Yani, Fina Ratih Wira Putri Fitri
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Studi Kasus Implementasi Musik Klasik Mozart Untuk Stimulasi Kognitif : Gangguan Memori Pada Anak Epilepsi Cahyadewi, Andini; Yani, Fina Ratih Wira Putri Fitri; Theresia, Nita
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 9, No 3 (2025): EDISI DESEMBER 2025
Publisher : Tribhuwana Tunggadewi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v9i3.3519

Abstract

Epilepsi pada anak dapat menyebabkan gangguan memori jangka pendek yang berdampak pada proses belajar dan perkembangan kognitif. Berdasarkan penelitian terdahulu, ditemukan bahwa salah satu pendekatan terapi komplementer yang dapat digunakan dalam stimulasi fungsi kognitif adalah terapi musik klasik Mozart K.448, karena mampu merangsang aktivitas otak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil dari implementasi terapi musik klasik Mozart K.448, dalam meningkatkan daya ingat dan daya fokus anak epilepsi dengan gejala gangguan memori. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan paparan deskriptif. Subjek penelitian melibatkan 2 anak epilepsi dengan gangguan memori. Intervensi dilakukan selama 6x pertemuan dalam 2 minggu, durasi 10 menit/sesi. Alat ukur memori jangka pendek yang digunakan adalah Digit Span Test Forward dan Short-Term Memory Word Test dalam pre-test dan posttest. Hasil menunjukkan bahwa klien pertama mengalami peningkatan hasil skor memori setelah implementasi, sementara klien kedua tidak menunjukkan perubahan signifikan. Terapi musik klasik Mozart K.448 menunjukkan efek positif terhadap peningkatan daya ingat dan fokus pada anak epilepsi dengan gangguan memori. Intervensi ini berpotensi digunakan sebagai terapi komplementer untuk stimulasi kognitif, namun efektivitasnya masih perlu dikaji lebih lanjut dengan jumlah subjek yang lebih besar dan kondisi lingkungan yang lebih kondusif.
PENINGKATAN LITERASI KESEHATAN TENTANG PENYAKIT TIDAK MENULAR UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU PADA REMAJA Sulistyowati, Reny; Kusnaningsih, Aida; Utama, Nang Randu; Christyanni, Yuyun; Yani, Fina Ratih Wira Putri Fitri; Rahmawaty, Fetty
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20958

Abstract

Abstrak: Penyakit tidak menular (PTM) seperti kanker, diabetes mellitus (DM) dan hipertensi merupakan penyakit yang dianggap hanya dialami oleh orang yang sudah lanjut usia namun pada kenyataannya saat ini bahkan remaja banyak yang mengalami penyakit ini dan harus berakhir di rumah sakit untuk melakukan perawatan. Tujuan pengabmas ini adalah agar para remaja dapat meningkatkan literasi kesehatan mengenai PTM dari sumber terpercaya agar remaja dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku untuk mencegah PTM. Metode kegiatan dengan pemberian edukasi pada siswa SMAN 2 Kasongan sebanyak 50 orang, diawali dengan pre-test, dilanjutkan pemberian edukasi dan evaluasi setelah pemberian edukasi (post-test). Dari 50 orang peserta, 52% laki-laki dan 48% perempuan. Sebagian besar Ppeserta paling banyak berusia 16 tahun sebanyak (50%), dan paling sedikit berusia 14 tahun dan 17 tahun sebesar 12%; sebagian besar peserta kelas XI (80,6%). Terdapat peningkatan pengetahuan pre-test dan post-test yaitu sebesar 18% dan peningkatan perilaku sebesar 6%. Peningkatan pengetahuan dengan cara literasi bukan hanya meningkatkan dari segi kognitif remaja tetapi sekaligus memicu segi afektif dan psikomotor melalui penerapan sebagai bentuk hasil dari keberhasilan literasi kesehatan.Abstract: Non-communicable diseases (NCDs) such as cancer, diabetes mellitus (DM) and hypertension are diseases that are thought to only be experienced by elderly people, but in reality, nowadays many teenagers even experience these diseases and have to end up in hospital for treatment. The aim of this community service is so that teenagers can increase health literacy regarding PTM from trusted sources so that teenagers can increase their knowledge, attitudes and behavior to prevent PTM. The activity method involves providing education to 50 students of SMAN 2 Kasongan, starting with a pre-test, followed by providing education and evaluation after providing education (post-test). Of the 50 participants, 52% were men and 48% were women. Most participants were 16 years old (50%), Participants were at most 16 years old (50%), and at least 14 years old and 17 years old at 12%; most were class XI participants (80.6%). There was an increase in pre-test and post-test knowledge, namely 18% and behavior increased by 6%. Increasing knowledge by means of literacy not only improves the cognitive aspect of adolescents but also triggers the affective and psychomotor aspects through application as a result of successful health literacy.
INTEGRASI VIDEO ANIMASI DAN PRAKTIK PEMBUATAN MASKER WAJAH ALAMI SEBAGAI EDUKASI PERAWATAN KULIT Yani, Fina Ratih Wira Putri Fitri; Theresia, Nita; Sulistyowati, Reny
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37386

Abstract

Abstrak: Remaja rentan mengalami permasalahan kulit wajah akibat perubahan hormonal dan tingginya paparan informasi perawatan kulit yang belum sepenuhnya dipahami secara kritis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi dan keterampilan remaja dalam perawatan wajah berbasis bahan alami melalui pendekatan video animasi dan praktik langsung. Kegiatan dilaksanakan di SMA Negeri dengan melibatkan 15 siswa sebagai mitra. Metode yang digunakan meliputi edukasi menggunakan video animasi, demonstrasi, dan praktik pembuatan masker wajah berbahan pati beras, bengkuang, dan oatmeal. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pre-test dan post-test sebanyak 10 pertanyaan. Hasil menunjukkan peningkatan skor total dari 1290 pada pre-test menjadi 1470 pada post-test, atau meningkat sebesar 12%. Selain peningkatan aspek kognitif, peserta juga mampu mempraktikkan secara mandiri seluruh tahapan pembuatan masker wajah alami dengan memperhatikan prinsip keamanan. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi video animasi dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan literasi dan keterampilan perawatan wajah alami pada remaja.Abstract: Adolescents are a vulnerable group to facial skin problems due to hormonal changes and exposure to skincare information that is not always critically understood. This community service program aimed to enhance adolescents’ knowledge, skills, and independence in natural-based facial skincare. The activity was conducted at SMA Negeri and involved 15 students as participants. The methods included education through animated videos, demonstrations, and hands-on practice in preparing facial masks made from rice starch, yam bean, and oatmeal. Evaluation was carried out using a pre-test and post-test design to assess changes in participants’ understanding. The results showed an increase in total scores from 1290 in the pre-test to 1470 in the post-test, indicating an improvement of 180 points (12%). In addition to cognitive improvement, participants were able to independently perform all stages of facial mask preparation while applying safety principles. These findings suggest that integrating animated video-based education with practical learning is effective in improving adolescents’ knowledge and practical skills in natural facial skincare.