Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN ALAM BIOLOGI MELALUI PENDEKATAN SCIENTIFIC DENGAN MODEL DISCOVERY LEARNING DI KELAS VII/2 SMP NEGERI 3 PASIR PENYU Sulastri, Emi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 1 (2019): April 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v3i1.205

Abstract

Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Biologi merupakan salah satu mata pelajaran yang berkaitan dengan cara memberi tahu tentang alam secara testruktur, sehingga IPA Biologi bukan hanya penugasan-penugasan berupa fakta, konsep atau prinsip tetapi juga merupakan suatu proses penemuan, sehingga dianggap sulit oleh peserta didik, termasuk oleh peserta didik kelas VII/2 SMPN 3 Pasir Penyu. Hal ini dibuktikan dengan hasil belajar yang dicapai peserta didik sering di bawah KKM. Misalnya nilai Ulangan Harian III kelas VII/2 yang rata-ratanya di bawah KKM yaitu 47,6 Dari 20 peserta yang memperoleh nilai di atas KKM 4 Orang atau 47,6 %. Salah satu penyebab rendahnya hasil belajar peserta didik adalah aktivitas belajar IPA Biologi yang kurang, sarana belajar yang kurang memadai dan model pembelajaran yang tidak bervariasi. Salah satu upaya meningkatkan aktivitas dan hasil belajar yaitu dengan menggunakan Pendekatan Scientifik Dengan Model Discovery Learning. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas peserta didik sehingga memudahkan peserta didik memahami konsep-konsep IPA Biologi. Penelitian ini dilasanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus dilakukan 2 (dua ) kali pertemuan. Pada siklus I menunjukan peningkatan persentase aktivitas dan hasil belajar peserta didik, pada kondisi awal 47,6 % dan pada siklus I 71,625 %. Sedangkan di siklus II pada kondisi awal 47,6 %, pada siklus I 71,625%, dan pada siklus II 76%. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa penggunaan Pendekatan Scientifik dengan Model Discovery Learning dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran IPA Biologi. Hal ini terlihat pada hasil penelitian yang menunjukkan bahwa rata-rata aktivitas dan hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai dengan siklus II. Hendaknya guru mampu melaksanakan pembelajaran yang menantang, menyenangkan, memotivasi, inspiratif dan interaktif
PERPUSTAKAAN SEBAGAI RUANG LITERASI CERDAS: PENINGKATAN BUDAYA BACA DAN LITERASI DIGITAL DI DESA EMBUNG KANDONG, KECAMATAN TERARA, KABUPATEN LOMBOK TIMUR Jurnal Wicara; Prawira, Didik; Septiandari, Olevia; Widiantara, I Nyoman Ari; Amalia, Baiq Jihan; Azzahra, Jasmine Maulida; Sulastri, Emi; Juan, Kemal; Lestari, Neli Aulia; Islaeniah, Irma; Jumhari, Sutrisna; Ayub, Syahrial
Jurnal Wicara Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/w2kh3736

Abstract

The PMD Literacy Community Service Program (KKN) implemented in Embung Kandong Village, Terara District, East Lombok, aimed to revitalize the "Andalan" Village Library, which had been experiencing declining utilization, and to improve community literacy, particularly in reading, writing, and digital literacy. Through a participatory approach, students from the University of Mataram initiated various activities, such as read-alouds, reading coupons, LENTERA, and TANABATA (Literacy Hope Tree), all presented in an interactive and educational manner. Implementation methods included observation, interviews, focus group discussions, and cross-sector collaboration with the village government and local schools. During the 45-day implementation period, activities focused on optimizing the library as a community information and learning center. The program successfully increased community participation in literacy and built collective awareness of the importance of reading as a foundation for developing local potential. Outputs from the program included activity reports, scientific and media publications, product, leaflet, and documentary videos for documentation and dissemination of results. The success of this program demonstrates the importance of synergy between educational institutions and the community in creating a sustainable literacy culture in the village.