Claim Missing Document
Check
Articles

PENDIDIKAN KARAKTER: Sebuah Upaya Pembentuk Karakter Bangsa Reza Ahmad Zahid
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 24 No. 2 (2013): Jurnal Tribakti
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v24i2.168

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang konsep Pendidikan Karakter. Konsep ini masih menarik dikaji dan diketengahkan lagi karena kendatipun ia telah lama dicetuskan dan diserukan oleh Pemerintah untuk diimplementasikan di seluruh satuan pendidikan, namun pada realitanya masih banyak bermunculan fenomena-fenomena yang bertolak belakang dengan nilai-nilai yang diperjuangkan dalam Pendidikan Karakter.Konsep Pendidikan Karakter yang diupayakan oleh Pemerintah Indonesia, menurut hemat penulis, sudah sangat ideal. Namun, nampaknya, pada realitanya, masih bersifat sangat teoritis. Padahal, suatu karakter tidak bias dibentuk hanya dengan teori, tetapi harus turun pada praksis. Selain itu, konsep ini juga tidak akan berjalan dan menghasilkan hasil yang sempurna jika tidak ada kerjasama yang baik antara sekolah, keluarga, lingkungan/ masyarakat, dan juga pemerintah
SEBAB-SEBAB TERJADINYA PERBEDAAN MA•HAB Reza Ahmad Zahid
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 26 No. 1 (2015): Jurnal Tribakti
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v26i1.203

Abstract

Perbedaan pendapat dalam lapangan hukum sebagai hasil penelitian (ijtihad), tidak perlu dipandang sebagai faktor yang melemahkan kedudukan hukum Islam, bahkan sebaliknya bisa memberikan kelonggaran kepada banyak orang (rahmatan lil ‘ªlamÌn). Dalam sejarah pengkajian hukum Islam dikenal beberapa madzhab fiqih yang secara umum terbagi dua, yaitu madzhab sunni dan maühab shi’i. Di kalangan Sunni terdapat beberapa madzhab, yaitu H{anafi, Maliki, Sha>fi’i dan H{anbali. Sedangkan di kalangan syiah terdapat dua madzhab fiqih, yaitu Zaidiyah dan Ja’fariah. Namun yang masih berkembang kini hanyalah madzhab Ja’fariah dan Shi’ah Imamiyah.Terjadinya perbedaan dalam madzhab disebabkan oleh terjadinya perbedaan pendapat dikalangan ulama, perbedaan pendapat inilah yang kemudian melahirkan madzhab-madzhab Islam yang masih menjadi pegangan orang sampai sekarang. Pangkal perbedaan ulama adalah tingkat berbeda antara pemahaman manusia dalam menangkap pesan dan makna, mengambil kesimpulan hukum, menangkap rahasia syariat dan memahami ‘illat hukum. Semua ini tidak bertentangan dengan kesatuan sumber syariat. Karena syariat Islam tidak saling bertentangan satu sama lainnya.
Menimbang Perihal Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) dengan Kitab Kuning Reza Ahmad Zahid
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 27 No. 2 (2016): Jurnal Tribakti
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v27i2.266

Abstract

Islam mengangkat derajat wanita pada martabat yang sangat tinggi dan mulia. Ketika era Jahiliyah memposisikan wanita seperti barang yang tidak berharga, Islam hadir dengan membawa kehormatan bagi kaum wanita. Islam telah mengatur hak dan kewajiban bagi para suami dan istri sehingga keseimbangan dapat terjadi dalam sebuah rumah tangga. Seorang suami tidak bisa serta merta memposisikan dirinya sebagai orang yang super power sehingga memperdayakan seorang istri dengan seenaknya. Jika seorang suami hendak mengingatkan kepada istri yang nusyuz, maka dia harus mengingatkan dengan cara yang telah diatur oleh agama Islam, yakni dengan tingkah laku atau ucapan yang mendidik. Apabila terjadi kekerasan dalam rumah tangga yang menimpa kepada seorang istri maka seorang istri berhak untuk mengangkat permasalahan ke pengadilan atau dengan cara penyelesaian diluar pengadilan.
Islamic Thought and Internationalization of Human Rights Reza Ahmad Zahid
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 30 No. 1 (2019): Jurnal Tribakti
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v30i1.668

Abstract

This article aims to answer how Islamic thought deals with issues of internationalization. Where in general religions agree that human rights are rights owned by each individual solely because of his dignity as a human being, not the construction of society regarding individual rights. While on the other hand, some experts state that human rights are normative elements that are inherent in human individuals because there are laws whose application differs according to space and time. Between Islam and human rights has a relationship that lies in the universality of Islamic teachings. the concept of human rights has been outlined in the basic principles of Islamic law originating from the texts of the Koran, the Sunnah of the Prophet and friends, as well as the construction of scholars' thoughts. Human rights should be understood and accepted as a universal human treasure whose normative and philosophical foundations can be traced and found in various systems of values ?and traditions. Such global ethics cannot be formulated without religious contributions.
Rekonstruksi Pembelajaran Kitab Kuning Untuk Mewujudkan Kemahiran Santri Dalam Memahami Kitab Kuning Di Lembaga Lajnah Bahtsul Masa-Il (LBM) Al-Mahrusiyah Putri Nisrina Nur Chiari; Reza Ahmad Zahid
Indonesian Journal of Islamic Education Studies (IJIES) Vol. 2 No. 2 (2019): Indonesian Journal of Islamic Education Studies (IJIES)
Publisher : Faculty of Tarbiyah Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/ijies.v2i2.1010

Abstract

Reconstruction of ‘Kitab Kuning learning conducted Lembaga Batsu Masa’il (LBM) Al Mahrusiyah already implemented 2018-2019 school year. Even though it's only been a year, this strategy shows that it can improve the ability of female students to understand the Kitab Kuning. This is proven by the ability of female students who attend LBM to be able to translate and explain the intent contained in the Kitab Kuning. This research uses descriptive qualitative research. The use of research methods is very relevant to the object being studied because researchers become key instruments. The results of this study will describe in full the situation and process of implementing activities in LBM Al Mahrusiyah. Key informants in this study are all stakeholders who are managers, coaches, executors and participants of these activities. The method used is in-depth interviews to find saturated data. An illustration of the results of this study found the application of LBM Al Mahrusiyah held a sifir class, “tahasus, ula, wustho, dan ulya.” Sorogan class in the realm of reading, “memurodi” (translating) and understanding the Kitab Kuning. In the class of sifir and tahasus the introduction of the kitab kuning and nahwu sharaf science. The book studied varies according to the level of study at each stage of the class.
Peningkatan Perilaku Sosial Santri melalui Peran Wali Asuh di Pesantren Efendi, Are; Zahid, Reza Ahmad; Makhfud, Makhfud; Fajar, Abbas Sofwan Matla'il
Kartika: Jurnal Studi Keislaman Vol. 3 No. 2 (2023): Kartika: Jurnal Studi Keislaman (November)
Publisher : Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPT NU) PCNU Kabupaten Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59240/kjsk.v3i2.40

Abstract

This study explores ways to improve students' social behavior through the role of foster guardians in Islamic boarding schools. This study uses qualitative research methods. The data sources are interviews with key informants, the heads and administrators of Islamic boarding schools, and observations. This research shows that Islamic boarding schools have unique methods for improving students' social behavior. The indicator is the active involvement of foster guardians in implementing the Islamic boarding school program. There are three types of programs implemented by foster guardians to improve the social behavior of students, including routine recitation, cleanliness pickets, and social service. The implementation of these three programs has supporting and inhibiting factors. Supporting factors for foster guardians to improve the social behavior of students, such as cooperation and discipline between foster guardians to help the administrators with their duties so that it is easier for their foster children to carry out Islamic boarding school activities. In contrast, inhibiting factors are lack of coordination, cooperation, and conflicts in the foster guardian's activity schedule.
Kajian Kitab Manhaju Syawi dalam Membentuk Karakter Islami dan Spiritualisme Santri: Studi di Pondok Pesantren Putri Lirboyo H.M Al-Mahrusiyah I Kota Kediri Muayanah, Nana; Zahid, Reza Ahmad
Indonesian Proceedings and Annual Conference of Islamic Education (IPACIE) Vol. 1 (2022): Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Moderasi Beragama
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UIT Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.218 KB)

Abstract

This research is a form of obtaining knowledge related to the learning system of the Manhaju Syawi Book. It influences the formation of Islamic character and spiritualism of students at the Islamic Boarding School for Women Lirboyo H.M al-Mahrusiyah I Kediri City. The method is mixed methods (quantitative-qualitative) with a population used as a sample of 150 women students to analyze quantitative research data using a simple linear regression analysis formula. At the same time, the qualitative analysis uses descriptive qualitative data. The results showed several learning systems: bandongan, lecture question, and answer, sorogan, and demonstration. Quantitative data shows the influence of the study of  Manhaju Syawi Book on the Islamic character building and formation of students' spiritualism, especially in instilling religious attitudes and spiritualism.
Strategi Baru untuk Semangat Belajar: Metode Sorogan di Madrasah Al-Marom Pondok Pesantren Salafiyah Bandar Kidul Kota Kediri M. Miftahul Ulum; Zahid, Reza Ahmad
Indonesian Proceedings and Annual Conference of Islamic Education (IPACIE) 2021: Indonesian Proceedings and Annual Conference of Islamic Education (IPACIE)
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UIT Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, tuntutan masyarakat modern terhadap pemahaman Al-Qur'an semakin meningkat. Menguasai bacaan Al-Qur'an sesuai tajwid dan ghoribnya menjadi krusial, mengingat kesalahan kecil dalam membaca dapat mengubah makna. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pembelajaran Al-Qur'an di Madrasah Al-Marom Pondok Pesantren Salafiyyah Bandar Kidul Kota Kediri dan melihat bagaimana metode sorogan diterapkan untuk meningkatkan motivasi belajar santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dari berbagai sumber dianalisis untuk memastikan keabsahan informasi. Tujuan penelitian mencakup pemahaman pembelajaran Al-Qur'an dan implementasi metode sorogan dalam meningkatkan motivasi belajar santri di Madrasah Al-Marom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Salafiyah Bandar Kidul menerapkan metode sorogan, juga dikenal sebagai Metode Jibril atau pengajaran individual. Inti dari metode Jibril adalah taqlid-taqlid, di mana murid menirukan bacaan gurunya.
Islam sebagai Agama Damai dan Toleran: Studi Penafsiran Al-Qur’an Surat Al-Mumtahanah Ayat 7-9 Zahid, Reza Ahmad; Abidin, Muhammad Zainal; Mukhlison, Moch.
Kartika: Jurnal Studi Keislaman Vol. 4 No. 2 (2024): Kartika: Jurnal Studi Keislaman (November)
Publisher : Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPT NU) PCNU Kabupaten Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59240/kjsk.v4i2.80

Abstract

This study analyzes the Islamic stance towards non-Muslims regarding tolerance and peace, focusing on the interpretation of Surah al-Mumtahanah verses 7-9. The research is motivated by academic concerns over the frequent misconceptions that view religion as a source of violence, particularly in interfaith relations. This study uses a qualitative approach with a literature review. This study found that Islam teaches two main principles in interacting with non-Muslims: al-Birr (doing good) and al-Iqsath (being just). These values are embodied in verses that emphasize the importance of being kind and just towards non-Muslims who do not oppose Islam in social, legal, and economic aspects. This research indicates that Islam, in its normative teachings, promotes peace and tolerance, allows for harmonious interactions between different religious communities, and maintains the belief that Islam is the true faith. This study contributes to clarifying Islam's position towards non-Muslims in a broader context.
Optimalisasi Pemanfaatan Zakat Profesi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri Di Sektor Pendidikan Mukhsapak; Reza Ahmad Zahid
Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman Vol. 9 No. 2 (2019): Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman, Agustus 2019
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/ji.v9i2.1016

Abstract

Zakat has great potential to be used to support development in the aspect of developing religious moral values through education. The Ministry of Religion of Kediri Regency seeks to apply Law number 23 of 2011 article 15 paragraph (1) in the context of implementing zakat management in order to improve education. In this study, the authors used descriptive qualitative research. The results of the study can be concluded, in channelling zakat for education in the Ministry of Religion Kediri is appropriate and refers to the distribution of zakat for the sabilillah class. Where all people who take the path of Allah, fight for His religion, both through seeking knowledge and who take up the sword, are equally entitled to receive Zakat. And the result, being able to help children who want to drop out of school because of their parents' unstable economy.