Abdul Gowi
STIKES Kharisma Karawang, Karawang 41316, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penurunan Perilaku Kekerasan Orangtua Pada Anak Usia Sekolah Melalui Latihan Asertif Abdul Gowi; Achir Yani S Hamid; Tuti Nuraini
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 15 No 3 (2012): November
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v15i3.28

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran pengaruh latihan asertif terhadap perilaku kekerasan orang tua pada anakusia sekolah di Kabupaten Karawang. Sampel pada kelompok intervensi dan kontrol masing-masing 32 orang. Latihan asertifdilakukan selama 6 sesi. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan kemampuan komunikasi asertif orangtua padakelompok intervensi dibanding kelompok kontrol secara bermakna (p< 0,05). Kemampuan anak dalam mengendalikan emosipada kelompok intervensi meningkat, sedangkan pada kelompok kontrol menurun secara bermakna (p< 0,05). Latihan asertifmembantu orangtua menurunkan perilaku kekerasan pada anak melalui komunikasi asertif. Terapi ini direkomendasikan padaorangtua, guru, dan pemberi pelayanan kesehatan.Kata kunci: kemampuan komunikasi asertif orangtua, latihan asertif, mengendalikan emosiAbstractThis research aimed to describe the influence of assertive training on violence behavior of parents towards children in Karawangdistrict. Samples in the intervention group and control were 64 parents, 32 respondent for each group. Assertive training hasconducted in 6 sessions. The results showed increased assertive communication skills of parents on the group that receivedassertive training. There was significant difference among those groups (p< 0.05). The group of parents who did not receiveassertive training, showed a significant decreased communication of skills (p< 0.05). The was increased ability of children incontrolling their emotions of intervention group parents, while there was significant decreased children ability of controlgroup parents (p< 0.05). Assertive training was proven to decrease parents’ violent behaviors towarsd children. It wasrecommended that this training to be regularly conducted to parents, teachers, and health care provider.Keywords: parent’s assertive comunication ability, assertive training, managing emotions
EXPANDING MATERNAL AND NEONATAL SURVIVAL UNTUK ZERO TOLERANCE ANGKA KEMATIAN IBU DI KABUPATEN KARAWANG Abdul Gowi; Rima Novianti
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 6, No 1: Februari 2021 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v6i1.571

Abstract

Latar Belakang: Tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih menjadi masalah yang krusial, esensial, aktual dan faktual. Dalam rangka upaya percepatan penurunan AKI maka Kementerian Kesehatan meluncurkan program Expanding Maternal and Neonatal Survival (EMAS) yang diharapkan dapat menurunkan angka kematian ibu dan neonatal sebesar 25%. Tujuan: Menganalisis efektivitas program Expandig Maternal and Neonatal (EMAS) untuk zero tolerance kematian ibu di Kabupaten Karawang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi program. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan pengamatan. Informan dalam penelitian ini adalah pendamping / fasilitator program EMAS Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, Kepala Bidang Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, Waktu penelitian bulan Maret s.d November 2020. Analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif, yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil: Intervensi program EMAS di Kabupaten Karawang dimulai sejak tahun 2012. Terdapat penurunna jumlah kematian ibu dna bayi sejak tahun 2012 hingga Oktober 2020, namun jumlah tersebut belum mencapai target penurunan kematian ibu hingga 25%. Terdapat beberapa kendala dalam melaksanakan program EMAS diantaraya adalah komitmen petugas, kurangnya sarana teknologi yang mendukung, serta pelaksanaan program audit yang kurang kontinyu. Saran: Penguatan komitmen petugas, pengembangan teknologi yang menunjang program EMAS,  dan monitoring evaluasi untuk mempertahankan kesinambungan program audit. Perlu kerjasama dari beberapa sektor agar program EMAS ini dapat lebih optimal.Kata Kunci: Kematian Ibu, Program EMAS, Zero Tolerance
SISTEM PAKAR GANGGUAN ANSIETAS PERPISAHAN MASA KANAK DAN REMAJA MENGGUNAKAN CERTAINTY FACTOR BERBASIS WEB Keken Wilujeung; Yessy Yanitasari; Supriyadi Supriyadi; Abdul Gowi
ILKOM Jurnal Ilmiah Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : Teknik Informatika Fakultas Ilmu Komputer Univeristas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/ilkom.v9i1.106.25-33

Abstract

Sistem Pakar merupakan sistem komputer yang berbasis pengetahuan yang terpadu di dalam suatu sistem informasi, sehingga memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalah dalam bidang tertentu sebagaimana layaknya seorang pakar. Sistem pakar bertujuan untuk memudahkan pengguna agar mengetahui solusi masalah yang biasanya dipecahkan oleh pakar. Salah satu contoh kasusnya adalah gangguan ansietas perpisahan masa kanak dan remaja. Gangguan ansietas perpisahan masa kanak dan remaja merupakan kecemasan dan kekhawatiran yang tidak realistik pada anak tentang apa yang akan terjadi bila ia berpisah dengan orang-orang yang berperan penting dalam hidupnya, misalnya orang tua. Berdasarkan prevalensi nasional, tingkat gangguan ansietas cukup tinggi serta masyarakat belum mengetahui jenis gangguan ini. Sistem pakar yang dibangun memiliki keluaran sistem berupa solusi teknik keperawatan seperti cara terapi yang bisa dilakukan oleh keluarga Perancangan aplikasi ini berbasis web dengan menggunakan mesin inferensi Certainty Factor yang menggabungkan nilai keyakinan pakar dan pengguna serta metode pengembangan sistem yang digunakan berbasis Object Oriented.
Analisis Faktor Kejadian Gangguan Pendengaran di PT Inti Ganda Perdana Plant Karawang Tahun 2019 Iin ira kartika; Abdul Gowi; Akhmad Arif Afif
JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA Vol 6 No 1 (2020): JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA
Publisher : UP3M AKPER-AKBID BHAKTI HUSADA CIKARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37848/jurnal.v6i1.74

Abstract

Study objective - PT. Inti Ganda Perdana Plant Karawang in the process of producing automotive components in the form of rear axle and propeller shaft, of course workers are not free from the dangers of noise. Noise in the work environment ranges from 70 - 104 dB. Besides noise at work, there are other factors that can cause hearing disorders. In a preliminary study it was found that the results of medical check-up as much as 49% of 293 workers suffer from hearing disorders. The purpose of this study is to determine the most associated factors with the incidence of hearing disorders in workers at PT. Inti Ganda Perdana Plant Karawang in 2019. Design and setting – The design of this cross sectional analytic research design. The study population is all workers at PT. Inti Ganda Perdana Plant Karawang with a total sample of 75 respondents. Sampling technique uses Accidental sampling, statistical test using multiple logistic regression analysis. The results of study are the noise intensity (OR = 3,729), age of workers (OR = 2,707) and work period (OR = 7,749). The highest OR is t he work period (OR = 7,749). It means that the workers with work period >10 years will experience hearing disorders of 7,749 times higher than the workers with work period < 10 years after being controlled by variables of noise intensity, age of workers, use of APT and smoking history. Main results - Conclusion of the most related factors to the incidence of hearing disorder is the length of work period. It is recommended that company requires all workers exposed to noise> 81 dB to use ear protection to minimize direct and prolonged exposure to noise from equipment and machinery.Keywords: Hearing Disorder, noise intensity, age of workers, work period.