Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Effectiveness of Training on the Ability of Voluntary Corps Students to Provide First Aid for Syncope Nurjannah, Misbah; Sari, Putri Agustina Nila; Widyastuti, Dwi
PROMOTOR Vol. 8 No. 1 (2025): FEBRUARI
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v8i1.934

Abstract

Background: Temporary loss of consciousness that happens suddenly is called syncope. Dehydration, exhaustion, hypoglycemia, and heat stroke can all lead to syncope by reducing blood and oxygen flow to the brain. Paleness, dizziness, cold sweats, and blurred vision are the symptoms of this illness. Objective: The purpose of this study is to ascertain how training affects Korps Sukarela students' first aid for syncope knowledge and abilities. Methods: This study employed with one group pretest-posttest methodology. Through the use of random sampling, the study's sample was chosen, resulting in 72 responses. Before and after training, respondents completed pretest and posttest questionnaires, and researchers evaluated the information on the observation sheets. SPSS was used for both univariate and bivariate analysis of the research findings. Result: The study's findings demonstrated that training had an impact on KSR students' syncope first aid knowledge and abilities. KSR students' knowledge and abilities have increased both before and after instruction. Conclusion: There is a significant relationship between training and increasing the knowledge and skills of KSR students in first aid for syncope.
Analisis Praktik Klinik Keperawatan Dengan Intervensi Inovasi Pemberian Kompres Dingin (Cool Pack) Untuk Mengurangi Tingkat Nyeri Saat Pemasangan Infus Pada Pasien DBD Di Ruang IGD RSUD Aji Muhammad Parikesit Tenggarong Latifah, Efita Latifah; Misbah Nurjannah; Milkhatun, Milkhatun; Dwi Widyastuti
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i1.252

Abstract

Demam tinggi yang bisa mencapai 39 derajat merupakan gejala paling umum dari demam berdarah, yaitu infeksi virus yang terutama ditemukan di daerah tropis dan subtropis, mayoritas orang yang terjangkit demam berdarah tidak menunjukkan gejala apa pun. Demam ini mereda dengan cepat setelah berlangsung selama dua hingga tujuh hari, sakit kepala, pegal-pegal di badan, mual, muntah, menggigil, lemas, dan ruam dengan bintik-bintik merah di kulit merupakan gejala umum. Salah satu tindakan yang paling umum dilakukan di rumah sakit adalah pemasangan infus, yang dapat melukai tempat jarum dimasukkan dan membuat anak merasa takut, cemas, atau kesakitan.. Intervensi non-farmakologis merupakan salah satu tindakan terbaik untuk mengurangi nyeri pada saat pemasangan infus dengan terapi kompres dingin menggunakan (cool pack). Tujuan : Karya ilmiah akhir ners ini bertujuan untuk menganalisa intervensi untuk mengurangi skala nyeri pada saat pemasangan infus dengan intervensi inovasi kompres dingin menggunakan (cool pack). Hasil : Yang didapatkan pada kasus menunjukan bahwa adanya pengaruh pemberian intervensi inovasi pemberian kompres dingin menggunakan cool pack untuk mengurangi tingkat nyeri pada saat pemasangan infus.
Pengaruh pelatihan bantuan hidup dasar terhadap tingkat sikap menolong korban henti jantung pada masyarakat awam : The impact of basic life support training on the level of people attitude to help cardiac arrest victims Amelia, Wenty; Nurjannah, Misbah; Taharuddin
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 11 No. 1 (2025): JiKep | Februari 2025
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v11i1.2482

Abstract

Rendahnya angka korban henti jantung yang selamat disebabkan korban tidak segera diberikan bantuan hidup oleh orang yang pertama kali menemukannya. Salah satu faktor tidak terlaksananya pemberian pertolongan pertama dan segera yaitu karena sikap menolong korban henti jantung masyarakat masih dalam kategori sikap kurang baik. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pelatihan bantuan hidup dasar terhadap tingkat sikap menolong korban henti jantung pada masyarakat  awam di RT. 38 Kelurahan Sungai Pinang Dalam Samarinda. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experiment design dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi yaitu masyarakat berusia 17-55 tahun di RT. 38 Kelurahan Sungai Pinang Dalam Samarinda berjumlah 187 dan sampel didapatkan 66 orang. Teknik pengambilan sampel dengan Quota sampling. Hasil pengambilan data sebelum perlakuan sebagian besar didapatkan sikap baik dan setelah perlakuan sikap baik meningkat menjadi hampir seluruhnya. Hasil Uji statistic Wilcoxon menunjukkan tingkat sikap masyarakat terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat sikap masyarakat menolong korban henti jantung sebelum dan setelah diberikan pelatihan bantuan hidup dasar.Terdapat pengaruh dari pemberian pelatihan bantuan hidup dasar terhadap tingkat sikap masyarakat menolong korban henti jantung di RT. 38 Kelurahan Sungai Pinang Dalam Samarinda.
Implementasi Slow Deep Breathing dan Terapi Dzikir bagi Pasien Lansia Penderita Hipertensi Azhar Faridzal, Muhammad; Widyastuti, Dwi; Nurjannah, Misbah; Milkhatun, Milkhatun
Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO) Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Nomor 2 November 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/kepo.v5i2.1081

Abstract

Lansia penderita Hipertensi di dunia terus meningkat setiap tahunnya, dan tahun 2025 akan meningkat hingga 1,5 milyar lansia yang akan terkena Hipertensi. Di kawasan Asia penyakit ini telah membunuh 1,5 juta orang di setiap tahunnya hal ini menandakan satu dari tiga lansia menderita Hipertensi. Tujuan untuk mengetahui efektivitas implementasi terapi slow deep breathing dan terapi dzikir pada pasien lansia dengan hipertensi. Studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan dan penilaian dilakukan dengan pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah, implementasi dilakukan dengan 2 partisipan yang diukur menggunakan sphygmomanometer manual 5 menit sebelum dan 5 menit sesudah implementasi. 1 partisipan diberikan terapi kombinasi yakni terapi slow deep breathing dan terapi dzikir, kemudian 1 partisipan diberikan terapi tunggal yakni terapi dzikir. Didapatkan bahwa terapi kombinasi dan terapi tunggal sama-sama ditemukan penurunan tekanan darah sebelum dan sesudah terapi dilakukan. Perbedaannya yakni terapi kombinasi jauh lebih efektif dibandingkan dengan terapi tunggal karena rata-rata penurunan tekanan darah jauh lebih besar 10 mmhg–25 mmHg Selama 3 hari berturut-turut dan partisipan lebih fokus dan tenang. Kesimpulan terapi kombinasi lebih efektif menurunkan tekanan darah daripada terapi tunggal pada lansia dengan hipertensi.
Implementasi Relaksasi Autogenik terhadap Penurunan Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Saradevi, Widly Aji Ayunda; Widyastuti, Dwi; Nurjannah, Misbah
Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO) Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Nomor 2 November 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/kepo.v5i2.1082

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit degeneratif yang sering terjadi pada lansia, terapi non farmakologi yang dapat dilakukan penderita diabetes melitus tipe II adalah relaksasi autogenik dimana penerapannya sangat mudah tidak memakan banyak waktu dan memiliki efek baik dalam menurunkan kadar gula darah. Tujuan penelitian ini mengevaluasi implementasi dari terapi relaksasi autogenik pada partisipan yang mengalami DM tipe II. Studi kasus ini menggunakan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, merumuskan diagnosa keperawatan, merencanakan intervensi, implementasi serta evaluasi keperawatan dan penilaian dengan alat GDS atau glucometer sebelum dan sesudah pemberian terapi relaksasi autogenik. Subjek pada studi kasus yaitu partisipan yang mengalami diabetes melitus tipe II, dan sesuai dengan kriteria inklusi. Studi Kasus dilakukan 21-23 juni 2024 diberikan intervensi dirumah partisipan kelurahan Loa Bakung RT 48. Hasil dari setelah dilakukan implementasi ditemukan bahwa ada pengaruh pemberian terapi relaksasi autogenik untuk menurunkan kadar gula darah tinggi yang dilakukan selama 3 hari berturut, partisipan pertama hari pertama 209 mg/dl pada hari ketiga setelah diberikan intervensi menjadi 197 mg/dl, kemudian partisipan kedua 315 mg/dl menjadi 308 mg/dl pada hari ketiga.
SOSIALISASI DAN PELATIHAN RONDE KEPERAWATAN DI RUANG INTENSIF CARE UNIT RUMAH SAKIT DAERAH PEMERINTAH SAMARINDA Widyastuti, Dwi; M. D, Maridi; Milkhatun, Milkhatun; Astuti, Zulmah; Fikri, Muhammad; Nurjannah, Misbah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 10 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i10.3760-3764

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan dan melatih perawat Intensive Care Unit di rumah sakit daerah pemerintah Samarinda tentang pelaksanaan ronde keperawatan. Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan pemahaman secara kognitif dan psikomotor bagi peserta. Kegiatan sosialisasi dilakukan agar peserta mampu mengingat kembali konsep ronde keperawatan sedangkan pelatihan membantu peserta mendapatkan pengalaman nyata tentang cara melakukan ronde keperawatan. Kegiatan ini dilakukan dalam 3 tahapan yaitu tahapan pre tes, tahap sosialisasi dan pelatihan ronde keperawatan serta tahap pos tes. Hasil dari kegiatan ini peserta telah memahami dan mampu melakukan ronde keperawatan berdasarkan hasil pre test  peserta berada dalam kategori cukup 91,6%, dan setelah dilakukan sosialisasi dan pelatihan hasil pos tes peserta pengetahuan dalam kategori baik 100%. Kegiatan sangat diperlukan oleh peserta untuk mengingat kembali konsep dan pelaksanaan ronde keperawatan agar dapat mencapai dan mempertahankan pelayanan keperawatan yang berkualitas baik di rumah sakit.
Simulasi Simulasi Pertolongan Pertama Pingsan pada Mahasiswa Korps Sukarela (KSR): Simulasi Pertolongan Pertama Pingsan pada Mahasiswa Korps Sukarela (KSR) Misbah Nurjannah; Putri Agustin Nila Sari; Dwi Widyastuti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnalpkm.org
Publisher : Open Edutech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pingsan dapat terjadi pada semua usia. Pingsan dapat disebabkan oleh kondisi dehidrasi, hipoglikemi, cuaca yang ekstrem, tekanan emosi dan indikasi penyakit tertentu. Pingsan yang dialami bukan karena suatu penyakit akan kembali normal setelah diberikan penanganan, akan tetapi apabila pingsan terjadi akibat proses suatu penyakit maka akan menjadi lebih sulit. Kondisi pingsan banyak terjadi di masyarakat, tanpa adanya tenaga kesehatan. Masyarakat yang bersama korban adalah anggota keluarga atau orang terdekat korban. Masyarakat sebagai pemberi pertolongan pertama, perlu pengetahuan yang cukup dalam memberikan pertolongan awal pada pingsan, agar tindakan yang diberikan sesuai dan dan dapat membantu mengurangi resiko cedera yang lebih serius. Pengetahuan tidak hanya diberikan melalui pendidikan Kesehatan, tetapi juga diberikan melalui simulasi agar lebih efektif.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PENCEGAHAN DAN PERTOLONGAN PERTAMA HIPOGLIKEMIA PADA KASUS DIABETES MELITUS DI MASYARAKAT Misbah Nurjannah; Zulmah Astuti; Andi Aprilya Anggryani; Alia Wardani; Annisa Natasya Putri; Hanisa Juliani; Fathir Bayu Pratama; Melly Amanda; Muhammad Abiy Arhab Syamsuri; Nadila Rahmawati; Neti Nurjanah; Nurfadilah Arman; Prascha Alia Cristina; Salsabila Noor Aisyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 1 (2025): Pengabdian Berbasis Dampak I: Melampaui Batas Teori ke Aksi Nyata
Publisher : Open Edutech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63183/621470

Abstract

Hipoglikemia merupakan komplikasi akut Diabetes Melitus (DM) yang berisiko fatal jika tidak ditangani segera, sementara pengetahuan masyarakat tentang pencegahan dan pertolongan pertamanya masih rendah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman warga RT 31, Sempaja Selatan, melalui pendidikan kesehatan. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, simulasi, serta pretest dan posttest. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dengan rata- rata nilai dari 25 menjadi 74,17. Seluruh peserta juga memberikan tanggapan positif terhadap materi dan metode. Kegiatan ini efektif meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi hipoglikemia pada penderita DM.
Pengaruh Simulasi Penanganan Keseleo Terhadap Peningkatan Pengetahuan Dan Keterampilan Pada Siswa Sekolah Dasar Kharisma Intan Agipratiwi; Misbah Nurjannah; Thomas Ari Wibowo
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.115

Abstract

Keseleo terjadi ketika otot dan tendon terlalu meregang atau robek. Frekuensi cedera ini meningkat antara tahun 2013 hingga 2018, dengan prevalensi naik dari 8,2% pada 2017 menjadi 9,2% pada 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh simulasi penanganan keseleo terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa kelas IV di SD Negeri Samarinda. Desain yang digunakan adalah one group pre-posttest dengan 80 responden dari SDN 002 Palaran dan SDN 006 Samarinda Utara, menggunakan metode accidental sampling. Uji Wilcoxon digunakan dalam analisis data. Hasil menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05) untuk variabel pengetahuan dan keterampilan sebelum dan sesudah simulasi, dengan perbedaan median masing-masing 3 dan 2. Dapat disimpulkan bahwa simulasi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam menangani keseleo.
Praktik keperawatan dengan intervensi inovasi pursed lip breathing dan tripod terhadap peningkatan saturasi oksigen pada pasien asma Putri, Dhea Ananda; Dirdjo, Maridi Marsan; Nurjannah, Misbah; Satria, Andri Praja
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 20 No. 2 (2026): Volume 20 Nomor 2
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v20i2.2446

Abstract

Background: Asthma is a chronic inflammatory disease of the respiratory tract characterized by narrowing of the airways, resulting in symptoms of shortness of breath, wheezing, and decreased oxygen saturation. This condition requires prompt and appropriate management, particularly in the Emergency Department (ED). In addition to pharmacological therapy, non-pharmacological nursing interventions such as pursed lip breathing and the tripod position can be used to help increase pulmonary ventilation and improve oxygenation in asthmatic patients. Purpose: To analyze the application of innovative interventions such as pursed lip breathing and the tripod position to improve oxygen saturation in asthmatic patients. Method: This study used a descriptive case study design with a nursing action evaluation method. The study was conducted from December 2025 to January 2026 at the Emergency Department (ED) of A.M. Parikesit Tenggarong Regional General Hospital. The study subjects consisted of one intervention patient (Mrs. S) who received PLB and tripod position training, and two control patients (Mrs. A and Mrs. V) who received standard care and medical therapy. Data were collected through interviews, observations, physical examinations, and monitoring of vital signs and oxygen saturation for 4 hours. Results: The combination of pursed lip breathing and the tripod position increased oxygen saturation in asthma patients. In the intervention patient (Mrs. S), oxygen saturation increased by 2%, from 94% to 96%. Meanwhile, in control patients, the increase in oxygen saturation was relatively stable, with an average increase of 1% in Mrs. A and 0% in Mrs. V. Furthermore, intervention patients also experienced a decrease in shortness of breath and an improvement in breathing patterns. Conclusion: The pursed lip breathing and tripod position interventions have proven effective in increasing oxygen saturation in asthma patients. The combination of these two techniques is a safe, easy, and applicable non-pharmacological intervention for use in the emergency department (ED) for patients who are conscious and able to follow instructions.   Keywords: Asthma; Oxygen Saturation; Pursed Lip Breathing; Tripod Position.   Pendahuluan: Asma merupakan penyakit inflamasi kronik pada saluran pernapasan yang ditandai dengan penyempitan jalan napas, sehingga menimbulkan gejala sesak napas, wheezing, dan penurunan saturasi oksigen. Kondisi ini memerlukan penatalaksanaan cepat dan tepat, khususnya di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Selain terapi farmakologis, intervensi keperawatan nonfarmakologis, seperti pursed lip breathing (PLB) dan posisi tripod dapat digunakan untuk membantu meningkatkan ventilasi paru dan memperbaiki oksigenasi pada pasien asma. Tujuan: Untuk menganalisa penerapan intervensi inovasi pursed lip breathing dan posisi tripod terhadap peningkatan saturasi oksigen pada pasien asma. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi studi kasus deskriptif dengan metode evaluasi tindakan keperawatan. Studi dilaksanakan pada bulan Desember 2025 hingga Januari 2026, bertempat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD A.M. Parikesit Tenggarong. Subjek penelitian terdiri dari satu pasien intervensi (Ibu S) yang diberikan latihan PLB dan posisi tripod, serta dua pasien kontrol (Ibu A dan Ibu V) yang meneima asuhan standar dan terapi medis. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, serta pemantauan data-data vital dan saturasi oksigen selama 1x4 jam. Hasil: Kombinasi intervensi pursed lip breathing dan posisi tripod mampu meningkatkan saturasi oksigen pada pasien asma. Pada pasien intervensi (Ibu S), saturasi oksigen meningkat sebesar 2% yaitu dari 94% menjadi 96%. Sementara itu, pada pasien kontrol peningkatan saturasi oksigen relatif lebih stabil, dengan rata-rata kenaikan 1% pada Ibu A dan 0% pada Ibu V. Selain itu, pasien intervensi juga mengalami penurunan keluhan sesak napas dan perbaikan pola pernapasan. Simpulan: Intervensi PLB dan posisi tripod terbukti efektif dalam meningkatkan saturasi oksigen pada pasien asma. Kombinasi kedua Teknik merupakan intervensi non-farmakologis yang aman, mudah, dan aplikatif untuk diterapkan di IGD bagi pasien yang sadar dan mampu mengikuti instruksi.   Kata Kunci: Asma; Pursed Lip Breathing; Posisi Tripod; Saturasi Oksigen.