementara itu, sejak awal tahun 1962, politik Gerwani banyak diarahkan ke masalah Irian Barat. Gerwani mengajak kaum wanita muda untuk berpartisipasi dalam kampanye nasional pembebasan Irian Barat. Gerwani kemudian terlibat dalam aksi-aksi demonstrasi menentang kolonialisme Belanda di Irian Barat. Berdasarkan rapat kerja aktivitas Gerwani yang diadakan pada September 1962, para anggota Gerwani diminta mendaftarkan diri sebagai sukarelawati untuk pembebasan Irian Barat dengan mengirimkan bantuan ke garis depan dan membantu keluarga sukarelawati di garis belakang. Kata Kunci: Gerwani, Trikora, dan 1961-1963
PEMBINAAN USAHA RUMAH TANGGA DI DESA SEI ROTAN KECAMATAN PERCUT SEI TUAN Miftahuddin Miftahuddin; Hery Syahrial; Sunaryo Sunaryo
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 26, No 4 (2020): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v26i4.20592

Abstract

Sebagian masyarakat di Desa Sei Rotan Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang berpenghasilan rendah. Untuk menambah penghasilan kaum ibu yang tergabung di Kelompok PKK Desa Sei Rotan membantu untuk mencari penghasilan tambahan dengan membuat makanan olahan rumahan untuk dijual. Permasalahan yang dihadapi oleh para ibu – ibu tersebut adalah metode pembungkusan yang tidak praktis, plastik yang sangat tipis, untuk merekatkan bungkusan menggunakan lilin dengan cara membakar plastik pembungkus, kemudian metode pemasarannya belum memanfaatkan media sosial. Tujuan pengabdian ini dilakukan agar permasalahan pembungkusan produk, jangkauan pemasaran yang terbatas dapat diselesaikan dengan baik. Metode pengabdian ini dilakukan dengan cara memberikan pelatihan teknik pembungkusan dengan menggunakan mesin vacuum sealer, membimbing mereka mempromosikan produknya di media sosial. Hasil pengabdian dini menunjukkan pengabdian masyarakat ini berjalan dengan lancar, serta tim pengabdi akan melaksanakan pengabdian untuk tahun berikutnya, dengan rencana membuat desain merek dan pengurusan sertifikat halal bagi produk olahannya. Khalayak sasaran telah memiliki peningkatan kemampuan dalam membungkus produknya secara baik dengan memanfaatkan mesin vacuum sealer, hal ini berdasarkan adanya 67% yang sudah mampu menggunakan mesin vacuum sealer yang sebelumnya tidak mampu menggunakannya. Terdapat 86% khalayak sasaran telah menggunakan media sosial untuk memasarkan produk olahan rumahnya. Kata kunci: Usaha Rumah Tangga, Manajemen Kewirausahaan, PKK, Desa Sei Rotan.
Perbandingan Model GAM dan Gamboost dalam Fitting Dataset Sea Surface Temperature Miftahuddin Miftahuddin
STATISTIKA: Forum Teori dan Aplikasi Statistika Vol 18, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Statistika Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jstat.v18i1.3875

Abstract

Fitting model GAM (generalized additive models) dan Gamboost (generalized additive models by boosting) untuk dataset SST (sea surface temperature) dimaksudkan sebagai upaya mencapai perbaikan fitting model terhadap data SST. Secara umum, model GAM dapat memvisualisasikan masing-masing kovariat, sedangkan model gamboost dapat memvisualisasikan lebih detail kovariatnya dalam beberapa bentuk, baik secara linier dan nonlinier. Pengukuran performance yang digunakan terhadap model adalah nilai AIC (Akaike Information Criteria) dan CV-risk. Model GAM dengan boosting menunjukkan lebih sesuai dalam struktur model, pemilihan model terbaik dan seleksi variabel pada dataset SST. Fitting model GAM dapat menghasilkan pola dan trend masing-masing kovariat meskipun memiliki beberapa gap, sedangkan pada model gamboost memiliki lebih banyak pilihan simultan dalam bentuk linier, nonlinier dan smooth untuk masing-masing kovariat. Kedua pendekatan fitting memiliki kelebihan yang dapat saling melengkapi dalam memodelkan dataset SST.
Perbandingan Model Tingkat Kepuasan Perwalian Online Mahasiswa Berdasarkan Tahun Masuk di FMIPA Universitas Syiah Kuala Miftahuddin Miftahuddin; Risana Rachmatan; Marlindawati Marlindawati
STATISTIKA: Forum Teori dan Aplikasi Statistika Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Statistika Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jstat.v18i2.4544

Abstract

Tingkatan kepuasan mahasiswa adalah bervariasi untuk setiap tahun masuk Perguruan Tinggiterutama dalam penggunaan sistem perwalian online. Tujuan penelitian ini untuk membandingkanmodel tingkat kepuasan mahasiswa berdasarkan tahun masuk di FMIPA Universitas Syiah Kualadengan menggunakan metode regresi logistik ordinal. Dalam penelitian ini digunakan data primeryang berasal dari penyebaran kuesioner pada 135 responden yang merupakan mahasiswa aktif diFMIPA Universitas Syiah Kuala tahun angkatan 2013, 2014 dan 2015. Untuk penelitian inidigunakan 9 variabel prediktor dan variabel respons yaitu: variabel kemudahan, efisiensi, kesalahan,mudah diingat, jenis kelamin, asal daerah, tahun angkatan, IPK, waktu tunggu dan tingkatkepuasan mahasiswa dalam penggunaan sistem perwalian online. Berdasarkan hasil penelitiandiketahui bahwa model terbaik adalah model terbaik terdapat pada model tingkat kepuasanmahasiswa angkatan 2013 dengan nilai AIC terkecil yaitu 78,25% dan ketepatan klasifikasi tertinggiyaitu 80,5%. Dengan satu variabel yang berpengaruh pada taraf signifikan sebesar 0,1 yaitu variabelkesalahan.
PLURALITAS INDONESIA INTEGRASI NASIONAL DAN TANGGAPAN ISLAM Miftahuddin Miftahuddin
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 22 No. 1 (2011): Jurnal Tribakti
Publisher : Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v22i1.48

Abstract

Membangun Guru Profesional Untuk Pendidikan Bermutu Miftahuddin Miftahuddin
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 28 No. 2 (2017): Junal Tribakti
Publisher : Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v28i2.484

Abstract

Respon Pertumbuhan dan Fisiologis Bayam (Amaranthus tricolor) yang Dipapar Timbal pada Sistem Hidroponik Sumbu Eka Fitriani Yuspiah; Yeni Rahayu; Miftahuddin Miftahuddin
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 3 No 4 (2021): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2021.3.4.4767

Abstract

Abstract Green amaranth (Amaranthus tricolor) is a popular vegetable in Indonesia as a source of vitamins and minerals. However, this plant is susceptible to the contamination of heavy metals such as lead. This study aimed to analyze the growth responses and morphophysiological of A. tricolor in response to the application of lead in the forms of (Pb(NO3)2 using a wick hydroponic system. This study used a single factor randomized design with four treatments of lead level, i.e. 0 ppm, 1 ppm, 3 ppm, and 5 ppm, repeated 2 times. Data were analyzed by analysis of one-way ANOVA and post hoc test by Duncan in P-value 5%. The growth responses were observed by measuring the plant height, the number of leaves, leaf color, shoot and roots fresh weight, also its dry weight. Whereas, the physiological responses were observed by analyzing the plant chlorophyll levels. The results obtained that the applications of (Pb(NO3)2 decreased plant height, leaf number, fresh weight of shoot and roots, dry weight of shoot and roots, also the chlorophyll levels. These lead treatments were affecting root loss, changed the color of leaves to become yellowish-green, and showing yellow-spotted close to the midrib. Analysis of lead uptake in stems and leaves showed that the absorption value increased along with the applications of (Pb(NO3)2 in the treatment. The treatment of 5 ppm of (Pb(NO3)2 showed the lowest result on all parameters. Key Words : Amaranthus tricolor, Wick Hydroponic System, The Leads, Metal Pollution.