Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengaruh Childpose (BALASANA) Terhadap Pengurangan Nyeri Punggung Ibu Hamil Trimester III Di Puskesmas Wulandari, Ni Ketut Ayu; Adiestiani, Ni Made Egar; Udayani, Ni Putu Mirah Yunita
Jurnal Kebidanan Malakbi Vol 5 No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/b.v5i2.1245

Abstract

Back pain is a frequent and often debilitating symptom experienced by pregnant women during their third trimester. As the fetus grows and the woman's center of gravity shifts forward, the strain on the lower back can increase significantly. This can lead to discomfort, pain, and limited mobility. This study aimed to investigate the efficacy of Balasana (child pose) in alleviating back pain for pregnant women in Kediri Community Health Center 1. Thirty pregnant women experiencing back pain participated in the study. A one-group pretest-posttest design was employed, with pain levels assessed using the Numerical Rating Scale (NRS). Participants performed Balasana as an intervention, followed by a post-intervention pain assessment. The results of the Wilcoxon signed-rank test revealed a significant reduction in back pain levels following the intervention (p = 0.000 < α = 0.05). This suggests that Balasana is an effective strategy for managing back pain in pregnant women. The findings of this study highlight the potential benefits of yoga and mindfulness practices in addressing pregnancy-related discomforts. It is recommended that pregnant women explore various relaxation techniques, including Balasana, to alleviate back pain and promote overall well-being during pregnancy. Balasana has demonstrated effectiveness in reducing back pain among pregnant women. This study underscores the importance of incorporating relaxation techniques into prenatal care to improve the overall comfort and well-being of pregnant individuals.
Pelayanan Kontrasepsi Jangka Panjang (IUD dan Implant) pada Wanita Usia Subur Dwijayanti, Lina Anggaraeni; Sari, Cindy Meilinda; Purnami, Luh Ayu; Wulandari, Ni Ketut Ayu; Suarmini, Kadek Ayu
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i4.4615

Abstract

Metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) merupakan salah satu strategi program KB yang dikembangkan oleh pemerintah dalam menjalankan program kontrasepsi efektif. MKJP memiliki masa kerja yang lama dan efektifitasnya tinggi untuk mencegah kehamilan. Di Kabupaten Buleleng cakupan peserta KB aktif tahun 2022 tercatat sebesar 79,99% dengan penggunaan metode non MKJP sebanyak 63,18% sedangkan MKJP hanya sebanyak 36,8%. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan cakupan akseptor jangka panjang dan membantu masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kontrasepsi bagi mereka yang kesulitan karena keterbatasan biaya dan akses ke pelayanan kesehatan. Kegiatan pengabdian ini diawali mulai dari tahap persiapan baik persiapan tempat, waktu dan sarana prasarana. Tahap berikutnya pelaksanaan kegiatan dalam bentuk penyuluhan dan pemasangan kontrasepsi jangka panjang secra gratis. Tahap akhir dilakukan evaluasi dalam bentuk post test secara lisan dan evaluasi pemasangan kontrasepsi. Sebanyak 20 orang wanita usia subur mendapat pemahaman lebih mendalam tentang metode kontrasepsi jangka panjang. Setelah mengikuti penyuluhan, sebanyak 12 wanita usia subur menginginkan untuk menggunakan kontrasepsi jangka panjang. Kegiatan pengabdian masyarakat terlaksana dengan baik dan mampu meningkatkan cakupan penggunaan kontrasepsi jangka panjang di Buleleng.
Hubungan antara Pengetahuan dan Pekerjaan Ibu dan Pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi di Bawah Usia 6 Bulan Damayanti, Reffi; Wulandari, Ni Ketut Ayu
JURNAL KESEHATAN TERAPAN Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Terapan
Publisher : LPPM Universitas Kader Bangsa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/jk.v10i2.779

Abstract

Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) menjelaskan pemberian ASI Eksklusif pada bayi sampai usia 6 bulan tanpa tambahan cairan ataupun makanan lain. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa pedoman internasional yang menganjurkan pemberian ASI Eksklusif selama 6 bulan pertama didasarkan pada bukti ilmiah tentang manfaat ASI bagi bayi, pertumubuhan dan perkembangannya. Data yang diperoleh dari profil Dinas Kesehatan Kota Palembang bayi yang mendapatkan ASI Eksklusif yaitu sebanyak 36,94% pada tahun 2021 meningkat menjadi 62,6% pada tahun 2022. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan pekerjaan ibu dengan pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas Palembang tahun 2023. Metode penelitian ni adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang membawa bayi umur 7-12 bulan yang datang berkunjung ke Puskesmas Sosial pada tanggal 18Februari 2023 - 21 Februari 2023 dengan sampel 35 responden secara accidental sampling. Analisa yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik Chi-Square dengan komputerisasi dengan batas bermakna α = 0,05. Hasil penelitian dari 35 responden dengan pemberian ASI Eksklusif 40,0% dan yang tidak memberikan ASI Eksklusif 60,0%, ibu yang berpengetahuan baik sebanyak 80,0% dan yang berpengetahuan kurang 20,0%, dan ibu yang bekerja sebanyak 37,1% dan yang tidak bekerja 62,9%. Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan bermakna antara pengetahuan dengan pemberian ASI Eksklusif, dimana p value 0,027 dan tidak ada hubungan yang bermakna antara pekerjaan dengan pemberian ASI Eksklusif, dimana p value 0,054.
Inovasi Pendidikan Remaja Speack SPEAK UP, BE SAFE: Pemberdayaan Peer Group Untuk Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Remaja Di SMP Negeri 3 Kubutambahan Cindy Meilinda Sari; Dwijayanti, Lina Anggraeni; Purnami, Luh Ayu; Suarmini, Kadek Ayu; Wulandari, Ni Ketut Ayu; Robby, Krish Naufal Anugrah
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v5i1.692

Abstract

ABSTRAK Kasus kekerasan seksual pada remaja terus meningkat, namun masih banyak yang tidak terlaporkan karena faktor tabu, ketakutan, dan kurangnya pengetahuan serta keterampilan melapor. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa dalam mencegah serta melaporkan kekerasan seksual melalui pendekatan edukasi interaktif berbasis peer group empowerment. Kegiatan dilaksanakan di SMP Negeri 3 Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali, melibatkan 60 siswa kelas VIII dan IX yang dipilih secara purposive. Edukasi dilakukan setiap hari Jumat selama satu bulan melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, roleplay berbasis kasus nyata, dan simulasi pelaporan. Hasil pre-test menunjukkan hanya 22% siswa mengetahui cara melapor, dengan skor rata-rata pengetahuan 56,2; sikap 48,7; dan keterampilan melapor 42,0. Setelah intervensi, ketiga aspek meningkat signifikan menjadi 85,1; 82,5; dan 80,3 (p < 0,001). Data kualitatif dari wawancara dan observasi mendukung temuan tersebut, menunjukkan peningkatan keberanian siswa untuk berbicara dan mengenali bentuk kekerasan seksual. Program ini terbukti efektif dan dapat direplikasi sebagai upaya pencegahan kekerasan seksual di sekolah. Kata kunci: kekerasan seksual, remaja, edukasi interaktif, peer group,pencegahan
Difference In Knowledge Between Primigravida And Multigravida Mothers About The Danger Signs Of Pregnancy At Seririt 1 Health Center Wardana, Ketut Eka Larasati; Triguno, Yopita; Wulandari, Ni Ketut Ayu
Journal of Applied Nursing and Health Vol. 3 No. 2 (2021): Journal of Applied Nursing and Health
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.621 KB) | DOI: 10.55018/janh.v3i2.26

Abstract

Background: Maternal Mortality Rate (AKI) is one of the efforts to assess the degree of public health. One of the problems associated with maternal mortality is pregnancy problems that should be avoided. Pregnancy problems can be detected early from the presence of danger signs in pregnancy. One of the factors that influences mothers knowing the danger signs of pregnancy is the mother's knowledge. From the preliminary study conducted there is still a difference in knowledge between primigravida and multigravida mothers about the danger signs of pregnancy in Seririt I Health Center. The purpose is to find out the difference in knowledge between primigravida and multigravida mothers about the danger signs of pregnancy in Seririt I Health Center..Methods: Research methods is Comparative Study with a cross sectional approach. The population is primigravida and multigravida pregnant women in Seririt I Health Center in 2021, with purposive sampling and obtained a sample of 52 respondents. The research instrument used is a questionnaire. The results of the study were then analyzed with an independent T-test.Results: The results of the analysis showed no difference in knowledge between primigravid mothers and multigravidas about pregnancy danger signs in Seririt 1 Health Center with a p-value of 0.000 and p-value of 0.0160 so that p-value&gt;α 0.05.Conclusion: Conclusion there is no difference in knowledge between primigravida and multigravid mothers about the danger signs of pregnancy.
Pengaruh Childpose (BALASANA) Terhadap Pengurangan Nyeri Punggung Ibu Hamil Trimester III Di Puskesmas Wulandari, Ni Ketut Ayu; Adiestiani, Ni Made Egar; Udayani, Ni Putu Mirah Yunita
Jurnal Kebidanan Malakbi Vol 5 No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/b.v5i2.1245

Abstract

Back pain is a frequent and often debilitating symptom experienced by pregnant women during their third trimester. As the fetus grows and the woman's center of gravity shifts forward, the strain on the lower back can increase significantly. This can lead to discomfort, pain, and limited mobility. This study aimed to investigate the efficacy of Balasana (child pose) in alleviating back pain for pregnant women in Kediri Community Health Center 1. Thirty pregnant women experiencing back pain participated in the study. A one-group pretest-posttest design was employed, with pain levels assessed using the Numerical Rating Scale (NRS). Participants performed Balasana as an intervention, followed by a post-intervention pain assessment. The results of the Wilcoxon signed-rank test revealed a significant reduction in back pain levels following the intervention (p = 0.000 < α = 0.05). This suggests that Balasana is an effective strategy for managing back pain in pregnant women. The findings of this study highlight the potential benefits of yoga and mindfulness practices in addressing pregnancy-related discomforts. It is recommended that pregnant women explore various relaxation techniques, including Balasana, to alleviate back pain and promote overall well-being during pregnancy. Balasana has demonstrated effectiveness in reducing back pain among pregnant women. This study underscores the importance of incorporating relaxation techniques into prenatal care to improve the overall comfort and well-being of pregnant individuals.
OPTIMALISASI UKS UNTUK MEWUJUDKAN SEKOLAH SEHAT FISIK DAN LINGKUNGAN DI SMP NEGERI SATU ATAP Dwijayanti, Lina Anggaraeni; Raningsih, Ni Made; Wulandari, Ni Ketut Ayu; Dalem, Komang Sinar Suriani Ayu; Putra, Anjasta Dwi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35858

Abstract

Abstrak: Mitra kegiatan ini adalah SMP Negeri Satu Atap 3 Sukasada yang merupakan satu-satunya SMP di Desa Wanagiri. Permasalahan yang dialami saat ini di sekolah yaitu terkait kesehatan fisik dan lingkungan sekolah yang juga disebabkan karena belum optimalnya tata kelola UKS di sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalisasi UKS guna mewujudkan sekolah sehat fisik dan lingkungan. Metode yang dilakukan pada kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif, edukatif dan kolaboratif melalui kegiatan sosialisasi, penyuluhan, pelatihan dan pendampingan, revitalisasi serta kolaborasi untuk membangun jejaring. Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini yaitu seluruh guru dan tenaga kependidikan berjumlah 15 orang dan serta diikuti oleh siswa yang berjumlah 117 orang. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan menggunakan kuesioner pre dan post untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Indikator keberhasilan kegiatan ini ditunjukkan dengan peningkatan pengetahuan guru dan tenaga kependidikan dalam manajemen UKS dari rata-rata nilai 70,2 menjadi 77,8, peningkatan pengetahuan siswa dalam upaya menjaga hidup sehat dari rata-rata nilai 71,4 menjadi 96,7 serta peningkatan pengetahuan siswa dalam pengolahan sampah dai rata- rata nilai 71,5 menjadi 87,5. Kegiatan yang dilakukan juga telah mampu meningkatan keterampilan sivitas sekolah terkait pelaksanaan P3K, pengolahan sampah, pembuatan eco enzyme serta pembuatan kompos sebagai upaya pelestarian lingkungan. Keberhasilan kegiatan juga terlihat dengan adanya penguatan kelembagaan dalam pengelolaan dan manajemen UKS. Program pengabdian ini efektif dalam mewujudkan sekolah sehat fisik dan lingkungan.Abstract: The partner of this activity is Public Middle School Satu Atap 3 Sukasada, the only junior high school in Wanagiri Village. The current problems experienced at the school are related to physical health and the school environment, which are also caused by the suboptimal management of the school health unit. This activity aims to optimize the school health unit to create a physically and environmentally healthy school. The method used in this activity uses a participatory, educational and collaborative approach through socialization, counseling, training and mentoring, revitalization and collaboration to build networks. Participants involved in this activity were all teachers and education staff totaling 15 people and also attended by 117 students. Evaluation of the activity was carried out using pre- and post-questionnaires to measure the increase in participants' knowledge. The success indicators of this activity are shown by the increase in knowledge of teachers and education personnel in school health unit’s management from an average score of 70.2 to 77.8, an increase in student knowledge in efforts to maintain a healthy life from an average score of 71.4 to 96, 7 and an increase in student knowledge in waste management from an average score of 71.5 to 87.5. The activities carried out have also been able to improve the skills of the school community related to the implementation of first aid, waste management, eco-enzyme production and compost production as an effort to preserve the environment. The success of the activity is also seen in the strengthening of institutions in the management and administration of school health unit. This community service program is effective in realizing a physically and environmentally healthy school.