Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Strategi Pengembangan Objek Wisata Berbasis Kearifan Lokal Di Objek Wisata Kalimbuang Bori Kabupaten Toraja Utara Nura, Mishy Javalani Rante; Ta’dung, Yohanis L.; Kannapadang, Dwibin
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.15276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan objek wisata berbasis kearifan lokal di objek wisata Bori Kalimbuang, Kabupaten Toraja Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk menggambarkan kondisi dan proses yang terjadi di lapangan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alternatif strategi pengembangan objek wisata berbasis kearifan lokal di Bori Kalimbuang meliputi strategi penetrasi pasar, pengembangan produk, pengembangan pasar, integrasi horizontal, serta diversifikasi kegiatan wisata berbasis budaya.
Pengaruh disiplin kerja dan reward terhadap kinerja karyawan PT Toarco Jaya di Toraja Utara Serang, Yunita; Marewa, Jens Batara; Kannapadang, Dwibin
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1056

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh disiplin kerja dan reward terhadap kinerja karyawan PT. Toarco Jaya di Toraja Utara. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linier berganda. Data dikumpulkan melalui observasi, penyebaran kuesioner, dan dokumentasi. Populasi dan sampel penelitian berjumlah 75 karyawan PT Toarco Jaya di Toraja Utara dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, yang ditunjukkan oleh nilai t-hitung sebesar 4,980 lebih besar dari t-tabel sebesar 1,993. Selain itu, reward juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai t-hitung sebesar 2,811 lebih besar dari t-tabel sebesar 1,993. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa disiplin kerja dan reward secara parsial berpengaruh terhadap kinerja karyawan PT Toarco Jaya di Toraja Utara. Keterbatasan penelitian – Penelitian ini memiliki keterbatasan pada penggunaan dua variabel independen dan ruang lingkup penelitian yang hanya dilakukan pada satu perusahaan, sehingga hasil penelitian belum dapat digeneralisasikan secara luas. Implikasi – Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan implikasi bagi manajemen PT Toarco Jaya untuk meningkatkan kinerja karyawan melalui penerapan disiplin kerja yang konsisten dan sistem pemberian reward yang adil dan transparan. Secara teoretis, penelitian ini menambah referensi empiris terkait faktor-faktor yang memengaruhi kinerja karyawan. Kebaruan – Kebaruan penelitian ini terletak pada pengujian pengaruh disiplin kerja dan reward terhadap kinerja karyawan pada perusahaan agribisnis di wilayah Toraja Utara, yang masih relatif terbatas dikaji dalam penelitian sebelumnya.
Pengaruh fasilitas kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai pada UPT Puskesmas Lempo, Kecamatan Sesean Suloara’, Kabupaten Toraja Utara Parura, Reski; Kannapadang, Dwibin; Marewa, Jens Batara
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1061

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh fasilitas kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai pada UPT Puskesmas Lempo. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian terdiri dari 47 pegawai dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampel jenuh (sensus). Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner tertutup. Analisis data meliputi uji instrumen (validitas dan reliabilitas), uji asumsi klasik, dan analisis regresi linier berganda untuk menguji hipotesis yang diajukan. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (nilai sig. 0,005 < 0,05). Demikian pula, motivasi kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (nilai sig. 0,033 < 0,05). Secara keseluruhan, fasilitas kerja dan motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai baik secara parsial maupun simultan pada UPT Puskesmas Lempo. Keterbatasan penelitian – Penelitian ini terbatas pada ruang lingkup satu pusat kesehatan masyarakat (UPT Puskesmas Lempo) dengan jumlah sampel yang relatif kecil, yaitu 47 responden, sehingga hasil penelitian ini mungkin tidak dapat digeneralisasi secara luas untuk institusi kesehatan yang lebih besar. Implikasi – Secara praktis, temuan ini menyarankan agar manajemen UPT Puskesmas Lempo memprioritaskan perbaikan fasilitas kerja dan menjaga motivasi kerja tetap tinggi untuk mengoptimalkan kinerja pegawai. Secara teoritis, penelitian ini memperkuat teori manajemen sumber daya manusia, khususnya mengenai pentingnya dukungan fisik dan dorongan psikologis dalam lingkungan pelayanan publik. Kebaruan – Originalitas penelitian ini terletak pada fokus spesifik integrasi antara fasilitas kerja dan motivasi dalam konteks Puskesmas daerah, yang memberikan bukti empiris mengenai bagaimana kedua faktor tersebut berdampak langsung pada kualitas layanan kesehatan masyarakat.
Cocreating Public Value in Smart Cities: The Interplay of Citizen Engagement, Digital Literacy, and Governance Transparency Kannapadang, Dwibin; Munawaroh, Siti; Purwanto, Sayugo Adi
Jurnal Ilmiah Akuntansi Kesatuan Vol. 14 No. 2 (2026): JIAKES Edisi April 2026
Publisher : Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jiakes.v14i2.5242

Abstract

The expansion of smart city initiatives in rural and mountainous regions highlights the need to understand how public value is co-created within such contexts. This research aims to investigate the mechanisms of public value co-creation within the smart city ecosystem of Tana Toraja, a developing rural-mountainous region in Indonesia, by analyzing the interplay between digital literacy, governance transparency, and citizen engagement. This study employs a quantitative approach using SEM-PLS with data collected from 250 stratified respondents. The findings reveal that digital literacy serves as the most dominant antecedent, significantly dictating the depth of civic participation in digital platforms. While governance transparency directly enhances public value and accountability, its influence on active engagement remains moderate, suggesting that informational openness requires a baseline of public digital competence to be effective. The results confirm that public value is not merely a bureaucratic output but a co-created product resulting from the synergy between institutional transparency and empowered citizenship. This study recommends that local governments shift from being mere infrastructure providers to becoming digital education facilitators. Integrating community-based digital literacy programs with the deployment of telecommunication towers is essential to mitigate digital exclusion and ensure sustainable, inclusive smart city governance in rural contexts.