Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Peran Pembiayaan Akad Qard Terhadap Keberlanjutan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah Pada Bank Wakaf Mikro Syariah Mawaridussalam Batang Kuis Deli Serdang Alfira, Satra; Agustami, Eli; Sumiati, Sumiati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6304

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian nasional, khususnya dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, pelaku UMKM sering menghadapi kendala utama berupa keterbatasan akses permodalan, terutama bagi masyarakat miskin produktif yang tidak memenuhi persyaratan perbankan formal. Kondisi ini mendorong hadirnya Bank Wakaf Mikro Syariah sebagai lembaga keuangan mikro berbasis syariah yang bertujuan memberikan pembiayaan tanpa agunan melalui prinsip tolong-menolong, salah satunya dengan menggunakan akad qard. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pembiayaan akad qard terhadap keberlanjutan Usaha Mikro Kecil dan Menengah pada Bank Wakaf Mikro Syariah Mawaridussalam Batang Kuis Deli Serdang. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji bagaimana pelaksanaan pembiayaan akad qard serta dampaknya terhadap keberlangsungan usaha nasabah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, yang berfokus pada pemahaman mendalam terhadap pengalaman dan pandangan para informan terkait pelaksanaan pembiayaan akad qard. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pihak pengelola Bank Wakaf Mikro dan nasabah penerima pembiayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiayaan akad qard yang diterapkan oleh Bank Wakaf Mikro Syariah Mawaridussalam Batang Kuis berperan penting dalam mendukung keberlanjutan UMKM. Pembiayaan ini memberikan kemudahan akses modal usaha tanpa beban bunga dan tanpa agunan, sehingga membantu nasabah dalam memulai maupun mengembangkan usaha mikro mereka. Selain itu, pembiayaan akad qard juga disertai dengan pendampingan usaha dan pembinaan melalui pertemuan rutin, yang berkontribusi terhadap peningkatan pengetahuan, kedisiplinan, dan tanggung jawab nasabah dalam mengelola usaha. Dampak pembiayaan ini terlihat pada meningkatnya kemampuan nasabah dalam mempertahankan keberlangsungan usaha, meskipun tingkat peningkatan pendapatan usaha berbeda-beda pada setiap nasabah. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pembiayaan akad qard memiliki peran yang signifikan terhadap keberlanjutan UMKM pada Bank Wakaf Mikro Syariah Mawaridussalam Batang Kuis Deli Serdang. Melalui pembiayaan berbasis prinsip syariah dan pendampingan intensif, Bank Wakaf Mikro mampu menjadi solusi alternatif permodalan bagi masyarakat miskin produktif serta mendorong keberlanjutan usaha mikro secara berkelanjutan.
Faktor yang Mempengaruhi Peningkatan Minat Konsumen pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Restoran Caca Jamur Kecamatan Pancur Batu Deli Serdang Ramawati, Ramawati; Agustami, Eli; Bakar, Abu
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6898

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, khususnya pada sektor kuliner yang berkembang pesat seiring perubahan gaya hidup masyarakat. Salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan UMKM adalah brand image atau citra merek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh brand image terhadap peningkatan minat konsumen pada UMKM Restoran Caca Jamur Kecamatan Pancur Batu Deli Serdang dalam perspektif ekonomi syariah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada konsumen Restoran Caca Jamur. Teknik analisis data meliputi uji validitas, uji reliabilitas, analisis regresi linier sederhana, uji t, dan koefisien determinasi (R Square) dengan bantuan aplikasi SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand image berada pada kategori tinggi dan minat konsumen juga berada pada kategori tinggi. Uji t menunjukkan bahwa brand image berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan minat konsumen dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Koefisien determinasi menunjukkan bahwa brand image memberikan kontribusi sebesar 33,0% terhadap peningkatan minat konsumen, sementara 67,0% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dalam perspektif ekonomi syariah, hasil penelitian ini sejalan dengan prinsip halal–thayyib, amanah, kejujuran, dan etika pelayanan dalam muamalah Islam.
Bridging Faith and Finance: A Comparative Analysis of Islamic Bank Resilience and Contagion Risk During Global Economic Shocks (2008 vs. 2020 Crises) Samsul, Effendi; Agustami, Eli
International Journal of Economics (IJEC) Vol. 5 No. 1 (2026): January-June
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijec.v5i1.1765

Abstract

This study investigates the comparative resilience and contagion risk profiles of Islamic banking systems during two major global economic crises: the 2008 Global Financial Crisis (GFC) and the 2020 COVID-19 pandemic. . However, profitability declined significantly in 2009 when the crisis affected the real economy. Conversely, during the COVID-19 pandemic, Islamic banks exhibited comparable systemic vulnerabilities to conventional banks when facing exogenous shocks, though with significantly reduced spillover effects. CAR increased from 24.0% to 26.5% while NPF improved from 2.1% to 2.0% during COVID-19, demonstrating structural resilience despite ROA declining from 1.9% to 1.4%. CoVaR analysis reveals Islamic banks receive significant directional risk spillover from conventional banks but transmit substantially less contagion. These findings suggest that while Islamic banking's profit-loss sharing principles and asset-backed financing provide buffer against financial sector crises, the system remains vulnerable to real economy disruptions, challenging the prevailing narrative of unconditional Islamic banking superiority during economic turbulenceThis study investigates the comparative resilience and contagion risk profiles of Islamic banking systems during two major global economic crises: the 2008 Global Financial Crisis (GFC) and the 2020 COVID-19 pandemic. However, profitability declined significantly in 2009 when the crisis affected the real economy. Conversely, during the COVID-19 pandemic, Islamic banks exhibited comparable systemic vulnerabilities to conventional banks when facing exogenous shocks, though with significantly reduced spillover effects. CAR increased from 24.0% to 26.5% while NPF improved from 2.1% to 2.0% during COVID-19, demonstrating structural resilience despite ROA declining from 1.9% to 1.4%. These findings suggest that while Islamic banking's profit-loss sharing principles and asset-backed financing provide buffer against financial sector crises, the system remains vulnerable to real economy disruptions, challenging the prevailing narrative of unconditional Islamic banking superiority during economic turbulence