Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS NARASI KAMPANYE DIGITAL DALAM MEMBENTUK EFIKASI POLITIK PEMUDA Putri Handayani Lubis; Effy Z. Rusfian; Maria Puspita; Lubis, Putri Handayani; Rusfian, Effy Z; Puspita, Maria
JURNAL TAPIS Vol 20 No 1 (2024): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tps.v20i1.21655

Abstract

Pada saat ini Kampanye mengalami perubahan dengan hadirnya media sosial yang indikasinya terlihat pada perkembangan aktifitas komunikasi politik dalam kampanye pemilu di media sosial. Sandiaga Uno menggunakan media sosial untuk mempengaruhi efikasi politik pemuda, karena di era interaktif digital, produksi pesan dan citra politik sangat berpengaruh untuk menggalang suara pemilih pemuda. Narasi kampanye dibentuk dengan narasi yang menarik bagi pemuda. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplore narasi kampanye yang dibentuk Sandiaga Uno pada media sosial Instagram dan mengidentifikasi narasi efikasi politik dalam membentuk sikap efikasi politik pada pemuda. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode analisis tematik. Hasil penelitian ini menemukan empat narasi yang digunakan Sandiaga Uno dalam kampanye digital yaitu, tema kepedulian terhadap sosial, partisipasi pemuda, kekayaan warisan budaya Indonesia, dan Gaya kepemimpinan. Tema kepedulian terhadap sosial yang paling banyak di posting tersebut berhasil digunakan Sandiaga Uno untuk membentuk efikasi politik pemuda
Narasi Digital sebagai Perpanjangan Pengalaman Pariwisata Musik: Studi Kasus Prambanan Jazz Festival Hutabarat, Peny Meliaty; Rusfian, Effy Z; Suwaryono, Ixora Lundia
Jurnal Aspirasi Vol 16, No 2 (2025)
Publisher : Pusat Analisis Keparlemenan Badan Keahlian Sekretariat Jenderal DPR RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46807/aspirasi.v16i2.4902

Abstract

Pariwisata musik merupakan bentuk pariwisata minat khusus yang memadukan hiburan, budaya, dan pengalaman autentik. Di era digital, pengalaman tidak berhenti saat panggung ditutup, ia berlanjut melalui narasi digital di media sosial. Studi ini mengeksplorasi bagaimana komunikasi media digital (DMC) membentuk extended tourism experience pada tiga fase: prafestival, perifestival, dan pascafestival, dengan studi kasus Prambanan Jazz Festival (PJF). Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui analisis konten Instagram dengan seleksi purposif berdasarkan tiga kriteria: (1) diunggah pengunjung atau akun resmi; (2) menyebut/menandai PJF; (3) memiliki elemen naratif (caption/suara/visual) yang mencerminkan pengalaman personal, kesan budaya, atau interaksi sosial. Total 50 unggahan dianalisis menggunakan tagar #PrambananJazzFestival2024, #PJF2024, #SatuDekadeBersama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pada prafestival, narasi digital membangun antisipasi dan niat kunjungan; (2) pada perifestival, konten waktu nyata memperluas jangkauan ke audiens yang tidak hadir dan membentuk emotional community; (3) pada pascafestival, konten rekap dan testimoni menguatkan memory-making dan memperpanjang gaung festival di ruang digital. Peran DMC bukan hanya sebagai promosi, melainkan sebagai pengungkit keterlibatan emosional dan kokreasi makna yang memperpanjang pengalaman pariwisata. Kontribusi studi ini adalah pemetaan peran DMC lintas fase, memperkaya kajian experience economy, identitas budaya, dan pengelolaan festival melalui integrasi narasi digital. Melalui fungsi pengawasan, Komisi VII DPR RI perlu mendorong pemerintah untuk menetapkan standar pelaporan dampak digital (user-generated content (UGC), jangkauan, keterlibatan, porsi narasi budaya) sebagai prasyarat fasilitas/insentif; memperkuat infrastruktur konektivitas di situs warisan budaya; menyediakan hibah dan literasi digital-storytelling bagi penyelenggara dan UMKM; serta menginisiasi arsip narasi digital nasional festival budaya sebagai alat pelestarian dan promosi.