Abdul Kadir Riyadi
IAIN Sunan Ampel Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HERMENEUTIKA SEBAGAI AL-DAKHIL: KRITIK ATAS KONSEPSI MUHAMMAD SHAHROUR TENTANG BATAS AURAT WANITA Audina Haq, Analia Millah; Abdul Kadir Riyadi; Wafi, Hasan Abdul; Nurfadilah
Refleksi Jurnal Filsafat dan Pemikiran Islam Vol. 24 No. 2 (2024): Refleksi Jurnal Filsafat dan Pemikiran Islam
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ref.v25i2.5718

Abstract

Seorang tokoh hermeneutika bernama Muhammad Shahrour menggagas sebuah penafsiran al-Qur’an yang harus disesuaikan dengan perkembangan zaman melalui metode tradisi dan modernitas. Dengan latar belakang yang ia miliki, ia membuat teori hudu>d sebagai acuan dalam sebuah penafsiran dan penetapan hukum. sebuah persoalan yang cukup ramai diperbincangkan adalah batasan aurat bagi seorang wanita. Beberapa kalangan berpendapat bahwa pakaian yang menutup seluruh tubuh selain wajah dan kedua telapak tangan bukanlah sebuah syari’at melainkan hanya sebuah tradisi yang diklaim sebagai pakaian syar’i. Muhammad Shahrour memetakan batasan aurat wanita ini dengan teori hudu>d yang ia buat. Untuk mendapatkan hasil penelitian yang sistematik, penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan pendekatan analisis wacana. Hasil penelitian yang didapatkan pada konsep Muhammad Shahrour tentang batas aurat wanita ini adalah konsep dan teori yang ia gunakan tidak dapat dipertanggungjawabkan karena teori yang digunakan adalah teori yang matematis yang digagas oleh seorang ilmuan non-muslim bernama Newton. Sebab lainnya adalah ia mengabaikan beberapa syarat penafsiran al-Qur’an seperti asba>b al-nuzu>l dan pemahamannya terkait kaidah kebahasaan juga sangat minim.
Toward a Qur’anic Theory of Mindfulness: Integrating Consciousness, Spirituality, and Emotional Regulation in Tafsīr al-Kabīr and Tafsir al-Azhar Zakiyah, Ermita; Abdul Kadir Riyadi; Ghozi, Ghozi; Wardatun Nadhiroh
Journal of Ushuluddin and Islamic Thought Vol. 3 No. 2 (2025): December
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Philosophy, Sunan Ampel State Islamic University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/juit.2025.3.2.193-232

Abstract

Contemporary mindfulness research has been dominated by secular psychological paradigms, leaving the Qur’anic conception of consciousness insufficiently theorized. This article seeks to develop a Qur’anic mindfulness construct by integrating insights from classical and modern Qur’anic exegesis and examining its relationship with David R. Hawkins’ map of consciousness. Employing qualitative library research, the study analyzes two influential commentaries: Tafsīr al-Kabīr of Fakhr al-Dīn al-Rāzī and Tafsir al-Azhar of Hamka. The findings demonstrate that Qur’anic mindfulness constitutes a psychospiritual model of consciousness grounded in divine awareness, emotional regulation, and moral transformation. The construct operates through interconnected mechanisms of dhikr, reflective self-awareness, tawakkul, tazkiyat al-nafs, and patient engagement with emotional experiences. While Hawkins’ framework helps illuminate gradations of consciousness, the Qur’anic model extends beyond psychological states by incorporating transcendental orientation and ethical accountability. Furthermore, the study identifies two complementary exegetical approaches: al-Rāzī develops an epistemological and text-centered formulation of consciousness, whereas Hamka emphasizes its contextual and practical dimensions. The article contributes to the growing field of Islamic psychology by proposing a theoretically grounded model of Qur’anic mindfulness that may serve as a foundation for future psychospiritual intervention studies.