Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

NORMA MORAL DAN INTENSI KORUPSI AKADEMIK MAHASISWA: PERAN MEDIASI MORAL DISENGAGEMENT DALAM KONTEKS PENDIDIKAN TINGGI Failasuva, Harviana Sifa; Muslikah, Etik Darul; Nainggolan, Eben Ezer
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i3.6758

Abstract

Corruption is no longer confined to government institutions but has also penetrated the educational sector, including higher education. University students, who are expected to act as agents of change, may become involved in corrupt practices, particularly academic corruption. This study focuses on examining the relationship between moral norms and students' intention to engage in corruption, as well as the mediating role of moral disengagement in that relationship. This research employed a quantitative correlational approach with a convenience sampling technique. A total of 348 students from various universities in Surabaya participated in this study. Three psychological instruments were used to measure moral norms, moral disengagement, and intention to engage in corruption. Data were analyzed using mediation analysis with Hayes' PROCESS Macro Model 4. The results indicate that moral norms have a significant positive relationship with the intention to commit corruption, and moral disengagement partially mediates this relationship. These findings suggest that students with strong moral norms may still develop corrupt intentions when they justify their actions through moral disengagement mechanisms. The study concludes that moral education in higher education institutions should not only focus on cognitive understanding but also emphasize affective and behavioral internalization to prevent rationalization of unethical conduct. ABSTRAK Fenomena korupsi tidak hanya terjadi di sektor pemerintahan, tetapi juga telah menjalar ke dunia pendidikan, termasuk di lingkungan perguruan tinggi. Mahasiswa sebagai agen perubahan justru berpotensi terlibat dalam tindakan koruptif, khususnya dalam bentuk korupsi akademik. Penelitian ini berfokus pada hubungan antara norma moral dan intensi melakukan korupsi pada mahasiswa, serta peran moral disengagement sebagai mediator dalam hubungan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik convenience sampling. Sampel terdiri atas 348 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya. Instrumen yang digunakan terdiri dari tiga skala psikologis, yaitu skala norma moral, moral disengagement, dan intensi korupsi. Analisis data dilakukan menggunakan metode analisis mediasi dengan PROCESS Macro Model 4 dari Hayes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa norma moral memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap intensi melakukan korupsi, serta terdapat mediasi parsial oleh moral disengagement dalam hubungan tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa dengan tingkat norma moral tinggi tetap berpotensi memiliki intensi untuk melakukan korupsi apabila mereka merasionalisasi perilaku tersebut melalui mekanisme moral disengagement. Simpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya pendidikan nilai moral di perguruan tinggi yang tidak hanya bersifat kognitif, tetapi juga menyentuh aspek afektif dan perilaku, guna menekan rasionalisasi terhadap tindakan tidak etis.
Organizational citizenship behavior pada karyawan: Bagaimana peranan quality of work life? Suciyanti, Novi; Sofiah, Diah; Muslikah, Etik Darul
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No 1 Juni 2025
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the relationship between quality of work life and organizational citizenship behavior at PT KAI (Persero) Operational Area 8 Surabaya. The approach used in this study is quantitative with a correlational design. The research sample consisted of 108 employees selected through a simple random sampling technique. Data were collected directly using a printed questionnaire, which contained a quality of work life scale and an organizational citizenship behavior scale. Data analysis was performed using the Spearman's rho correlation technique. The results of the analysis showed that there was a significant positive relationship between quality of work life and organizational citizenship behavior with rxy = 0.515, p = 0.000 (p < 0.01). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara quality of work life dengan organizational citizenship behavior karyawan PT KAI (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 108 karyawan yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan secara langsung menggunakan kuesioner cetak, yang memuat skala quality of work life serta skala organizational citizenship behavior. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik korelasi Spearman’s rho. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara quality of work life dan organizational citizenship behavior dengan rxy = 0,515, p = 0,000 (p < 0,01).
Organizational citizenship behavior guru : Seberapa besar peran budaya organisasi ? Pratiwi, Mita Fauziyah; Sofiah, Diah; Muslikah, Etik Darul
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No 1 Juni 2025
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the relationship between organizational culture and organizational citizenship behavior among teachers at vocational high schools in Surabaya. Active teacher involvement is a challenge in improving the effectiveness of schools as educational organizations. This study aims to determine the extent to which organizational culture is related to teachers' organizational citizenship behavior. This study used a quantitative correlational approach. The study population consisted of 110 vocational high school teachers in Surabaya, with 86 respondents being selected using a random sampling technique. The data collection instrument was a questionnaire with a rating scale that has been tested for validity and reliability. There is a positive and significant relationship between organizational culture and organizational citizenship behavior, meaning that the stronger the organizational culture, the higher the organizational citizenship behavior among teachers. This finding emphasizes the importance of strengthening organizational culture as a strategy to encourage teacher involvement. Building a strong organizational culture can be a strategic step in improving the quality of human resources and organizational effectiveness at the school level. Penelitian ini membahas hubungan budaya organisasi dan perilaku kewargaan organisasi pada guru di sekolah menengah kejuruan di surabaya. Keterlibatan aktif guru menjadi tantangan dalam meningkatkan efektivitas sekolah sebagai organisasi Pendidikan. Adanya penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana budaya organisasi berhubungan dengan perilaku kewargaan organisasi guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional .Populasi penelitian berjumlah 110 yang merupakan guru sekolah menengah kejuruan di surabaya dengan sampel yang diambil adalah 86 responden menggunakan Teknik random sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner dengan skala penilaian yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Adanya hubungan positif dan signifikan antara budaya organisasi dan perilaku kewargaan organisasi, atau semakin tinggi budaya organisasi maka semakin tinggi perilaku kewargaan organisasi pada guru. Temuan ini menekankan pentingnya penguatan budaya organisasi sebagai strategi untuk mendorong keterlibatan guru sehingga membangun budaya organisasi yang kuat dapat menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan efektivitas organisasi di tingkat sekolah.
Work engagement pada karyawan startup : Bagaimana peranan efikasi diri dan emotional intelligence? Madya Putra, Farihin Nizar; Sofiah, Diah; Muslikah, Etik Darul
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No 1 Juni 2025
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research investigation aims to investigate a connection between seIf-efficacy and emotionaI inteIIigence with work engagement among startup employees. This study uses a correIationaI quantitative approach invoIving 105 startup empIoyees as sampIes taken through totaI sampIing. Data coIIection instruments used the UWES 17 scale for work engagement, the seIf-efficacy scaIe, and the trait emotionaI inteIIigence questioner SF V.1.50 scale. The anaIysis resuIts indicate that, simultaneousIy, seIf-efficacy and emotionaI intelligence have a significant reIationship with work engagement. The coefficient of determination value provides, seIf-efficacy and emotionaI inteIIigence contribute effectiveIy to work engagement by 24.4%. Based on resuIts of the regression coefficient equation test, it was found that seIf-efficacy and emotionaI intelligence can predict work engagement scores. PeneIitian ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi keterhubungan antara efikasi diri dan emotionaI inteIIigence dengan work engegement pada karyawan startup. PeneIitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan melibatkan 105 karyawan startup sebagai sampel yang diambiI melalui teknik totaI sampIing. Instrumen pengambilan data dilakukan melalui skala UWES‑17, skaIa efikasi diri dan skala trait emotionaI inteIIigence questioner SF V.1.50. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara simultan, efikasi diri dan emotionaI inteIIigence terdapat hubungan signifikan pada work engagemennt. Berdasarkan niIai koefisien determinasi didapatkan efikasi diri dan emotional intelligence menghasilkan sumbangann efektif kepada work engagement sejumIah 24,4%. Berdasarkan hasiI uji persamaan koefisien regresi didapatkan bahwa efikasi diri dan emotionaI inteIIigence dapat memprediksi niIai work engagement.
Peran Mediasi Moral Disengagement antara Trait Cynicism dan Intention to Corruption pada Mahasiswa Subandriyo, Sayyidah Maharani Putri; Muslikah, Etik Darul; Nainggolan, Eben Ezer
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 4 No 3: Oktober (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v4i3.1760

Abstract

pada sektor pendidikan dan kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara trait cynicism dan intention to corruption dengan moral disengagement sebagai mediator. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan desain cross-sectional. Partisipan berjumlah 460 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya yang dipilih melalui teknik convenience sampling. Instrumen yang digunakan meliputi skala intention to corruption, skala trait cynicism, dan skala moral disengagement. Analisis data dilakukan dengan menggunakan PROCESS Macro model 4 (Hayes) versi 5.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara trait cynicism dan intention to corruption (β = 0,844; p = 0,000), yang berarti semakin tinggi tingkat trait cynicism mahasiswa, semakin tinggi pula tingkat intention to corruption-nya. Selain itu, moral disengagement terbukti memediasi hubungan antara trait cynicism dan intention to corruption secara parsial (β = 0,419; p = 0,000). Temuan ini mengindikasikan bahwa mahasiswa yang memiliki kecenderungan sinis terhadap orang lain cenderung melepaskan tanggung jawab moralnya, sehingga meningkatkan niat untuk melakukan tindakan koruptif.
The Role of Moral Engagement in the Relationship Between Locus of Control and Intention to Commit Corruption among University Students Anggraini, Devina Puspa; Muslikah, Etik Darul; Nainggolan, Eben Ezer
Psikologi Prima Vol. 8 No. 2 (2025): Psikologi Prima
Publisher : unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/psychoprima.v8i2.7507

Abstract

The increasing tendency of integrity-violating behaviors among university students such as academic dishonesty and the normalization of unethical actions demonstrates the urgency of understanding psychological factors that may foster corrupt intentions from an early stage in higher education. This study aims to analyze the relationship between locus of control and intention to corruption and to examine the mediating role of moral engagement. A total of 350 students from public and private universities in Surabaya participated through a convenience sampling technique. Mediation analysis using linear regression showed that internal locus of control decreases intention to corruption (β = –0.088, p = 0.045), whereas the external dimensions, powerful others and chance, increase it (β = 0.526; β = 0.247; p < 0.001). Internal locus of control increases moral engagement (β = 0.299, p < 0.001), while the two external dimensions reduce it. When moral engagement is included as a mediator, the effect of internal locus of control becomes non-significant, whereas moral engagement consistently shows a strong negative effect on intention to corruption (β = –0.462, p < 0.001). These findings highlight that moral engagement plays a crucial role in preventing corrupt behavioral tendencies among university students.