Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Principal Strategies for Strengthening Teachers’ Professional Competence in PAUD: Strategi Utama untuk Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru di PAUD Umiyati, Siti; Nadiyah, Nadiyah; Wati, Mastika; Astria, Rani; Wati, Evi Sulistia
Indonesian Journal of Education Methods Development Vol. 18 No. 3 (2023): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/ijemd.v18i3.929

Abstract

General Background: Teachers’ professional competence is a key determinant of education quality, particularly at the early childhood level. Specific Background: Principals play a pivotal role in designing and implementing strategies to foster teachers’ competence in lesson planning, classroom management, and innovative teaching practices. Knowledge Gap: While many studies have examined teacher development, limited research has explored principals’ systematic strategies in the context of community-based PAUD institutions. Aim: This study aims to describe the strategies implemented by the principal of PAUD Sejenis Pelita Bunda Muaro Jambi to improve teachers’ professional competence. Results: Using a descriptive qualitative approach with observation, interviews, and documentation, the findings reveal that five main strategies—academic supervision, internal workshops, teacher learning communities, motivation and appreciation, and performance evaluation—significantly supported teacher development. Additional initiatives such as literacy culture, digital learning, and benchmarking enriched teachers’ professional growth, with 80% of teachers reporting improved ability to design lesson plans (RPPH). Novelty: This study highlights the integration of formal and informal strategies, combining supervision with collaborative and motivational practices. Implications: The findings emphasize the importance of principals’ adaptive leadership in sustaining teacher professionalism and can serve as a model for early childhood institutions seeking to strengthen teaching quality. Highlights: Principals integrate supervision, training, and evaluation Collaborative communities foster teacher professional growth Literacy, technology, and benchmarking enrich competence Keywords: Principal Strategy, Professional Competence, Teacher Development, PAUD, Leadership
Principal Strategies for Strengthening Teachers’ Professional Competence in PAUD: Strategi Utama untuk Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru di PAUD Umiyati, Siti; Nadiyah, Nadiyah; Wati, Mastika; Astria, Rani; Wati, Evi Sulistia
Indonesian Journal of Education Methods Development Vol. 18 No. 3 (2023): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/ijemd.v18i3.929

Abstract

General Background: Teachers’ professional competence is a key determinant of education quality, particularly at the early childhood level. Specific Background: Principals play a pivotal role in designing and implementing strategies to foster teachers’ competence in lesson planning, classroom management, and innovative teaching practices. Knowledge Gap: While many studies have examined teacher development, limited research has explored principals’ systematic strategies in the context of community-based PAUD institutions. Aim: This study aims to describe the strategies implemented by the principal of PAUD Sejenis Pelita Bunda Muaro Jambi to improve teachers’ professional competence. Results: Using a descriptive qualitative approach with observation, interviews, and documentation, the findings reveal that five main strategies—academic supervision, internal workshops, teacher learning communities, motivation and appreciation, and performance evaluation—significantly supported teacher development. Additional initiatives such as literacy culture, digital learning, and benchmarking enriched teachers’ professional growth, with 80% of teachers reporting improved ability to design lesson plans (RPPH). Novelty: This study highlights the integration of formal and informal strategies, combining supervision with collaborative and motivational practices. Implications: The findings emphasize the importance of principals’ adaptive leadership in sustaining teacher professionalism and can serve as a model for early childhood institutions seeking to strengthen teaching quality. Highlights: Principals integrate supervision, training, and evaluation Collaborative communities foster teacher professional growth Literacy, technology, and benchmarking enrich competence Keywords: Principal Strategy, Professional Competence, Teacher Development, PAUD, Leadership
PENENTUAN LOKASI PERHENTIAN ANGKUTAN UMUM BERDASARKAN TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (Studi Kasus : Trayek K-14, pada Ruas Jalan Raya Setu, Kabupaten Bekasi) Suraharta, I Made; Fauzi, Fauzi; Djajasinga, Nico; Umiyati, Siti
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 6 No 2 (2015): December 2015
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penetapan lokasi tempat perhentian angkutan umum (TPAU) dipengaruhi oleh banyak faktor. Kriteria penentuan lokasi TPAU yang sudah pasti adalah bahwa TPAU yang direncanakan harus berada pada jalur trayek yang akan dilayaninya. Selain itu, identifikasi lokasi kantung penumpang menjadi faktor penting yang harus dipertimbangan dalam penetapan TPAU. Kantung-kantung penumpang akan berdekatan dengan tata guna lahan pemukiman, dengan demikian tata guna lahan menjadi salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan lokasi TPAU. Faktor-faktor lainnya yaitu: lokasi simpang, jarak perjalanan, rencana halte harus berada dekat dengan tata guna lahan berupa pemukiman dengan melakukan intersect antara buffer trayek dengan tata guna lahan pemukiman, rencana lokasi halte harus sedekat mungkin dengan kantung penumpang. Selain itu rencana lokasi perhentian angkutan umum/halte dilarang berada di simpang dengan radius kurang dari 25 meter juga menjadi kriteria pertimbangan penetapan lokasi TPAU.
PENINGKATAN AKSESIBILITAS DENGAN PEMBANGUNAN JARINGAN JALAN RING ROAD DI KOTA TANJUNG SELOR Abdulrahman, Yopi Juansyah; Raharjo, Efendhi Prih; Umiyati, Siti
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 6 No 2 (2015): December 2015
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Tanjung merupakan kota yang mengalami pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat dengan perkembangan tata guna lahan yang sangat tinggi baik untuk daerat pusat kota mapun daerah pinggiran kota. Berkaitan dengan hal tersebut perlu adanya penataan sistem transportasi yang perlu dilakukan terutama dalam menunjang aksesibilitas seseorang dalam melakukan kegiatan sehari-hari dengan pembangunan jaringan jalan ring road dengan tujuan untuk melakukan analisis terhadap kinerja jaringan jalan terhadap rencana pengembangan tata guna lahan dalam mendukung sistem transportasi yang efektif dan efisien. Metode yang digunakan dalam pembangunan jaringan jalan ring road tersebut adalah dengan mengidentifikasi permasalahan secara langsung, pemodelan transpotasi, peramalan transpotasi, dan pembebanan perjalanan. Kondisi eksisting dari segi unjuk kinerja lalu lintas dengan pergerakan lancar 192,5 kendaraan-jam, antrian 0 detik/smp, panjang perjalanan 6815,8 kendaraan-km, kecepatan perjalanan23,6 km/jam, dan BBM perjalanan 1730,6 liter.
KALIBRASI MODEL SIMULASI VISSIM Raharjo, Effendhi Prih; Guntur, M.; Umiyati, Siti; Sari, Novita; Hardianto, Dani; Angga, Dessy; Handayani, Sabrina
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 8 No 1 (2017): June 2017
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam menganalisa transportasi suatu jaringan jalan, banyak ditemui keterbatasan dan kesulitan. Banyak waktu, tenaga dan biaya yang digunakan untuk menganalisa dan mengetahui kinerja lalu lintas. Salah satu perangkat lunak yang dapat digunakan adalah aplikasi PTV Vissim 9. Model Vissim itu sendiri pada dasarnya merupakan given atau terdapat pengaturan yang telah di atur oleh penciptanya dengan karakteristik negara asalnya, yakni negara Jerman dan negara maju lainnya dimana negara tersebut mempunyai karakteristik yang berbeda, dilihat dari kebijakan lalu lintas, pengaturan, manajemen dan rekayasa lalu lintas, moda transportasi dan perilaku pengguna jalan yang didalamnya terdapat pejalan kaki dan pengendara kendaraan. Model simulasi Vissim merupakan permodelan dengan analisa microscopis yang didalamnya merumuskan variabel dan alogaritma berkaitan dengan Driving Behaviour atau perilaku pengguna jalan. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui indikasi dari perilaku pengguna jalan terhadap kinerja lalu lintas secara komprehensif namun dalam lingkup mikro.
Peningkatan Unit Pengawas Urusan Gerbong (PUG) Menjadi Unit Pelaksana Teknis (Depo) Di Rewulu AS, Hartono; Rahman, Syamsul Abdul; Umiyati, Siti
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 11 No 1 (2020): June 2020
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55511/jpsttd.v11i1.549

Abstract

Demi meningkatkan mobilitas masyarakat yang semakin meningkat setiap tahunnnya pemerintah perlu meningkatkan kapasitas transportasi baik jalan maupun sarana dan prasarananya. Transportasi ialah perpindahan orang atau barang dari suatu tempat ke tempat lainnya atau dari tempat asal ke tempat tujuan dengan menggunakan sebuah sarana yang di gerakan oleh manusia, hewan bahkan mesin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari Peningkatan Unit Pengawas Urusan Gerbong (Pug) Menjadi Unit Pelaksana Teknis (Depo) Di Rewulu. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan literatur dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Dari hasil Penelitian didapatkan hasil bahwa fungsi Unit Pengawas Urusan Gerbong akan di tingkatkan menjadi Depo Gerbong Kelas C di Rewulu. Terdapat Kekurangan Pegawai Sebanyak 18 Pegawai (Pelaksana/Teknisi) Dan Belum Semua Pegawai Memiliki Sertifikat Kompetensi Tenaga Perawatan Sarana Perkeretaapian. Dalam rangka peningkatan status masih ada beberapa fasilitas yang belum memenuhi standar fasilitas minimum.
Perencanaan Peron Stasiun Tarik Pada Proyek Pembangunan Jalur Ganda Lintas Sepanjang Mojokerto Djajasinga, Nico; Asyifa, Annasthasya Noor; Umiyati, Siti
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 12 No 1 (2021): June 2021
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55511/jpsttd.v12i1.557

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui perencanaan platform di Stasiun Tarik untuk proyek pembangunan double track Sepanjang Mojokerto. Karena peron lama di Stasiun Tarik memiliki beberapa kekurangan peralatan dan memerlukan perencanaan dalam mengatur pergerakan arus penumpang. Maka penulis melakukan penelitian perencanaan platform yang disesuaikan dengan persyaratan teknis platform yang tertuang dalam PM 29 tahun 2011 dan penempatan platform disesuaikan dengan Detail Engineering Desain (DED). Hal ini untuk memperbaiki kekurangan pada platform yang ada dan platform perencanaan dalam konteks pembangunan jalur ganda. Metode penelitian ini menggunakan analisis kondisi peron eksisting dan Level of Service, metode peramalan jumlah penumpang tahun depan secara aritmatika dan arus pergerakan penumpang untuk Detail Engineering Desain (DED) building layout station. Hasil analisa dan penelitian diketahui bahwa lebar peron yang sesuai Stasiun Tarik untuk double track adalah 2 meter untuk peron samping dan 4 meter untuk peron pulau. Sedangkan panjang platform adalah 140,7 meter. Arus pergerakan penumpang difasilitasi oleh pintu keluar yang berbeda dengan pintu masuk. Sehingga ada pemisahan arus penumpang yang akan menuju peron dan penumpang yang akan keluar stasiun