Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh Kemampuan Komunikasi Guru terhadap Keaktifan Siswa pada Pelajaran Matematika di Kelas IV SD Marito, Simeon; Adzima, Khaola Rachma
Edukasi Tematik: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 5 No. 1 (2024): Edukasi Tematik: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/edukasitematik.v5i1.442

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kemampuan komunikasi guru terhadap keaktifan siswa pada pembelajaran matematika di SD kelas IV Baptis Cengkareng Indah. Penelitian ini lebih berfokus untuk mengetahui pengaruh komunikasi guru terhadap keaktifan siswa pada saat pembelajaran matematika. Materi yang menjadi fokus pada penelitian ini ialah materi bangun ruang. Pada pembelajaran bangun ruang guru akan membahas terkait isi maupun struktur daripada balok maupun kubus dan sesuai dengan materi yang tertera di dalam bab tersebut. Metode pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Baptis Cengkareng Indah sebanyak 30 orang siswa. Instrumen untuk mengumpulkan data pada penelitian yang digunakan berupa angket kemampuan komunikasi guru dan angket keaktifan siswa. Hasil yang diperoleh menggunakan uji parsial (t) yang menunjukkan bahwa signifikan 0.00 < 0,05. Hasil ini menunjukkan H0 ditolak dan H1 diterima, yang berkesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kemampuan komunikasi guru terhadap keaktifan siswa.
Pengaruh Minat Belajar terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Peratiwi, Novia Candra; Adzima, Khaola Rachma
Edukasi Tematik: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 5 No. 1 (2024): Edukasi Tematik: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/edukasitematik.v5i1.443

Abstract

Rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satu faktornya adalah minat belajar. Ketika siswa memiliki minat dalam belajar maka siswa dapat melakukan proses pembelajaran dengan menyenangkan dan tanpa adanya paksaan dari siapapun. Namun sebaliknya, ketika siswa tidak memiliki minat dalam belajar maka siswa akan merasa jenuh atau bosan dan tidak peduli dengan apa yang sedang dipelajari sehingga hal ini akan berakibat pada kemampuan-kemampuan yang dimiliki khususnya pada kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.  Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh minat belajar terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis pada siswa kelas IV. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian survei. Populasi yang digunakan adalah seluruh siswa kelas IV SDN Pusaka Rakyat 02 semester ganjil tahun ajaran 2023/2024 yang berjumlah 73 siswa. Sedangkan sampel yang digunakan adalah siswa kelas IV SDN Pusaka Rakyat 02 sebanyak 45 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner (angket) minat belajar dan soal tes uraian kemampuan pemecahan masalah matematis. Hasil penelitian yang diperoleh berdasarkan uji parsial (uji t) yang menunjukkan bahwa signifikansi sebesar  dengan nilai yang didapatkan sebesar  nilai sebesar 2,017 maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya minat belajar memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis pada siswa kelas IV.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MATEMATIKA SMP MELALUI PELATIHAN NUMERASI DI KABUPATEN SUKABUMI Puspita Sari; Meiliasari; Khaola Rachma Adzima; Agus Agung Permana; Septiani Dwi Astuti; Tahnia Nafra Tamira
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru matematika tingkat SMP di Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, melalui pelatihan numerasi. Kemampuan numerasi merupakan kemampuan memahami, menggunakan, dan menginterpretasikan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari. Pelatihan ini dilaksanakan dalam tiga tahapan, yaitu, pelatihan penguatan konsep numerasi, implementasi pengembangan desain pembelajaran berbasis numerasi, dan refleksi serta penguatan. Peserta yang merupakan guru matematika SMP menyatakan bahwa kegiatan pelatihan sangat bermanfaat dan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis mereka. Pada tahap implementasi, peserta berkolaborasi dengan guru bidang studi lain untuk mengembangkan desain pembelajaran berbasis numerasi. Pada tahap refleksi dan penguatan, peserta menyatakan bahwa kolaborasi antar guru bidang studi dapat meningkatkan pemahaman konsep numerasi dan mengembangkan desain pembelajaran berbasis numerasi pada berbagai bidang studi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru terhadap konsep numerasi, serta kemampuan mereka dalam merancang pembelajaran berbasis numerasi, serta kemampuan berkolaborasi antar guru bidang studi. Kegiatan ini diharapkan menjadi sebuah upaya berkelanjutan dalam penguatan literasi numerasi di tingkat SMP. Kata Kunci: literasi matematika, matematika, numerasi, pengabdian kepada masyarakat   AbstractThis community service activity aims to improve the competency of junior high school mathematics teachersin Gegerbitung District, Sukabumi Regency, through numeracy training. Numeracy skills are the ability tounderstand, use, and interpret mathematical concepts in everyday life. This training was carried out in three stages: numeracy concept strengthening training, implementation of numeracy-based learning design development, and reflection and reinforcement. Participants, who are junior high school mathematicsteachers, stated that the training activities were very beneficial and could improve their critical thinkingskills. During the implementation stage, participants collaborated with other subject teachers to developnumeracy-based learning designs. During the reflection and reinforcement stage, participants stated thatcollaboration between subject teachers can improve understanding of numeracy concepts and developnumeracy-based learning designs in various subject areas. The results of the activity showed an increase in teachers' understanding of numeracy concepts, as well as their ability to design numeracy-based learning, and the ability to collaborate between subject teachers. This activity is expected to be a sustainable effort to strengthen numeracy literacy at the junior high school level.
Digital Messaging for Mathematical Understanding: A Systematic Review of Whatsapp Use in Indonesian Junior High Schools Gusti, Valeria Yekti Kwasaning; Adzima, Khaola Rachma
JURNAL RISET PEMBELAJARAN MATEMATIKA SEKOLAH Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Riset Pembelajaran Matematika Sekolah
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jrpms.101.01

Abstract

This study aims to investigate how WhatsApp has been used to deliver mathematics lessons in Indonesia across multiple educational levels, with a particular focus on junior high schools, within the last four  years. The objective is to identify the extent, practices, and effectiveness of WhatsApp as either a primary or supplementary instructional tool in mathematics teaching at the elementary, junior high, senior high, and tertiary levels. The research method employed was a systematic literature review of Scopus-indexed journal articles published in English between 2019 and 2024. Relevant studies were selected, analyzed, and synthesized according to their research design, educational level, and findings. Both qualitative and quantitative research were included to provide a comprehensive understanding of how WhatsApp has been integrated into mathematics education. In many cases, WhatsApp is integrated into instructional designs such as blended learning, flipped classroom activities, and collaborative problem solving, allowing students to interact with teachers and peers. The results show that WhatsApp is widely adopted by Indonesian teachers, particularly during and after the pandemic, to facilitate communication, share learning materials, and support problem-solving activities. At the elementary and junior high levels, studies report that WhatsApp helps improve students’ motivation and engagement, though the impact on learning outcomes is mixed. At the senior high and vocational levels, WhatsApp is often combined with other digital platforms such as YouTube to support blended learning. Evidence from higher education remains limited, with indications that WhatsApp serves mainly as a communication channel rather than a structured learning platform. In conclusion, WhatsApp is a practical, low-cost, and accessible tool that supports mathematics instruction in Indonesia. However, its effectiveness depends on instructional design, teacher facilitation, and integration with other pedagogical strategies
Peningkatan Kompetensi Guru melalui Pelatihan Pembuatan Infografis sebagai Media Pembelajaran Digital Interaktif Sari, Nilam Novita; Sumargo, Bagus; Santi, Vera Maya; Rahayu, Widyanti; Adzima, Khaola Rachma; Khotimah, Tiara Husnul; Sahila, Sahiba; Mahardika, Baihaqy; Fadya, Khansa Salsabil
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.21350

Abstract

Background: Kualitas pendidikan yang unggul menuntut guru untuk memiliki kompetensi literasi digital, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan kolaboratif. Namun, kesenjangan kompetensi digital guru di Indonesia masih cukup besar, khususnya dalam kemampuan mendesain media pembelajaran visual seperti infografis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan pembuatan infografis terhadap peningkatan kompetensi guru dalam mendesain media pembelajaran digital interaktif. Metode penelitian menggunakan desain eksperimen semu (quasi-experimental) dengan model one-group pre-test and post-test. Sampel penelitian berjumlah 15 guru SMP di Kabupaten Sukabumi yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur pengetahuan konseptual dan persepsi guru terhadap infografis. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon Signed-Rank dan perhitungan effect size. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kompetensi guru setelah pelatihan (p = 0,000714 < 0,05) dengan nilai effect size sebesar 0,881 yang termasuk kategori pengaruh sangat besar. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan pembuatan infografis efektif dalam meningkatkan keterampilan guru baik secara teknis maupun pedagogis. Dengan demikian, pelatihan ini berkontribusi dalam memperkuat literasi digital dan kemampuan komunikasi visual guru di era pembelajaran digital.