Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

IDENTIFIKASI KANDUNGAN FORMALIN DAN BORAKS PADA IKAN ASIN DI PASAR TRADISIONAL KARANGREJO KECAMATAN BANYUWANGI Sulthoniyah, Siti Tsaniyatul Miratis; Rachmawati, Nandya Fitri
JURNAL LEMURU Vol 4 No 2 (2022): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/lemuru.v4i2.2088

Abstract

Ikan asin merupakan salah satu produk olahan hasil perikanan yang mudah ditemukan pada hampir seluruh Indonesia. Kemudahan dalam pembuatan dan penyimpanan membuat banyak nelayan memilih cara tersebut guna mengawetkan ikan. Namun, karena ikan merupakan salah satu pangan yang mudah rusak membuatnya menjadi tidak memiliki daya tahan yang lama sehingga membuat produsen mencari cara untuk mengawetkan dengan harga yang murah. Salah satunya dengan menggunakan bahan tambahan pangan yang dilarang penggunaannya, yaitu formalin dan boraks. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada dan tidaknya kandungan formalin dan boraks di ikan asin yang dijual di Pasar Karangrejo Kecamatan Banyuwangi. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode simple random sampling dengan mengambil ikan asin berbagai jenis di Pasar Tradisional Karangrejo. Sampel kemudian dilakukan uji formalin dengan Kit Formalin dan larutan Kalium Permanganat (KMnO4), sedangkan uji boraks dilakukan dengan menggunakan Kertas Turmerik. Hasil uji Formalin menunjukkan bahwa masih ditemukan adanya penggunaan formalin dan boraks pada ikan asin yang dijual di pasar tradisional Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi.
PENERAPAN PROSES PEMBEKUAN SEAFOOD DENGAN KONSEP HACCP PT ISTANA CIPTA SEMBADA (ICS) Santi, Susi; Wadhana, Megandhi Gusti; Rachmawati, Nandya Fitri
JURNAL LEMURU Vol 4 No 1 (2022): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/lemuru.v4i1.2354

Abstract

Bahan baku yang masuk pabrik, melalui proses produksi, sampai pendistribusian dan konsep HACCP pada umumnya di terapkan dalam proses pengolahan produk pada industri skala besar. Salah satu perusahaan yang menjaga konsistensi mutu produk dan menerapkan konsep HACCP dalam seluruh proses pengolahan makanan yaitu PT. Istana Cipta Sembada (ICS). Data dapatkan dengan cara wawancara dan menganalisis secara langsung di lapangan berdasarkan bimbingan ibu Fahmi selaku koordinator CCP. Hasil Praktik Kerja Lapang (PKL) yaitu berdasarkan pengamatan dan bimbingan ibu Fahmi ada 6 penerapan HACCP serta yang menjadi CCP yaitu kandungan antibiotik berupa Furazolidone (AOZ) dan kandungan sulfit pada udang jadi monitoring yang dilakukan adanya uji kadar antibiotic pada udang, untuk bagian pengemasan yaitu bahaya alergi oleh pihak instansi saat pengemasan ada pengecekan label pada kemasan, sedangkan di bagian pendeteksian logam yaitu adanya serpihan logam monitoring yang dilakukan penggunaan alat metal detector untuk pengecekan logam berat.
ANALISIS KEAMANAN PANGAN PADA PRODUK TERASI DI KABUPATEN BANYUWANGI Santi, Susi; Sulistiono, Sulistiono; Rachmawati, Nandya Fitri
JURNAL LEMURU Vol 4 No 3 (2022): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/lemuru.v4i3.2371

Abstract

Food aditif atau bahan tambahan pangan merupakan bahan tambahan yang biasa digunakan untuk pengolahan makanan dan minuman serta berfungsi sebagai pemanis, pewarna, pengawet dan penyedap. Penggunaan bahan tambahan pangan sekarang ini sering memakai bahan-bahan kimia berbahayayang diaplikasikan pada pangan contohnya adalah rhodamin b, boraks, dan formalin. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keamanan pangan pada produk terasi di Kabupaten Banyuwangi. Sampel didapatkan dari 6 pasar yang ada di Kabupaten Banyuwangi dimana setiap pasarnya diambil 5 sampel terasi. Sampel yang sudah didapatkan akan di bawa ke Laboratorium Fakultas Pertanian untuk diuji analisis kualitatif rhodamin b, boraks dan formalin dengan penambahan test kit. Hasil yang didapatkan Karakteristik terasi yang ada di Kabupaten Banyuwangi yaitu berwarna coklat agak keputihan, coklat agak kehitaman, hitam kecoklatan, kemerahan dan merah agak pekat. Kemasan saat penjualan yaitu didominasi pengemasan menggunakan plastik dan ada beberapa terasi yang diberi label tetapi tidak memiliki kode produksi atau no. PIRT. Keamanan pangan terasi yang ada di Kabupaten Banyuwangi dengan pengujian kualitatif rhodamin b, formalin dan boraks dinyatakan negatif dengan tidak adanya perubahan warna.
ANALISA FITOKIMIA GULA DARI BUAH PANDAN LAUT (Pandanus tectorius) Sulthoniyah, Siti Tsaniyatul Miratis; Sakti, Widhi Winata; Rachmawati, Nandya Fitri; Putra, Alfarado Bagus Prastyo; Fenik
JURNAL LEMURU Vol 6 No 2 (2024): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jl.v6i2.4150

Abstract

Kelimpahan buah pandan laut di Kabupaten Banyuwangi belum banyak diteliti. Oleh karena itu, penelitian tentang karakteristik fitokimia gula cair dari ekstraksi buah pandan laut perlu dilakukan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Variabel terikat adalah fenolik, flavonoid, terpenoid/steroid dan saponin. Ada 4 perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu waktu pemasakan selama 10 menit, 20 menit, 30 menit, dan 40 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perlakuan pemanasan 10 menit, gula buah pandan laut tidak mengandung fenolik, flavonoid dan saponin, namun mengandung terpenoid. Pada perlakuan pemanasan 20 menit, gula buah pandan laut tidak mengandung fenolik, flavonoid dan triterpenoid, namun mengandung steroid. Pada perlakuan pemanasan 30 menit, gula buah pandan laut tidak mengandung fenolik dan saponin, namun mengandung flavonoid dan steroid. Pada perlakuan pemanasan 40 menit mengandung fenolik, flavonoid, steroid dan saponin, namun tida mengandung terpenoid.
Pelapasan, Edukasi, dan Sosialisasi Konservasi Penyu di Pesisir Gumuk Kantong Banyuwangi  Adharani, Nadya; Nandya Fitri Rachmawati; Ghisella Ayu Rahmawati; Dewi Mutamimah; Siti Tsaniyatul Miratis Sulthoniyah
Bakti : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Том 5 № 2 (2025): Bakti: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XII Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/bakti.5.2.46-55

Abstract

Pantai Gumuk Kantong Banyuwangi merupakan salah satu destinasi wisata di Banyuwangi yang tiga tahun belakang ini terkenal. Salah satu spot yang sering dikunjungi wisatawan adalah area konservasi penyu yang dikelola Pokdarwis Gumuk Kantong. Dalam tiga tahun terkahir ini upaya dilakukan dalam pengembangan konservasi penyu, salah satunya adalah pengadaan sarana dan prasarana tempat penyimpanan telur penyu. Namun masalah yang masih dihadapi Pokdarwis adalah kesadaran masyarakat setempat dan pengunjung yang hadir (wisatawan) dalam menjaga, melindungi, dan upaya melestarikan penyu agar populasinya tetap ada. Melalui kegiatan pengabdian, tim dosen Prodi. Teknologi Hasil Perikanan UNIBA melakukan pendampingan berupa edukasi, sosialisasi, serta pelepasan tukik di pesisir Gumuk Kantong Banyuwangi. Tahapan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat meliputi observasi, edukasi dan sosialisasi, serta pelepasan tukik. Sasaran peserta adalah mahasiswa, wisatawan yang sedang berkunjung, dan masyarakat setempat. Hasil yang diperoleh adalah proses edukasi dan sosialisasi berjalan dengan baik dan diikuti kurang lebih 40peserta, serta pemahaman peserta terkait pentingnya melakukan konservasi penyu untuk menjaga kestabilan pupulasi. Kegiatan pelepasan tukik, dilakukan di akhir acara dengan melepas 40 ekor penyu yang berumur dua minggu. 
Effect of Differences in Temperature and Storage Time on The Number of Microbes in Fresh Lemuru Fish (Sardinella lemuru) Nandya Fitri Rachmawati; Siti Tsaniyatul Miratis Sulthoniyah
International Journal of Marine Engineering Innovation and Research Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Department of Marine Engineering, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25481479.v7i1.5645

Abstract

Lemuru fish is a pelagic fish that is widely found in Indonesian waters that have an economical selling price. Fish is a food that is easily damaged so it requires good and correct handling. The purpose of this study was to determine the effect of temperature and storage time on the number of microbes in fresh lemuru fish. This study uses a quantitative research design. The treatment in this study was carried out with 2 treatments of differences in temperature and time. The number of microbes obtained at 00C at storage time for 0 hours (10,1 x 104 colonies / ml), 24 hours (8,8 x 104 colonies / ml), and 48 hours (6,3 x 104 colonies/ml). At 50C at storage time for 0 hours (10,2 x 104 colonies/ml), 24 hours (9,8 x 104 colonies/ml), and 48 hours (9,0 x 104 colonies/ml). At 270C at storage time for 0 hours (10,4 x 104 colonies/ml), 24 hours (23,3 x 104 colonies/ml), and 48 hours (29,8 x 104 colonies/ml). In conclusion, the longer the storage time of lemuru fish with low temperatures, the number of microbes that grow is small.
Phytochemicals and Antioxidant of Seaweed Tea Padina Australis Nandya Fitri Rachmawati; Ika Faiz Nuryanti; Dewi Mutamimah; Nadya Adharani
International Journal of Marine Engineering Innovation and Research Vol. 6 No. 4 (2021)
Publisher : Department of Marine Engineering, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25481479.v6i4.5678

Abstract

Seaweed contains bioactive compounds that can be used to support human health. One of the seaweeds that are widely found in Indonesia is seaweed / brown algae. An example of brown algae, one of which is Padina australis. Padina australis is a seaweed that contains many bioactive compounds, such as alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, and antioxidants. However, Padina australis is not widely applied and used in processed food products. So in seaweed research, Padina australis is used as seaweed tea. In this study, Padina australis seaweed tea was carried out the difference in length of immersion with hot water and the treatment of immersion time is 0 minutes, 5 minutes, 10 minutes, and 15 minutes. The bioactive compounds studied are alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, and antioxidant activity. The results showed that the difference in immersion time there are bioactive components in the form of phytomias contained in Padina australis tea, among others: alkaloids, flavonoids, tannins, and saponins in each treatment (0 minutes, 5 minutes, 10 minutes, and 15 minutes). In the test the highest antioxidant activity on P4 treatment (15 minutes) was 47.7% and for the lowest on treatment P2 (5 minutes) by 44.8%.