Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : OSEATEK

PEMACU PEMATANGAN GONAD INDUK IKAN NILEM DENGAN TEKNIK INDUKSI HORMON Hartanti, Ninik Umi; ., Nurjanah
OSEATEK No 05 (2009): November
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.799 KB)

Abstract

Induksi dengan mengunakaan berberapa hormone analog pada calon induk untuk mempercepat kematangan gonad. Penemuan baru ini merupakan pemecahan masalah budidaya, yang mana ikan tidak dapat matang sempurna dan memijah di dalam wadah pemeliharaan karena faktor internal dan eksternal yang tidak memungkinkan. Penelitian menggunakan 6 induk ikan nilem dan 3 jantan sebagai perlakuan induk ikan nilem diinduksi dengan menggunakan hormone GnRH(Ovaprin), Progesteron dan Estradiol,dan dari ketiga perlakuan tersebut hormone yang paling cepat menginduksi pematangan gonad adalah Estradiol kemudian Progesteron dan yang terakhir Ovaprin. Kata Kunci : Induksi,Hormon,Matang gonad
Pemanfaatan Serasah Daun Mangrove sebagai Pakan Cacing Lur (Dendronereis pinnaticiris) Hartanti, Ninik Umi; Mulatsih, Sri; ., Nurjanah
OSEATEK No 08 (2011): April
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.064 KB)

Abstract

Polychaeta khususnya cacing lur (Dendronereis pinaticirris) merupakan sumber nutrisi pakan alami yang sangat penting untuk pertumbuhan, sintasan dan mempercepat maturasi udang.  Pohon bakau memiliki serasah (litterfall ) yang berperan aktif sebagai sumber bahan organik terlarut. Serasah mangrove merupakan guguran daun, ranting, kulit batang, bunga, buah dan biji pohon bakau yang dapat menjadi substrat dan pakan bagi biota maupun bakteri disekitarnya. Cacing lur ini belum bisa dibudidayakan secara masal disebabkan masih sangat terbatas penelitian mengenai cacing lur, salah satunya penelitian tentang pakan cacing lur ini belum pernah dilakukan. Kajian pemanfaatan serasah daun mangrove berbentuk flake untuk pakan diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan, dan sintasan serta laju penambahan bobot  tubuh cacing lur. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Percobaan dilakukan dengan 5 (lima) perlakuan yaitu : PO ( tidak diberi pakan ), P1 ( diberi pakan pelet nabati dari pabrikan), P2 (diberi pakan flake serasah daun Avicennia marina), P3 (diberi pakan flake serasah daun Rhizophora stylosa), P4 (diberi pakan campuran keduanya). Tiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali.  Pengambilan sampel penambahan berat dan segmen tubuh dilakukan pada awal dan akhir penelitian. Parameter yang diamati berupa sintasan, penambahan berat tubuh, penambahan segmen tubuh, analisis proksimat flake mangrove, analisis asam amino flake mangrove, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar protein serasah daun A.marina adalah 14,73 % , lebih tinggi dari pada R. stylosa yaitu sebesar 3,39%, sedangkan kandungan lemak R. stylosa 4,25 % berat kering, lebih tinggi dari pada A. marina yaitu sebesar 2,54 % berat Kering. Kandungan serat yang paling tinggi ditemukan pada R. stylosa.  Sintasan P1 (100% ),P2( 100 %), P3 (100%), P4 (100%) dan P0 ( 66,66 %). Jenis pakan yang berbeda mempengaruhi pertambahan bobot tubuh (P< 0.05), yaitu P0 (? 25mg), P1 ( 227 mg), P2 (31 mg), P3 (143 mg) dan P4 (134 mg). Pertambahan jumlah segmen pada P0 ( 17,333), P1 ( 59.867), P2 ( 18,400), P3 ( 48,600) dan P4 ( 34,200).  Pemberian pakan buatan dengan bahan baku serasah daun mangrove meningkatkan pertumbuhan dan tidak menurunkan sintasan cacing lur. Pertumbuhan cacing lur yang diberi pakan flake serasah daun R. stylosa lebih baik dari pada yang diberi pakan flake serasah A. marina dan campuran serasah dari kedua spesies tumbuhan mangrove tersebut Key Word : cacing lur, serasah mangrove, pakan
PEMACU PEMATANGAN GONAD INDUK IKAN NILEM DENGAN TEKNIK INDUKSI HORMON Hartanti, Ninik Umi; ., Nurjanah
OSEATEK No 05 (2009): November
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.799 KB)

Abstract

Induksi dengan mengunakaan berberapa hormone analog pada calon induk untuk mempercepat kematangan gonad. Penemuan baru ini merupakan pemecahan masalah budidaya, yang mana ikan tidak dapat matang sempurna dan memijah di dalam wadah pemeliharaan karena faktor internal dan eksternal yang tidak memungkinkan. Penelitian menggunakan 6 induk ikan nilem dan 3 jantan sebagai perlakuan induk ikan nilem diinduksi dengan menggunakan hormone GnRH(Ovaprin), Progesteron dan Estradiol,dan dari ketiga perlakuan tersebut hormone yang paling cepat menginduksi pematangan gonad adalah Estradiol kemudian Progesteron dan yang terakhir Ovaprin. Kata Kunci : Induksi,Hormon,Matang gonad