Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

KONSEP DAKWAH UMAR BIN KHATTAB Nurhanifah, Ummi; Fajar, M. Samson; Nur, Muhammad
AL-IDZAAH: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 1 No. 02 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.846 KB) | DOI: 10.24127/al-idzaah.v1i02.241

Abstract

Umar bin Khattab merupakan Khalifah kedua setelah Abu Bakar as-Shidiq. Adapun dalam masa kekhalifahannya ia membentuk Ahlul hal wal ‘aqdi (anggota majelis syura’). Peranannya dalam sejarah perkembangan Islam terlihat menojol setelah penaklukan-penaklukan yang ia lakukan, beliau melakukan penaklukkan hingga Islam tersebar di Jazirah Arabia, Palestina, Syiria, Mesir dan sebagian besar Persia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui konsep dakwah Umar bin Khattab. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library reseach) melalui pendekatan kualitatif. Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa konsep dakwah yang digunakan Umar bin Khattab dalam menggunakan prinsip manajerial (‘amaliyyah al-‘idaariyyah) yang terdiri dari; takhtith (perencanaan strategi), thanziim (pengorganisasian), tawjih (penggerakan), dan riqabah (pengawasan atau evaluasi) yang diterapkan masa kekhalifahannya.
KONSEP DAKWAH KULTURAL NAHDLATUL ‘ULAMÂ Nuryani, Nuryani; Syufa’at, M. Ali; Fajar, M. Samson
AL-IDZAAH: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 1 No. 02 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.991 KB) | DOI: 10.24127/al-idzaah.v1i02.242

Abstract

Nahdlatul ‘Ulamâ sebagai sebuah jamiyyah dhiniyyah yang berhaluan faham Ahlussunnah wal Jamaah merupakan organisasi terbesar di Indonesia yang didirikan oleh KH. Hasyim Asy’ari pada 16 Rajab 1344 H / 31 Januari 1926. Dalam dakwahnya Nahdlatul ‘Ulamâ menggunakan metode dakwah Cultural, seperti halnya dakwah yang dipraktikkan Wali Songo. Nahdlatul al-‘Ulamâ memperkuat pendekatan budaya sebagai salah satu elemen penting dakwah Islam ditanah air. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang membahas tentang metode dakwah kultural Nahdlatul al-Ulamâ. Adapun macam-macam metode dakwah Nahdlatul ‘Ulamâ diantaranya adalah berceramah, propaganda, pendidikan, kelembagaan, keteladanan, kesenian, diskusi, tanya jawab, bimbingan konseling, karya tulis, korespondensi, silaturahmi. Adapun Strategi dakwah Nahdlatul al-‘Ulamâ yaitu melalui pembudayaan nilai-nilai Islam dengan menggunakan perangkat budaya lokal sebagai instrumen dakwahnya. Dalam pandangan kaum Nahdliyin kehadiran Islam yang dibawa oleh Rosulullah SAW. Bukanlah untuk menolak tradisi yang telah berlaku dan mengakar menjadi kultur kebudayaan masyarakat, melainkan sekedar untuk melakukan pembenahan dan pelurusan terhadap tradisi dan budaya yang tidak sesuai dengan risalah Rosulullah.
Pendampingan Ibadah Umrah  Jamaah Jannah Firdaus dalam Membangun Keluarga Berdaya Bulan Ramadhan 1444 H Fajar, M. Samson; Enizar, Enizar
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2024): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, April 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/y6q78t14

Abstract

Umrah adalah ibadah ritual yang sangat dirindukan oleh umat Islam, terutama bagi mereka yang berkeluarga, pasti memiliki harapan melaksanakan umrah bersama orang-orang yang dicintai. Salah satu nilai umrah yang tertuang dalam sejarah adalah hadirnya keluarga yang berdaya, digambarkan dengan sosok keluarga Nabi Ibrahim as, Hajar as dan Nabi Ismail, as. Sehingga dengan latar belakang ini hakikatnya umrah bukan sekedar ibadah ritual saja, akan tetapi ibadah yang hendaknya membentuk umat Islam memiliki kesadaran berkeluarga seperti Nabi Ibrahim as. Menjadikan keluarga berdaya berdasarkan spirit nilai-nilai Umrah yang diwariskan oleh mereka. Sehingga dibutuhkan pendampingan Ibadah umrah dalam rangka menggali spirit keluarga Nabi Ibrahim as untuk membangun keluarga berdaya. Adapun metode dalam pendampingan ini adalah spirituality approach  atau pendekatan untuk membangun kesadaran berkeluarga berdaya berdasarkan nilai-nilai spirtual umrah, baik melalui kajian manasik, kajian di masjid nabawi, kajian di masjidil haram, penyuluhan city tour dan penyuluhan dalam seluruh proses perjalanan. Dengan metode ini dapat membangkitkan kembali rasa cinta jamaah yang berangkat dengan keluarganya, serta memiliki semangat untuk meneladani keluarga Nabi Ibrahim as serta dampaknya mereka lebih memiliki motivasi kuat untuk membangun keluarga sakinah berdaya dan mencari rezeki lebih untuk dapat umrah kembali.
Poligami Solusi Islam Mencegah Perselingkuhan  di Era Modern(Studi Hikmah Tasyri’iyah di Syari’atkanya Poligami dalam Islam) Fajar, M. Samson
CENDEKIA : Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah Vol. 1 No. 4 (2024): CENDEKIA : Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah, April 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/yfc5ma30

Abstract

Perselingkuhan menjadi masalah yang sangat berat dalam kehidupan berumah tangga. Banyak kehancuran rumah tangga yang terjadi karena masalah tersebut. Bahkan perselingkuhan juga terjadi dalam kehidupan para raja, orang-orang besar dan berpengaruh sejak zaman dahulu sampai zaman modern. Di Era Industri 4.0 yang saat ini kebebasan ruang manusia semakin luas, media sosial semakin kuat, lebih berpotensi pelanggaran perselingkuhan bahkan mendapatkan fasilitas aplikasi kencan online dengan pengikut yang sangat banyak. Islam memberikan solusi yang sangat progresif dalam kehidupan manusia, terutama dalam masalah perselingkuhan, yaitu Poligami atau Poligini. Poligami menjadi syari’at yang selalu diperdebatkan dalam dunia akademik, akan tetapi secara tekstual dan historis syari’at ini adalah diyakini kebenaranya. Akan tetapi semakin menguatnya gerakan feminisme maka syari’at ini menjadi satu problem baru dalam masyarakat Islam. Poligami mampu menjadi solusi karena memberikan ruang ekspresi bagi suami untuk menyalurkan fitrahnya baik biologis, psikologis maupun sosiologis kepada beberapa wanita, sehingga akan menjadi penyempurna dalam berumah tangga. Berdasarkan dua fenomena tersebut penelitian ini dilakukan, untuk mengungkap hikmah tasyri’iyah poligami sebagai solusi bagi masalah perselingkuhan di era modern. Dengan memahami hikmah-hikmah syari’at baik secara teologis maupun sosiologis akan menjadi acuan dalam memberikan masukan kepada masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan perselingkuhan. Dalam kajian ini menunjukan bahwa poligami adalah solusi bagi kondisi maraknya perselingkuhan yang disebabkan dengan kuatnya dominasi aspek ekonomi dalam kehidupan berkeluarga, kerasnya pengaruh lingkunagn, kedekatan emosional, dan pengaruh erotis seksual yang marak di media maupun ruang nyata. Sehingga poligami memberikan solusi untuk terselamatnya orang beriman dari tindakan perselingkuhan dan perzinahan.