Rusandi, Haeruman
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DINAMIKA DIALEKTIKA ULAMA’ MAZHAB TENTANG PEMANFAATAN BARANG GADAI (AR-RAHN) Rusdan, Rusdan; Rusandi, Haeruman
Jurnal El-Hikam Vol 13 No 2 (2020): EL-HIKAM: Jurnal Kajian Pendidikan dan Keagamaan
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Nurul Hakim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.943 KB)

Abstract

Gadai atau ar-rahn adalah akad utang piutang antara ar-rahin dengan al-murtahin, di mana ar-rahin selaku pihak yang berutang menyerahkan suatu barang sebagai jaminan pelunasan utang yang telah diterimanya (al-marhun bih) kepada al-murtahin. Al-marhun yang berada dalam penguasaan al-murtahin menjadi amanah baginya. Sehingga ia berkewajiban menjaga dan memeliharanya sebagaimana ia menjaga harta bendanya sendiri. Jika barang yang menjadi al-marhun hilang atau rusak dalam penjagaan dan pemeliharaannya, maka ia tidak berkewajiban menggantinya. Dalam Islam, harta benda, tak terkecuali al-marhun yang berada di bawah penguasaan al-murtahin tidak boleh disia-siakan dan ditelantarkan. Kenyataan ini memunculkan masalah hukum. Siapakah yang mesti memanfaatkan al-marhun tersebut.? Ar-rahin selaku pemilik barang ataukah al-murtahin selaku pihak yang menguasai al-marhun? Untuk menjawab masalah hukum tersebut, artikel ini disusun secara sistematis. Metode penulisan yang digunakan adalah studi kepustakaan atau biasa disebut library research, dengan jalan mengumpulkan, menelaah, dan mengkaji berbagai literatur terkait, kemudian disusun dalam sebuah artikel ilmiah. Dari hasil telaah terhadap berbagai literatur, dapat disimpulkan bahwa ulama’ tidak mencapai kata sepakat tentang pemanfaatan al-marhun, baik oleh ar-rahin sendiri maupun oleh al-murtahin. Menurut jumhur ulama’, ar-rahin selaku pemilik barang tidak dibenarkan memanfaatkan al-marhun. Adapun ulama’ Syafi’iyah berpendapat bahwa ar-rahin dibolehkan memanfaatkan al-marhun sepanjang dapat dijamin dalam pemanfaatan tersebut tidak merugikan dan menimbulkan kemudharatan bagi pihak al-murtahin. Sementara pemanfaatan al-marhun oleh al-murtahin menurut pendapat jumhur ulama’ adalah tidak boleh. Berbeda dengan pendapat jumhur, ulama’ Hanabilah menyatakan bahwa jika yang dijadikan sebagai al-marhun adalah binatang, maka al-murtahin dibolehkan memanfaatkan al-marhun tersebut sesuai dengan kadar biaya yang dikeluarkan untuk menafkahi al-marhun.
Pola Kepemimpinan Orang Tua Dalam Mendidik Anak Didalam Keluarga (Studi Kasus : Montong Belandeng Dusun Ganti 1 Desa Ganti Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah) Rusandi, Haeruman; Mukhlisin Asyrafuddin, Nurul; Makky, Khalid
Progressive of Cognitive and Ability Vol. 2 No. 4 (2023)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpr.v1i4.741

Abstract

This research examines the leadership patterns of parents in educating children in the family in Montong Belandeng Dusun Ganti I, Ganti Village, East Praya District, Central Lombok. Apart from that, this research also examines how parents lead the family in Montong Belandeng, Ganti I Hamlet, Ganti Village, East Praya District, Central Lombok. This research uses descriptive qualitative research. By using data collection techniques in the form of observation, interviews and documentation. The aim of this research is to understand the form of parental leadership in educating children in Montong Belandeng Dusun Ganti I Ganti Village, and also to understand how parents lead in the family in Montong Belandeng Dusun Ganti I Ganti Village. The analysis used in this research refers to analysis according to Sugiyono, the research procedures are: data reduction, data display, and data validation. The research results obtained from this research are that the leadership pattern of parents in educating children in Montong Belandeng Dusun Ganti I, Ganti Village is a permissive leadership pattern and parents lead by giving children the freedom to do whatever they want