Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Relief: Journal of Craft

EKSPERIMENTAL MEKANIKA GERAK KINCIA PADA KARYA SENI KINETIK Kiram, M Fauzul; Bahrudin, Ahmad; Nofrial, Nofrial
Relief : Journal of Craft Vol 2, No 2 (2023): Relief: Journal of Craft
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/relief.v2i2.3752

Abstract

Kincia is one of the cultural products in Minangkabau that functions as a tool for pounding rice by utilizing the power of river water flow. The concept of creation is inspired by traditional technology and cultural values that exist in kincia in Minangkabau, the concept and idea of this creation are realized using the theoretical basis of form, function, aesthetic, and kinetic. The creation of this work goes through several stages, namely exploration, design, and realization In the process of working on this work using craft techniques, namely scroll techniques, lathe techniques, construction techniques and lamination techniques, the materials used in making this work are several types of wood such as Surian wood, jackfruit wood, jelutung wood, and rengas wood. created using a power source from the rotation of the lever which is allowed for direct movement by the audience and some works using a rotating motor such as a dynamo, some works highlight interaction with the audience to provide a different experience that will be felt by the audience. Kincia  adalah salah satu produk kebudayaan di Minangkabau yang berfunfgsi sebagai alat untuk menumbuk padi dengan memanfaatkan tenaga aliran air sungai. Konsep penciptaan ini terinspirasi dari teknologi tradisional dan nilai-nilai budaya yang ada pada kincia di Minangkabau, konsep dan ide penciptaan ini diwujudkan mengunakan landasan teori bentuk, fungsi, estetis, dan kinetic, Penciptaan karya ini melewati beberapa tahapan yaitu eksplorasi, perancangan, dan perwujudan, dalam proses pengerjaan karya ini memakai teknik kriya yaitu teknik scroll, teknik bubut, teknik kontruksi dan teknik laminasi, bahan yang digunakan dalam pembuatan karya ini adalah  beberapa jenis kayu seperti kayu surian, kayu nangka, kayu jelutung, dan kayu rengas, karya yang di ciptakan mengunakan sumber tenaga dari putaran tuas yang di perbolehkan untuk gerakan langsung oleh penikmat dan beberapa karya menggunakan motor putar sepeti dinamo,  beberapa karya menonjolkan interaksi dengan penikmat untuk memberikan pengalaman berbeda yang akan dirasakan penikmat. 
EKSPRESI CERITA SURAU KESELARASAN KOTO PILIANG PADA KARYA RELIEF LOGAM rahman, abdur; Hendra, Hendra; Nofrial, Nofrial
Relief : Journal of Craft Vol 3, No 2 (2024): Relief: Journal of Craft
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/relief.v3i2.2723

Abstract

ABSTRAK Surau mempunyai peranan dan fungsi yang disignifikan dalam kebudayaan Minangkabau. Surau yang menjadi acuan penciptaan karya adalah Surau Lubuk Bauk yang terdapat di Nagari Batipuh, Tanah Datar. Konsep perwujudkan karya bersumber dari Surau keselarasan Koto Piliang dengan mengadirkan cerita yang bersumber dari aktivitas Surau keselarasan Koto Piliang. Cerita yang diwujudkan pada relief logam, berupa kegiatan yang terdapat pada Surau tua Lubuk Bauk, seperti mengaji, beladiri, dan gotong-royong. Metode penciptaan karya relief melalui tahapan eksplorasi, perancangan dan perwujudan. Penggarapan karya menggunakan teori, diantaranya bentuk, estetika, fungsi, dan ekspresi. Penggarapan karya menggunakan bahan plat alumunium dan tembaga dengan teknik tatah. Hasil karya relief logam berjumlah lima buah dengan judul yaitu: Mambangun Surau, Mangaji, Basilek I, Basilek II, Basilek III, Judul yang tercipta merupakan gambaran nilai-nilai yang terdapat pada masyarakat Minangkabau diantaranya belajar membaca Al-Qur’an, gotong-royong, dan  pengendalian diri serta bela diri. Kata kunci: Ekspresi , Cerita Surau keselarasan Koto Piliang , dan Relief logam.
SONGKET NAGARI UNGGAN KAJIAN BENTUK DAN FUNGSI Yondra, Nofri; nofrial, nofrial; Rahmi, Hijratur
Relief : Journal of Craft Vol 4, No 1 (2024): Relief: Journal of Craft
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/relief.v3i3.4917

Abstract

The research conducted in Nagari Unggan aims to describe the form of motifs and product forms produced by songket craftsmen, as well as to find out what the functions of Nagari Unggan songket are. The theory used in this study is the theory of form, function, songket, motifs, clothing and products, while the method used in this study is qualitative, data collection is carried out by observation, documentation and interviews. Songket Unggan has 30 motifs that are typical of the area, 15 motifs are very popular in the market, namely the Unggan thousand hills, lansek manih, tampuak manggi, cantik manis, cemara, lotus, chain, kelok lontiak, itiak pulang patang, makota, bintang, rangkiang, rumah gadang, pucuak rebung and pintuek motifs. Songket Nagari Unggan also uses other regional motifs, namely motifs from Pandai Sikek, Halaban and Silungkang. Products produced by songket craftsmen in Nagari Unggan include Koko shirts, skirts or kodek, kuruang shirts or tunics, gamis shirts, jackets, tingkuluak, shawls, scarves, deta, outer, shirts, wallets, bucket hats, peci, bags, and household items such as tablecloths. The function of songket in Nagari Unggan is used for traditional events, and parties, and also used as everyday clothing.
Bentuk Kencung Beruk sebagai Ornamentasi pada Tas Kulit Syaputra, Opni; Zam, Riswel; Nofrial, Nofrial
Relief : Journal of Craft Vol 3, No 1 (2023): Relief: Journal of Craft
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/relief.v3i1.3052

Abstract

Kencung beruk merupakan tumbuhan liar yang memiliki bunga berbentuk kantong yang unik. Tumbuhan ini sumber inspirasi penciptaan karya berupa tas kulit yang dilahirkan berfungsi sebagai tas santai dan tas ransel. Metode yang digunakan dalam proses penciptaan sebagai berikut: tahap eksplorasi yaitu melakukan pengamatan atau observasi langsung pada tumbuhang kencung beruk yang dijadikan sebgai motif hias pada karya yang telah diciptakan dan tahap perancangan yaitu diawali dengang menuangkan ide dalam bentuk sketsa maupun desain. Adapun tahap perwujudan dalam proses sebuah karya yang pertama memilih sketsa yang sesuai dengan kosnep, membuat gambar kerja, mempersiapkan alat dan bahan, mengolah bahan, proses penggarapan karya sesuai hingga proses finishing. Konsep yang digunakan dalam karya ini adalah bentuk Kencung beruk dan dijadikan sebagai motif dalam pembuatan karya ini. Bahan yang digunakan dalam karya ini adalah kulit samak nabati, Kulit Crazy horse (samak krom), dan teknik yang dipakai dalam karya ini adalah teknik jahit manual dan jahit mesin. Hasil karya terdiri daritujuh buah karya yang dibuat dalam bentuk tas ransel tas ransel santai pria dan tas salempang. Adapun karya-karya tersebut diberi judul: Bagpack Pria, Tas Ransel Santai Pria, Tas Santai Pria, Tas Traveling Pria, Tas Salempang Pria, Tas Ransel Pria, Tas Santai Pria. Kata Kunci: Kencung beruk dan Tas Kulit
KREASI MOTIF KUCIANG LALOK PADA TAS WANITA Wahyuni, Dini; Ferawati, Ferawati; nofrial, Nofrial
Relief : Journal of Craft Vol 4, No 1 (2024): Relief: Journal of Craft
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/relief.v3i3.4914

Abstract

The kuciang lalok motif is one of the motifs found in the Rumah Gadang which is placed in the singok part of the Rumah Gadang. The kuciang lalok motif was created by taking part of the kuciang lalok motif and arranging it in a regular plane pattern. The method for creating works goes through three stages. The stages are exploration, design and realization. The exploration stage is looking for reference ideas directly or through literature study, the design stage is pouring ideas into several sketches. Then, the sketches are selected and made into a design, and the design chosen is realized into a work using felt inlay and sewing techniques. The form of realized leather women's bags are handbags, sling bags, shoulder bags and backpacks.
KREASI KALIGRAFI ASMA’UL HUSNA PADA KRIYA KAYU Ahmad rivaldi, Ahmad Rivaldi; nofrial, nofrial; Ferawati, Ferawati; zam, riswel
Relief : Journal of Craft Vol 4, No 2 (2025): Relief: Journal of Craft
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/relief.v4i1.5375

Abstract

 ABSTRAKKarya ini mengangkat kreasi kaligrafi Asma’ul Husna pada kriya kayu dengan menggunakan khat Tsuluth. Asma’ul Husna, yang terdiri dari 99 nama-nama Allah, mengandung makna yang sangat dalam, mencerminkan sifat-sifat Tuhan yang Maha Esa. Setiap nama dalam Asma’ul Husna mengandung pesan spiritual yang dapat menjadi petunjuk hidup bagi umat manusia. Pemilihan kayu sebagai media dalam pembuatan karya ini memberikan sentuhan alami yang memperkaya dimensi estetika dan filosofi yang terkandung dalam setiap nama Allah. Gaya khat Tsuluth dipilih karena memiliki karakteristik goresan yang elegan dan melengkung, yang mampu menggambarkan keindahan serta kebesaran Tuhan dengan cara yang dinamis namun terstruktur. Karya ini tidak hanya berfokus pada nilai estetika, tetapi juga mengajak penikmat untuk merenungkan makna spiritual dari setiap nama Allah yang ditulis.  Penciptaan karya ini menggunakan teori fungsi, dan teori estetis. Metode penciptaan karya seni melalui tiga tahap, tahap eksplorasi dengan mencari referensi melalui studi pustaka maupun lapangan. Tahapan perancangan dengan membuat gambar rancangan melalui gambar sketsa alternatif dan desain gambar. Tahap perwujudan menggunakan bahan kayu surian, dengan teknik ukir pahat ketinggian sedang, dan finishing menggunakan tinta printer yang dilapis memakai melamin lack clear doff dan penyajian karya merupakan metode yang digunakan dalam mengenalkan hasil karya seni kepada masyarakat luas sebagai media dakwah. Karya berupa kaligrafi dua dimensi, yang diciptakan sebanyak tujuh karya, yaitu: Al Hakiim, Al Wadud, Al Kariim, Ar Rahman, Al Lathiif, Ar Rahiim, dan Al Wakiil.