Khikmawati, Nurlaili
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Structural and Cultural Aspects of Fisherman Family Education Problems in Waruduwur Cirebon Syatori, A; Ramdhani, Suciyadi; Khikmawati, Nurlaili
Masyarakat: Jurnal Sosiologi Vol. 28, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

According to the Program for International Student Assessment (PISA), Indonesia's education quality is ranked 74th out of 79 countries. The data highlights issues including high tuition costs, unequal access to educational institutions, as well as mismatch between education system and local culture; all commonly found in fishing communities. This ethnographic study seeks to investigate cultural and structural factors that affect the lagging education of children of fishermen in Waruduwur village, Cirebon, West Java, Indonesia. The findings indicate that both factors are interlinked, significantly shaping collective views on education as well as children’s participation in schooling. Patterns observed in the study allow categorization of families by scrutinizing their position between two axes: income and views on education. By seeing the combinations, four groups can be inferred: (1) families inclined towards education and earning middle income; (2) middle-income families that do not prioritize education; (3) low-income families that emphasize education; and (4) low-income families that do not focus on education. They reflect the varying degrees of challenges but also point to the significance of cultural intervention, which has been partially addressed through the establishment of informal education institutions in Waruduwur.
Program Sekolah Lansia Flamboyan dalam Membentuk Kemandirian Lansia di Desa Matangaji Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon Tisfah, Mutia; Suryadi, Suryadi; Turasih, Turasih; Febriyanto, Alfian; Khikmawati, Nurlaili
AL-UKHWAH - JURNAL PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM Vol. 4 No. 1 (Juni 2025)
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/jau.v4i1.5203

Abstract

Indonesia sedang menghadapi fenomena penuaan penduduk yang ditandai dengan meningkatnya jumlah lanjut usia (lansia), termasuk di wilayah Jawa Barat khususnya Desa Matangaji, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon. Desa Matangaji, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon mencatat sebanyak 517 jiwa lanjut usia (lansia) pada tahun 2023, yang menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam populasi lansia. Kenaikan jumlah tersebut berdampak pada munculnya berbagai permasalahan, seperti penurunan kondisi fisik, gangguan kesehatan kronis, serta keterbatasan dalam beraktivitas sosial. Minimnya peran serta keluarga dalam mendampingi lansia dan terbatasnya akses terhadap layanan kesehatan turut memperburuk kondisi mereka. Sebagai respons, Pemerintah Desa Matangaji bersama Ikatan Ramah Lansia (IRL) menginisiasi Program Sekolah Lansia Flamboyan untuk memberdayakan lansia agar hidup mandiri, sehat, dan aktif. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif metode fenomenologi dengan informan lima pengelola dan enam lansia. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan program ini berjalan melalui tiga tahap: pembentukan, persiapan, dan pelaksanaan. Terdapat faktor pendukung dan penghambat, namun program berhasil membentuk kemandirian lansia dalam empat dimensi: fisik, intelektual, emosional, dan sosial. Program ini terbukti efektif sebagai intervensi komunitas dan berpotensi diterapkan di wilayah lain dengan tantangan serupa yaitu dalam hal permasalahan penuaan penduduk.
Peningkatan kapasitas manajerial masjid bagi pengurus dewan kemakmuran masjid Khaeriyah, Ery; Ghofur, Muhammad Ikhsan; Khikmawati, Nurlaili
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 5 No 3 (2022)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v5i3.14972

Abstract

Masjid pada masa sejarahnya berfungsi selain sebagai tempat ibadah, tetapi juga berfungsi sebagai pusat peradaban masyarakat. Namun, pada masa sekarang fungsi masjid mengalami penyusutan yaitu hanya sebagai tempat ibadah saja. melalui kegiatan pengabdian ini diharapkan mampu mengembalikan fungsi masjid sesuai dengan kapasitas dan potensi yang dimiliki. Metode yang digunakan adalah metode PAR dengan tahap pelaksanaan diantaranya adalah observasi, pemetaan potensi, pelaporan hasil pemetaan dengan menggunakan metode pelatihan, setelah diadakan pelatihan, kemudian dilaksanakan pendampingan hingga terbentuknya profil masjid yang sesuai dengan potensi dan aset masjid. Temuan pengabdian yang diperoleh adalah adanya permasalahan mengenai kepengurusan yang belum testruktur.. Setelah penemuan masalah, kemudian dilaksanakan kegiatan pelatihan sesuai dengan kebutuhan. Pelatihan tersebut berisi tentang fiqih dan sejarah masjid, serta manajerial masjid. Pada saat pelatihan, pengurus DKM juga dibimbing untuk bisa mengidentifikasi potensi dan aset yang dimiliki masjid. Kesimpulan yang dihasilkan pengurus menjadi lebih mengetahui pengelolaan masjid yang terstruktu. Adapun yang kegiatan yang bisa dilakukan selanjutnya adalah pendampingan kepengurusan dan profil masjid serta kegiatan insindental berupa pendampingan penentuan arah kiblat.
Penerimaan dan Dukungan Keluarga Penyandang Disabilitas Rungu Wicara: Studi Pada Unit Informasi dan Layanan (uils) Koja Riana, Shabrina; Musahwi; Khikmawati, Nurlaili
Jurnal Pelayanan Pastoral Jurnal Pelayanan Pastoral (JPP) Vol. 6 No. 2 Oktober 2025
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UPPM), STP-IPI Malang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/jpp.v6i2.747

Abstract

This study discusses how families deal with the reality that their children have speech disabilities or cannot speak normally. The main issue examined in this study is how families accept and support children with speech disabilities, as well as how social institutions such as the Koja Social Information and Service Unit (UILS) help families form new meanings for disability. This study aims to examine the process of acceptance and forms of family support for children with speech and hearing disabilities at the Social Information and Service Unit (UILS) in Koja. This study uses a qualitative approach with a case study method. The results of the study were obtained through observation and semi-structured interviews. The theory used in this study is George Herbert Mead's Mind, Self, and Society theory. The results of the study show that the family acceptance process takes place in stages, from rejection to full acceptance, influenced by economic, cultural, spiritual, and social stigma factors. From the perspective of George Herbert Mead's Mind, Self, and Society theory, the identity of the child and family is shaped through social interaction, symbols, and support received from the environment. The conclusion of this study is the importance of striving to create a supportive and positive environment for the acceptance of people with disabilities, specifically an environment like the social institution Unit Informasi dan Layanan Sosial (UILS) Koja as an agent of transformation in shaping collective meaning and family acceptance of hearing and speech disabilities.
Jaringan Sosial dan Pemberdayaan Komunitas Difabel Kabupaten Cirebon Desa Durajaya Saputra, Aditia; Musahwi; Khikmawati, Nurlaili
LOYALITAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/loyalitas.v8i2.3975

Abstract

People with disabilities still face various structural and systemic barriers in gaining equal access to economic and social services. In Cirebon Regency, the disabled community has begun developing social networks as an empowerment strategy, one of which is through the formation of Joint Business Groups. This study aims to examine how social networks are formed, managed, and utilized by the disabled community in an effort to achieve economic independence and social inclusion. Using a qualitative approach with a case study method, data were collected through in-depth interviews and participant observation within the disabled community in Durajaya Village, Cirebon Regency. The analysis was conducted thematically with reference to Putnam's social capital theory, which includes elements of trust, norms, and social networks as the foundation for bonding and bridging social capital. The results show that social networks play a crucial role in enhancing solidarity, opening access to resources, and encouraging constructive social transformation. However, limited marketing and external support remain major challenges. Therefore, cross-sector collaboration, capacity building, and inclusive policies are crucial factors in strengthening the sustainable empowerment of the disabled community.