Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Teknik Pengelasan Listrik Diklat Pemberdayaan Masyarakat Arnas, Yenni; Kartika, Budi; Ika Endrawijaya; Kurniawati, Zulina; Saputro, Riyanto
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 01 (2020): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Langit Biru
Publisher : Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54147/jpkm.v1i01.374

Abstract

Pengabdian Masyarakat merupakan salah satu kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi. Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan melalui Diklat Perberdayaan Masyarakat dengan memberikan pelatihan ketrampilan/keahlian berupa pelatihan Teknik Las Listrik. Peserta diklat ini berasal dari masyarakat umum dalam rentang usia produktif yang sulit mendapat kesempatan kerja. Peserta diberikan pelatihan secara teknis yang siap untuk dipraktekan/diterapkan dilapangan, baik secara langsung kerja atau berwirausaha. Materi Pelatihan Teknik Las Listrik yang diberikan berupa pengetahuan tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Material Industri, Peralatan Las Listrik, Peralatan perbengkelan Las Listrik, Menggambar Desain Rancangan, dan Pembuatan karya sesuai gambar rancangan. Setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta diharapkan mempunyai kemampuan yang terlatih, terampil dan teruji dalam Teknik pengelasan listrik
Peningkatan Pemahaman Etika Profesi Bagi Teknisi Bandar Udara Andri Kurniawan; Suse Lamtiar Simbolon; Ika Endrawijaya; Tiara Nugrahayani; Saptandri Widiyanto; Febria Roza; Sisxa Damayanti
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 01 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Langit Biru
Publisher : Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54147/jpkm.v7i01.1558

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilakukan dengan tujuan memperkuat kesadaran serta pemahaman etika profesi bagi teknisi bandar udara di Indonesia. Dalam dunia penerbangan yang memiliki tingkat risiko tinggi dan tuntutan profesionalisme besar, integritas dan tanggung jawab menjadi faktor utama yang harus dimiliki oleh setiap tenaga teknis. Program ini diselenggarakan secara daring dan diikuti oleh teknisi, dosen, serta alumni Program Studi Teknik Bangunan dan Landasan Politeknik Penerbangan Indonesia Curug. Melalui seminar interaktif dan studi kasus, kegiatan ini membahas berbagai persoalan etika yang muncul di dunia kerja teknisi serta memberikan solusi melalui prinsip moral dan tanggung jawab profesional. Materi kegiatan berfokus pada penerapan kode etik profesi, pentingnya integritas pribadi, dan peran teknisi dalam menjaga budaya keselamatan penerbangan (safety culture). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 95% peserta mengalami peningkatan pengetahuan dan kesadaran terhadap penerapan etika profesi. Selain itu, kegiatan ini merekomendasikan pembentukan Majelis Profesi Penerbangan sebagai lembaga independen yang mengawasi praktik etika di bidang ini.
Evaluasi Perkerasan Pada Landas Pacu Berdasarkan Pavement Condition Index dan Pengujian Daya Dukung Perkerasan(Studi Kasus : Bandar Udara Budiarto – Curug) Ika Endrawijaya; Wahyu Dwi Agustini; Wahyu Jati Utama, Risqi
Borneo Engineering: Jurnal Teknik Sipil Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v9i1.65

Abstract

Bandar Udara Budiarto memiliki runway, taxiway, dan apron dengan perkerasan lentur (flexible) dan PCN 37 F/C/X/T. Perkerasan lentur bersifat elastis, dalam hal ini aspal, sementara perkerasan rigid menggunakan beton dan memiliki sifat yang lebih kaku. Dengan peningkatan pergerakan pesawat, evaluasi kondisi perkerasan runway menggunakan Pavement Condition Index (PCI) diperlukan untuk menentukan tingkat kondisi permukaan perkerasan. PCI adalah pengujian visual yang membantu dalam pemeliharaan dan perbaikan perkerasan jika diperlukan. Hasil dari survey PCI Runway 12-30 di Bandar Udara Budiarto bernilai sebesar 99.10 termasuk dalam kategori “baik”, menunjukkan bahwa permukaan perkerasan runway masih dalam kondisi baik secara fungsional. Serta dalam pengujian menggunakan peralatan Super Heavy Weight Deflectometer (HWD) pada Runway 12-30 di Bandar Udara Budiarto yang memperoleh data defleksi secara keseluruhan pada centerline, tiga meter sisi kiri dan tiga meter sisi kanan landas pacu sehingga dapat melakukan evaluasi yang memperoleh data Radius of Curvature (RoC), Base Layer Index (BLI), Middle Layer Index (MLI) dan Lower Layer Index (LLI). Sehingga dari data Pavement Condition Index, Radius of Curvature (RoC), Base Layer Index (BLI), Middle Layer Index (MLI) dan Lower Layer Index (LLI) dapat diperoleh Rekomendasi penanganan pada landas pacu Budiarto yaitu “Pemeliharaan Rutin dan Rehab Mayor pada titik tertentu”  
RANCANG BANGUN PROTOTYPE PENJEMURAN BAJU APD PKP-PK BERBASIS ARDUINO UNO Muhammad Aris Solihin; Supri Supri; Ika Endrawijaya
Informatika: Jurnal Teknik Informatika dan Multimedia Vol. 5 No. 2 (2025): Oktober : JURNAL TEKNIK INFORMATIKA DAN MULTIMEDIA
Publisher : LPPM Politeknik Pratama Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/informatika.v5i2.1229

Abstract

The drying system for Personal Protective Equipment (PPE) in the Aircraft Rescue and Fire Fighting (PKP-PK) study program is essential to maintain hygiene and prevent mold growth due to storing damp equipment. To address this issue, a prototype of an automatic drying rack based on Arduino UNO was designed to operate according to weather conditions and clothing moisture levels. The system uses a rain sensor (FC-37), light sensor (LDR), and moisture sensor (YL-69) as input components, and a servo motor (Tower Pro SG90) to move the drying rack. Weather and clothing status information is displayed in real-time on an I2C 16x2 LCD. Test results show that the system can automatically and responsively adjust the drying rack's position based on sensor data, effectively aiding the PPE drying process while reducing the need for manual monitoring.
Evaluasi Kekesatan Runway Menggunakan MuMeter Run Report (Studi Kasus : Bandar Udara Budiarto – Curug) Ika Endrawijaya; Wahyu Dwi Agustini; Tiara Nugrahayani; Risqi Wahyu Jati Utama
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.47373

Abstract

Budiarto Airport has a runway, taxiway, and apron with flexible pavement and a PCN of 37 F/C/X/T. Flexible pavement is elastic, in this case asphalt, while rigid pavement uses concrete and is more rigid. With the increase in aircraft movements, an evaluation of the runway pavement condition using the Pavement Condition Index (PCI) is necessary to determine the condition of the pavement surface. PCI is a visual test that assists in the maintenance and repair of pavements when necessary. The results of the PCI survey of Runway 12-30 at Budiarto Airport were 99.10, which is classified as “good,” indicating that the runway pavement surface is still in good functional condition. This is one of the safety factors in aviation, namely the condition of the runway. The more aircraft that operate, the more rubber deposits accumulate on the runway. This causes the runway to become slippery, which can cause aircraft to skid because the brakes cannot work effectively. To avoid the risk of accidents, regular checks of runway skid resistance are necessary. There are several methods that can be used to check the condition of runway friction, one of which is using a MuMeter device. Based on the tests that have been carried out and based on Government Decree No. 94 of 2015 in classifying the damage and roughness experienced on the runway at Budiarto Airport, recommendations for handling the Budiarto runway can be obtained, namely “Major Rehabilitation (overlay or similar methods)”.