Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Antar Pola Makan Dan Aktivitas Fisik Terhadap Obesitas Pada Anak Sekolah Dasar Di Provinsi Aceh Barat : Literatur Review agustina, lili; Khairulisha, Molida; Marniati
Sains Medisina Vol 3 No 5 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i5.744

Abstract

Obesitas merupakan salah satu masalah gizi yang saat ini tidak hanya melibatkan kekurangan gizi, tetapi juga kelebihan gizi, terutama pada anak usia sekolah dasar. Obesitas didefinisikan sebagai kondisi penumpukan lemak berlebih dalam tubuh yang dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan baik fisik maupun psikologis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab dan dampak obesitas pada anak sekolah dasar, serta mengevaluasi peran pola makan dan aktivitas fisik dalam kejadian obesitas tersebut. Penelitian ini menggunakan metode literature review atau tinjauan pustaka dengan mengumpulkan dan mengevaluasi artikel-artikel yang terindeks Nasional 21 artikel dan yang terindeks Internasional 9 artikel  . Pencarian literatur dilakukan melalui Google Scholar dengan kata kunci pola makan, aktivitas fisik, dan obesitas pada anak sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa obesitas pada anak usia sekolah dipengaruhi oleh beberapa faktor utama seperti pola makan tinggi kalori dan rendah serat, aktivitas fisik yang minim, serta pengaruh lingkungan dan perilaku sedentari. Dampak obesitas tidak hanya mencakup gangguan kesehatan fisik seperti penyakit metabolik dan degeneratif, tetapi juga berdampak pada kondisi psikososial anak. Kesimpulan dari artikel ini adalah obesitas pada anak sekolah dasar,  terbukti bahwa pola makan tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik merupakan faktor utama penyebab obesitas.. Saran ke depan adalah  diperlukan untuk memahami interaksi kompleks antar faktor risiko dan untuk mengembangkan strategi pencegahan dan penanganan obesitas yang lebih efektif dan berkelanjutan.
PERAN DAN KEDUDUKAN BAHASA INDONESIA SEBAGAI WUJUD AKTUALISASI SIKAP BELA NEGARA DI KALANGAN GENERASI MUDA Arina khoirunnisa; Nabila Syahputri; Urbani Dewi Sugati; Derta Ulina BR Manullang; Ralda Aprilia; Lili Agustina; Yaumel Tri Azahra; Mulyana; Yusi marsela; Andela khairunnisa; Perawati
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 3 No. 7 (2026): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Juli 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v3i7.2389

Abstract

Bahasa Indonesia memiliki kedudukan strategis sebagai bahasa nasional dan bahasa negara yang dikukuhkan dalam Sumpah Pemuda 1928 dan Undang-Undang Dasar 1945 Bab XV Pasal 36. Selain berfungsi sebagai alat komunikasi, bahasa Indonesia juga merupakan simbol identitas, kebanggaan, dan pemersatu bangsa yang terdiri atas beragam suku, budaya, dan bahasa daerah. Di sisi lain, bela negara merupakan tekad, sikap, dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterkaitan antara penggunaan dan pelestarian bahasa Indonesia dengan upaya bela negara secara non-fisik, khususnya di kalangan generasi muda. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai sumber jurnal ilmiah, buku, dan peraturan perundang-undangan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kecintaan dan kesetiaan terhadap bahasa Indonesia merupakan salah satu bentuk aktualisasi sikap bela negara, karena bahasa menjadi benteng pertahanan identitas dan kedaulatan bangsa di tengah arus globalisasi dan dominasi bahasa asing. Dengan demikian, penguatan literasi serta kebanggaan berbahasa Indonesia perlu terus digalakkan sebagai bagian dari pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan.
INSTRUMEN PENELITIAN: JENIS, PENYUSUNAN, DAN PERANNYA DALAM MENJAMIN KUALITAS DATA Rahmat Kurniawan; Lili Agustina; Sri Nilam Sari Hapil; Nurmupidah; Aan Setiawan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomer 03, September 2026 Publication
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.60105

Abstract

Research quality is largely determined by the quality of the research instruments used to collect data. In practice, many novice researchers and students construct instruments carelessly, merely copying templates without adapting them to their research variables, and often skip the try-out stage. This condition is reflected in a 2024 Populix survey of 2,793 final-year Indonesian students, in which 45% admitted to manipulating thesis data. This article aims to examine the definition, types, systematic steps of construction, and testing procedures of research instruments through validity and reliability tests. This study uses a descriptive qualitative approach through library research, collecting data from research methodology books and national and international journal articles on research instruments, validity, and reliability published between 2011 and 2024, analyzed through content analysis. The results show that research instruments are divided into two major types: quantitative instruments (questionnaires, measurement scales, and tests) and qualitative instruments (the researcher as the main instrument, supported by interview guides, observation guides, and documentation guides). The construction of a good instrument follows five systematic steps: defining variables, formulating indicators, developing a blueprint, writing items, and validating content through expert judgment. Furthermore, the feasibility of an instrument must be confirmed through validity testing (content, construct, and empirical validity) and reliability testing (Cronbach's Alpha, KR-20, and KR-21). This article is expected to serve as a practical guide for novice researchers in constructing valid and reliable research instruments