Articles
PENGEMBANGAN DAN PERANCANGAN TEMPAT TIDUR BAYI (BABY BOX) YANG ERGONOMIS MENGGUNAKAN SOFTWARE AUTOCAD DENGA PENDEKATAN DATA ANTROPOMETRI
Kristanto, Agung;
Triyono, Sugeng
Jurnal Informatika Vol 5, No 2: Juli 2011
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (890.206 KB)
|
DOI: 10.26555/jifo.v5i2.a2791
Dengan semakin majunya sistem informasi diluar maupun didalamnegeri, Kini masyarakat lebih memperhatikan atau tertarik pada produk-produk yang dihasilkan harus lebih mempunyai nilai ringkas atau flexibledan tentunya sesuai dengan harga dari produk tersebut, Hal ini menjadisebuah acuan bagi pengembang inovasi produk yang mementingkankeinginan masyarakat untuk mendapatkan kekuatan dari kalangan konsumen,Dengan mempertimbangkan usulan dari para orang tua maka penulismencoba menawarkan prototype tempat tidur balita yang sesuai dengandimensi antropometri tubuh bayi di Indonesia. Dengan maksud tempat tidurbayi tersebut mampu memberikan kenyamanan dan keamanan bagi bayi,khususnya kepuasan bagi para orang tua dalam mengasuh atau memfasilitasianaknya. Metodologi penelitian dilakukan dengan penggalian data dariresponden menggunakan metode Quality Funcion Deployment (QFD) untukmengetahui keinginan dari konsumen, serta data antropometri untukmengetahui persentil dari ukuran yang diperlukan untuk merancang TempatTidur Bayi (Baby Box) yang sesuai dengan dimensi tubuh bayi di Indonesia.Hasil penelitian ini dapat diketahui atribut-atribut tempat tidur bayi yangsesuai dengan keinginan pelanggan meliputi : Tempat tidur mampu menahanberat dan gerakan bayi, Dilengkapi dengan kain tile pelindung dari gigitannyamuk, Adanya rak tempat untuk menyimpan pakaian bayi, Warna tempattidur yang cerah, Adanya kantong tas sehingga mudah dibawa. Ukurantempat tidur bayi dikembangkan berdasarkan penerapan data antropometridengan menggunakan persentil 5-th dan 95-th sehingga diperoleh ukurantinggi tempat tidur bayi adalah 80cm, panjang 110 cm, dan lebar 80cm.
PENGEMBANGAN DAN PERANCANGAN TEMPAT TIDUR BAYI (BABY BOX) YANG ERGONOMIS MENGGUNAKAN SOFTWARE AUTOCAD DENGA PENDEKATAN DATA ANTROPOMETRI
Kristanto, Agung;
Triyono, Sugeng
Jurnal Informatika Vol 5, No 1: January 2011
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (890.206 KB)
|
DOI: 10.26555/jifo.v5i1.a2797
Dengan semakin majunya sistem informasi diluar maupun didalamnegeri, Kini masyarakat lebih memperhatikan atau tertarik pada produk-produk yang dihasilkan harus lebih mempunyai nilai ringkas atau flexibledan tentunya sesuai dengan harga dari produk tersebut, Hal ini menjadisebuah acuan bagi pengembang inovasi produk yang mementingkankeinginan masyarakat untuk mendapatkan kekuatan dari kalangan konsumen,Dengan mempertimbangkan usulan dari para orang tua maka penulismencoba menawarkan prototype tempat tidur balita yang sesuai dengandimensi antropometri tubuh bayi di Indonesia. Dengan maksud tempat tidurbayi tersebut mampu memberikan kenyamanan dan keamanan bagi bayi,khususnya kepuasan bagi para orang tua dalam mengasuh atau memfasilitasianaknya. Metodologi penelitian dilakukan dengan penggalian data dariresponden menggunakan metode Quality Funcion Deployment (QFD) untukmengetahui keinginan dari konsumen, serta data antropometri untukmengetahui persentil dari ukuran yang diperlukan untuk merancang TempatTidur Bayi (Baby Box) yang sesuai dengan dimensi tubuh bayi di Indonesia.Hasil penelitian ini dapat diketahui atribut-atribut tempat tidur bayi yangsesuai dengan keinginan pelanggan meliputi : Tempat tidur mampu menahanberat dan gerakan bayi, Dilengkapi dengan kain tile pelindung dari gigitannyamuk, Adanya rak tempat untuk menyimpan pakaian bayi, Warna tempattidur yang cerah, Adanya kantong tas sehingga mudah dibawa. Ukurantempat tidur bayi dikembangkan berdasarkan penerapan data antropometridengan menggunakan persentil 5-th dan 95-th sehingga diperoleh ukurantinggi tempat tidur bayi adalah 80cm, panjang 110 cm, dan lebar 80cm.Â
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENERIMAAN PESANAN MENGGUNAKAN LOAD ORIENTED MANUFACTURING CONTROL (LOMC)
Pandwinata, Deni;
Purwani, Annie;
Kristanto, Agung
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 12, No. 1, Juni 2013
Publisher : Muhammadiyah University Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/jiti.v12i1.664
CV. Grafika Inndah is a printing company, majoring in job order production system. While so far, the company has problems on the decision making due to lead time for booking orders that the company can accept customer orders according to quantity and due date. The production process of the design, print finishing and that includes the print engine 52 and engine Sakura print shop. The station receives a print job that exceeds the load capacity. Thus this research aims to determine the lead time, the average output and average utility. Data processing in this study using the method of manufacturing systems based load control (load oriented manufacturing control), and to assist in decision-making applications built using Delphi. Programming of the analysis of the data processing method known LOMC can the average lead time work station 2.88 hours and an average of 99.7% utilities, and Print Shop Lead time average of 1.82 hours and an average of 99.85% utilities. Decision support system applied in this study deserves to be implemented. It can be seen from the test program using the Black Box Test and Alpha Test is evidenced in respondents answered SS (strongly agree) as much as 48% and S (agree) as much as 46% .
PERANCANGAN MESIN PENYAYAT BAMBU SECARA ERGONOMIS
Kristanto, Agung;
Arifin, Yusuf
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 11, No. 2, Desember 2012
Publisher : Muhammadiyah University Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/jiti.v11i2.773
Jamboel Kipas adalah UKM yang memproduksi souvenir kipas dengan sistem pesanan make to order. Seiring perkembangan waktu, Jamboel Kipas tidak dapat memenuhi pesanan karena keterbatasan kapasitas produksi souvenir kipas. Hal ini disebabkan karena waktu proses yang lama terjadi pada bagian penyayatan bambu, yaitu sebesar 22 detik/iratan. Penelitian ini ditujukan untuk meningkatkan produktivitas penyayatan bambu serta memperbaiki posisi operator saat bekerja, dengan perancangan mesin penyayat bambu berdasar anthropometri ukuran tubuh operator, keluhan selama bekerja, dan waktu proses penyayatan bambu. Hasil penelitian setelah perancangan menunjukan posisi operator saat bekerja cukup ergonomis karena ukuran tempat kerja disesuaikan dengan dimensi antropometri operator. Waktu baku pada kondisi sebelum perancangan sebesar 21,16 detik/iratan dan output standar sebesar 170,09 iratan/jam. Sedangkan setelah perancangan sebesar 4,42 detik/iratan dan output standarnya sebesar 815,22 iratan/jam dengan peningkatan output standar 479,46%, terjadi penurunan waktu baku sebesar 378,73%. Sementara itu nilai break event point terjadi ketika UKM Jamboel Kipas sudah memproduksi 12927 kipas.
PERANCANGAN ULANG MESIN AMPLAS KAYU PROFIL LENGKUNG UNTUK PERBAIKAN POSISI KERJA DAN PENINGKATAN PRODUKTIVITAS
Kristanto, Agung;
Sugiantoro, Tri
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 11, No. 2, Desember 2012
Publisher : Muhammadiyah University Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/jiti.v11i2.774
Abu Production adalah salah satu industri kerajinan kayu di kota Yogyakarta. Dalam proses produksinya tidak lepas dari proses pengamplasan. Posisi kerja yang tidak nyaman menyebabkan proses pengerjaan memakan waktu cukup lama. Hal tersebut berdampak kurangnya produktivitas mesin amplas. Penelitian ini dilakukan untuk pendesainan dan pembuatan mesin amplas. Data anthropometri digunakan untuk acuan penentuan ukuran dimensi mesin amplas yang dirancang. Aspek ergonomi digunakan sebagai pertimbangan dalam perancangan fasilitas dan lingkungan kerja yang efektif dan lebih nyaman sehingga dapat meningkatkan produktivitas. Mesin amplas hasil rancangan dapat meningkatkan produktivitas dari output mesin awal sebesar 292 part / jam dan setelah menggunakan mesin hasil rancangan menjadi 589 part / jam atau meningkat sebesar 101,7%.
PERANCANGAN MEJA DAN KURSI KERJA YANG ERGONOMIS PADA STASIUN KERJA PEMOTONGAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS
Kristanto, Agung;
Saputra, Dianasa Adhi
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 10, No. 2, Desember 2011
Publisher : Muhammadiyah University Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/jiti.v10i2.1252
Industri Barokah Jaya merupakan industri yang terletak di Desa Turus Gede Rembang. Industri ini memproduksi krupuk rambak. Salah satu proses produksinya adalah pemotongan krupuk yang dilakukan operator dengan posisi duduk di kursi kecil (dingklik) dan krupuk yang akan dipotong diletakkan di lantai. Berdasarkan observasi awal, operator mengalami rasa sakit pada bagian tubuh tertentu. Hal ini mengakibatkan target produksi menjadi tidak optimal. Melihat kondisi kerja tersebut perlu dilakukan perancangan kursi dan meja kerja pada stasiun pemotongan. Untuk merancang fasilitas kerja tersebut digunakan data antropometri tubuh operator di Industri Barokah Jaya, keluhan-keluhan selama bekerja dan waktu proses pemotongan krupuk. Hasil penelitian ini adalah rancangan meja dan kursi kerja pada stasiun pemotongan. Berdasarkan implementasi dihasilkan perbandingan kondisi awal dan akhir sebagai berikut : kondisi sebelum perancangan, waktu baku dan output standar adalah 9,068 detik/unit dan 396 unit/jam. Setelah perancangan, waktu baku dan output standar adalah 7,377 detik/unit dan 468 unit/jam. Terjadi peningkatan produktivitas sebesar 18,18 %.
PERBEDAAN PERSEPSI PASIEN TERHADAP PEMBERIAN TERAPI ORAL DAN INJEKSI DENGAN TERAPI INJEKSI SAJA
Asda, Patria;
Kristanto, Agung;
rohmayati, Tuti
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 8 No 1 (2017): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (161.241 KB)
Pengobatan secara injeksi banyak digemari oleh pasien diseluruh dunia. Para pasien merasa bahwa bila diberi injeksi penyakitnya akan lebih cepat sembuh dibandingkan dengan pemberian obat secara oral. Begitu pula di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten, ada pasien yang lebih percaya dengan terapi injeksi dan adapula yang mengatakan lebih cocok dengan kombinasi terapi oral dan injeksi. Studi ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan persepsi pasien terhadap pemberian terapi oral dan injeksi dengan terapi injeksi di Bangsal Melati II dan III RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan metode komparatif dengan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien rawat inap Bangsal Melati II dan III sebanyak 80 responden. Alat penelitian yang digunakan adalah checklist, teknik analisis menggunakan Mann-Whitney U-Test. Hasil penelitian menyatakan persepsi pasien Bangsal Melati II dan III terhadap pemberian terapi oral dan injeksi kategori baik yakni (87,5%) sedangkan pemberian terapi injeksi kategori baik yakni (72,5%). Ditemukan pula tidak ada perbedaan persepsi pasien terhadap pemberian terapi oral dan injeksi dengan pemberian terapi injeksi saja ditunjukkan dengan ρ-value=0,917>0,05.
ANALYSIS OF FATIGUE DISORDERS IN ACTIVITIES IN FRONT OF A COMPUTER SCREEN USING A QUESTIONNAIRE ZOOM EXHAUSTION AND FATIGUE (ZEF) SCALE
Fauziah, Aswin;
Kristanto, Agung;
Ulfaq, Farrah Diba Ziya
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 3 (2025): Volume 14 Nomor 3
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33024/jdk.v14i3.21291
Human-Computer Interaction (HCI) is a discipline that studies the communication between users and systems. Initial observations revealed that 99% of Industrial Engineering students experienced fatigue due to online learning, with 85.7% reporting discomfort in areas such as the waist, neck, eyes, back, and hands. Additionally, 61.9% felt significant mental pressure. This research aims to explore the relationship between mental and physical fatigue concerning gender, Body Mass Index (BMI), daily computer usage (hours), and duration of computer use (years). The study utilized the Zoom Exhaustion and Fatigue Scale (ZEF) questionnaire to measure mental fatigue. A sample of 93 students was derived from a population of 121 active students from the 2018 and 2019 cohorts, using Slovin's formula and a 5% margin of error for accuracy. Statistical analysis employed the Chi-Square test to assess relationships between variables. Results indicated that Industrial Engineering students did not experience significant levels of mental and physical fatigue while using computers. However, a significant relationship was found between mental fatigue and daily computer usage (p = 0.052) and annual usage (p=0.039). For physical fatigue, BMI showed a significant relationship (p=0.036). Recommendations include addressing repetitive activities to prevent musculoskeletal disorders.
Evaluasi Postur Kerja di Industri Menggunakan Metode Rapid Entire Body Assessment (REBA): Literature Review
Nurdiyanti, Putriayu;
Kristanto, Agung
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 4 No. 03 (2025): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia (YMPAI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70304/jmsi.v4i03.6
Postur tubuh dapat diartikan sebagai posisi tubuh seseorang dengan menahan tubuh yang baik dan benar saat berdiri dan duduk, supaya postur tubuh tetap aman dan tidak ada gangguan pada aktifitas sehari-hari maupun pada produksi. Pada sebuah industri yang masih menggunakan aktivitas fisik atau pemindahan barang dari tempat satu ketempat yang lainnya secara manual, maka pekerja diharuskan mempunyai kekuatan pada tulang dan otot yang lebih kuat dari biasanya, apabila tidak secara ergonomis maka akan menyebabkan gangguan pada postur tubuh pekerja. Penulisan literature Review ini bertujuan untuk mengetahui postur tubuh pekerja dengan menggunakan metode REBA. Pada pengkajian ini dilakukan analisa atau pendekatan dengan cara melakukan studi literature. Dengan mencari dari platfom Database seperti Google scholar, Garudan dan PubMed. Pada studi ini mempunyai kriteria yaitu, inklusi dan eksklusi. Pada studi literature ini didapatkan artikel dari database yang sudah di telaah sesuai dengan kriteria inklusi dan esklusi didapatkan sebanyak 15 artikel yang sesuai dengan analisa pada artikel Literature Review ini. Evaluasi pada postur tubuh di industri ini, karyawan masih menggunakna fisiknya untuk melakukan aktivitas seperti pengangkatan barang, pemindahan sehingga dapat menyebabkan risiko kecelakaan kerja. Pada studi literature ini mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya yaitu dapat memberikan posisi tubuh kerja pada karyawan secara ergonomi, sedangkan kekurangannya yaitu susah mengambil gambar pada responden untuk pengukuran postur kerja.
The Influence of Individual Factors and Work Conditions with Nurse's Mental Workload Using Method Nasa-TLX Banggai District Health Center
Busura, Aldi;
Mulasari, Surahma Asti;
Kristanto, Agung
J-Kesmas: Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat (The Indonesian Journal of Public Health) Vol 10, No 2 (2023): October 2023
Publisher : Universitas Teuku Umar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35308/j-kesmas.v10i2.8134
Workload is the interaction between individuals and things that can burden someone in completing work. The workload is divided into physical and mental, where the workload is influenced by individual characteristics and external factors, task demands, and work environment. The prevalence of workload in the province of Central Sulawesi (50.9%) experienced work stress caused by excessive workload. Banggai Regency is one of the regions in the province of Central Sulawesi. The purpose of this study was to find out how individual characteristics and working conditions can affect the mental workload of nurses at the Banggai District Health Center. this study uses the chi-square method. The sample used in this study is a nurse who is actively working at the Banggai District Health Center. The number of samples used is 225 nurses. The sampling technique is the Slovin technique. The measuring tool used is a research questionnaire from NASA TLX. This questionnaire is used to measure the mental workload of nurses at the Banggai District Health Center. Data were analyzed by univariate and bivariate. The results of this study indicate that the mental workload of nurses in Banggai Regency is in the high category (70.2%). The results of the bivariate analysis found that there was a relationship between age, task demands, work environment and the mental workload of nurses at the Banggai District Health Center (p-value 0.000). There is no relationship between gender and the mental workload of nurses at the Banggai District Health Center. The results of the multivariate analysis of age and task demands have a positive effect on workload, while the work environment has a negative effect on workload. The work environment is the most dominant factor affecting the mental workload of nurses at the Banggai District Health Center