Firdaus, Rifyan
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Kelebihan dan Kekurangan Implementasi Kebijakan Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Firdaus, Rifyan; Permana, Johar
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i3.7570

Abstract

Kurikulum merdeka masih menjadi topik hangat yang terus diperbincangkan dalam dunia pendidikan. Di antaranya adalah terkait kelebihan dan kekurangan dari kurikulum merdeka yang diimplementasikan di sekolah dasar. Untuk itu tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji kelebihan dan kekurangan dari kurikulum merdeka yang terdapat pada sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur. Data literatur yang diperoleh berdasarkan tahun terbit 2020-2024, terakreditasi nasional (SINTA) dengan lingkup yang relevan terkait kelebihan dan kekurangan kurikulum merdeka. Hasil dari penelitian ini terdapat tiga aspek kelebihan kurikulum merdeka yaitu adanya: 1) program guru penggerak sebagai penggerak ekosistem pendidikan untuk meningkatkan pemerataan kualitas guru; 2) program sekolah penggerak yang melakukan implementasi kurikulum secara fungsional sesuai kebutuhan belajar siswa; 3) menguatnya profil pelajar pancasila untuk menjawab tantangan perkembangan dunia. Adapun kekurangan dari pengimplementasian kurikulum merdeka yang pertama yaitu terkait kesiapan guru yang kurang memahami karakteristik kurikulum secara keseluruhan sehingga menghambat pengimplementasian. Kekurangan yang kedua terkait kesiapan sarana dan prasarana sekolah dasar yang kekurangan fasilitas pendukung implementasi kurikulum merdeka. Perlu dipahami bahwa kurikulum merdeka memiliki kekurangan dan kelebihan dikarenakan sampai saat ini masih dalam tahap adaptasi
Kelebihan dan Kekurangan Implementasi Kebijakan Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Firdaus, Rifyan; Permana, Johar
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i3.7570

Abstract

Kurikulum merdeka masih menjadi topik hangat yang terus diperbincangkan dalam dunia pendidikan. Di antaranya adalah terkait kelebihan dan kekurangan dari kurikulum merdeka yang diimplementasikan di sekolah dasar. Untuk itu tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji kelebihan dan kekurangan dari kurikulum merdeka yang terdapat pada sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur. Data literatur yang diperoleh berdasarkan tahun terbit 2020-2024, terakreditasi nasional (SINTA) dengan lingkup yang relevan terkait kelebihan dan kekurangan kurikulum merdeka. Hasil dari penelitian ini terdapat tiga aspek kelebihan kurikulum merdeka yaitu adanya: 1) program guru penggerak sebagai penggerak ekosistem pendidikan untuk meningkatkan pemerataan kualitas guru; 2) program sekolah penggerak yang melakukan implementasi kurikulum secara fungsional sesuai kebutuhan belajar siswa; 3) menguatnya profil pelajar pancasila untuk menjawab tantangan perkembangan dunia. Adapun kekurangan dari pengimplementasian kurikulum merdeka yang pertama yaitu terkait kesiapan guru yang kurang memahami karakteristik kurikulum secara keseluruhan sehingga menghambat pengimplementasian. Kekurangan yang kedua terkait kesiapan sarana dan prasarana sekolah dasar yang kekurangan fasilitas pendukung implementasi kurikulum merdeka. Perlu dipahami bahwa kurikulum merdeka memiliki kekurangan dan kelebihan dikarenakan sampai saat ini masih dalam tahap adaptasi
Analisis Hambatan Belajar Siswa Pada Materi Geometri di Sekolah Dasar Firdaus, Rifyan; Robandi, Babang
Jurnal Basicedu Vol. 9 No. 1 (2025): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v9i1.9505

Abstract

Salah satu aspek penting dalam matematika yang perlu dikuasai oleh siswa adalah geometri, yang mencakup sifat-sifat, hubungan antar unsur, serta proses pengukurannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan belajar siswa pada materi geometri di tingkat sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus, dengan melibatkan tes tertulis untuk siswa serta wawancara dengan siswa dan guru di sebuah sekolah dasar yang berlokasi di Kabupaten Bondowoso. Hasil analisis berdasarkan dari teori learning obstacle adalah; a) Epistemological obstacle yaitu siswa tidak mampu menggunakan rumus keliling dan luas persegi serta persegi panjang, kemudian siswa tidak teliti dalam menggunakan satuan keliling dan luas; b) Ontogenic obstacle yaitu siswa tidak memahami konteks permasalahan keliling dan luas persegi serta persegi panjang, kemudian siswa tidak mengingat rumus keliling dan luas persegi serta persegi panjang; c) Didactical obstacle yaitu siswa tidak mampu menggunakan rumus keliling dan luas persegi serta persegi panjang. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu guru dalam memahami hambatan belajar siswa pada materi geometri. Selain itu, temuan ini dapat menjadi dasar pengembangan untuk merancang rencana pembelajaran yang lebih bermakna, yang disesuaikan dengan hambatan belajar yang dialami siswa.
Analisis Hambatan Belajar Siswa Pada Materi Geometri di Sekolah Dasar Firdaus, Rifyan; Robandi, Babang
Jurnal Basicedu Vol. 9 No. 1 (2025): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v9i1.9505

Abstract

Salah satu aspek penting dalam matematika yang perlu dikuasai oleh siswa adalah geometri, yang mencakup sifat-sifat, hubungan antar unsur, serta proses pengukurannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan belajar siswa pada materi geometri di tingkat sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus, dengan melibatkan tes tertulis untuk siswa serta wawancara dengan siswa dan guru di sebuah sekolah dasar yang berlokasi di Kabupaten Bondowoso. Hasil analisis berdasarkan dari teori learning obstacle adalah; a) Epistemological obstacle yaitu siswa tidak mampu menggunakan rumus keliling dan luas persegi serta persegi panjang, kemudian siswa tidak teliti dalam menggunakan satuan keliling dan luas; b) Ontogenic obstacle yaitu siswa tidak memahami konteks permasalahan keliling dan luas persegi serta persegi panjang, kemudian siswa tidak mengingat rumus keliling dan luas persegi serta persegi panjang; c) Didactical obstacle yaitu siswa tidak mampu menggunakan rumus keliling dan luas persegi serta persegi panjang. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu guru dalam memahami hambatan belajar siswa pada materi geometri. Selain itu, temuan ini dapat menjadi dasar pengembangan untuk merancang rencana pembelajaran yang lebih bermakna, yang disesuaikan dengan hambatan belajar yang dialami siswa.
SEGMENTASI PARA PENGGUNA LAYANAN TERAPI PIJAT OLAHRAGA (SPORT MASSAGE) DAN BEKAM DI TERAPI.IN BANDUNG Suprayetno, Suprayetno; Bahri, Samsul; Firdaus, Rifyan
JURNAL PRESTASI Vol. 8 No. 1 (2024): JURNAL PRESTASI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jp.v8i1.58238

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui segmentasi pasar dari pengguna layanan terapi pijat (sport massage) dan bekam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desktiptif kuantitatif, dimana dari data-data hasil survey yang dihasilkan dideskripsikan sesuai dengan kategori survey dan tingkatan nilai yang muncul. Responden berjumlah 42 orang yang sebelumnya telah menggunakan jasa terapi pada layanan Terapi.in Bandung. Adapun instrument pengumpulan data berupa google form yang berisi butir-butir pertanyaan untuk dijawab oleh seluruh responden. Survey dilakukan selama Februari-Maret 2023. Data hasil penelitian yang telah dikumpukan melalui Google Form kemudian diolah didalam software Microsoft Excel. Hasil penelitian disimpulkan bahwa segmentasi pasar pengguna layanan terapi di Terapi.in Bandung yaitu pengguna layanan berasal dari wilayah Kota Bandung dengan didominasi oleh klien dengan rentang usia 20-30 tahun dengan latar belakang pekerjaan sebagai dosen/guru/PNS, wiraswasta dan mahasiswa, dengan latar belakang keluhan didominasi oleh rasa lelah yang dialami oleh klien akibat dari berbagai jenis aktifitas fisik yang dilakukan. Adapun jenis layanan yang paling banyak dipilih oleh klien dalam jenis layanan terapi bekam yaitu pada menu bekam maksimal 19 titik dan bekam standar 13 titik, sedangkan pada layanan terapi massage menu yang paling banyak dipilih yaitu sport massage 90 menit dan 60 menit. Klien banyak mendapatkan informasi layanan terapi melalui media dari mulut ke mulut yaitu sebanyak 35 orang klien.