Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DAN GAYA HIDUP DENGAN KEJADIAN DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA X KOTA BENGKULU Nurlindawatai, Nurlindawatai; Puspita, Tari
ANJANI Journal (Medical Science & Healthcare Studies) Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/anjani.v4i2.1521

Abstract

Intoduction: Type 2 diabetes mellitus is the most common type of diabetes found. Approximately 9.7 million women in America have diabetes. Indonesia is ranked 6th in the incidence of diabetes mellitus in the world. Type 2 diabetes mellitus is often also called lifestyle diabetes because the causes are apart from hereditary factors, environmental factors including physical activity, and lifestyle are also causes of diabetes mellitus. To analyze the factors causing type 2 diabetes mellitus in women of reproductive age. The research was conducted using qualitative methods, which produced descriptive data in the form of written interviews with informants. The informants in this study were 10 women aged 30 – 65 years who lived in the work area of Puskesmas X. Conclusion: The results of this study are that there is a relationship between physical activity and lifestyle and the incidence of diabetes mellitus.
PERBANDINGAN JUMLAH LEUKOSIT DENGAN C– REAKTIF PROTEIN PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI RUMAH SAKIT HARAPAN DAN DOA KOTA BENGKULU Dewi, Devi Cynthia; Puspita, Tari
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v12i2.862

Abstract

Berdasarkan IDF Atlas Edisi Kesembilan (2020), pada tahun 2020 tercatat 10,7 juta orang dewasa di Indonesia menderita diabetes. Angka ini diperkirakan akan meningkat menjadi 13,7 juta pada 2030 dan 16,6 juta pada 2045 jika pola hidup tidak sehat, seperti konsumsi makanan berlebihan dan kebiasaan merokok, tidak diperbaiki. Diabetes Melitus (DM) merupakan gangguan metabolik yang muncul akibat fungsi insulin yang tidak optimal dalam mengatur kadar glukosa darah, sehingga menyebabkan hiperglikemia. Peningkatan kadar C-Reactive Protein (CRP) pada penderita DM menjadi indikator adanya inflamasi yang terkait dengan komplikasi kronis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan antara jumlah leukosit dan kadar CRP pada pasien DM. Studi dilaksanakan di RS Harapan dan Doa Kota Bengkulu dengan menggunakan desain kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian mencakup 77 pasien DM rawat inap selama Januari–Maret 2025, dan melalui metode purposive sampling diperoleh 44 sampel. Data diperoleh dari rekam medis, kemudian diklasifikasikan dan dianalisis menggunakan SPSS.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 27 pasien (63,4%) mengalami leukositosis, sementara 17 pasien (36,6%) memiliki kadar leukosit dalam batas normal. Pada pemeriksaan CRP, 33 pasien (75%) menunjukkan hasil positif dan 11 pasien (25%) negatif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara jumlah leukosit dan kadar CRP pada pasien DM di RS Harapan dan Doa Kota Bengkulu. Kata Kunci: Total Leukosit, Protein C-Reaktif, Diabetes Mellitus